Anda di halaman 1dari 22

PERDAMAIAN DALAM KEPAILITAN DAN

PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN


UTANG (PKPU)
Kelompok 3
Irma Suryani Syair 1410112084
Fauzia Putri Utami 1410112017
Ghalib Verdita Putra 1410112040
Fakhrul Hidayat 1410112036
Vandra Kurnia Putra 1410112051
Pemgertian Perdamaian dalam
Kepailitan
 Pasal 1 UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Kepailitan adalah
sita umum atas semua kekayaan debitur pailit yang
pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh kurator di
bawah pengawasan hakim pengawas.
 Perdamaian dalam kepailitan dilakukan setelah adanya
putusan pailit (pailit dulu baru damai) oleh karena inisiatif
untuk melakukan perdamaian dalam hukum kepailitan selalu
datang dari pihak debitur, baik atas permohonannya sendiri
maupun atas permohonan dari krediturnya dan bkan majelis
hakim/hakim yang memutus.
 Perdamaian dlam lingkup kepailitan tidak langsung
mempunyai kekuatan hkum tetap. Akan tetapi apabila
perdamaian telah tercapai maka akan dihomologasi oleh
pengadilan (majelis hakim yang memutus pailit) terlebih
dahulu, baru setelah di homologasi/ disahkan oleh
pengadilan, barulah dpt mengikat para pihak, dan masih bisa
di batalkan apabila debiturnya melakukan wanprestasi atau
tidak melakukan pembayaran sesuai dengan yang telah
disepakati dalam pjj perdamaian tsb.
 Tujuan perdamaian dalam kepailitan adalah untuk menentukan
bagian masing2 yang akan dibayarkan oleh si debitur dalam pailit
atau kurator, yang tentunya akan memperhatikan asas-asas dalam
kepailitan sebagai tolak ukurnya yaitu :
 Asas adil, bahwa penerapan hukum memperhatikan kepentingan
kreditor secara seimbang
 Asas cepat, proses penanganan pailit terbatas waktunya
 Asas terbuka bahwa fungsi para kurator dan pemberi jasa lainnya
menyatakan fungsinya secara transparan dalam pengamanan harta
pailit untuk kepentingan para kreditor
 Asas efektif bahwa sistem peradilan khusus mengadili perkara ini
adalah pengadilan niaga
Proses Perdamaian dan Kepailitan
 Terdiri atas beberapa tahapan :
a. Tahapan pengajuan usul perdamaian dan pengumuman dengan
cara :
- Diajukan selambat-lambatnya 8 hari sebelum diadakan rapat
verfikasi , debitur berhak mengajukan rencana perdamaian kepada
semua kreditor secara bersama-sama. Rencana perdamaian itu
diumumkan dan diletakkan di Kepaniteraan Pengadilan Niaga dan
di kantor kurator agar dapat dilihat oleh orang lain. Kemudian,
salinan rencana perdamaian dikrimkan kpd seluruh kreditor
- Rencana perdamaian diajukan dan diumumkan kurang 8 hari seblm
rapat pencocokan piutang. Apabila mayoritas kreditur ingin
mengundur jadwal maka, rapat untuk membahas dan menyetujui
perdamaian harus dilaksanakan selambat-lambatnya 3 minggu stlah
rapat verifikasi
b. Tahap pengambilan keputusan damai
Rencana perdamaian dibahas segera setelah setelah selesainya
pencocokan piutang dalam rapat pencocokan piutang jika memenuhi
syarat2 berikut :
1. Debitur pailit memasukan rencana perdamaian paling 8 hari
sebelum rapat pencocokan piutang
2. Rencana perdamaian telah diletakkan di kepaniteraan Pengadilan
Negeri
3. Rencana perdamaian telah diletakkan di kantor kurator
4. Salinan dari rencana perdamaian masing2 harus dikirim kpd
masing2 anggota panitera kreditur sementara (Pasal 145 ayat (1)
dan (2) UU Kepailitan)
c. Tahap Homologasi
Jika suatu rencana perdamaian telah disetujui oleh pihak kreditur
(konkuren) maka rencana perdamaian tsb harus pula disahkan
(diratifikasi) oleh pengadilan niaga dalam suatu sidang yang disebut
dengan sidang homologasi. Pengadilan niaga dalam sidangnya tsb
mengesahkan atau menolak rencana perdamaian yang
bersangkutan.
Adapun yang memutuskan diterima tidaknya rencana perdamaian
adalah mereka yang mempunyai hak suara dalam rapat, yaitu para
kreditur konkuren yang hadir dalam rapat, sebanyak berapapun
jumlah mereka atau seberapa pun jumlah piutangnya, sama sekali
tidal berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu rencana
perdamaian yang diajukan oleh debitur, apabila mereka tidak dapat
hadir dalam rapat kreditur tsb.
