Anda di halaman 1dari 21

METODOLOGI

METODE RISET
PENELITIAN BIOFISIK
SUMBERDAYA
KELAUTAN
PESISIR DAN
LAUTAN

Baharuddin

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2016
PENGERTIAN DAN CIRI

 Ilmu Pengetahuan adalah


pengetahuan tentang sebab-akibat
suatu fenomena yang disusun secara
sistematis dari pengamatan,
penalaran atau percobaan.
 Penetapan postulat, yaitu asumsi
yang dianggap benar tanpa harus
dibuktikan.
 Penyusunan logika, yaitu aturan
berpikir yang berlaku dalam
cabang ilmu pengetahuan ybs.
Diterapkan dgn sistematis untuk
membangun tesis (pendapat)
atau teori tentang hubungan
sebab-akibat sbg hasil penerapan
postulat dan logika dlm sistem
berpikir.
 Kebenaran hubungan sebab-
akibat dijabarkan dari fakta-
fakta yg diamati dari fenomena
yg diteliti. Kebenaran tsb. harus
bersifat universal dan dapat diuji
kembali.
 PENGEMBANGAN ILMU
PENGETAHUAN SEPERTI INI
DISEBUT METODE ILMIAH
 Metode Ilmiah bersifat :
logis, obyektif, sistematis,
andal, dirancang dan
akumulatif.
 Logis atau masuk akal, yaitu sesuai
dengan logika atau aturan berpikir yang
ditetapkan dalam cabang ilmu
pengetahuan ybs.
 Obyektif atau sesuai dengan fakta,
yaitu didasarkan pada informasi yang
diperoleh dari pengamatan atau penalaran
fenomena. Tidak tergantung pada suasana
hati, prasangka atau pertimbangan nilai
pribadi.
 Sistematis, yaitu adanya konsistensi dan
keteraturan internal dalam teori, hukum,
prinsip dan metodenya.
 Andal, yaitu dapat diuji kembali secara
terbuka menurut persyaratan yang
ditentukan dengan hasil yang dapat
diandalkan.
 Dirancang, yaitu tidak berkembang
dengan sendirinya, tapi menurut suatu
rancangan yang menerapkan metode
ilmiah.
 Akumulatif, yaitu merupakan himpunan
fakta, teori, hukum dan lain-lain yang
terkumpul sedikit demi sedikit.
 Riset/Penelitian adalah
kegiatan yang menggunakan
metode ilmiah untuk
mengungkapkan ilmu
pengetahuan atau menerapkan
teknologi.
 Kegiatan untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi (ilmu tentang
penerapan ilmu pengetahuan) dilakukan
dengan riset/penelitian.
 Riset/Penelitian bertujuan untuk
menciptakan ilmu pengetahuan baru atau
menerapkan teknologi untuk memecahkan
suatu masalah.
 Riset/Penelitian mempunyai ciri :
 Kontributif : keluaran riset/penelitian
harus mengandung nilai tambah,
harus ada sesuatu yang baru untuk
ditambahkan pada perbendaharaan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang
ada.
 Metode ilmiah : penerapan metode
ilmiah dalam riset/penelitian bertujuan
agar keluaran riset/penelitian dapat
dipertanggung jawabkan
kebenarannya atau mutunya.
 Analitis : Kebenaran riset/penelitian
diuraikan atau dibuktikan secara
analitis (hubungan sebab-akibat...)
JENIS RISET/PENELITIAN

