Anda di halaman 1dari 21

ANESTESI INHALASI

Prima Paramitha M
1102013229
Pembimbing:
dr. Agus Saptiady, Sp.An
dr. Budi Pratama, Sp.An, MKes
• Anestesi inhalasi merupakan teknik yang paling sering digunakan pada
general anestesi.
• Obat-obatan anestesi inhalasi adalah obat-obat anesthesia yang berupa gas
atau cairan mudah menguap, yang diberikan melalui pernapasan pasien.
• Obat anestesi inhalasi biasanya dipakai untuk pemeliharaan pada anestesi
umum, akan tetapi juga dapat dipakai sebagai induksi.
Cara Pemberian
• Open drop
Penderita menghirup masker atau kain kasa yang ditetesi dengan obat anestesia.

• Semi closed
Penderita menghirup obat anestesia dari suatu alat (emo, mesin anestesi lain, dsb)

• Closed system
Dengan suatu alat, obat anestesia yang dikeluarkan oleh penderita dapat dihirup kembali.
Sehingga cara ini menghemat pemakaian obat anestesia.
Farmakokinetik
Faktor yang menentukan kecepatan transfer anestetik di jaringan otak ditentukan oleh:
Kelarutan zat anestetik
Kadar anestetik dalam udara yang dihirup pasien (tekanan parsial anestetik)
Aliran darah paru
Perbedaan antara tekanan parsial anestetik di darah arteri dan di darah vena
Farmakodinamik
• Dasar dari terjadinya stadium anesthesia adalah adanya perbedaan kepekaaan
berbagai bagian SSP terhadap zat anestetik inhalan.
• Derajat potensi ini ditentukan oleh Kadar Alveolus Minimal (KAM) atau
MAC (Minimum Alveolar Concentration).
• Mac ialah kadar minimal zat tersebut dalam alveolus pada tekanan satu atmosfir yang
diperlukan untuk mencegah gerakan pada 50% pasien yang dilakukan insisi standar.
• Makin tinggi mac, maka makin rendah potensi zat anestesi tersebut
ELIMINASI
Sebagian besar gas anestesi dikeluarkan lagi lewat paru. Sebagian besar lagi lewat
hepar dengan sistem oksida sitokrom P450. Sisa metabolisme yang larut dalam air
dikeluarkan melalui ginjal.
Pembagian Obat Anestesi

Berupa cairan yang mudah menguap:


a. Derivat halogen hidrokarbon.
- Halothan
- Trikhloroetilen
- Khloroform Berupa gas:
a. Nitrous oksida (N2O)
b. Derivat eter. b. Siklopropan
- Dietil eter
- Metoksifluran
- Enfluran
- Isofluran
JENIS OBAT INHALASI
HALOTAN
 Secara fisik : cairan tidak berwarna, baunya enak, tidak mudah terbakar dan tidak merangsang jalan nafas.
• Dosis untuk induksi inhalasi adalah 2-4%
• Dosis untuk induksi anak 1.5 – 2
• Dosis untuk pemeliharaan adalah 1 – 2%,
• Dosis pemeliharaan pada anak 0.5 – 2%.

Absorbsi, Distribusi, Metabolisme, Dan Eliminasi


• Di absorbsi di paru
• Di distribusikan ke seluruh tubuh.
• Metabolisme obat anestesi inhalasi secara oksidasi dan reduksi di dalam hepar.
• Eliminasi sebagian besar secara ekshalasi lewat paru, sebagian kecil melalui urin.
Metabolisme dan Indikasi
• Sebanyak 80% hilang melalui gas yang dihembuskan, 20% melalui
metabolisme di hati. Metabolit berupa bromida dan asam
trifluoroasetat.
• Halotan digunakan secara ekstensif dalam anestesia anak karena
ketidakmampuannya menginduksi inhalasi secara cepat dan status
asmatikus yang refraktur.
• Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan penyakit
intrakranial penderita gangguan hepar, pernah dapat halotan dalam
waktu kurang tiga bulan atau pasien obesitas.
EFEK SAMPING