 Dalam pemungutan suara, suatu rencana perdamaian dapat diterima :
1. Apabila rencana tsb disetujui lebih dari ½ dari jumlah kreditur
konkuren yang hadir dalam rapat yang haknya diakui atau untuk
sementara diakui, yang mewakili paling sedikit 2/3 dari seluruh
piutang konkuren yang diakui yang hadir dalam rapat tsb. (Pasal 151)
2. Apabila lebih dari ½ jumlah kreditur yang hadir pada rapat kreditur
dan mewakili paling sedikit ½ dari jumlah piutang kreditur yang
mempunyai hak suara menyetujui untuk menerima rencana
perdamaian, maka dalam jangka waktu paling lambat 8 hari setelah
pemungutan suara pertama diadakan, diselenggarakan pemungutan
suara kedua, tanpa diperlukan pemanggilan dan kreditur tidak terikat
pada suara yang dikeluarkan dalam pemungutan pertama (pasal 148)
3. Perubahan yang terjadi kemudian, hak mengenai jumlah kreditur
maupun jumlah piutang, tidak mempengaruhi sahnya perdamaian atau
penolakan perdamaian (pasal 149)
 Berdasarkan pasal 156 ayat 1,2 dan 3 apabila rencana
perdamaian diterima, sebelum rapat ditutup, hakim pengawas
menetapkan hari sidang pengadilan yang akan memutuskan
mengenai disahkan atau tidaknya rencana perdamaian tsb dan
bila terdapat kekeliruan oleh hakim pengawas yang
menganggap rencana perdamaian tsb ditolak (pasal 155),
maka penetapan hari sidang akan dilakukan oleh pengadilan
dan kurator wajib memberitahukannya kpd kreditur secara
tertulis.
 Penetapan kekeliruan tersebut, paling lambat 14 hari maka
wajib dikeluarkan penetapan pengadilan dalam hal kekeliruan
(pasal 155)
 Selama sidang, kreditur dapat menyampaikan alasan2 kepada
hakim pengawas alasan2 yang menyebabkan mereka
menghendaki ditolaknya pengesahan rencana perdamaian tsb
dan pada hari yang ditetapkan, dalam sidang terbuka hakim
pengawas memberikan laporan tertulis dimana para kreditur
sendiri maupun kuasanya dapat menjelaskan alasan2 yang
menyebakan pengesahan perdamaian diterima atau ditolak
dan debitur juga berhak untuk mengemukakan alasannya
guna membela kepentingannya (pasal 158)
 Pengadilan Niaga wajib menolak rencana perdamaian tsb
apabila memenuhi alasan2 dalam uu kepailitan antara lain :
1. Harta debitur, termasuk didalamnya segala barang yang
terhadapnya berlaku hak menahan suatu barang jauh lebih
besar melebihi jumlah yang dijanjikan dalam perdamaian
2. Pelaksanaan perdamaian tidak cukup terjamin atau,
3. Perdamaian telah tercapai karena penipuan, kolusi dengan
seorang kreditur atau lebih, atau penggunaan cara-cara lain
yang tidak jujur, tanpa melihat apakah turut melakukannya
atau tidak (pasal 159 ayat 2)
d. Tahap Kasasi
Terhadap permohonan pengesahan perdamaian yang diterima
atau ditolak dapat diajukan kasasi dalam waktu 8 hari setelah
tanggal penetapan pengadilan.
Dalam hal perdamaian atau pengesahan ditolak, maka dalam
jangka waktu yang telah ditetapkan oleh hakim pengawas,
atau rapat tidak mencapai mayoritas dalam voting, atau tidak
dicapai persetujuan dari 2/3 dari yang hadir, maka debitur
tidak boleh mengajukan rencana perdamaian kedua (pasal
163) dan akibatnya proses kepailitan dilanjutkan pada tahap
insolvensi (pasal 178)
AKIBAT HUKUM DARI PERDAMAIAN
DALAM KEPAILITAN
 Apabila dicapainya perdamaian dan disahkan oleh pengadilan niaga, keputusan
tsb telah inkracht, maka perdamaian tsb mempunyai konsekuensi hukum sebagai
berikut :
1. Kepailitan Berakhir
2. Keputusan Perdamaian yang dikabulkan akan mengikat seluruh kreditur
konkuren
3. Kreditur dengan agunan dan yang diistimewakan tidak memiliki suara dalam
rencana perdamaian
4. Perdamaian tidak dapat diajukan dua kali
5. Perdamaian tidak berlaku bagi kreditur separatis dan kreditur diistimewakan
6. Perdamaian menjadi alas hak bagi garantor
7. Penangguhan eksekusi jaminan utang berakhir
8. Actio pauliana berakhir
9. rehabilitasi
Perdamaian dalam PKPU
 Dalam PKPU, debitur dapat mengajukan rencana perdamaian
kepada para krediturnya sebagaimana ditentukan dalam pasal 256
yang menyatakan sebagai berikut : “ debitur berhak pada waktu
mengajukan permohonan PKPU atau setelah itu menawarkan
suatu perdamaian kepada kreditur.”
