Anda di halaman 1dari 13

JOURNAL READING

ALTERNATIVE WOUND HEALING EFFECTS OF


COCONUT OIL EXTRACT USING
ADULT WISTAR RATS

Dibawakan oleh :
Febry O.M. Bani
1208011014

Pembimbing :
dr. Amrul Marpaung, Sp.B
ABSTRAK
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
pengobatan luka yang berlaku dan biaya yang efektif. Agen,
menggunakan bahan asli seperti minyak kelapa, untuk
meningkatkan proses penyembuhan luka melalui model
hewan.

Metode : menggunakan 15 tikus wistar dengan


dikelompokan dalam C (Kontrol), S (standar) dan E
(Eksperimen) yang diberi perlukaan pada tempat yang
sama. C dibaluti dengan Air Suling, S dengan Hydrogen
Peroxide dan E dengan VCO.

Kesimpulan : Penelitian ini telah menunjukkan bahwa tikus


diobati dengan ekstrak minyak kelapa memiliki lebih sedikit
hari penyembuhan luka dan ini terbukti mengingat
kontaminasi luka.
PENDAHULUAN
• Penyembuhan luka adalah proses yang rumit dimana kulit atau jaringan
tubuh lainnya melakukan perbaikan setelah cedera. Penyembuhan luka
melalui tahapan Hemostasis, Inflamasi, Proliferasi dan Remodeling.

• Untuk mendapatkan penyembuhan luka yang baik semua tahapan harus


terlewati dengan baik. Perpanjangan lama penyembuhan luka tergantung
dari masing-masing tahapan yang ada.

• Penyembuhan luka merupakan sesuatu yang sangat signifikan dengan


membutuhkan pengeluaran yang cukup besar.
MATERIAL

Bahan Tanaman :
Buah kelapa 20 buah yang diambil bagian dagingnya saja. Daging kelapa
dihancurkan dengan blender lalu dicampurkan dengan air kelapa yang
berasal dari buah kelapa tersebut. Yang sudah tercampur diperas sehingga
tersisa airnya saja. Setelah itu cairan yang didapatkan dipanaskan sehingga
tersisa minyaknya. Minyak disimpan dalam botol yang steril.

Binatang Percobaan:
Menggunakan 15 ekor tikus wistar jantan dengan berat 192 gram – 226
gram.
METODE
Ekstrasi Minyak Kelapa :
Buah kelapa 20 buah yang diambil bagian dagingnya saja. Daging kelapa
dihancurkan dengan blender lalu dicampurkan dengan air kelapa yang
berasal dari buah kelapa tersebut. Yang sudah tercampur diperas
sehingga tersisa airnya saja. Setelah itu cairan yang didapatkan
dipanaskan sehingga tersisa minyaknya. Minyak disimpan dalam botol
yang steril.

Kelompok eksperimen dan protokol :


Tikus dibagi secara acak menjadi 3 kelompok. Terdiri dari 5 tikus di
masing-masing kelompok. Mereka semua diberi makan dengan diet yang
sama sepanjang periode percobaan.
Gambaran Desain eksperimen :

• Injeksi IM 10 mg/ Kg BB Ketamin, 5 mg/ Kg BB Zylazine dan 0.3


ml campuran Diazepam dan Ketamin.
Anastesi

• Disaat tikus mulai dibawah kesadarannya akan dibuat perlukaan


pada daerah apeks dorsolateral thoraks dengan ukuran 2 x 2
Perlukaan cm.dilakukan eksisi sampai pada smua lapisan kulit.

• Kasa Steril direndam dengan masing-masing cairan yang akan


digunakan lalu di balut pada luka dan di plester. Pergantian
Pembalutan Kasa dilakukan setelah 72 jam atau 3 hari.
Gambaran Desain eksperimen :

• Menggunakan kertas putih transparan


untuk menilai perubahan ukuran luka
Penilaian yang dinilai setiap 3 hari pasca pergantian
kontraksi luka kasa.

• Menggunakan analisa dengan SPSS,


Analisis dimana bermakna jika nilai p<0.05.
Statistik
HASIL
Berdasarkan penyembuhan kategori luka

Ditemukan perbaikan pada kelompok tikus


wistar Standar dan wistar Eksperimen dalam
waktu 18-24 hari, dimana luka terlihat
mengalami perbaikan dan percepatan di
bandingkan kelompok kontrol
DISKUSI

Model luka eksisi yang dipakai sering


digunakan sebagai penelitian karena
merupakan jenis luka yang sangat baik untuk
dianalisis.

Penyembuhan luka merupakan suatu


proses yang kompleks dimana melewati
beberapa tahapan salah satunya
granulasi yaitu proses pembentukan
jaringan granulasi untuk menutup defek
pada jaringan yang luka.
DISKUSI (3)

Beberapa faktor dapat menghambat penyembuhan pada


luka.secara umum dibagi atas faktor lokal dan sistemik.

Pada saat ini dibeberpa negara maju pengelolaan


penyembuhan luka adalah suatu program yang mahal.
Beberapa obat yang ditemukan pada sumber alam
diketahui dapat membantu proses penyembuhan luka.

Pada penelitian ini evaluasi ketat terhadap proses


penyembuhan lukanya di dapatkan sangat baik jika
menggunakan VCO (virgin coconut oil).
DISKUSI (4)

Penelitian ini didapatkan proses penyembuhan


luka sangat baik dan lengkap pada hari ke 19
dengan menggunakan VCO, 24 hari dengan
Methylated spirit dan 30 hari dengan air suling.

Efek penyembuhan dan perbaikan pada luka


dengan minyak kelapa dikaitkan dengan sifat
antioksidan dan antibakterial dari VCO sendiri.
KESIMPULAN

Kontraksi dan efek penyembuhan luka minyak


kelapa pada tikus Wister yang didokumentasikan
dalam penelitian ini, merupakan indikasi jelas
kemampuannya untuk meningkatkan
penyembuhan luka melalui pencegahan infeksi dan
penghambatan peradangan berkepanjangan. Hal ini
dicapai sebagai hasil aktivitas antibakteri dan
antioksidan minyak kelapa pada hewan model.
TERIMA KASIH

TERIMA KASIH