a. Hepatitis halotan: kejadian 1/30.000 dari pemberian; pasien yang mempunyai resiko
adalah yang mengalami obesitas, wanita usia muda lebih banyak terjadi dengan
periode waktu yang singkat; ditandai dengan nekrosis sentrilobuler; uji fungsi hati
abnormal dan eosinofilia. Sindrom ini dapat juga terjadi dengan isofluran dan etran
b. Hipertermi maligna: suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh
secara belebihan, rigiditas otot rangka, serta dijumpai asidosis metabolik.
SSP
- Depresi pusat kesadaran (hipnotik), Ginjal
Depresi pusat sensorik (analgesi),
Depresi pusat motorik (kelemahan otot) Menurunkan aliran darah ke ginjal dan
laju filtrasi glomerulus (sementara)
- Vasodilatasi pembuluh darah otak (tidak
dipilih untuk anestesi kraniotomi)

Kardiovaskular Hepar
- Ventrikel Ekstra Sistole (VES) Konsentrasi 1.5 vol% : penurunan aliran
- Ventrikel Takikardia (VT) darah hepar 20-30%  nekrosis
- Ventrikel Fibrilasi (VF). (“hepatitis post-halthane)
ISOFLURAN
• Isofluran adalah obat anestesi isomer dari enfluran, merupakan cairan
tidak berwarna dan berbau tajam, menimbulkan iritasi jalan nafas jika
dipakai dengan konsentrasi tinggi

Dosis
• Untuk induksi, konsentrasi yang diberikan pada udara inspirasi adalah
2-3% bersamasama dengan N2O.
• Untuk pemeliharaan dengan pola nafas spontan konsentrasinya
berkisar antara 1-2,5%, sedangkan untuk nafas kendali berkisar
antara 0,5-1%.
Metabolisme dan Indikasi
• Hanya 0,2% yang dimetabolisme di hati, sisanya diekspirasikan dalam waktu ekspirasi
berbentuk gas.
• Diindikasikan untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum. Kontraindikasi: pasien rentan
hipotermi, peningkatan TIK, riw. penyakit hati, hamil dan menyusui.
EFEK FARMAKOLOGI
•Terhadap sistem kardiovaskular
Efek depresinya pada otot jantung dan pembuluh darah lebih ringan dibanding dengan obat anesetesi
volatil yang lain
•Terhadap sistem respirasi
Menimbulkan depresi pernafasan yang derajatnya sebanding dengan dosis yang diberikan
•Terhadap otot rangka
Menurunkan tonus otot rangka melalui mekanisme depresi pusat motorik pada serebrum.
•Terhadap ginjal
Pada dosis anestesi, isofluran menurunkan aliran darah ginjal dan laju fitrasi glomerulus sehingga
produksi urin berkurang.
SEVOFLURAN
 Dikemas dalam bentuk cairan, tidak berwarna, tidak eksplosif, tidak
berbau, tidak bersifat iritatif terhadap jalan nafas  digemari untuk
induksi inhalasi disamping halotan.
 Induksi dan pulih dari anestesi lebih cepat dibandingkan isofluran.

Dosis:
Untuk induksi, konsentrasi pada udara inspirasi : 3-5% bersamaan N2O.
Untuk pemeliharaan dengan pola nafas spontan: 2-3%, dan untuk nafas
kendali: 0,5-1%.
Metabolisme dan Indikasi
• Indikasi klinis sebagai anestesi umum untuk melewati stasiun 2 dan pemeliharaan umum.
• Jika terpajan absorben CO2 maka akan terurai dan menghasilkan zat bersifat nefrotoksik.
• Metabolisme di hati menghasilkan ion flour yang merusak ginjal.
EFEK FARMAKOLOGIS

SSP Kardiovaskular
- Efek depresinya pada SSP - Dibandingkan dengan isofluran,
hampir sama dengan isofluran sevofluran menyebabkan penurunan
- Sedikit meningkatkan TIK tekanan darah lebih sedikit

Otot Rangka
- Relaksasi otot dapat terjadi pada
anestesi yang cukup dalam
dengan sevofluran.
- Proses induksi, laringoskopi dan
intubasi dapat dikerjakan tanpa
bantuan obat pelemas otot
SIFAT FISIK DAN KIMIA
TERIMA KASIH