Riset/penelitian kualitatif: riset/penelitian yang


tidak menggunakan model-model matematik
atau statistik. Proses riset/penelitian dimulai
dengan menyusun asumsi dasar dan aturan
berpikir yang akan digunakan dalam
riset/penelitian. Asumsi dan aturan berpikir
diterapkan secara sistematis dalam
pengumpulan dan pengolahan data untuk
memberikan penjelasan dan argumentasi
mengenai tesis yang diajukan.
 Riset/penelitian teoritis: riset/penelitian
yang hanya menggunakan penalaran semata
untuk memperoleh kesimpulan riset/penelitian.
Proses riset/penelitian dimulai dengan
menyusun asumsi dan logika berpikir. Dari
asumsi dan logika tsb. disusun praduga.
Praduga dibuktikan atau dijelaskan menjadi
tesis dengan jalan menerapkan secara
sistematis asumsi dan logika.
 Riset/penelitian eksperimental:
riset/penelitian yang dilakukan dengan
menciptakan fenomena pada kondisi yang
terkendali. Riset/penelitian ini bertujuan untuk
menemukan hubungan sebab-akibat dan
pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu.
 Riset/penelitian rekayasa: riset/penelitian
yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi
suatu rancangan guna mendapatkan kinerja
yang sesuai dengan persyaratan yang
ditentukan.
PROSES RISET/PENELITIAN

 Riset/penelitian merupakan
suatu siklus dengan beberapa
tahapan dalam proses
pelaksanaannya :
Identifikasi Masalah
Perumusan Masalah
Tinjauan Pustaka
Rancangan Penelitian
Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Penarikan Kesimpulan
HASIL RISET/PENELITIAN

 Keluaran riset/penelitian
dapat berupa teori, metode
proses atau produk baru.
Keluaran riset/penelitian
merupakan kontribusi
riset/penelitian pada
perbendaharaan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Hasil tersebut dapat
dikelompokkan atas perangkat
lunak (informasi dasar dan
publikasi ilmiah) dan perangkat
keras (prototip...).
MASALAH SEBAGAI SUMBER
RISET/PENELITIAN

Untuk Meneliti Sesuatu, Tentu Harus Ada Suatu


Persoalan Yang Patut Diteliti. Karena Itu Adalah
Logis Sebelum Meneliti Sesuatu Kita
Menetapkan Terlebih Dahulu Suatu Masalah
Yang Akan Dijadikan Pokok Penelitian.

 LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMILIH


MASALAH :
 Buatlah daftar semua masalah yang timbul
dalam pikiran kita atau yang telah
terkumpul dari berbagai sumber.
 Kajilah setiap masalah satu demi satu,
dengan jalan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan sebagai berikut:
 Apakah masalah ini berguna atau
cukup penting untuk dipersoalkan ?
 Apakah masalah ini akan
menghasilkan sesuatu yang baru ?
 Apakah masalah ini cukup menarik
perhatian ?
 Apakah masalah ini tidak terlalu luas
atau tidak terlalu sempit ?
 Apakah dapat diperoleh keterangan-
keterangan yang berkaitan dengan
masalah yang dipilih ?
 Apakah masalah ini dapat dipecahkan
dengan kemampuan dan fasilitas yang
dimiliki ?
 MENDALAMI MASALAH :
 Kumpulkan sebanyak mungkin
keterangan-keterangan, baik lisan
maupun tertulis, yang erat
hubungannya dengan masalah
yang dipilih.

 MERUMUSKAN MASALAH :
 Tulis judul masalah secara singkat
tetapi mencakup inti masalah.
 Tulis alasan dan tujuan memilih
masalah tersebut.
 Berikan perumusan kata-kata inti
atau istilah-istilah pokok yang
terdapat di dalam judul masalah.
 Cantumkan pokok-pokok pikiran
yang menjadi landasan atau titik
tolak dalam mendekati masalah.
 Tulislah jawaban-jawaban
sementara yang diwujudkan
dalam hipotesa yang akan diuji
kebenarannya.
VARIABEL DAN HUBUNGAN
ANTAR VARIABEL RISET

