Anda di halaman 1dari 46

ASUHAN PERSALINAN

Brivian Florentis Yustanta, SST,


M.Kes
Program Studi D4 Kebidanan
STIKES KARYA HUSADA Kediri
Sebutkan 1 kata yang dapat mewakili
gambar di atas!
Bulin perlu dukungan

Takut, cemas, nyeri

Otot-otot menjadi tegang


ibu menjadi cepat lelah
menghambat proses
persalinan

Komplikasi persalinan
Dukungan Persalinan

Sederhana
Efektif
Murah
Resiko rendah
Kemajuan persalinan bertambah baik
Hasil persalinan bertambah baik 
Siapa saja yaa yang
Siapa saja yaa yang
dapat
dapatmemberikan
memberikan
dukungan?
dukungan?
• Bidan
• Suami
• Keluarga pasien
• Teman
• Tenaga kesehatan lainnya
Idealnya pendampingan ini dilaksanakan
semenjak pra persalinan
Ibu dibebaskan untuk memilih pendamping
Dukungan Kala I
1. Memberikan dukungan emosional.
2. Memberikan kesempatan ibu untuk memilih penolong
dan posisi melahirkan.
3. Menggosok-gosok punggung ibu.
4. Menghargai keinginan ibu untuk memilih pendamping
selama persalinan.
5. Memberikan nutrisi dan hidrasi.
6. Memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar
mandi secara teratur dan spontan.
7. Pencegahan infeksi.
Dukungan Kala II

1. Pendampingan ibu selama proses persalinan


2. Memberikan dukungan dan semangat selama persalinan
sampai kelahiran bayinya.
3. Memberikan bimbingan dan pimpinan persalinan
4. Memberikan kesempatan istirahat sewaktu tidak ada his
5. Mengajarkan ibu teknik relaksasi
6. Pencegahan infeksi pada kala II dengan membersihkan
vulva dan perineum ibu
Dukungan Kala III
1. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk memeluk
bayinya dan menyusui segera.
2. Pencegahan infeksi pada kala III.
3. Memantau keadaan ibu (TTV, uc, perdarahan).
4. Melakukan kolaborasi/ rujukan bila terjadi gadar.
5. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi.
6. Melakukan heacting perineum atas indikasi sesuai
kewenangan
7. Memberikan motivasi dan pendampingan selama kala III.
Dukungan Kala IV
1. Memastikan TTV, uc, perdarahan dalam keadaan normal.
2. Membantu ibu untuk berkemih.
3. Mengajarkan ibu dan keluarganya tentang cara menilai uc
dan melakukan massase uterus.
4. Menyelesaikan asuhan awal bagi BBL.
5. Mengajarkan ibu dan keluarganya ttg tanda-tanda bahaya
post partum seperti HPP, demam, bau busuk dari vagina,
pusing, lemas, penyulit dalam
menyusui bayinya dan terjadi kontraksi hebat.
6. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi.
7. Dukungan emosional.
Orang
h an d an memb
yang Istirahat
A su eri dan privas
i
gan
dukun u dukun
ga
ba gi i b persali n
nan

Metode Dukungan Persalinan


l aks as i
a n re
Lati ernafasan
h
dan p Menga
tu r
posisi
Sentuh
an

 Asuhan fisik – perawatan


mulut, lingkungan Penjela
san pro
dan ke s es
bersih&kering, kipas m
serta p ajuan
rosedu
r
Perubahan Psikologi pada Ibu Bersalin

Primi

1. Perasaan tidak enak / cemas


2. Takut dan ragu-ragu akan persalinan yang di hadapi.
3. Memikirkan antara lain apakah poersalinan berjalan normal
4. Menganggap persalinan sebagai cobaan.
5. Apakah penolong persalinan dapatsabar dalam menolongnya
6. Apakah bayi normal apa tidak.
7. Apakah ia sanggup merawat bayinya.
8. Bahagia karena akan mempunyai anak pertama
Perubahan Psikologi pada Ibu Bersalin

