Anda di halaman 1dari 14

Venty.Z (15.

1324)
• Keluhan utama >> Selama mengumpulkan riwayat,
perawat menanyakan tentang tanda dan gejala pada
pasien. Kaji apakah klien mengeluh badannya kaku dan
nyeri sendi dikaki maupun tangan disertai demam dan
muntah?

• Riwayat Penyakit Sekarang >> Kaji apakah gejala terjadi


pada waktu kapan saja sebelum atau sesudah bergerak
maupun beraktivitas, setelah terkena sinar UV terlalu lama,
atau setelah mengkonsumsi obat-obat tertentu? Kaji
apakah klien mengeluh badannya kaku, nyeri sendi dikaki
dan tangan, merasa lemah, demam, muntah, terdapat lesi
akut pada kulit yang terdiri atas ruam berbentuk kupu-
kupu yang melintang pangkal hidung serta pipi atau tidak,
nafsu makan menurun dan rambut rontok atau tidak
• Riwayat penyakit dahulu >> Kaji apakah gejala
berhubungan dengan ansietas, stress, alergi,
makan atau minum, atau karena mengkonsumsi
obat-obatan tertentu? Kaji adakah riwayat
penyakit tersebut sebelumnya?
• Riwayat kesehatan keluarga >> Kaji riwayat
kesehatan keluarga klien apakah ada anggota
keluarga yang pernah menderita penyakit
tersebut sebelumnya
• Riwayat Psikososial >> Psikologis pasien
terganggu, karena pengaruh dari penyakit yang
diderita.
• Istirahat dan tidur
• Pola Istirahat dan Tidur pasien mengalami perubahan
karenakan adanya nyeri
• Eliminasi
• Pola eliminasi pasien tidak terjadi kelainan
• Nutrisi
• Pola nutrisis pasien mengalami gangguan ditandai dengan
adanya anoreksi, mual, muntah
• Aktivitas
• Pola aktifitas pasien mengalami gangguan ditandai dengan
adanya keletihan, mudah lelah, dan kaku pada sendi
• Personal Higiene
• Pola kebersihan diri pasien tidak mengalami gangguan,
pasien masih dapat memenuhinya tanpa bantuan orang
lain
• Sistem Integument (Kulit)
• Lesi akut pada kulit yang terdiri atas ruam berbentuk kupu-kupu yang
melintang pangkal hidung serta pipi
• Ulkus oral dapat mengenai mukosa pipi atau palatum durum.
• Ruam eritematous, plak eritematous pada kulit kepala, muka atau leher.
• Lesi di kepala, leher dan punggung, pada beberapa penderita
ditemukan eritema atau sikatrik.
• Lesi dan kebiruan di ujung jari akibat buruknya sirkulasi dan hipoksia
kronik

• Sistem Kardiovaskuler
• Friction rub perikardium yang menyertai miokarditis dan efusi pleura.
• Eritematous dan purpura di ujung jari kaki, tangan, siku serta
permukaan ekstensor lengan bawah atau sisi lateral tangan dan
berlanjut nekrosis.
• Sistem pernafasan
• Gerakan dinding thorak mungkin tidak simetris atau
tampak tanda – tanda sesak (Napas cuping
hidung,Retraksi supra sterna, bahkan
intercostae,apabila terdapat ganguan organ paru)
• Pleuritis atau efusi pleura

• Sistem Muskuloskeletal
• Pembengkakan sendi, nyeri tekan pada daerah sendi
yang meradang dan rasa nyeri ketika bergerak, rasa
kaku pada pagi hari, warna kemerahan dan rentang
gerak yang terbatas.
• Nyeri tekan Oedem mata dan kaki, mungkin
menandakan keterlibatan ginjal dan hipertensi.
• Sistem perkemihan
• Glomerulus renal yang biasanya terkena.