Jadi menurut pasal ini, pengajuan dapat dilakukan bersama-sama
dengan pengajuan permohonan PKPU ataupun waktu lain selama
berlangsungnya PKPU. Perdamaian menjadi elemen yang paling
esensial sekaligus merupakan tujuan dalam suatu PKPU sehingga
tidak ada gunanya dilakukan PKPU jika para pihak tidak sungguh2
untuk melaksanakan perdamaian yang dimulai oleh debitur dengan
mengajukan perdamaian
Proses Perdamaian dalam PKPU
 Dalam PKPU diatur dalam BAB III bagian 2 tentang
perdamaian, diuraikan sebagai berikut :
 Apabila rencana perdamaian tsb tidak disediakan di
kepaniteraan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam pasal
225 maka rencana tsb diajukan sebelum hari sidang
sebagaimana dimaksud dalam pasal 226 atau pada tanggal
kemudian dengan tetap memperhatikan ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 228 ayat (4)
 Salinan rencana perdamaian harus segera disampaikan kepada
hakim pengawas, pengurus, dan ahli bila ada
 Dalam hal rencana perdamaian diajukan bersama-sama
dengan permohonan PKPU, maka penetapan hari tanggal,
waktu, dan tempat pelaksanaan pembicaraan rencana
perdamaian harus dilakukan dan diumumkan paling lambat
21 hari sebelum sidang sebagaimana ditetapkan dalam pasal
226 ayat (2) UU Kepailitan sedangkan penetapan rapat
kreditur untuk membicarakan perdamaian harus minimal 14
dilakukan setelah adanya penetapan batas waktu pengajuan
tagihan (pasal 268 ayat (2) UU Kepailitan)
 Di dalam PKPU pembicaraan rencana perdamaian dilakukan
dalam rapat kreditur yang sering disebut rapat
permusyawaratan hakim yang ditetapkan dan dipimpin oleh
hakim pengawas.
 Dalam rapat tsb yang dibahas adalah masalah substansi
rencana perdamaian yang diajukan oleh debitur kepada para
krediturnya.
 Apabila rencana perdamaian tsb dapat diterima atau disetujui
oleh lebih dari ½ kreditur konkuren yang haknya diakui atau
sementara diakui yang hadir pada rapat permusyawaratan
para hakim (hakim pengawas) sebagaimana yang dimaksud
pada pasal 280 yang bersama-sama mewakili paling sedikit
2/3 bagian dari seluruh tagihan yang diakui atau sementara
diakui dari kreditur konkuren atau kuasanya yang hadir dalam
rapat tsb maka diputuskanlah bahwa suatu perdamaian telah
disepakati oleh karena itu telah terjadi kesepakatan antara
debitur dengan para krediturnya (kreditur konkuren)
sehingga tercapailah solusi penyelesaian utang piutang
diantara mereka (Pasal 281 ayat (1) dan (2))
 Biasanya program2 restrukturisasi utang terdiri dari :
1. Moratorium, yakni yang merupakan penundaan pembayaran
yang sudah jatuh tempo
2. Haircut, yang tidak lain merupakan pemotongan/ pengurangan
pokok pinjamin dan bunga
3. Pengurangan tingkat suku bunga
4. Perpanjangan jangka waktu pelunasan
5. Konversi utang kepada saham
6. Debt Forgiveness (Pembebasan Utang)
7. Bailout, yakni pengambil alihan utang-utang, misalnya
pengambil alihan utang-utang swasta oleh pemerintah
8. Write-off, yakni penghapus bukuan utang-utang
 Majelis hakim dalam sidang homologasi wajib memberikan pengesahan tsb
kecuali apabila di dalam pemeriksaan terdapat alasan untuk menolak pengesahan
perdamaian tsb yaitu :
1. Apabila harta debitur termasuk barang-barang untuk mana dilaksanakan hak
retensi, jauh lebih besar daripada jumlah yang disetujui dalam perdamaian
2. Apabila pelaksanaan daripada perdamaian tsb tidak cukup terjamin
3. Apabila perdamaian tsb dicapai karena penipuan atau sekongkol dengan satu
atau lebih kreditur, atau karena pemakaian upaya-upaya lain yang tidak jujur
dan tanpa menghiraukan apakah debitur atau pihak lain bekerjasama untuk
mencapai hal lain
4. Apabila imbalan jasa dan biaya yang dikeluarkan oleh para ahli dan pengurus
belum dibayar atau tidak diberikan jaminan untuk pembayarannya
Apabila rencana perdamaian tsb tidak dapat disetujui oleh para krediturnya
sebagaimana disyaratkan dalam pasal 281 maka debitur harus dinyatakan pailit
juga.
Akibat Hukum dari Perdamaian Dalam
PKPU
 Dengan tercapainya perdamaian yang telah dihomologasi oleh
Pengadilan dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap
maka PKPU berakhir dan pengurus wajib mengumumkan
pengakhiran PKPU tsb dalam satu atau lebih surat kabar
harian yang ditetapkan oleh Hakim Pengawas.
 Sebaliknya, apabila rencana perdamaian telah di
homologasikan oleh Pengadilan dan telah mempunyai
kekuatan hukum yang tetap maka perdamaian tsb berlaku
terhadap semua kreditur yang terhadapnya berlaku
pengunduran pembayaran (Pasal 286) baik yang setuju
maupun yang tidak setuju termasuk yang tidak hadir dalam
rapat pengambilan keputusan tsb.
THANK YOU