Anda di halaman 1dari 14

Pengukuran Jarak

 Jarak
garis hubung terpendek antara dua titik
 Kegunaan :
untuk penentuan posisi (x,y,z)
 Cara mendapatkan :
* survai langsung
* dihitungan dari 2 koordinat titik
Macam-macam Alat ukur jarak :
 Langkah kaki
 Meteran (bahan dari : baja, kain, fiber)
 Optik ( Rambu Ukur, Substence bar)
 Alat Ukur Jarak Elerktronik EDM ( Electro
nic Distance Meter), dengan mengguna
kan enerji sinar infra merah
 Alat Ukur Jarak dengan Sinar Laser
( misal alat DISTO )
Jarak pada daerah miring
 Penjumlahan segmen  Pendekatan
d3

d2
d1 dm
DH
a
c
d = d1 + d2 + d3 dH
dH = dm - (DH2 / (2* dm))
dH = dm - (DH2 / (2* dm)) + (DH4 / (8* dm3))
Koreksi-koreksi Ukuran Jarak
(menggunakan pita ukur baja)

 Panjang pita ukur tidak standar


 Akibat temperatur
 Akibat tarikan
 Akibat lendutan
 Akibat letak pita ukur yg tidak horisontal.
 Meteran Tidak Standard
0 30 m
Pita Ukur Standard
L Standard Temp = 20o C

0 < 30 m 30 m

Pita Ukur Baja yang di


kalibrasi
L Pita Baja DL

DL = kesalahan terhadap pita standard


Panjang pita ukur tidak standar
 Koreksiper satuan panjang :
c = ( Lp.standard – Lpita ukur )
------------------------------
Lpita ukur
Hasil ukuran jarak di lapangan AB = L
Jarak sebenarnya AB = (1+c) L
 Pengaruh Temperatur
0 40 m
Temperatur 20oC
Jarak AB terbaca = 40 m

0 < 40 m 40 m

DL Temperatur 40oC
Jarak AB terbaca < 40 m

DL = kesalahan akibat temperatur


Pengaruh temperatur
 Koreksi akibat temperatur :
Ct = l ( Tlapangan – Tstandard ) L
l = koefisien muai panjang bahan
Tlapangan= temperatur saat pengukuran
Tstandard = temperatur standar ( 20o C)
L = bacaan pita ukur di lapangan
Jarak sebenarnya AB = Ct + L
Koreksi akibat tarikan :
Cp = ( Plap – Plab )
------------------
A.E

Plap = Tarikan di lapangan (Kg)


Plab = Tarikan saat di Lab(saat kalibrasi) (Kg)
L = bacaan pita ukur di lapangan (m)
A = Luas penampang pita ukur (Cm2)
E = Modulus Elastisitas baja = 2,1 x 106
(Kg/Cm2)
Hasil ukuran jarak AB di lapangan = L
Jarak sebenarnya AB = (1+ Cp) L
Koreksi Akibat Lendutan
Jarak AB
A B

0 1,000 2,000 3,000 4,000 m


P Kg P Kg
Tanpa Lendutan
0
P Kg 4,000 m
P Kg
Koreksi Cs

Dua Tumpuan di ujung

0 4,000 m
P Kg P Kg

Tiga Tumpuan
Koreksi Cs
Pengaruh Akibat Lendutan

 Koreksi akibat lendutan :


cs = 0
cs = - (w2 * Ls3)/ 24P2
cs = - {2w2 * (Ls/2)3}/ 24P2

W = berat pita ukur per satuan


panjang (kg/m)
Ls = pembacaan jarak (m)
P = gaya penarikan thd pita ukur (kg)

Jarak Sebenarnya = ( 1 + Cs ) Ls
Contoh Soal
 Sebuah pita ukur baja digunakan untuk mengukur jarak AB
dilapangan (tidak menggantung), dengan data pengukuran sbb :
 Sebelum digunakan, pita ukur dikalibrasi di lab. Dng cara mngukur
jarak PQ dengan dibandingkan dengan pita ukur standar.
 Bacaan pita ukur standar jarak PQ = 45,967 m
 Bacaan pita ukur baja  jarak PQ = 45,975 m (P=10 kg; T=28oC)
 Jarak AB di lapangan terbaca = 98,783 m (P=15 kg; T=45oC)
 Diketahui l = 0,00006 / oC
A = 0,04 cm2 ; E = 2,1 * 106 kg/ cm
 Hitung : jarak AB sebenarnya
Pengukuran Jarak Elektronik
EDM (Electronic Distance Meter)
Prinsip kerja EDM

Enerji dipantulkan oleh Reflektor


EDM Reflector
(Pemantul
enerji)

Pole (yalon)
Enerji dipancarkan EDM

Jarak D = 0.5 Vc . t

Vc = kecepatan cahaya, t = waktu tempuh


 Jenis gelombang energi :

1. Elektro optik  5 Km
2.Micro wave  100 Km
3.Long Radio Wave 1000 Km

Yang biasa digunakan dalam pekerjaan


survey digunakan jenis medium range (dg
enerji infra merah), jarak s/d 2.5 Km