Anda di halaman 1dari 15

Asuhan Keperawatan Gagagl Nafas

Di susun Oleh :
1. . Ahmad Riyadi
2. Diah Hariyani
3. Feby Arianto
4. Intan Gayatri
5. Nur fitria Rahmawati
6. Riski Tiara Putri
7. Suci Ramasari
Defenisi
 Gagal nafas terjadi bilamana pertukaran oksigen terhadap
karbondioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju
komsumsioksigen dan pembentukan karbon dioksida dalam
sel-sel tubuh. Sehingga menyebabkan tegangan oksigen
kurang dari 50 mmHg (Hipoksemia) dan peningkatan
tekanan karbondioksida lebih besar dari 45 mmHg
(hiperkapnia). (Brunner & Sudarth, 2010).
 Gagal nafas adalah pertukaran gas yang tidak adekuat sehingga
terjadi hipoksemia, hiperkapnea (peningkatan konsentrasi
karbondioksida arteri), dan asidosis. (Arif Muttaqin, 2012).
Etiologi
 1. Depresi Sistem saraf pusat
 Mengakibatkan gagal nafas karena ventilasi tidak adekuat. Pusat pernafasan yang
menngendalikan pernapasan, terletak dibawah batang otak (pons dan medulla) sehingga
pernafasan lambat dan dangkal.
 2. Kelainan neurologis primer
 Akan memperngaruhi fungsi pernapasan. Impuls yang timbul dalam pusat pernafasan
menjalar melalui saraf yang membentang dari batang otak terus ke saraf spinal ke reseptor
pada otot-otot pernafasan.
 3. Efusi pleura, hemotoraks dan pneumothoraks
 Merupakan kondisi yang mengganggu ventilasi melalui penghambatan ekspansi paru.
 4. Trauma
 Disebabkan oleh kendaraan bermotor dapat menjadi penyebab gagal nafas.
Kecelakaan yang mengakibatkan cidera kepala, ketidaksadaran dan perdarahan dari hidung
dan mulut dapat mnegarah pada obstruksi jalan nafas atas dan depresi pernapasan
 5. Penyakit akut paru
 Pnemonia disebabkan oleh bakteri dan virus
Tanda Dan Gejala
 Tanda
a. Gagal nafas total
o Aliran udara di mulut, hidung tidak dapat didengar/dirasakan.
o Pada gerakan nafas spontan terlihat retraksi supra klavikuladan sela iga
serta tidak ada pengembangan dada pada inspirasi
o Adanya kesulitasn inflasi parudalam usaha memberikan ventilasi buatan
b. Gagal nafas parsial
o Terdenganr suara nafas tambahan gargling, snoring, Growing dan
whizing.
o Ada retraksi dada
Gejala
o Hiperkapnia yaitu penurunan kesadaran (PCO2)
o Hipoksemia yaitu takikardia, gelisah, berkeringat atau sianosis (PO2
menurun).
Penatalaksanaan
Adapun penilaian yang dapat kita perhatikan unuk mengetahui seseorang yang mengalami gagal nafas antara
lain :
 Melihat lubang hidung untuk melihat apakah dia terbuka dan dalam keadaan istirahat.
 Perhatikan dada bagi ekspansi yang normal dan simetris
 Carilah retraksi suprasternal, supraklivikular, atau interkostal, yang menunjukan adanya obstruksi.
 Cari gerakan paradoksal bagian dada manapun dan cari luka terbuka keronggatoraks.
 Perhatikan gerakan abdomen, yang menunjukan bahwa diafragma bekerja.
 Dengarkan dengan telingga didekatkan kemulut untuk memastikan kembali bahwa ada pergerakan udara
yang baik keluar dari hidung dan mulut.
 Dengan stateskop, dengarkan toraks di anterior dan posterior.
 Berikan perhatian khusus pada bagian atas dada disetiap sisi.Bunyi pernafasan normal harus setara pada
kedua sisi.bunyi pernafasan abnormal adalah „wheezing‟,(„whistling‟), ronki basah („bubbling‟). Ronki
kering („rattling‟)
 Rasakan gerakan udara dari hidung dan mulut.
 Raba seluruh toraks bagi daerah yang menimbulkan nyeri, yang menggambarkan iga yang fraktur atau
segment yang longgar.
 Raba untuk mencari adanya luka atau laserasi.
 Raba untuk adanya gerakan abnormal dinding dada.
 Raba juga gerakan-gerakan paradoksal.
Pemeriksaan penunjang
Pemerikasan gas-gas darah arteri Hipoksemia
 Ringan : PaO2 < 80 mmHg
 Sedang : PaO2 < 60 mmHg
 Berat : PaO2 < 40 mmHg
Pemeriksaan rontgen dada
 Melihat keadaan patologik dan atau kemajuan proses penyakit yang
tidak diketahui
Hemodinamik
 Tipe I : peningkatan PCWP
EKG
 Mungkin memperlihatkan bukti-bukti regangan jantung di sisi
kanan Disritmia
Diagnosa keperawatan
1. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan
peningkatan produksi secret, keterbatasan gerakan dada,
nyeri, kelemahan dan kelelahan.
2.Ketidak efektifan pola nafas berhubungan dengan penurunan
ekspansi paru, pengesetan ventilator yang tidak tepat.
3.Gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan
gangguan aliran udara ke alveoli
TERIMA KASIH