Anda di halaman 1dari 36

8 9

1
2
7
3
6
4
5
RADANG GENITALIA INTERNA

Meliputi:
Peritonitis
Salphingitis
Adneksitis
RADANG GENITALIA
INTERNA

Brivian Florentis Yustanta, SST, M.Kes


Program Studi D4 Kebidanan
STIKES KARYA HUSADA Kediri
PERITONITIS
PERITONITIS
Adalah peradangan pada
peritoneum, suatu lapisan
endotelial tipis yang kaya
akan vaskularisasi dan
aliran limpa.
Etiologi

Secara langsung
Infeksi bakteri Secara hematogen
dari luar
• M.o berasal dari • Operasi yang tidak • Sebagai komplikasi
GI tract steril beberapa penyakit
• Appendisitis yang • Kontaminasi akut seperti radang
meradang dan talcum venetum, saluran
perforasi lycopodium, pernapasan bagian
• Tukak peptik sulfonamida atas, otitis media,
• Tukak thypoid • Trauma mastoiditis,
• Tukak pada tumor kecelakaan seperti glomerulonepritis.
ruptur limpa, ruptur Penyebab utama
• Salphingitis adalah
hati
• Melalui tuba fallopi streptokokus atau
pneumokokus.
• Peritonitis disebabkan oleh
kebocoran isi dari organ abdomen ke Patofisiologi
dalam rongga abdomen sebagai
akibat dari inflamasi, infeksi, iskemia,
trauma atau perforasi tumor.
• Terjadinya proliferasi bacterial,
terjadinya edema jaringan dan dalam
waktu singkat terjadi eksudasi cairan.
Cairan dalam rongga peritoneal
menjadi keruh dengan peningkatan
jumlah protein, sel darah putih, debris
seluler dan darah.
• Respons segera dari saluran usus
adalah hipermotilitas, diikuti oleh ileus
paralitik disertai akumulasi udara dan
cairan dalam usus.
Manifestasi Klinis

Demam tinggi Dehidrasi

Sepsis Hipotensi

Hipotermia Takikardi

Nyeri abdomen yang hebat ditempat


tertentu sebagai sumber infeksi
Komplikasi

Eviserasi Luka
Pembentukan abses

Pemeriksaan Penunjang

Test Laboratorium
X-Ray
Penatalaksanaan
Penggantian cairan, koloid dan elektrolit adalah
fokus utama.
Terapi: Analegesik, Antiemetik, oksigen dengan
kanula nasal atau masker.
Bila peritonitis meluas, maka pembedahan
dikontraindikasikan karena syok dan kegagalan
sirkulasi.
Bila infeksi mulai reda dan kondisi px membaik,
drainase bedah dan perbaikan dapat
diupayakan.
Bila perforasi tidak dicegah, intervensi
pembedahan mayor adalah insisi dan drainase
terhadap abses.
SALPHINGITIS
SALPHINGITIS

Disebabkan
oleh m.o
patogen
♥ Gonococcus
♥ Chlamydia
♥ Haemophylus
♥ Streptococcus
Patofisiologi
m.o patogen  vulva & vagina  kanal serviks  uterus
 tuba falopii.
m.o patogen  pembuluh darah vena atau sistem limfatik
 menjalar ke jaringan di sekitaranya.

Penyebab
Infeksi gonorea
Infeksi puerperal
Infeksi post abortus
Infeksi tuberculosis
Infeksi post laparotomi
Infeksi pemasangan IUD
Perluasan radang dari organ
lain seperti appendiks
Dispareunia Disuria, poliuria

Keputihan, vaginal Anoreksia, nausea,


purulen dan bau vomitus

Jumlah dan lama haid meningkat,


Malaise
perdarahan diantara menstruasi

Nyeri perut bagian


bawah Demam/menggigil
Pem
er i
PEMERIKSAAN UMUM
ksa
• Suhu biasanya meningkat
a nF
• Tekanan darah normal
isik
• Denyut nadi cepat
PEMERIKSAAN ABDOMEN
• Nyeri perut bawah
• Nyeri lepas
• Rigiditas otot
• Bising usus menurun
• Distensi abdomen
PEMERIKSAAN INSPEKULO
• Tampak sekret purulen di ostium serviks
Pemeriksaan Lab. :
leukosit cenderung
meningkat