• Sistem saraf
• Spektrum gangguan sistem saraf pusat
sangat luas dan mencakup seluruh bentuk
penyakit neurologik, sering terjadi depresi
dan psikosis, juga serangan kejang-kejang,
korea ataupun manifestasi SSP lainnya.
• Gangguan Integritas kulit b/d terjadinya
autoimun, genetik, dan factor lingkungan
• Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
komplikasi sekunder terhadap SLE
• Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi
dan kerusakan jaringan
• Hipertermi berhubungan dengan adanya
proses peradangan
• Gangguan citra tubuh b/d perubahan dan
ketergantungan fisik serta fisiologis yang di
akibatkan penyakit kronik.
• Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi dan kerusakan jaringan
• Tujuan: Meringankan nyeri, dapat beristirahat dan mendapat pola tidur
yang adekuat
• Intervensi
1. Laksanakan sejumlah tindakan yang memberikan kenyamanan (kompres
panas/dingin, masase, perubahan posisi, istirahat, kasur busa, bantal penyangga,
bidai, teknik relaksasi, aktivitas yang mengalihkan perhatian)
2. Dorong pasien untuk mengutarakan perasaannya tentang rasa nyeri serta sifat
kronik penyakitnya.
3. Jelaskan patofisiologi nyeri dan membantu pasien untuk menyadari bahwa rasa
nyeri sering membawanya kepada metode terapi yang belum terbukti manfaatnya.
4. Bantu dalam mengenali nyeri kehidupan seseorang yang membawa pasien untuk
memakai metode terapi yang belum terbukti manfaatnya.
5. Kaji karakteristik nyeri termasuk skala nyeri
6. Berikan preparat anti inflamasi, analgesik seperti yang dianjurkan dokter.
• Gangguan Integritas kulit b/d terjadinya autoimun,
genetik, dan factor lingkungan
• Tujuan: Klien dapat menunjukkan perilaku/teknik untuk
meningkatkan penyembuhan dan mencegah komplikasi
1. Kaji kulit setiap hari. Catat warna, turgor, sirkulasi dan sensasi.
Gambarkan lesi dan amati perubahan
2. Pertahankan/intruksikan dalam hygien, misalnya, membasuh
dan kemudian mengeringkannya dengan berhati-hati dan
melakukan masase dengan menggunakan lotion atau krim.
3. Gunting kuku secara teratur
4. Tutupi luka tekan yang terbuka dengan pembalut yang steril
atau barrier protektif, misalny, duoderm, sesuai petunjuk.
• Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
komplikasi sekunder terhadap SLE
• Tujuan: Peningkatan toleransi terhadap aktivitas
• Intervensi
1. Evaluasi rutinitas harian pasien. Bantu perencanaan
jadwal setiap hari untuk aktivitas yang meliputi
periode istirahat sering
2. Anjurkan pasien untuk menggunakan obat yang
diresepkan untuk anemia dan dan menyimpan
3. Tingkatkan aktivitas sesuai toleransi, bantu
melakukan rentang rentang gerak sendi aktif/pasif
4. Dorong penggunaan teknik menejemen stres, contoh
relaksasi progresif, visualisasi, bimbingan imajinasi.
Berikan aktivitas hiburan yang tepat contoh menonton
TV, radio, dan membaca.
• Hipertermi berhubungan dengan adanya
proses peradangan
• Tujuan: Suhu tubuh pasien kembali normal
setelah diberikan tindakan keperawatan.
• Intervensi
1. Observasi TTV
2. Observasi suhu pasien tiap 3 jam
3. Berikan kompres pada dahi
4. Anjurkan pasien untuk memakai pakian yang
menyerap air.
5. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian
antipiuretik
• Gangguan citra tubuh b/d perubahan dan
ketergantungan fisik serta fisiologis yang di
akibatkan penyakit kronik.
• Tujuan: mencapai rekonsiliasi antara konsep diri
dan perubahan fisik serta psikologi yang
ditimbulkan penyakit.
• Intervensi:
1. Bantu pasien untuk mengenali unsur-unsur
pengendali gejala penyakit dan penanganannya.
2. Dorong verbalisasi perasaan, persepsi dan rasa takut.
• Membantu menilai situasi sekarang dan mengenali
masalahnya.
• Membantu mengenali mekanismenya koping pada masa lalu.
• Membantu mengenali mekanisme koping yang efektif.
TERIMAKASIH
SEMOGA
BERMANFAAT

Venty.Z (15.1324)