Anda di halaman 1dari 14

PVBP-B

UJI EFEKTIVITAS INSEKTISIDA TERHADAP


NYAMUK DEWASA
PENDAHULUAN
• Pengendalian vektor dengan cara kimiawi, khususnya
pengendalian dengan menggunakan pestisida baik
digunakan untuk pengendalian nyamuk dewasa maupun
jentik akan merangsang terjadinya seleksi pada
populasi nyamuk yang menjadi sasaran. Nyamuk atau
jentik yang rentan terhadap pestisida bersangkutan
akan mati sedangkan yang kebal tetap hidup.
• Jumlah yang hidup lama kelamaan bertambah banyak
sehingga terjadilah perkembangan kekebalan nyamuk atau
jentik terhadap insektisida bersangkutan. Peristiwa
kekebalan ini merupakan salah satu penghambat utama
pengendalian vektor dengan pestisida.

• Hambatan ini dirasakan sangat mengganggu keberhasilan


usaha yang dilakukan, sehingga perlu dilakukan suatu uji
untuk mengetahui ada tidaknya kekebalan vektor terhadap
pestisida tertentu yang digunakan untuk pengendalian Uji
kerentanan ini dapat dilakukan terhadap stadium dewasa
maupun terhadap jentik.
TUJUAN
• Untuk mengetahui tingkat keterpaparan
insekta terhadap insektisida pada periode
waktu tertentu.
• Untuk mengetahui daya toksiditas
insektisida terhadap kuantitas insekta
dalam periode waktu tertentu.
• Untuk menentukan kuantitas sinergisme
insektisida yang efektif terhadap insekta.
ALAT DAN BAHAN
Alat
• Tabung • Kain Kasa Bahan
Percobaan • stopwatch • Insekta (nyamuk
- Tabung Uji • Aspirator dewasa)
- Tabung • Insektisida
• Penjepit
Kontrol (Mustang EC 250)
• Hygrometer • Air gula
• Beaker
Glass • Kotak • kapas
penyimpan
• Kertas saring nyamuk
• Masker
CARA KERJA
• Siapkan alat dan bahan yang akan
digunakan.
• Masukan nyamuk 15 ekor insekta ke dalam
tabung kontrol selama 15 menit
• Lakukan pengamatan pada tabung kontrol
analisa kuantitas insekta pada tabung
tersersebut / jika lebih dari satu serangga
percobaan dianggap tidak layak .
• Kemudian masukkan insekta ke dalam
tabung uji selama 20 menit.
Lanjutan..
• Siapkan kertas saring dan lakukan
pemulasan / filtrasi menggunakan mustang
25 EC beri 4 tetes pada tabung uji .
• Lakukan pengamatan pada tabung uji
selama 20 menit analisa insekta yang
terpapar dan mati.
• Pindahkan kembali ketabung kontrol /
sebelum dipindahkan kertas saring sudah
dilepas selama 15 menit.
• Lakukan pengamatan pada tabung kontrol ke
dua kembali selama 15 menit analisa insekta
yang terpapar dan mati.
INTERPRETASI DATA
• Apabila persentasi kematian pada kelompok
pembanding (kontrol) 5 – 10 %, maka fakta koreksi
harus digunakan Rumus Abbot.
• Rumus Abbot :
Lanjutan..
• Tetapi apabila kematian pada kelompok
kontrol ( pembanding ) lebih besar dari 20%
maka uji tersebut diyatakan gagal ( harus
diulang ).
• Derap Tingkat Keterpaparan Abbot Formula
(RA).
1. Tingkat Keterpaparan Rendah 30%
2. Tingkat Keterpaparan Sedang 30 - 60 %
3. Tingkat Keterpaparan Tinggi 60 - 80%
4. Tingkat Keterpaparan Sangat Tinggi 80%
HASIL PENGAMATAN
Tabung Kontrol 1 Tabung Uji Tabung Kontrol 2
(15 menit) (20 Menit) (15 menit)
Jenis
No Insekta Insekta Hidup Mati Pingsan Hidup Mati Pingsan Hidup Mati Pingsan

Mustang Nyamuk
1 25 EC Culex 15 - - - 15 - - - -

• Insektisida : Mustang 25 EC
• Insekta : Nyamuk Culex

• Tabung Kontrol 1 = 15” = 0/15 x 100% = 0 %


• Tabung Uji = 20” = 15/15 x 100%= 100 %
• Tabung Kontrol 2 = 15” = 0/15 x 100%= 0 %
• RA1 (Rumus Abbot ) =
=
= 100 %
Kesalahan Presentasi dan Kesalahan
Relatif
KESIMPULAN
• Berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang
dilakukan pada tabung kontrol I ( 15 Menit ) tabung uji
( 20 Menit ) dan tabung kontrol II ( 15 Menit ) didapat
Rumus Abbot Total adalah 100%
• jika dilihat dari derap tingkat keterpaparan Abbot
Formula maka tingkat keterpaparan nyamuk dewasa
dengan menggunakan insektisida (Mustang 250EC) sangat
tinggi.
SARAN
1. Karena tingkat keterpaparan sangat tinggi, maka
konsentrasi penggunaan insektisida terhadap insekta
(nyamuk dewasa) harus di kurangi. Tujuan nya adalah
untuk mengurangi dampak buruk terhadap kesehatan
manusia dan lingkungan
2. Perlu ada nya penelitian untuk memastikan dosis yang
tepat dalam penggunaan insektisida (Mustang 250 EC)
agar hasil yang di dapat lebih efektif dan efisien.
3. Pada saat pemberian insektisida juga seharusnya di
sesuaikan dengan luas ruangan dan perkiraan jumlah
insekta (nyamuk)