Multi

1. Perasaan tidak enak / cemas


2. Takut dan ragu-ragu persalinan yang di hadapi sekarang karena
persalinan yg lalu.
3. Memikirkan antara lain apakah poersalinan berjalan normal
4. Apakah bayi normal apa tidak.
5. Bahagia, karena akan ada anggota keluarga baru
Fase Laten : Fase Aktif :
Fase Laten : Fase Aktif :
Ibu biasanya merasa lega dan
Ibu karena
biasanya merasa lega dan Saat kemajuan persalinan sampai
bahagia masa kehamilannya Saatwaktu
kemajuan
bahagia karena masaNamun
kehamilannya pada akan persalinan
memasuki kalasampai
II,
akan segera berakhir. pada pada
akan segera berakhir. Namun pada rasa khawatir wanita menjadi II,
waktu akan memasuki kala
awal persalinan wanita biasanya rasa khawatir wanita menjadi
awal gugup,
persalinan wanita biasanya meningkat. Kontraksi semakin kuat
gelisah, cemas dan khawatir meningkat.
gelisah, gugup,dengan
cemasrasadan tidak
khawatir dan fekuensinya lebih sering kuat
Kontraksi semakin
sehubungan dan fekuensinya lebihdapat
sering
sehubungan dengan rasa tidak sehingga wanita tidak
nyaman karena kontraksi. Biasanya sehingga wanita tidak dapatini
mengontrolnya. Dalam keadaan
ianyaman karena kontraksi.
ingin berbicara, Biasanya
perlu ditemani, mengontrolnya.
ia ingin berbicara, perlu ditemani, wanita akan lebihDalam
serius.keadaan
Wanita ini
tidak tidur, ingin berjalan-jalan. wanitamenginginkan
akan lebih serius. Wanita
tidak tidur, ingin berjalan-jalan. tersebut seseorang
Pada wanita yang dapat menyadari tersebut menginginkankarena
seseorang
Pada wanita untuk mendampinginya dia
bahwa prosesyang dapatdan
ini wajar menyadari
alami untuk
bahwa proses ini wajar dan alami merasa takut tidak mampu dia
mendampinginya karena
akan mudah beradaptasi dengan merasa dengan
takut tidak mampu
akan mudah beradaptasi beradaptasi kontraksinya
keadaan tersebut dengan beradaptasi dengan kontraksinya
keadaan tersebut

Perubahan
Psikologis Saat
Persalinan
Gangguan psikologis pada masa persalinan

gelisah dan cemas


cemas
takut terhadap
terhadap
menjelang proses
kondisi bayi
persalinan persalinan

cemas cemas
menghadapi terhadap takut mati
rasa sakit mitos-mitos
Kebutuhan
KebutuhanDasar
DasarPersalinan
Persalinan

Ingin dipuji, ingin berhasil,


bonding attachment
Respon dari orang lain, privasi,
asuhan sayang ibu, empati

Perhatian, pendampingan, masase,


kontak fisik, didengarkan
Perlindungan hukum, keselamatan,
informasi, posisi, pemantauan

O2, makan, minum, BAK, BAB,


hygiene, heacting, istirahat

Kebutuhan Dasar Manusia menurut


Abraham Maslow
Lima kebutuhan dasar bagi wanita dalam persalinan
menurut Lesser & Keane

Kehadiran
seorang
pendamping

Asuhan fisik dan Pengurangan


psikologis Kebutuhan rasa sakit
Dasar
Persalinan
Informasi dan
kepastian tentang Penerimaaan
hasil persalinan atas sikap dan
yang aman. perilakunya
Cara Mengatasi Masalah
1. Menerima kx apa adanya dan Psikologis Ibu Pada
memberikan dukungan positif. Saat Persalinan
2. Kehadiran, kontak fisik
3. Mendengarkan
4. Sentuhan dalam pendampingan
5. Memberikan informasi tentang
kemajuan persalinan
6. Memandu persalinan
7. Meyakinkan kx bahwa
persalinan adalah hal yg alami
8. Memberikan pujian kepada kx
atas usaha yg dilakukannya
9. Memberikan ucapan selamat
kepada kx atas kelahiran
anaknya
Posisi
Posisidalam
dalamPersalinan
Persalinan
Tidak ada posisi melahirkan yang paling baik. Posisi yang dirasakan paling
nyaman oleh si ibu adalah posisi yang terbaik.
Seorang bidan hendaknya membiarkan ibu bersalin dan melahirkan
memilih sendiri posisi persalinan yang diinginkannya dan bukan
berdasarkan keinginan bidannya sendiri.

