Anda di halaman 1dari 13

NAMA KELOMPOK:

PUTU DIAH SINTHA NINGTIAS NIM. P07120215075


I GUSTI AYU RISA ARISTANTI NIM. P07120215076
I DEWA MADE AGIE PRAMANA NIM. P07120215077
N.ADI SUMARTAWAN NIM.P07120215078
“KERJASAMA TIM
DALAM
KEPERAWATAN”
PENGERTIAN KERJASAMA TIM DALAM
KEPERAWATAN

 Menurut Robbins, kerjasama tim adalah sinergi positif melalui usaha yang
terkoordinasi. Usaha-usaha yang dilakukan anggota tim menghasilkan kinerja yang
lebih tinggi daripada masukan individual setiap anggota.
 Haris & Haris (1996) mengungkapkan bahwa Teamwork adalah kumpulan
individu yang bekerja sama melalui berbagi pengetahuan dan ketrampilan.
 Menurut Paris, Salas & Cannon-Bowers (2000), sekumpulan individu yang
bersama-sama bukan satu tim, Teamwork merupakan gabungan dari perilaku
beberapa individu, teamwork merupakan gabungan dari Knowledge, Skill dan
Attitude yang ditujukan untuk mendukung anggota tim dan pencapaian tujuan tim.
Teamwork adalah seperangkat pengalaman, tindakan dan perasaan masing-masing
anggota tim yang saling terkait yang dibutuhkan untuk proses koordinasi dan
pencapaina tujuan tugas tim
MANFAAT DAN TUJUAN TEAMWORK

 Manfaat Bekerja Dalam Tim


1. Bagi Organisasi Tim (Meningkatkan produktivitas kerja, Meningkatkan kualitas kerja,
Meningkatkan mentalitas kerja, Meningkatkan kemajuan organisasi)
2. Bagi Anggota Tim (Tanggung jawab atas pekerjaan ditanggung bersama, Sebagai
media aktualisasi diri, Stres atau beban kerja berkurang)
 Tujuan Bekerja Dalam Tim
1. Kesatuan Tujuan
2. Efisiensi
3. Efektif
MODEL TIM KEPERAWATAN

Metode Tim (sesudah tahun 1950) menurut Suyanto. 2008:


Dalam penerapan metode tim, beberapa anjuran berikut ini kiranya dapat
diperhatikan agar pelayanan asuhan keperawatan dapat dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya.
 Jumlah tim dalam satu ruang perawatan antara 2-3 tim
 Besarnya tim ditentukan oleh jumlah tenaga yang ada diruangan
 Mengadakan konfrens dalam kelompok 5-10 menit dalam setiap shift
URAIAN TANGGUNG JAWAB PADA
METODE TIM

Ketua tim Anggota tim


1. Membuat perencanaan Kepala
2. Melakukan
pendelegasian,
1. Memberikan asuhan
keperawatan pada ruangan
supervise dan evaluasi pasien dibawah
3. Mengetahui kondisi tanggung jawabnya 1. Menentukan standar
pasien dan menilai 2. Bekerja sama dengan pelaksanaan asuhan
tingkat kebutuhan anggota tim dan antar keperawatan
pasien 2. Bersama ketua tim
tim
4. Mengembangkan melaksanakan supervise
3. Memberikan laporan
kemampuan perawat dan evaluasi
anggota tim
asuhan keperawatan 3. Memberi pengarahan
5. Menyelenggarakan yang diberikan pada kepada ketua tim
konferens ketua tim
PRINSIP KOLABORASI DALAM TIM
KESEHATAN
1. Patient-centered Care
Mengutamakan kepentingan dan kebutuhan pasien.
Pasien dan keluarganya sebagai pemberi keputusan dalam masalah kesehatannya
2. Mutual respect and trust
Saling percaya dengan memahami pembagian tugas dan kompetensinya masing-masing
Saling menghormati dan menghargai masing-masing profesi
3. Clear communication
Komunikasi efektif antara tenaga kesehatan
Rekam medis atau catatan lain yang ditulis dengan lengkap
4. Clarification of roles and scopes of practice
Memahami lingkup kerja dan tanggung jawab masing-masing sebagai tenaga kesehatan
Lingkup pekerjaan dalam kolaborasi kesehatan dijelaskan dalam job description dan kontrak pegawai
5. Clarification of accountability and responsibility
Bertanggungjawab dengan perawatan terhadap pasien yang ditanganinya
Lanjutan…

6. Liability protection for all members of the team


Setiap anggota tim kesehatan memiliki perlindungan atau jaminan formal untuk mengakomodasi tugasnya
7. Sufficient human resources and infrastructure
Mengefektifkan kerja dari tim kolaborasi kesehatan. Untuk itu, pemerintah membantu menambah jumlah tenaga kesehatan
Mengaplikasikan teknologi untuk membatu kolaborasi kesehatan
8. Sufficient payment and payment arrangement
Tim kolaborasi tidak mendasari pekerjaannya sebatas upah yang diterimanya
Pemerintah membatu secara finasial dan tekns dalam mengembangkan kolaborasi
9. Supportive education system
Pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi kesehatan
10. Research and evaluation
Evaluasi dengan melihat kenyataan lapangan dari kolaborasi kesehatan untuk memperbaiki standar kualitas yang ada
TUJUAN KOLABORASI TIM KESEHATAN

1. UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN


TERHADAP PASIEN.
2. UNTUK MEMINIMALISIR MASALAH MASALAH YANG BERKENAAN DENGAN
KEBUTUHAN KESEHATAN PASIEN
3. UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONTRIBUSI SETIAP ANGGOTA TIM
KESEHATAN SEHINGGA MASING-MASING ANGGOTA TIM KESEHATAN DAPAT
BERKONTRIBUSI SESUAI DENGAN PROFESI MASING-MASING.
4. MENUMBUHKAN KOMUNIKASI, KOLEGALITAS, MENGHARGAI DAN MEMAHAMI
ORANG LAIN KHUSUSNYA ANTAR ANGGOTA TIM KESEHATAN.
MANFAAT KOLABORASI TIM KESEHATAN

- Manfaat bagi Pasien


- Manfaat bagi anggota Tim Kesehatan
- Manfaat bagi Edukator dan Mahasiswa
- Manfaat bagi Sistem Pelayanan Kesehatan
CARA MEMBANGUN DAN MEMPERTAHANKAN
KOLABORASI KESEHATAN

1. Building shared situational awareness of the context.


Mengembangkan kebiasaan untuk berbagi pandangan mengenai suatu keadaan yang
terjadi.
2. Refreshing and updating the team’s understanding of the (changing) context with new
information.
Secara aktif memperbaharui ilmu pengetahuan tim dengan perkembangan terbaru sebagai
persiapan akan hal-hal yang mungkin akan dihadapi tim. Hal ini dapat membantu
memberikan terobosan (cara baru) penyelesaian situasi.
3. Deepening each team member’s capacity for heedful interrelating, that is, for acting with
each other’s (and the team’s) perspective in mind.
Melakukan segala tindakan dengan penuh pertimbangan apa dampaknya bagi orang lain.
Kebiasaan “itu bukan bagian pekerjaan saya” tidak dapat dipelihara sebagai tim.