Anda di halaman 1dari 26

Pengembangan Industri

Perikanan Terintegrasi Gotong


Royong di Kabupaten Badung

Oleh :
I Made Bram Sarjana
Bappeda Kab. Badung
Materi Presentasi
• Kondisi Umum Kabupaten Badung
• Kebijakan Pembangunan Daerah
• Potensi Industri Perikanan
• Strategi Pengembangan secara
Gotong Royong
• Simpulan

2
a. Kondisi Umum Kabupaten Badung
• Kabupaten Badung merupakan salah satu
Kabupaten dari 8 kabupaten dan 1 kota di Provinsi
Bali
• Terletak di ujung selatan Pulau Bali pada koordinat
8°14’20” Lintang Selatan dan 115°26’51” Bujur
Timur.
• Luas wilayah 418,52 km2 hanya 7,43% dari luas
wilayah daratan Bali.
• Bentuk bentangan wilayah menyerupai keris
sehingga menjadi inspirasi lambang daerah
Kabupaten Badung, dengan sebutan “Gumi Keris”
• Keris merupakan benda yang disakralkan oleh
orang Bali, karena sarat dengan nilai-nilai filosofis
dan perjuangan
3
Wilayah Kabupaten Badung

4
• Jumlah penduduk Kabupaten Badung amat dinamis,
karena merupakan daerah tujuan migrasi dari dalam
wilayah Bali, luar Bali, bahkan internasional.
• Jumlah penduduk Kabupaten Badung sekitar 616
ribu jiwa (data BPS tahun 2015)
• Secara administratif terbagi dalam enam kecamatan
yaitu:
• Kecamatan Petang : luas 115 km2
• Kecamatan Abiansemal : luas 69,1 km2
• Kecamatan Mengwi : luas 82 km2
• Kecamatan Kuta Utara : luas 33,86 km2
• Kecamatan Kuta : luas 17,52 km2
• Kecamatan Kuta Selatan : luas 101,13 km2

5
• Perekonomian daerah Kabupaten Badung
digerakkan oleh tiga sektor utama: industri
pariwisata, pertanian dalam arti luas dan industri
kecil.
• Industri pariwisata dan penunjangnya memberikan
kontribusi terbesar, bahkan menjadi tulang
punggung daerah
• Kondisi ini menyebabkan perekonomian daerah
amat tergantung dari sektor pariwisata sebagai
penggerak sektor lain-lainnya.
• Sebagai dampaknya kemajuan pembangunan
antar sektor dan antar wilayah belum seimbang.
• Kebijakan pembangunan yang ditempuh:
merevitalisasi sumberdaya perekonomian lain
yang belum berkembang optimal, termasuk sub
sektor perikanan, agar dapat menjadi penggerak
ekonomi kerakyatan.
6
b. Kebijakan Pembangunan Daerah

• Pembangunan Kabupaten Badung dilaksanakan secara


bertahap dan berencana, berpedoman pada Visi dan
Misi Kabupaten Badung Tahun 2016-2021 yang telah
dijabarkan ke dalam Dokumen Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta
Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021
• RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun
2016-2021 merupakan instrumen penjabaran atas Pola
Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB)
• PPNSB terdiri atas lima bidang pokok, yang pada
dasarnya semuanya terkait dengan pengembangan
perikanan. Visi dan Misi Kabupaten Badung serta lima
bidang PPNSB adalah sebagai berikut:

7
VISI DAN MISI KABUPATEN BADUNG
(RPJMD SEMESTA BERENCANA KABUPATEN BADUNG
TAHUN 2016-2021)

Visi :

MEMANTAPKAN ARAH PEMBANGUNAN


BADUNG BERLANDASKAN TRI HITA
KARANA MENUJU MASYARAKAT YANG
MAJU, DAMAI DAN SEJAHTERA

8
Misi:
1.MEMPERKOKOH KERUKUNAN HIDUP BERMASYARAKAT DALAM
JALINAN KERAGAMAN ADAT, BUDAYA DAN AGAMA.
2.MEMANTAPKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MELALUI PENERAPAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.
3.MEMANTAPKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DENGAN MENERAPKAN
PRINSIP GOOD GOVERNANCE DAN CLEAN GOVERNMENT.
4.MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN KELUARGA
BERENCANA (KB) DALAM PENGELOLAAN KEPENDUDUKAN.
5.MEMPERKUAT USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SEBAGAI
PILAR EKONOMI KERAKYATAN.
6.MEWUJUDKAN TATANAN KEHIDUPAN BERMASYARAKAT YANG
MENJUNJUNG TINGGI PENEGAKAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
(HAM).
7.MENINGKATKAN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA
ALAM, LINGKUNGAN HIDUP DAN PENANGGULANGAN BENCANA.
8.MEMPERKUAT DAYA SAING DAERAH MELALUI PENINGKATAN MUTU
SUMBER DAYA MANUSIA DAN INFRASTRUKTUR WILAYAH.
9.MEMPERKUAT PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN DAN PERIKANAN
YANG BERSINERGI DENGAN KEPARIWISATAAN BERBASIS BUDAYA.
9
LIMA BIDANG POLA PEMBANGUNAN NASIONAL
SEMESTA BERENCANA (PPNSB)
KABUPATEN BADUNG