 VARIABEL
 Konsep yang mempunyai variasi
nilai dan dapat diberi lebih dari satu
nilai.
 Ciri Pokok : -Variabel diskret
(discrete variable) ---> hasil
perhitungan; -Variabel kontinyu
(continous variable) ---> hasil
pengukuran
 HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
Inti penelitian adalah mencari hubungan
antar variabel. Hubungan paling
dasar adalah hubungan antara 2
variabel: variabel bebas/pengaruh
(independent variable) dengan
variabel terikat/terpengaruh
(dependent variable).
TIPE HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
Hubungan Simetris
Kedua variabel merupakan indikator
untuk konsep yang sama.
ÏKedua variabel merupakan akibat dari
faktor yang sama
ÐKedua variabel berkaitan secara
fungsional.
ÑHubungan yang kebetulan.
Hubungan Timbal Balik
Hubungan Asimetris
âHubungan antara stimulus dan respon.
ãHubungan antara disposisi dan respon.
äHubungan antara ciri individu dan
disposisi.
åHubungan antara prakondisi dan akibat
tertentu.
æHubungan imanen antara 2 variabel.
çHubungan antara tujuan dan cara.
HIPOTESIS RISET/PENELITIAN

Dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang


menghubungkan antara dua variabel atau
lebih.

 JENIS-JENIS HIPOTESIS :
Hipotesis nol (Ho), yakni hipotesis
yang menyatakan tidak adanya
hubungan antara variabel, atau
tidak adanya perbedaan antara
variabel.
Hipotesis alternatif/kerja (H1),
yakni hipotesis yang menyatakan
adanya hubungan antara
variabel, atau adanya perbedaan
antara variabel.
 Hipotesis terarah (directional
hypothesis): dengan tegas
dinyatakan bahwa variabel
bebas memang berpengaruh
terhadap variabel terikat.
 Hipotesis tidak terarah (non
directional hypothesis):
dirasakan adanya pengaruh,
tapi belum secara tegas
menyatakan pengaruh
tersebut.
HIPOTESIS RISET/PENELITIAN

Penjelasan sementara tentang fenomena atau


kejadian tertentu yang telah terjadi atau yang akan
terjadi. Jadi hipotesisi adalah pernyataan masalah
yang paling spesifik.

 KARAKTERISTIK HIPOTESIS YANG BAIK :

 Dapat diteliti.
 Menunjukkan hubungan antara
variabel-variabel.
 Harus dapat diuji.
 Harus mengikuti temuan-temuan
penelitian terdahulu.

 FUNGSI HIPOTESIS :

 Menuntun peneliti dalam memulai


penelitian.
 Menentukan tahapan atau
prosedur penelitian.
 Membantu menetapkan format
dalam menyajikan, menganalisis
dan menafsirkan data dalam tesis.
TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA

TEORI:
Seperangkat konsep, definisi, proposisi
yang menyajikan fenomena secara
sistematis, merinci hubungan antara
variabel-variabel, dengan tujuan
menerangkan dan meramalkan
fenomena tersebut.

FUNGSI TEORI:
 Menyediakan kerangka konsepsi
penelitian, dan memberikan
pertimbangan perlunya penelitian.
 Membantu membuat pertanyaan yang
terinci untuk penelitian.
 Menunjukkan hubungan antara
variabel-variabel yang diteliti.
TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA

KAJIAN PUSTAKA:
Proses umum yang dilalui untuk
memperoleh teori terdahulu yang
dapat dipergunakan bagi keperluan
penelitian.
FUNGSI KAJIAN PUSTAKA:
 Menyediakan kerangka konsepsi atau
teori untuk penelitian yang
direncanakan.
 Menyediakan informasi tentang
penelitian-penelitian terdahulu yang
berhubungan dengan penelitian yang
akan dilakukan.
 Memberikan informasi tentang
metode-metode penelitian yang
digunakan, populasi, contoh, bahan
dan alat dalam pengumpulan data
dan analisis statistik data yang
dipergunakan pada penelitian yang
dilakukan sebelumnya .
 Menyediakan temuan-temuan,
kesimpulan-kesimpulan penelitian
yang dapat dihubungkan dengan
penemuan dan kesimpulan kita.
METODE-METODE
PENELITIAN

