Anda di halaman 1dari 21

PENYIMPANGAN PERILAKU SOSIAL

DR.MARSEL
PENYIMPANGAN

Interaksionisme simbolis melihat adanya relativitas simbolis di mana


karena tiap kelompok memiliki normanya tersendiri, sesuatu yang
menyimpang bagi satu kelompok belum tentu dianggap
menyimpang oleh kelompok lain.

Untuk dapat dianggap menyimpang, seseorang bahkan tidak perlu


berbuat apapun! Menurut Erving Goffman ini terjadi karena orang
tersebut terkena stigma, atau pandangan atas ciri yang
menurunkan nilai seseorang di mata orang lain, baik yang berkaitan
langsung seperti memiliki cacat fisik, atau bersifat involunter seperti
menjadi penderita AIDS, atau kakak seorang pemerkosa.
PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL

 Secara Umum, Perilaku individu atau sekelompok


yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang
berlaku secara umum dalam masyarakat sering terjadi
dalam kehidupan kita sehari-hari.

 Van der Zanden berpendapat bahwa penyimpangan


merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang
dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas
toleransi
Bagaimana Norma Memungkinkan Kehidupan Sosial

Sebagian besar interaksi kita didasari


pada sekumpulan asumsi yang tidak
tertulis, yang mengarahkan perilaku kita
sehari-hari. Kita tidak punya “peraturan”
yang mengatakan “jangan masukkan
paku ke dalam hidungmu”, akan tetapi
kita semua tahu bahwa peraturan ini
ada. Gambar di atas menampilkan
Burkhart dari Gibsonton, Florida, yang
terkenal dengan usahanya melanggar
“peraturan” tak tertulis tersebut.
Bagaimana Norma Memungkinkan Kehidupan Sosial

Guna mencegah munculnya penyimpangan yang akan mengganggu


tataran sosial, kelompok mengembangkan pengendalian sosial atau
cara-cara formal ataupun informal untuk menegakkan norma.
Sanksi
Ketidaksetujuan terhadap penyimpangan, yang disebut sanksi
negatif, dapat beragam mulai dari kerutan dahi dan desas-desus
sampai dengan hukuman pidana dan hukuman mati. Sedangkan
sanksi positif—mulai dari senyuman hingga hadiah materiil—
digunakan untuk memberikan imbalan bagi orang yang mengikuti
norma.
Sifat-sifat Penyimpangan
Penyimpangan positif, adalah bentuk Penyimpangan negatif,
penyimpangan yang
mempunyai dampak positif
merupakan bentuk penyimpangan
karena mengandung unsur yang cenderung bertindak ke arah
inovatif, kreatif, dan memperkaya nilai-nilai sosial yang dipandang
alternatif. Penyimpangan positif rendah dan berakibat
merupakan penyimpangan yang buruk. Misalnya tindakan
terarah pada nilai-nilai sosial
yang didambakan meskipun cara
kejahatan/kriminal.
yang dilakukan nampak
menyimpang dari norma yang
berlaku. Misalnya seorang ibu
terpaksa menjadi penarik becak
demi menghidupi keluarganya.
Penjelasan Mengenai Penyimpangan

Sudut pandang sosiobiologis:


Tiap orang memiliki predisposisi genetik untuk menjadi menyimpang;
bahwa manusia dilahirkan dengan ciri yang menuntun mereka untuk
menjadi remaja nakal dan penjahat .
Penjelasannya mencakup:
1. Kecerdasan—kecerdasan rendah menuntun ke kejahatan.
2. Teori XYY—tambahan kromosom Y pada laki-laki menuntun ke
kejahatan.
3. Tipe tubuh—orang dengan tubuh “berotot” lebih cenderung
melakukan kejahatan jalanan (penodongan, perkosaan, dan
perampokan).
Penjelasan Mengenai Penyimpangan…

Sudut pandang psikologi:


Mempelajari gangguan kepribadian.
Individu yang menyimpang dianggap memiliki kepribadian yang
menyimpang dan bahwa motif di bawah sadar mendorong orang ke
penyimpangan.