Pangan, Sandang dan Papan

Kesehatan dan Pendidikan

Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan

Adat, Agama dan Budaya

Pariwisata

Pembangunan sektor perikanan merupakan implementasi dari misi 9


yang mendukung pencapaian PPNSB khususnya pada Sub Bidang
Pangan. 10
c. Potensi Industri Perikanan
Peluang:
• Kabupaten Badung memiliki potensi perikanan
tangkap dan budidaya.
• Perikanan Tangkap: laut dan perairan umum
• Perikanan Budidaya: budidaya laut, tambak,
kolam, karamba, jaring apung dan sawah
• Di Kabupaten Badung terdapat kelompok-
kelompok nelayan dan armada perikanan serta
kelompok tani yang telah menggerakkan industri
perikanan tangkap dan budidaya.
• Kemajuan industri pariwisata turut menciptakan
”pasar” atas produk sektor perikanan, melalui
aktivitas wisata kuliner dan wisata bahari.

11
Hasil tangkapan ikan tuna di Pantai Kedonganan
12
Wisata kuliner, café seafood di Pantai Jimbaran
13
Mempopulerkan budaya perikanan melalui lomba mancing di tengah-
tengah masyarakat Desa Kapal, Mengwi. 14
Petani rumput laut di Desa Kutuh
15
Permasalahan:
• Potensi yang ada belum seluruhnya terkelola secara optimal
• Lahan yang terbatas, sehingga sulit mengembangkan
perikanan budidaya
• Kontribusi sub sektor perikanan terhadap perekonomian
secara keseluruhan masih kecil
• Masih adanya kesenjangan antara supply dan demand
(potensi dan kebutuhan belum seimbang, baik untuk
memenuhi kebutuhan domestik maupun kebutuhan
penunjang industri pariwisata). Akibatnya cukup besar
kebutuhan ikan masih dipasok dari luar Kabupaten Badung
• Oleh sebab itu diperlukan upaya pengembangan, dengan
strategi yang matang, berlandaskan pada kajian yang
matang, dijalin dengan semangat “gotong royong”

16
d. Strategi Pengembangan secara Gotong
Royong
• Mengapa gotong royong?
• Merupakan konsepsi mendasar dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara
• Gotong royong merupakan inti dari Pancasila
• Gotong-royong juga merupakan budaya asli Indonesia
yang digali Bapak Bangsa, Bung Karno
• Gotong-royong juga telah membudaya dalam kehidupan
masyarakat di Kabupaten Badung dan Bali
• Seluruh aktivitas kehidupan adat, sosial dan budaya di
Bali berbasis pada budaya gotong-royong.
• Aktivitas pertanian, sejak dahulu kala telah dilaksanakan
secara gotong-royong melalui organisasi “Subak”
• Oleh sebab itu amat benar dan tepat, pengembangan
dan penguatan industri perikanan harus dilaksanakan
melalui strategi “Gotong Royong”
17
“Jikalau saya peras
yang lima menjadi
tiga, dan yang tiga
menjadi satu, maka
dapatlah satu
perkataan Indonesia
yang tulen,
yaitu perkataan
“Gotong- Royong”.
Alangkah hebatnya!
Negara Gotong-
Royong!”

Bung Karno, Pidato 1 Juni 1945


di dalam Sidang Dokuritsu Junbi
Cosakai (BPUPKI)

18
• Beberapa langkah penguatan industri perikanan
secara gotong-royong secara lintas sektor telah
direncanakan/diprogramkan dalam Dokumen
RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung
• Langkah berikutnya adalah memperkuat dan
memantapkan semangat gotong-royong dengan
seluruh pemangku kepentingan pembangunan
daerah, agar industri perikanan dapat
berkembang
• Pemerintah : memfasilitasi, menyediakan infrastruktur,
memberikan bantuan dukungan permodalan, penguatan
kapasitas dan mempersiapkan regulasi
• Masyarakat : kelompok nelayan dan petani (sebagai
pelaku) agar mengembangkan budaya kerja yang
profesional, dengan basis pengetahuan kewirausahaan
modern
• Swasta : menyerap hasil produk industri perikanan,
mewujudkan iklim usaha yang kompetitif