Posisi lithotomi

Posisi yang umum di


Posisi jongkok/
lakukan pada saat berdiri
persalinan normal
Posisi miring

Posisi merangkak
R K A N
R DA SA
SI SI B E
A N P O
T PI L I H N I B U
N FAA G I N A
MA KEIN

Ibu nyaman, rileks


Ibu nyaman, rileks
APGAR score lebih baik
APGAR score lebih baik
Jarang laserasi perineum
Jarang laserasi perineum
Kala II lebih pendek
Kala II lebih pendek
Mengurangi sakit
Mengurangi sakit
Posisi Lithotomi
Ibu terlentang di tempat tidur, ke
dua lengan s.d siku dimasukkan di
antara kedua paha bawah, ditarik
KEUNTUNGAN : s.d lutut menyentuh dada.
Bidan bisa lebih leluasa membantu
proses persalinan. Jalan lahir KERUGIAN :
menghadap ke depan, sehingga Gaya berat tubuh ibu yang berada
bidan dapat dg mudah mengukur di bawah dan sejajar dengan posisi
perkembangan pembukaan. Kepala bayi diduga bisa mengakibatkan
bayi lebih mudah dipegang dan perineum meregang sedemikian
diarahkan. Sehingga apabila terjadi rupa. Pengiriman oksigen melalui
perubahan posisi kepala bayi, darah yang mengalir dari si ibu ke
maka bidan langsung bisa janin melalui plasenta pun jadi
mengarahkan pada posisi yang relatif berkurang karena letak
seharusnya. pembuluh besar berada di bawah
posisi bayi dan tertekan oleh berat
badan bayi.
KEUNTUNGAN:
Posisi jongkok memudahkan penurunan kepala janin karena memperluas
rongga panggul sebesar 28 % lebih besar pada pintu bawah panggul,. Posisi
jongkok dapat memudahkan dalam pengosongan kandung kemih. Jika
kandung kemih penuh akan dapat memperlambat penurunan bagian bawah
janin. Memanfaatkan gaya gravitasi bumi, sehingga ibu tidak usah terlalu kuat
mengejan. Selain itu juga mengurangi trauma perineum.

Posisi Jongkok / Berdiri


KERUGIAN:
Posisi ini membebani bagian lutut dan punggung.
Posisi ini membebani bagian lutut dan punggung.
Berpeluang membuat cedera kepala bayi, posisi ini
Berpeluang membuat cedera kepala bayi, posisi ini
dinilai kurang menguntungkan karena menyulitkan
dinilai kurang menguntungkan karena menyulitkan
pemantauan perkembangan pembukaan dan
pemantauan perkembangan pembukaan dan
tindakan-tindakan persalinan lainnya, semisal
tindakan-tindakan persalinan lainnya, semisal
episiotomi.
episiotomi.
KEUNTUNGAN: Posisi Miring
Posisi berbaring miring kekiri
dapat mengurangi penekanan KERUGIAN:
pada vena cava inferior sehingga Posisi miring ini menyulitkan bidan untuk
dapat mengurangi kemungkinan membantu proses persalinan karena letak
terjadinya hipoksia, karena suplay kepala bayi susah dimonitor dan dipegang
oksigen tidak terganggu, dapat , maupun diarahkan. Sulit untuk
member suasana rileks bagi ibu melakukan tindakan episiotomi.
yang mengalami kecapekan dan
dapat pencegahan terjadinya
laserasi/robekan jalan lahir. Memudahkan ibu beristirahat diantara
kontraksi jika ia mengalami kelelahan dan juga
mengurangi resiko terjadinya laserasi
perineum.
Arah posisi miring ibu tergantung pada letak
ubun-ubun bayi. Jika ubun-ubun berada dikiri
ibu dianjurkan mengambil posisi miring ke kiri
sehingga kepala bayi bisa berputar, jika ubun-
ubun bayi berada dikanan ibu dianjurkan
mengambil posisi miring ke kanan.
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Meningkatkan
oksigenisasi bagi bayi,
bisa mengurangi rasa Posisi
sakit punggung bagi inimenyulitkan
ibu. Posisi merangkak bidan untuk
sangat cocok untuk  membantu proses
persalinan dg rasa sakit persalinan, karena
punggung, letak kepala bayi
mempermudah janin susah dimonitor,
dalam melakukan dipegang maupun
rotasi serta peregangan diarahkan. Bidan
pada perineum mengalami
berkurang. Posisi kesulitan dalam
merangkak juga dapat melakukan
gkak membantu penurunan tindakan
M e ran kepala janin lebih episiotomi.
isi dalam ke panggul.
Pos
Kebutuhan Oksigen
Ibu Bersalin