MENURUT TUJUAN

1. Penelitian Dasar atau Murni; dilakukan


untuk pengujian atau untuk sampai
pada suatu teori. Tujuan utamanya
adalah untuk menetapkan prinsip-
prinsip umum, bukan untuk
menetapkan hasil-hasil temuannya

2. Penelitian Terapan dan


Pengembangan: dilakukan untuk
tujuan penerapan teori dalam
pemecahan masalah atau perumusan
dan pengujian teori, serta menilai
kegunaan teori tersebut
METODE-METODE
PENELITIAN

MENURUT METODE:

1. Penelitian Deskriptif;
Menggambarkan/enguraikan sifat dari
suatu fenomena/keadaan yang ada pada
waktu penelitian dilakukan dan mengkaji
penyebab dari gejala-gejala tertentu

Survei : bertujuan mengumpulkan data


yang terbatas dari sejumlah kasus besar.
Digunakan untuk mengukur gejala yang
ada tanpa menyelidiki gejala tersebut.
Tidak perlu memperhitungkan hubungan
antara variabel-variabel. Data digunakan
untuk memecahkan masalah, bukan untuk
menguji hipotesa.

Penelitian Lanjutan: meneliti


perkembangan suatu subyek setelah
menerima perlakukan tertentu dalam
kondisi tertentu
METODE-METODE
PENELITIAN

2. Penelitian Eksperimen

ditujukan untuk mengumpulkan data yang


diperlukan dalam penarikan kesimpulan
yang jelas tentang kebenar-an suatu
hipotesa yang mencakup hubungan sebab-
akibat (mis. Pengaruh limbah organik
terhadap penurunan keka-yaan jenis biota).
Dalam penelitian ini dapat dilakukan
manipulasi sekurang-kurangnya satu
variabel bebas, mengontrol variabel lain
yang relevan dan mengamati/ mengukur
pengaruh dari satu/lebih variabel bebas

Variabel bebas ( Variabel yg dapat


dimanipulasi) variabel eksperimental,
variabel sebab, variavel perlakukan yang
aktif atau mempunyai karakteristik yang
diyakini membuat perbedaan terhadap
variabel terikat;

Variabel terikat (variabel terpengaruh):


variabel patokan, variabel akibat sebagai
hasil dari pemanipulasian variabel bebas.
METODE-METODE
PENELITIAN
Langkah-langkah penelitian
Eksperimental

 Pemilihan, pendefinisian dan


perumusan masalah
 Pemilihan subyek dan instrumen-
instrumen pengukuran
 Pemilihan rancangan
 Penetapan prosedur
 Analisa data
 Perumusan kesimpulan

Dalam penelitian eksperimental,


sedikitnya mempunyai satu
hipotesa yang dinyatakan dalam
hubungan sebab-akibat antara
dua variabel
METODE-METODE
PENELITIAN

Variabel Manipulasi dan


Kontrol

 Karakteristik penelitian eksperimental


adalah adanya manipulasi dari
sedikitnya satu variabel bebas.
 Semua variabel yang dapat ditetapkan
secara acak dapat dimanipulasi.
 Kontrol diartikan sebagai bagian dari
usaha peneliti untuk memindahkan
pengaruh beberapa variabel (selain
variabel bebas) yang dapat
mempengaruhi variabel terikat.
METODE-METODE
PENELITIAN

Validitas Eksperimental

 Suatu eksperimen dikatakan absah


(valid) apabila hasil yang diperoleh
semata-mata dari pemanipulasian
variabel bebas, dan jika variabel-
variabel tersebut dapat
digeneralisasikan pada lingkungan
luar.
 Validasi internal, bahwa perbedaan
pengamatan atas variabel terikat
adalah hasil langsung dari
pemanipulasian variabel bebas,
bukan dari variabel-variabel lain.
 Validitas eksternal, bahwa hasil-hasil
yang diperoleh dapat
digeneralisasikan atau dapat
diterapkan pada lingkungan luar
(bukan lingkungan eksperimen)