Pemeriksaan penunjang :
ULTRASONOGRAFI
Jika k/u baik,
tidak demam
(suhu < 39oC
dan nyeri RAWAT JALAN
abdominal
minimal)
Penanganan
Jika k/u kurang
(tampak sakit
berat), suhu >
39oC, dan nyeri RAWAT INAP
abdomen yang
hebat
PENATALAKSANAAN RAWAT JALAN

Berikan antibiotik (Cefotaxim, Amoksisilin,


Ampisilin, Prokain, Dekoksisiklin, dan Tetrasiklin
(Dekoksisilin dan Tetrasiklin tidak untuk bumil)

Angkat AKDR

Berikan analgetik

Tirah baring

Kunjungan ulang 2-3 hari atau jika keadaan


memburuk
PENATALAKSANAAN RAWAT INAP

Tirah baring total (semi fowler)

Pembatasan makanan per oral, asupan cairan


ditingkatkan
Pemberian cairan intravena untuk mencegah
dehidrasi dan asidosis

Pasang nasogastrik tube bila perut kembung

Antimikroba berspektrum luas dengan cara


pemberian parenteral tanpa antipiretik
Lakukan kolpotomi dan drainage melalui cavum
Doughlasi, bila cavum Doughlasi terisi pus dan
fluktuasi positif
PENATALAKSANAAN RAWAT INAP
Laparotomi eksplorasi bila konservatif tidak
menunjukkan perbaikan (kriteria perawatan)
Bila abses, dilakukan perawatan 3 hari (drainase)
dengan harapan massa akan mengecil kemudian
dilakukan laparatomi (salphingektomi)
Pemantauan atau evaluasi keadaan umum
penderita secara klinis maupun laboratorik

Pemeriksaan USG

Setelah 3 hari k/u baik dan bebas panas,


penderita dapat berobat rawat jalan (masa
pemulihannya 10-15 hari)
--*Setiap tindakan diperlukan informed consent*--
SALPHINGEKTOMI
ADNEKSITIS
(SALPHINGO-OOFORITIS)
ADNEKSITIS

Disebabkan
oleh m.o
patogen
♥ Gonococcus
♥ Chlamydia
♥ Haemophylus
♥ Streptococcus
Faktor Penyebab

Infeksi post abortum


Infeksi post kuretase
Infeksi TBC
Akibat tindakan medis
Perluasan radang dari
organ lain
Jenis Adneksitis

Adneksitis

Salphingo- Salphingo-
ooforitis akut ooforitis kronis

Salphi Salphi
Hidro- ngitis Kista Abses ngitis
Piosal
salphing intersti Tubo- Tubercu
phing
ovarial
Ovarial
sialis losa
kronik
Salphingo-ooforitis Akut

Gejala
Demam
Leukositosis
Nyeri di sebelah kanan
atau kiri uterus
Terapi
Tirah baring
Perawatan umum
Analgetika dan
antibiotika
Salphingo-ooforitis Akut

Jarang sekali salpingo-ooforitis akut


memerlukan terapi pembedahan.
Pembedahan perlu dilakukan jika:

1 Terjadi rupture piosalphing atau abses ovarium

2 Terdapat gejala-gejala ileus karena perlekatan

Terdapat kesukaran untuk membedakan antara


3 appendisitis akut dan salpingo-ooforitis akut
Salphingo-ooforitis Kronis Hidrosalphing