Kebutuhan oksigen meningkat pada


trimester tiga kehamilan ( uk > 32 mg).
Hal ini disebabkan karena janin yang
membesar kearah diafragma, sehingga
diafragma kurang leluasa bergerak u/
memenuhi kebutuhan O2 yg me↑ 20%.
Berbagai gangguan pernafasan bisa
terjadi pada saat persalinan, yang bisa
mengakibatkan ibu / janin mengalami
gangguan.
Untuk mencegah kekurangan O2 maka ibu bersalin
perlu :
 Mengatur nafas dengan teknik relaksasi yg benar
 Tidur dengan bantal yang tinggi
 Makan tidak terlalu banyak
 Hindari asap rokok
 Konsultasikan ke dokter bila ada gangguan nafas
seperti asthma
 Posisi miring kiri dianjurkan untuk meningkatkan
perfusi uterus dan oksigenasi fetoplasenta dengan
mengurangi tekanan venacava inferior
Mana yang benar ?

NYERI
NYERIPERSALINAN
PERSALINAN TAKUT,
TAKUT,TEGANG
TEGANG

TAKUT,
TAKUT,TEGANG
TEGANG NYERI
NYERIPERSALINAN
PERSALINAN
Serviks membuka MEKANISME NYERI PERSALINAN

Otot polos uterus meregang Pe ↑ nyeri

Kontraksi dan peregangan otot rahim Pembuluh arteri yang mengarah ke


pada lapisan miometrium pada rahim berkontraksi dan menegang
segmen atas rahim (SAR)

Sekresi katekolamin
Tertekannya ujung saraf ketika otot
uterus berkontraksi

Ibu khawatir, tegang, takut,


lelah, stress
  Peregangan jalan lahir
bagian bawah (perineum)
Penyebab Nyeri pada Persalinan

Refleks Fisik Refleks Psikis


 Pembukaan dan  Ketakutan
penipisan serviks  Panik
 Segmen bawah  Harga diri rendah
rahim tegang  Marah pada bayi
 Ligamen uterus  Takut ganguan
meregang aktifitas seksual
 Peritonium tertarik
 Kandung kemih
tertekan
 Hipoksia
 Vagina tertekan
 T.u primpara
Intensitas Nyeri

Intensitas nyeri adalah gambaran ttg


seberapa parah nyeri dirasakan oleh
individu. Pengukuran intensitas nyeri
sangat subjektif dan individual dan
kemungkinan nyeri dalam intensitas yg
sama dirasakan sangat berbeda oleh
orang yang berbeda.
Skala Intensitas Nyeri

KETERANGAN :
10 Sangat dan tidak dapat dikontrol oleh klien.
9, 8, 7 Sangat nyeri tetapi masih dapat dikontrol klien
dg aktivitas yang bisa dilakukan.
6 Nyeri seperti terbakar atau ditusuk-tusuk
5 Nyeri seperti tertekan atau bergerak.
4 Nyeri seperti kram atau kaku.
3 Nyeri seperti perih atau mules.
2 Nyeri seperti meliiti atau terpukul.
1 Nyeri seperti gatal, tersetrum atau nyut-nyutan
0 Tidak ada nyeri.
Cara Mengurangi Nyeri pada Persalinan Normal