Sudut pandang sosiologi:


Mencari pengaruh sosial yang “merekrut” orang untuk melanggar
norma. Mempelajari faktor luar seperti sosialisasi, keanggotaan dalam
subkultur, dan kelas sosial
PROSES TERBENTUKNYA PERILAKU
PENYIMPANGAN

Proses interaksi sosial (sosialisasi), tidak selamanya


berhasil dengan baik. Bila Individu tidak mampu
mendalami norma-norma masyarakat untuk dijadikan
bagian dari dirinya, berarti individu tersebut gagal dalam
interaksi sosial/proses sosialisasi.
Orang tersebut tidak merasa bersalah, tidak
menyesal, meskipun telah melanggar norma-
norma dalam masyarakat tersebut. Keluargalah
yang palig bertanggungjawab.
Penyebab terjadinya penyimpangan :

1. Sikap mental yang tidak sehat


2. Keluarga yang tidak harmonis
3. Pelampiasan kekecewaan
4. Kebutuhan ekonomi
5. Pengaruh lingkungan
6. Media massa
7. Gaya dan pola hidup
8. Cara belajar yang salah
9. Ketidak sanggupan adaptasi budaya
10. Penyimpangan ikatan sosial
11. Kegagalan sosialisasi
Teori-teori terkait dengan Penyimpangan Sosial

Teori Labelling (pemberian julukan), oleh Edwin M. Lemert

E. M. Lemert mengemukakan bahwa seseorang telah


melakukan penyimpangan pada tahap primer, tetapi
masyarakat kemudian menjuluki sebagai pelaku
menyimpang, sehingga pelaku meneruskan perilaku
menyimpangnya dengan alasan kepalang basah. Misalnya
seorang yang baru mencuri pertama kali lalu masyarakat
menjulukinya sebagai pencuri, meskipun ia sudah tidak
lagi mencuri, akibatnya karena selalu dijuluki pencuri,
maka ia pun terus melakukan penyimpangannya.
Teori Fungsi oleh Emile Durkheim
Emile Durkheim mengemukakan bahwa tercapainya
kesadaran moral dari Semua anggota masyarakat
karena faktor keturunan, perbedaan lingkungan
fisik, dan lingkungan sosial. Ia menegaskan bahwa
kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang yang
berwatak jahat pun akan selalu ada.
Menurut Emile Durkheim kejahatan diperlukan agar
moralitas dan hukum dapat berkembang
secara normal.
Teori pergaulan berbeda (differential association teory)
oleh Edwin H. Sutherland.
Penyimpangan bersumber pada pergaulan yang
berbeda, karena penyimpangan dipelajari mlalui
alih budaya yang menyimpang.
Teori Merton, adaptasi
Robert K. Merton
Perilaku penyimpangan merupakan bentuk
adaptasi terhadap situasi tertentu.
Merton menemukan lima tipe adaptasi (empat
diantaranya merupakan penyimpangan)
Lima Tipe Cara Adaptasi :

a. Konformitas (conformity), perilaku mengikuti tujuan dan cara yang


ditentukan masyarakat.
b. Inovasi (innovation), tujuan ditentukan masyarakat tetapi
menggunakan cara yang menyimpang/dilarang
c. Ritualisme (ritualism), perilaku seseorang telah meninggalkan
tujuan budaya
d. Pengasingan diri (retreatism), perilaku meninggalkan tujuan seperti
pecandu, gelandangan, pemabuk.
e. Pemberontak (rebellion), penarikan diri dari tujuan masyarakat dan
menciptakan tujuan baru
Cara Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial adalah usaha untuk


terwujudnya kehidupan yang damai, tenteran,
aman dan nyaman
Atas Dasar Cara Pelaksanaan

a. persuasif, usaha untuk mengajak, membimbing berupa


anjuran
b. Paksaan / kekerasan, ketika cara pertama tidak berhasil
maka dilakukan paksaan
c. Kompulasi dengan cara menciptakan situasi yang dapat
mengubah sikap dan perilaku
d. Pervasi, menyampaikan nilai atau norma secara
berulang-ulang dan terus menerus.
Atas Dasar Jumlah Cakupan

a. Individu ke individu
b. Individu ke kelompok
c. Kelompok ke kelompok
d. Kelompok ke individu
Jenis-jenis pengendalian baik langsung maupun tidak langsung :
a. Cemoohan
b. Teguran
c. Pendidikan
d. Agama
e. Gossip
f. Desas-desus
g. Intimidasi
h. Kekerasan fisik
i. hukuman
Sifat pengendalian :

a. Preventif
b. Represif
c. Gabungan keduanya