Anda di halaman 1dari 15

PERJALANAN OBAT DALAM

TUBUH PADA PASIEN


KARDIOVASKULER

Yuliana 17340105
Dewi Media L 17340110
Latar Belakang
Biofarmasi

Kardiovaskular

Farmakodinamik Farmakokinetik
Tujuan Dan Rumusan Masalah
Tujuan
O Mengetahui dan memahami macam-macam
Terapi Kardiovaskular
O Mengetahui dan memahami sediaan yang
tersedian untuk kardiovaskular
O Mengetahui dan memahami Biofarmasi dan
farmakokinetika obat-obat hkardiovaskular
Rumusan Masalah
O Bagaimana Terapi farmakologi dan non
farmakologi untuk penyakit kardiovaskular?
O Bagaimana Biofarmasi dan farmakokinetika obat-
obat kardiovaskular?
Kardiovaskular
O penyakit jantung dan pembuluh darah
merupakan suatu kelainan yang terjadi
pada organ jantung dengan akibat
terjadinya gangguan fungsional, anatomis
serta sistem hemodinamis.
Jenis penyakit yang dapat digolongkan
kedalam penyakit Kardiovaskular
O Penyakit jantung koroner
O Penyakit pembuluh darah otak (
O Penyakit jantung hipertensi.
O Penyakit pembuluh darah perifer.
O Penyakit gagal jantung.
O Penyakit jantung rematik.
O Penyakit jantung bawaan.
O Penyakit kardiomiopathy
O Penyakit jantung katub
Faktor resiko
Terapi Non Farmakologi
Menurunkan
BB

Batasi Diet dengan


Alkohol Metode DASH

Diet Rendah
Olahraga
Natrium
Terapi Farmakologi
Obat-obat Kardiovaskuler
Dosis pemeliharaan/
Golongan Obat Dosis awal Frekuensi
Penggunaan/hari
Penghambat ACE Kaptopril 6,25 mg tid 25-50 mg tid
Enalapril 2,5 mg od 10-20 mg bid
Lisinopril 2,5 mg od 5-20 mg od
Ramipril 1,25 mg od/bid 2,5-5 mg bid
Trandolapril 1 mg od 4 mg od
Kuinapril 2,5 mg od 5-10 mg bid
Fosinopril 5-10 mg od 20-40 mg od
Perindopril 2 mg od 4 mg od
Antagonis
Kandesartan 4 – 8 mg od 32 mg od
Angiotensin II
Losartan 25 – 50 mg od 50 – 100 mg od
(AT1-Bloker)
Valsartan 20 – 40 mg od 160 bid
Contoh Kasus
Bapak KD berumur 65 tahun merupakan komisaris di
perusahaan Eksport Import. Tinggi Bapak KD 170 cm dan
beratnya 90 kg. TD 150/95 mmHg Pada saat bangun tidur
merasakan kepala pusing, tengkuk terasa nyeri dan badan
lemas. Bapak KD mengkonsumsi Captopril 2 x 12,5
mg/hari diminum setelah makan dan HCT 12,5 mg/hari.
Riwayat Perokok aktif merokok 10 batang/hari.
Pertanyaan :
O Bagaimana Penatalaksanaan terapi pada kasus diatas?
O Bagaimana Profil farmakokinetik dan farmakodinamik
dari obat-obat yang digunakan Bapak KD?
Nama Obat Biofamasi Farmakokinetik
Captopril Captopril diabsorbsi Setelah pemberian secara oral captopril secara cepat
sebanyak 95% dilambung diabsorpsi dan adanya makanan dalam saluran
dan bagian proksimal gastrointestinal berkurang 30-40%. Dalam periode 24
usus halus secara pasif jam lebih dari 95% dosis yang diabsorpsi dieliminasi ke
dan sebagian lagi di dalam urin dan 40-50%nya dalam bentuk tidak
absorbsi dengan bantuan berubah.
peptida.
Hidrokloro HCT diabsorbsi sebanyak Absorbsi melalui saluran cerna obat ini baik. Umumnya
tiazid 90% dilambung efek obat akan timbul setelah 1 jam. Obat ini diekskresi
oleh sel tubuli proksimal ke dalam cairan tubuli.
Pembahasan
O Pada kasus diatas disimpulkan bahwa Bapak KD diindikasikan terkena
Hipertensi Stage 1 sesuai dengan klasifikasi hipertensi menurut JNC
VII, karena Bapak KD memiliki tekanan darah 150/95 mmHg. Terapi
yang diberikan yaitu Captopril tablet 2 x 12,5 mg/hari dan HCT tablet
12,5 mg/hari sesuai dengan algoritma penatalaksanaan Hipertensi
yaitu dengan menggunakan terapi golongan ACE inhibitor atau
dikombinasi dengan golongan thiazid.
O Pemberian terapi Hipertensi harus memperhatikan terlebih dahulu
keadaan patofisiologis dari pasienya karena pengeluaran metabolit
obat sepenuhnya di ekskresikan melalui ginjal oleh sebab itu
kombinasi sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu memperhatikan data
lab yang diperoleh,serum kreatinin dan sebagainya agar memudahkan
kita dalam memberikan kombinasi pengobatan secara farmakologi
yang tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama
pada pemberian golongan diuretik karena obat tersebut sangat
berpengaruh besar terhadap retensi cairan dan kerja dari ginjal.
Kesimpulan
O Biofarmasi antara obat Captopril dan Hidroklorotiazid hampir
sama karena masing-masing obat tersebut memiliki bentuk
sediaan tablet. Sehingga setelah dikosumsi secara oral obat
akan mengalami proses perubahan menjadi granul dan
kemudian zat aktif lepas dan siap untuk di absorpsi
O Captopril dan HCT sebagian besar diabsorpsi melalui lambung
dan usus halus, dimetabolisme di hepar dan di eliminasi
melalui urin.
O Pada kasus diatas disimpulkan bahwa Bapak KD diindikasikan
terkena Hipertensi Stage 1 sesuai dengan klasifikasi
hipertensi menurut JNC VII, karena Bapak KD memiliki
tekanan darah 150/95 mmHg. Terapi yang diberikan yaitu
Captopril tablet 2 x 12,5 mg/hari dan HCT tablet 12,5 mg/hari
sesuai dengan algoritma penatalaksanaan Hipertensi yaitu
dengan menggunakan terapi golongan ACE inhibitor atau
dikombinasi dengan golongan thiazid.
Saran
O Pemberian terapi pada pasien harus memperhatikan
biofarmasi (bentuk sediaan, rute pemberian, kekuatan
sediaan dan lain-lain) dan farmakokinetika (Absorbsi,
distribusi, metabolisme, dan ekskresi) dari sediaan obat.
O Pemberian terapi Hipertensi harus memperhatikan terlebih
dahulu keadaan patofisiologis dari pasienya karena
pengeluaran metabolit obat sepenuhnya di ekskresikan
melalui ginjal oleh sebab itu kombinasi sebaiknya diperhatikan
terlebih dahulu memperhatikan data lab yang diperoleh,serum
kreatinin dan sebagainya agar memudahkan kita dalam
memberikan kombinasi pengobatan secara farmakologi yang
tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
terutama pada pemberian golongan diuretik karena obat
tersebut sangat berpengaruh besar terhadap retensi cairan
dan kerja dari ginjal.
TERIMA KASIH