Pada hidrosalphing terdapat penutupan ostium tuba


abdominalis. Sebagian dari epitel mukosa tuba masih
berfungsi dan mengeluarkan cairan dengan akibat
retensi cairan tersebut dalam tuba.
Hidrosalphing dapat berupa hidrosalphing simpleks dan
hidrosalphing follikularis. Pada hidrosalphing simpleks
terdapat satu ruangan berdinding tipis, sedangkan pada
hidrosalphing follikularis terbagi dalam ruang-ruang
kecil.
Salphingo-ooforitis Kronis Piosalphing

Piosalphing dalam stadium menahun merupakan


kantong dgn dinding tebal berisi nanah. Biasanya
terdapat perlekatan dgn jaringan di sekitarnya

Salphingo-ooforitis Kronis Kista Tubo-ovarial


Pada kista tubo-ovarial, hidrosalping bersatu
dengan kista folikel ovarium, sedang pada
abses tubo-ovarial piosalping bersatu dengan
abses ovarium.
Salphingitis
Salphingo-ooforitis Kronis interstisialis kronik

Dinding tuba menebal dan tampak fibrosis dan


ditemukan pengumpulan nanah sedikit di tengah-
tengah jaringan otot. Terdapat perlekatan dengan
jaringan-jaringan di sekitarnya seperti ovarium,
uterus dan usus.
Pada bagian tersebut terdapat beberapa benjolan
yang lebih padat daripada bagian lain. Pada
pemeriksaan mikroskopik benjolan itu tidak terdapat
satu ruangan yakni lumen tuba, akan tetapi banyak
ruangan kecil.
Salphingo-ooforitis Kronis Abses Ovarial
Abses ovarium yang jarang terdapat sendiri, dari stadium
akut dapat memasuki stadium menahun.

Salphingitis
Salphingo-ooforitis Kronis Tuberculosa
Merupakan bagian penting dari tuberculosis genital. Gejala tidak
selalu jelas; penyakit bisa didahului oleh gejala-gejala penyakit akut
dengan panas, rasa nyeri cukup kuat di perut bagian bawah, tetapi
bisa pula dari permulaan sudah subakut atau menahun. Penderita
merasa nyeri di perut bagian bawah sebelah kiri atau kanan, yang
bertambah keras pada pekerjaan berat, disertai dengan penyakit
pinggang. Haid umumnya lebih banyak dari biasa dengan siklus yang
sering kali tidak teratur. Penderita sering mengeluh tentang
dispareunia, infertilitas, dan dismenorea.
Terapi

Terapi dengan antibiotika dengan


Sub akut spectrum luas

Terapi diatermi dalam beberapa seri


Tenang dan jangan melakukan pekerjaan
yang berat
Indikasi Untuk Terapi Operatif pada
Salpingo-ooforitis Kronik
Apabila setelah berulang kali dilakukan terapi diatermi,
keluhan tetap ada, dan mengganggu kehidupan sehari-hari
Apabila tiap kali timbul reaktivisasi dari proses radang
Apabila ada tumor di sebelah uterus, dan setelah dilakukan
terapi ditermi tumor tidak mengecil, sehingga timbul dugaan
adanya hidrosalphing, piosalphing, atau kista ubo-ovarial
Apabila ada infertilitas yang sebabnya terletak pada tuba,
dalam hal ini sebaiknya dilakukan laparoskopi dahulu untuk
mengetahui apakah ada harapan yang cukup besar bahwa
dengan pembedahan tuba dapat dibuka dengan sempurna
dan perlekatan dapat dilepaskan.
Indikasi Untuk Terapi Operatif pada
Salpingo-ooforitis Kronik

Terapi operatif kadang mengalami kesukaran karena


perlekatan yang erat antara tuba/ovarium dengan
uterus dan usus.
Intervensi terbaik ialah operasi radikal, terdiri atas
histerektomi dan salpingo-ooforektomi bilateral. H al ini
dilakukan pada wanita yang sudah hampir menopause.
Jika operasi dilakukan atas indikasi infertilitas, maka
tujuannya ialah untuk mengusahakan supaya fungsi tuba
pulih kembali. Perlu dipikirkan kemungkinan diadakan in
vitro fertilization.

Anda mungkin juga menyukai