19
• Sebagai payung hukum pengembangan industri
perikanan, telah terdapat dasar hukum yang
menjadi pedoman, yaitu Peraturan Daerah
Kabupaten Badung Nomor 26 tahun 2013 tentang
Rencana Tata Ruang Kawasan Kabupaten Badung
Tahun 2013-2033
• Penetapan dan pengembangan kawasan
peruntukan kegiatan perikanan sebagai salah satu
dari 13 kawasan peruntukan dalam kawasan
budidaya yang luasnya secara keseluruhan
mencapai 93,11% dari total luas wilayah
Kabupaten Badung. Kawasan peruntukan kegiatan
perikanan mencakup:
• Kawasan Minapolitan
• Kawasan kegiatan perikanan tangkap
• Kawasan kegiatan perikanan budidaya
• Kawasan kegiatan pengolahan hasil perikanan

20
Langkah pengembangan yang telah dan akan
ditempuh :
• Pengembangan kawasan minapolitan:
• Kawasan Minapolitan Pantai Kutuh untuk
pengembangan rumput laut
• Kawasan Minapolitan Kedonganan untuk
pengembangan perikanan tangkap
• Pengembangan perikanan tangkap:
• Perikanan tangkap di perairan umum
• Perikanan tangkap di perairan laut skala kecil
(antara lain Pecatu, Kuta, Tibubeneng dan Cemagi)
dan skala menengah (Tanjung Benoa dan
Kedonganan)

21
• Pengembangan perikanan laut skala menengah,
ditunjang oleh Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)
Tanjung Benoa, Tempat Pelelangan Ikan (TPI)
Kedonganan dan pelabuhan perikanan laut
Kedonganan
• Pembangunan dan pengembangan prasarana
perikanan laut, seperti dermaga perikanan
(Tanjung Benoa dan Kedonganan) dan pangkalan
perahu nelayan tradisional.
• Pengembangan perikanan budidaya air tawar,
melalui perikanan budidaya kolam, perikanan
minapadi, perikanan budidaya perairan umum dan
perikanan budidaya saluran irigasi
• Pengembangan perikanan budidaya laut, meliputi
budidaya rumput laut di Sawangan serta budidaya
kelompok ikan, kerang, dan kepiting tersebar di
Wilayah pesisir Badung Selatan.
22
• Pengolahan hasil perikanan:
• sentra-sentra industri kecil dan kerajinan rumah
tangga yang mengolah hasil-hasil perikanan
(Kelurahan Kedonganan, Desa Ungasan, Kelurahan
Benoa dan Kelurahan Tanjung Benoa);
• sentra-sentra industri penampungan, pengepakan
dan ekspor ikan hias tersebar di Wilayah
Kecamatan Mengwi, Kuta Utara, Kuta dan Kuta
Selatan;
• usaha garam rakyat, berlokasi di pantai timur
Kelurahan Jimbaran.
• Selain upaya pemanfaatan juga dilakukan
upaya konservasi melalui penetapan kawasan
konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil
sebagai bagian dari kawasan pelestarian alam
dan cagar budaya.
23
• Melalui semangat gotong royong diharapkan
produktivitas industri perikanan akan
mengalami peningkatan
• Pada tahapan selanjutnya pengembangan
perikanan terintegrasi yang dilaksanakan
diharapkan tidak saja mendorong kemajuan
sub sektor perikanan namun juga menjadi
motor penggerak perekonomian sebagai
penyeimbang laju pembangunan antar sektor
dan antar wilayah.
• Penguatan industri perikanan juga akan
menyerap tenaga kerja, menekan kemiskinan
sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat
yang sehat karena gemar mengkonsumsi ikan.

24
e. Simpulan
• Kabupaten Badung memiliki potensi perikanan
yang belum terkelola optimal
• Kebijakan pembangunan yang ditempuh telah
berorientasi pada penguatan industri perikanan
sesuai dengan skala usaha yang memungkinkan di
Kabupaten Badung
• Roh yang akan menghidupkan berbagai kebijakan
dan program yang telah direncanakan semata-
mata adalah semangat gotong-royong
• Semangat gotong-royong ini pula menjadi sarana
memperkuat empat pilar kebangsaaan yaitu NKRI,
Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.

25
Saya Indonesia, Saya Pancasila
Indonesia, tentu Pancasila

26

Anda mungkin juga menyukai