Anda di halaman 1dari 16

Oleh : Drs.

Sudar Sejati
Pertumbuhan dan perkembangan
merupakan ciri makhluk hidup yang
berlangsung secara bersama-sama dan
merupakan dua proses yang tidak sama.
 Terjadi pertambahan ukuran (panjang,besar),
volume, massa,dll.)
 Bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada
ukuran semula)
 Bersifat kuantitatif

Fase-fase pertumbuhan terdiri atas:


 Terjadi pembentukan sel-sel baru melalui proses
pembelahan sel
 Terjadi pengembangan/pemanjangan sel-sel
baru
 Terjadi diferensiasi sel-sel baru untuk
membentuk jaringan
 Terjadi spesialisasi,yaitu perubahan struktur dan
fungsi yang khusus
 Merupakan proses menuju kedewasaan
makhluk hidup, juga bersifat irreversible
 Terjadi proses pendewasaan
 Mengalami diferensiasi dan
 Spesialisasi yang fungsional
 Bersifat kualitatif
Perkecambahan epigeal :
keping/kotil muncul ke atas tanah

Perkecambahan hipogeal :
keping/kotil berada di bawah permukaan tanah (**medium)
1. Pertumbuhan primer Hasil pembelahan sel-sel jaringan
meristem primer

Daerah differensiasi,
tumbuh rambut akar

Daerah pemanjangan

Daerah meristematik

Tudung akar (kaliptra)

Gambar : ujung akar


Arah tumbuh sel meristem primer
2. Pertumbuhan Sekunder
Menyebabkan batang suatu jenis
tanaman semakin besar /bertambah
diameternya

Potongan melintang batang

Pertumbuhan
sekunder pada
Arah pertumbuhan batang
Terapkanlah Pengetahuan Kalian, Untuk Melakukan Kegiatan :

1. Salin dan lengkapilah tabel perbedaan antara pertumbuhan primer dan pertumbuhan
sekunder berikut ini :

No Pembeda Pertumbuhan Primer Pertumbuhan Sekunder


1 Arah pertumbuhan ...……………………………………… ………………………………………………...
2 Bag. yang berperan ………………………………………… ………………………………………………...
3 Kelomp. tumbuhan .……………………………………….. ………………………………………………...
4 ……………………… ……………………………………….. …………………………………………………

2. Buatlah 5 (lima) Pertanyaan Tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Tersebut di


atas, Sebelum Kita melaju ke Materi Selanjutnya, Yaitu Faktor – Faktor Yang
Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan.
1. Faktor dalam (internal) :
- intraseluler yaitu faktor dalam sel (gen/ADN) yang mempunyai dan membentuk
karakter/sifat dasarnya.
- interseluler, yaitu faktor zat tumbuh (hormon).

Hormon pertumbuhan pada tumbuhan meliputi:


a. Auksin
Hormon ini ditemukan tahun 1928, ofeh F.W, Went, pada ujung koleoptil gandum
(Avena sativa), memiliki peranan :
- memacu proses pembelahan dan pemanjangan sel.
- mempercepat deferensiasi sel.
- membengkokkan batang karena pengaruh cahaya.
- mempenagruhi pembentukkan buah tanpa biji.
- menghambat tunas samping, bersifat dominasi apikal.
- mempercepat pembentukan akar.
b. giberalin
Hormon ini ditemukan tahun 1936, oleh F. Kurosawa pada jamur Giberella
fujikuroi. Experimen pertama hormon ini untuk merangsang tanaman kubis, yang
umumnya setinggi 3 dm, dapat tumbuh raksasa menjadi 3,5 m.
Peranan Giberalin adalah:
- Mempercepat perkecambahan/ pertumbuhan biji.
- Membentuk pertumbuhan raksasa
- Mempercepat pembungaan sebelum waktunya
- Memperbesar ukuran buah, lebih dari ukuran normal

c. Sitokinin
Hormon ini ditemukan tahun 1950 oleh F. Skoog dan C.O Miller pada bagian akar
tumbuhan tembakau.
Sitokinin sinergis dengan Auksin dan Giberalin, peranannya ialah:
- Merangsang pembentukan akar dan batang primer
- Merangsang pembentukan cabang batang dan akar
- Mengatur pertumbuhan dan pembesaran daun muda
- Mengatur pembentukan bunga dan buah
- Menghambat pengguguran daun
d. Etilen
Hormon etilen ini dalam bentuk gas, identik dengan karbida (C2O2), terdapat pada
buah yang sudah tua, peranannya adalah:
- Memasakkan buah dan merangsang perontokan daun
- Mengbambat pembentukan daun, batang, akar dan bunga
- Memperkokoh batang/ ranting yang lemah, akibat lentingan angin

e. Traumalin
Hormon ini bersifat asam, terdapat pada bagian tanaman yang berjaringan
parenkin, terutama batang, perananya:
- Merangsang pemulihan luka, terkadang menumbuhkan tunas pada luka
- Interaksinya dengan asam askorbat dan vitamin B dapat meningkatkan enzim/homon
lain

