Anda di halaman 1dari 22

Tenofovir to Prevent

Hepatitis B Transmission
in Mothers with High Viral
Load
Pembimbing: Oleh:
Prof. DR. IDN Wibawa, Sp.PD KGEH dr. AA Ngr Agung Wistara Widya
Dr. Nyoman Purwadi Sp.PD KGEH
Dr. IGA Surya Darma, Sp.PD KGEH
Dr. Ketut Mariadi, Sp.PD KGEH
Dr. Gede Somayana, Sp.PD
PENDAHULUAN

Infeksi virus hepatitis B (HBV)


dapat berkembang menjadi
kronik masih merupakan ancaman
kesehatan yang serius sirosis dan karsinoma

paling efektif dalam mengurangi


Pencegahan angka kejadian HBV dan kanker
transmisi HBV hati

Ibu hamil dengan infeksi HBV kronis,


apabila tidak diobati beresiko 90%
menularkan virus ke janinnya
2
PENDAHULUAN

Apabila titer virus HBV ibu > 6


sehingga terdapat evidens
log, imuno profilaksis
yang menyatakan pemakain
(imunisasi aktif dan pasif)
antivirus selama kehamilan
sebanyak 30% akan gagal
berguna mencegah resiko
mencegah terjadinya transmisi
transmisi vertikal
HBV

Pada penelitian ini akan membahas efikasi dan


keamanan penggunaan TDF pada ibu hamil dengan titer
> 200.000 IU/mm
3
METODE

Maret Juni
PENELITIAN
2012 2013

Pasien diambil dari rumah sakit pendidikan tersier pada 5 daerah di


Tiongkok

Total sampel 200 partisipan  randomisasi kelompok yang


mendapat TDF 300 mg sejak usia kehamilan 30-32 minggu dan
kelompok kontrol
Partisipan akan dimonitor sejak mulai penelitian sampai 28 minggu
postpartum
METODE

• Kepatuhan minum TDF dilihat dengan jumlah pil


Kepatuhan yang tersisa saat visit

Efek Samping • Setelah lahir ibu yang mendapat TDF akan


dimonitor setiap 4 minggu untuk melihat efek
Obat samping obat

• Setiap bayi yang baru lahir mendapat vaksinasi HBV


10 nanogram dan imunoglobulin hepatitis B 200 IU
Vaksin  diikuti vaksin + imunoglobulin pada minggu 4 
tambahan vaksin pada minggu 24
POPULASI PARTISIPAN

Kriteria inklusi: Kriteria eksklusi:

• Wanita usia 20-35 tahun • Koinfeksi virus HIV, hepatitis C,


yang menderita hepatitis B hepatitis D
kronis • Riwayat aborsi, keguguran,
• Hbe Ag positif, HBV DNA malformasi kongenital
>200.000 IU/mm • Riwayat pemakaian antivirus,
• Bersedia untuk ikut penelitia gagal ginjal, HCC, sirosis
dekompensata
• Hgb <8 gr/dl, neutrofil <1000, ALT
meningkat >5x lipat, bilirubin total
> 2mg/dl, albumin < 2,5 gr/dl
OUTCOMES

Primary Outcomes
angka kejadian transmisi vertikal dan kecacatan janin pada
populasi yang mendapat TDF maupun tidak

Transmisi Positif
bila terdeteksi serum HBV DNA pada bayi > 20 IU/ml
atau HbsAg reaktif pada 28 minggu

Secondary Efikasi Outcomes


Persentase ibu dengan HBV DNA < 200.000 IU/ml saat persalinan dan
persentase ibu dengan serokonversi Hbe Ag atau Hbs Ag pada 28
minggu post partum
HASIL

Partisipan
Dari 216 ibu yang dmonitor, 200 orang dimasukan kedalam penelitian

Penyebab eksklusi terbanyak : serum HBV DNA < 200.000 IU/ ml

Karakterisitik baseline maternal dan janin saat melahirkan di kedua grup


hampir sama

Berikut adalah gambar alur penelitian dan


karakteristik sampel
HASIL
EFIKASI PADA IBU

KELOMPOK TDF VS KELOMPOK KONTROL

Median HBV DNA saat


4.7 log10 IU/ml 8.0 log10 IU/ml
persalinan
Jauh lebih
rendah

Titer HBV DNA <200.000


66 orang (68%) 2 orang (2%)
(p<0,001)

Dari 31 orang kelompok TDF yang kadar HBV DNA >200.000

• 19 orang baseline HBV DNA > 8 log10


• 6 orang lupa meminum obat saat akan persalinan
HASIL
EFIKASI PADA BAYI

GRUP TDF GRUP KONTROL

92
180bayi 88 bayi
bayi dapat mengikuti trial

183 kelahiran
Pada minggu 28, angka transmisi vertikal pada grup TDF jauh lebih
rendah daripada grup kontrol (5% vs 18%)

5 orang yang mengalami kegagalan terapi paling banyak karena lost


of follow up
Hasil

Keamanan ibu dan janin


▰ Perbedaan signifikan didapat di peningkatan kretininin
kinase ( 7% grup TDF vs 0% grup kontrol, p= 0,006)
dan peningkatan alanin aminotransferase ( 45% grup
TDF vs 30% grup kontrol, p= 0,03)

Berikut adalah tabel efek samping yang terjadi pada ibu


HASIL

Keamanan Bayi

▰ Dari 183 bayi lahir hidup, tidak ada perbedaan


signifikan tentang perkembangan dan pertumbuhana
bayi di antara kedua grup

Berikut adalah tabel yang


membandingkan efek
samping pada bayi.
DISKUSI

Studi ini menunjukan adanya asosiasi linier antara transmisi


vertikal dengan viral load maternal  transmisi lebih banyak
terjadi pada viral load maternal tinggi

Studi ini menunjukan 68% ibu yang diterapi TDF


mencapai target HBV DNA saat persalinan  TDF
dapat menurunkan maternal viremia

Pada penelitian phase 3 sebelumnya pemakaian


TDF memberikan hasil serokonversi HbeAg 215
dan HbS Ag seronegatif sebesar 3%
KESIMPULAN

▰ Selama follow up 28 minggu post partum, penelitian


cohort pada ibu dengan HBV DNA > 200.000 IU/ml,
angka penularan vertikal HBV pada ibu yang
mendapat terapi TDF lebih rendah daripada yang
tidak mendapat terapi antivirus.
KESIMPULAN

Selama follow up 28 minggu


post partum, penelitian cohort
pada ibu dengan HBV DNA >
200.000 IU/ml, angka penularan
vertikal HBV pada ibu yang
mendapat terapi TDF lebih
rendah daripada yang tidak
mendapat terapi antivirus.

TERIMA KASIH