Anda di halaman 1dari 5

Landasan filsafat dan pendidikan

fisika
• Jika ditinjau dari segi historisnya, ilmu astronomi
merupakan bagian dari ilmu pasti yang berkaitan
erat dengan fisika. Keterkaitan tersebut ditunjukkan
dengan munculnya istilah modern mengenai
astronomi yang sering disebut dengan astrofisika
karena analisis fisika digunakan untuk menjelaskan
perilaku benda-benda langit berdasarkan hasil
pengamatan proses-proses dinamis dari benda-
benda dan fenomena-fenomena langit. Berdasarkan
atas keterkaitan tersebut, maka cara untuk
mempelajari astronomi disesuaikan dengan cara
belajar fisika. Berdasarkan Permendiknas No. 22
Tahun 2006, cara belajar astronomi yang sesuai
dengan cara belajar fisika adalah secara inkuiri
ilmiah.
• Inkuri ilmiah merupakan suatu proses untuk
mempelajari informasi berdasarkan adanya masalah
dan rasa ingin tahu melalui observasi atau percobaan
yang dilakukan secara sistemastis untuk memecahkan
masalah tersebut menggunakan kemampuan berpikir
kritis, logis, dan analitis. Berdasarkan pengertian
tersebut, maka pembelajaran astronomi yang ideal
harus menerapkan langkah-langkah pembelajaran
sesuai inkuiri ilmiah yaitu mengobservasi, merumuskan
pertanyaan yang relevan, mengevaluasi buku dan
sumber-sumber informasi lain secara kritis,
merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview
apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan
atau percobaan dengan menggunakan alat untuk
memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi
data, serta membuat prediksi dan
mengkomunikasikan hasilnya.
• Jika ditinjau dari peranannya, ilmu astronomi
merupakan ilmu terapan dari fisika. Penerapan ilmu
astronomi yang sangat beragam dan erat dengan
kehidupan menjadi kelebihan tersendiri dari ilmu ini
dibandingkan ilmu yang lain. Pembelajaran dapat
diisi dengan mengkonstruksi pengetahuan siswa
mengenai penerapan dan manfaat dari ilmu
astronomi dalam kehidupan. Cara ideal untuk
mengkonstruksi pengetahuan mengenai manfaat
dan penerapan ilmu astronomi ini juga melalui
inkuiri ilmiah.
• Berdasarkan hasil survey terhadap beberapa
SMP dan SMA, didapatkan bahwa
pembelajaran astronomi di sekolah tidak
dilaksanakan sesuai dengan inkuiri ilmiah yang
melibatkan kegiatan percobaan. Secara umum
pelaksanaan pembelajaran materi terkait
astronomi masih bersifat tradisional dan
belum kontruktivistik.