f. Absisat/ absisin
Hormon ini bersifat asam dan sebagian aktifitasnya antagonis terhadap Auksin,
Giberalin dan Sitokinin, yaitu menghambat pertumbuban. Pada kondisi jelek, misal pada
musim kemarau yang kekurangan air, hormon ini berakumulasi dipucuk batang sesuai
perananya yaitu:
- Mempercepat penuaan dan pengguguran daun
- Menghentikan pertumbuban
- Menutup stomata, mengurangi penguapan dan transpirasi
- Menjaga keseimbangan kadar air
g. Kalin
Hormon kalin disebut juga hormon organogenesis, maksudnya sebagai pembentuk
organ-organ tumbuhan, peranannya meliputi :
- Antokalin, merangsang pembentukan bunga
- Karphikalin, merangsang pembentukan buah
- Filokalin, merangsang pembentukan daun
- Kaulokalin merangsang pembentukan batang
- Rizokalin merangsang pembentukan akar.
Dengan pembelajaran hormon pada tumbuhan ini, carilah informasi
dalam bidang pertanian dan penamanan, tentang:

a. Bagaimana dengan adanya semangka dan tomat dengan ukuran buah yang besar dan
tanpa biji, hormon apa yang berkaitan ?

b. Pedagang tanaman hias sengaja memagkas ujung tanaman, apa tujuannya? dan peranan
hormon apa yang mempengaruhi?

c. Homon apa yang dlgunakan untuk merangsang cepat tumbunnya akar pada tanaman
yang distek?

d. Pedagang buah biasa mengirim ke daerah lain pada waktu buah-buahan itu masih
mentah yang bungkus rapat, mengapa?

e. Hormon apa saja yang dimanfaatkan dalam teknik kultur jaringan?


2. Faktor Luar (Ekternal)
a. Suhu (Temperatur)
Suhu mempengaruhi aktifitas tumbuhan dalam hal : fotosintesis, respirasi dan
transpirasi serta enzimatis. Dalam hal mi ada 3 kriteria, yaitu:
suhu minimum adaIah suhu terendah untuk melakukan aktifitas (± 5 0C hingga dibawah
20 oC/tropis).
suhu optimum adalah suhu paling tepat untuk melakukan aktifitas(20°C-380C/tropis).
suhu maksimum, adalah suhu tertinggi yang masih dapat untuk melakukan aktifitas
(diatas 38 oC /tropis).
Bagaimana untuk daerah sub tropis?

b. Cahaya
Cahaya matahari mutlak dibutuhkan oleh tumbuhan hijau untuk berfotosintesis,
sehingga dapat menghasilkan; kaibohidrat. lemak, protein dan sebagainya, Dalam hal
pertumbuhan cahaya matahari sangat dibutuhkan untuk menghambat. Etiolasi adalah
pertumbuhan yang lebih cepat pada tempat yang gelap. Kaitannya dengan pertumbuhan
ada tiga sifat pertumbuhan yaitu:
- Kretinisme adalah pertumbuhan terlalu sesat, karena terlalu besar kadar cahaya.
- Optimal adalah pertumbuhan normal, karena cahaya sesuai kadar yang dibutuhkan
- Gygantisme adalah : pertumbuhan yang terlalu cepat, karena sangat rendah kadar
cahaya/ tanpa cahaya.
Dari segi geografis, diberbagai belahan bumi, pencahayaan dapat menimbulkan
fotoperiodisme. yaitu respon tumbuhan terhdap lamanya penyiaran, Hal ini tumbuhan
diibedakan atas 3 kelompok, masing-masing adaiah:
◦ Tumbuhan berhari pendek (short day-plant), tumbuhan berbunga pada waktu siang
hari lebih pendek dari pada malam, atau pada musim gugur, Contoh : dahlia, aster,
krisantinum.
◦ Tumbuhan netral (neutral day-plant), tumbuhan ini berbunga sewaktu-waktu, tidak
terpengaruh lamanya penyinaran. Contoh: mawar, kamboja, kapas.
◦ Tumbuhan berhari panjang(long day-plant), tumbuhan ini berbunga pada waktu
siang hari lebih panjang dari pada malam, atau berbunga pada musim semi, contoh:
bayem, gandum, kentang

c. Kelembaban
Kelembaban terjadi akibat adanya interaksi antara tanah, air, udara dan cahaya.
Hal ini berpengaruh pada penyerapan akar terhadap air dan mineral. Dalam batas
tertentu lebih lembab,maka lebih optimal penyerapan tersebut. Selain penyerapan air
dan mineral,juga mengatur pH dan penyerapan akar terhadap oksigen dalam tanah.

d. Zat Makanan (Nutrisi)


Pada dasarya zat makanan pada tumbuhan ini adalah mineral, mineral atau hara ini
dalam bentuk ionisasi dari berbagai unsur atau elemen dalam air tanah. Berdasarkan
kebutuhannya, unsur atau elemen ini dibedakan alas : unsur makro dan unsur mikro
◦ Unsur makro atau makro elemen adalah unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah
banyak. Contoh: C,H, O,N,S,P,K,Ca,P, Mg.
◦ Unsur mikro atau mikro elemen adalah : unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah
sedikit Contoh: Cl, Fe, B, Mn, Za, Co, Mo.