Pijatan
Jalan-Jalan Ringan
Lakukan jalan2 kecil saat kontraksi Pijatan pada otot sangat
belum memuncak, manfaatkan membantu dalam mengurangi
waktu ini dg berjalan-jalan kecil sakit punggung dan untuk
dan santai di sekitar ruangan relaksasi dari ketegangan pada
persalinan. Hal ini dapat saat kontraksi. Ibu hamil dan
membantu ibu mempercepat dan pendampingnya perlu
memperlancar proses persalinan. berkomunikasi mengenai bagian
mana yang terasa nyaman. Ada
beberapa px yang sama sekali
tidak mau disentuh, namun
meskipun demikian mereka
masih memerlukan dukungan
emosional.
Pikirkan hal-hal yg menyenangkan.
Saat kontraksi, tubuh memproduksi
hormon oksitosin. Rasa takut yang
berlebihan dapat menghambat hormon
ini. Karena itu, sebisa mungkin ciptakan
lingkungan sekitar terasa nyaman
untuk mengurangi rasa nyeri

Ubah posisi
Ubah posisi
Posisi melahirkan tak harus berbaring. Ibu bisa duduk
Posisi melahirkan tak harus berbaring. Ibu bisa duduk
bersandar di kursi, dinding, atau pada tubuh suami.
bersandar di kursi, dinding, atau pada tubuh suami.
Mengubah posisi saat melahirkan merupakan salah
Mengubah posisi saat melahirkan merupakan salah
satu cara efektif meredakan nyeri saat kontraksi.
satu cara efektif meredakan nyeri saat kontraksi.
• Mandi air hangat
Mandi air hangat dapat menenangkan, bahkan mempercepat
persalinan. Mandi air hangat dapat dilakukan pada saat
pembukaan awal dan ketuban belum pecah.

• Aromaterapi
Bau-bauan yang menyenangkan dan memberikan rasa
nyaman serta relaksasi pada tubuh dan pikiran ibu akan
mereduksi nyeri dan cemas, sehingga nyeri akan berkurang.
• Relaksasi
Relaksasi dapat digunakan
u/ mengatasi ketegangan
otot, misalnya dengan
meditasi dan teknik
pernapasan. Hal ini
mem beri efek menenang-
kan dan mengurangi
ketidaknyamanan selama
persalinan.

• Memanfaatkan visualisasi dan audio


Berfokus pada sesuatu yang membuat bahagia (seperti wajah pasangan,
gambar-gambar pemandangan disukai ibu). Dengarkan musik, suara yang
menenangkan seperti musik klasik atau musik kegemaran ibu dan
ciptakan lingkungan yang santai dan nyaman.
Hypnobirthing
 Merupakan teknik menghilangkan
nyeri selama proses persalinan dg
menggunakan ilmu hypnosis, jadi
ibu mensugesti diri sendiri bahwa
persalinan adalah proses yg
menyenangkan serta membangun
kepercayaan diri bagi sang ibu.
 Waterbirth
Persalinan normal di dalam air dg suhu
yang hangat. Dapat menjadikan ibu
lebih rileks, nyaman sehingga dapat
mengurangi rasa nyeri persalinan. Bayi
dapat keluar lebih lancar karena otot
ibu lebih rileks dan panggul bisa
terbuka lebar. Akan tetapi pada kondisi
tertentu Ibu tidak diperbolehkan
melakukan metode ini.
Persiapan Persalinan

1. Persiapan ibu dan keluarga


Memastikan kebersihan ibu, sesuai prinsip PI
Persiapan fisik dan psikis
Pengosongan kandung kemih
Pemberian dorongan psikologis
2. Persiapan penolong persalinan
Perlengkapan APD
Mencuci tangan 7 langkah
3. Persiapan peralatan
Ruangan
Penerangan
Tempat tidur
Peralatan persalinan
PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA KALA I

• Uterus :
Jaringan miometrium berkontraksi dan berelaksasi tetapi
diikuti retrakasi
• Serviks :
Effacement dan dilatasi. Terdiri 2 fase , fase laten dan fase
aktif.
• Ketuban :
Dapat pecah dengan sendirinya atau dipecah pada saat yg
tepat.
Pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis
kala I

Membimbing
Mengatur ibu untuk
aktivitas dan rileks
posisi ibu sewaktu ada
his

Menjaga Pemberian
kebersihan Cairan dan
ibu Nutrisi
Tanda bahaya kala I

• Tekanan darah >140/90mmHg


• Suhu >38ᵒC
• Nadi > 100x/menit
• Kontraksi < 3 kali dalam 10 menit
berlangsung < 40 dtk, palpasi lemah
• DJJ < 1OOx/menit atau > 180x/menit
• Partograf melewati garis waspada
• Cairan amnion bercampur meconeum
• Darah bau
• Urine sedikit dan pekat
• NO N
• Apa yg akan terjadi jika memilih untuk tidak melakukan apa-apa?
• INTUISI I
• Apakah memiliki firasat tentang keputusan yg akan diambil?
• ALTERNATIF A
• Apa ada alternatif tindakan lain yg mungkin lebih bermanfaat?
• RISK R
• Apa resiko tindakan tersebut?
• BENEFIT B
• Apa manfaat dari tindakakan yang akan dilakukan?
Pengambilan keputusan
Contoh langkah BRAIN dalam kasus:
B-Benefit
• Dengan di induksi, akan membantu ibu untuk mengalami
pembukaan yang lebih lebar
• Dengan segera di induksi maka plasenta bayi tidak punya
kesempatan untuk memburuk kondisinya
• Ibu bisa segera bersalin.

R-Risiko
• Jika ibu tidak mengalami peningkatan pelebaran jalan lahir, ibu
bisa semakin stress dan bisa terjadi gagal induksi. Bahkan akhirnya
harus SC.
• Bayi bisa saja mengalami gangguan pernapasan.
• Rahim ibu bisa ada kemungkinan resiko rupture karena kontraksi
rahim yg tidak efektif.
A-Alternatif
• Ibu dapat melakukan induksi alami dengan misalnya berjalan kaki,
melakukan posisi jongkok yg dalam.
• Ibu bisa berhubungan seks dengan suami untuk membantu pelebaran
jalan lahir. Prostaglandin dari sperma dapat meningkatkan uc.

I-Intuisi
Intuisi ibu/bidan terhadap persalinan ini, ibu harus berpikir bahwa ibu
kuat. Walaupun harus melewati beberapa fase, persalinan ini akan
berjalan lancar. 

N-No
Jika tidak melakukan apa-apa, ibu hanya bisa mengandalkan tenaga
sendiri. Pilihan ini termasuk hanya menunggu sebentar sebelum
mempertimbangkan kembali keputusan seperti menunggu satu jam,
sehari, dll 
PENDOKUMENTASIAN KALA I

ANAMNESA :
1. Nama, umur dan alamat
2. Gravida dan para
3. HPHT
4. Tafsiran persalinan
5. Alergi obat-obatan
6. Riwayat kehamilan, sekarang dan sebelumnya
7. Riwayat medis lainnya.
8. Masalah medis saat ini
Pemeriksaan
Fisik
1. Pemeriksaan abdomen 2. Pemeriksaan dalam
• Menentukan TFU • Menilai cairan vagina
• Memantau kontraksi • Memeriksa genitalia externa
• Menilai penurunan janin
uterus
• Menilai penyusupan tulang
• Memantau DJJ
kepala
• Memantau presentasi • Menilai kepala janin apakah
• Memantau penurunan sesuai dengan diameter jalan
bagian terbawah janin lahir
• Jangan melakukan pemeriksaan
dalam jika ada perdarahan
pervaginam.

Anda mungkin juga menyukai