Anda di halaman 1dari 14

Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir

Pada By. M Tanggal 7 Mei 2015


Di Ruang Tulip BLUD RSU Kota Banjar.

Di Susun Oleh :

KELOMPOK III

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA PUTERA BANJAR


JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS X
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Periode baru lahir atau neonatal adalah bulan pertama kehidupan -> organ
bayi mengalami penyesuaian dengan keadaan di luar kandungan,
Penelitian telah menunjukkan bahwa di indonesia lebih dari 50% kematian
bayi terjadi dalam periode neonatal -> hipotermi, infeksi, bersihan jalan
nafas tidak efektif.
Angka Kematian Bayi (AKB) neonatal di Indonesia = 31 per 1000 kelahiran
(tahun 2010)
Angka Kematian Bayi (AKB) neonatal di BLUD RSU Kota Banjar = 13 per
818 kelahiran (tahun 2014)
B.Tujuan

Tujuan Umum
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui Proses Asuhan
Keperawatan Bayi baru lahir normal Pada By. M Tanggal 7 Mei 2015 Di Ruang
Tulip BLUD RSU Kota Banjar
Tujuan Khusus

• Untuk mengetahui pengkajian pada Bayi Baru Lahir


• Untuk mengetahui diagnosa pada Bayi Baru Lahir
• Untuk mengetahui perencanaan pada Bayi Baru Lahir
• Untuk mengetahui implementasi pada Bayi Baru Lahir
• Untuk mengetahui evaluasi pada Bayi Baru Lahir
D. Manfaat

1. Bagi Rumah Sakit


Asuhan keperawatan ini dapat dijadikan sebagai sumbangan pemikiran
dan masukan bagi peningkatan pelayanan keperawatan khususnya tentang
perawatan pasien BBL

2. Bagi STIKes Bina Putera Banjar


Hasil asuhan keperawatan ini dapat digunakan bagi pendidikan sebagai
rujukan pengembangan ilmu pengetahuan mahasiswa.

3. Bagi Mahasiswa
Dapat dijadikan sebagai salah satu masukan ilmu dalam melaksanakan
asuhan keperawatan pada pasien dengan BBL
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana


bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu.bayi
baru lahir adalah bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40
minggu yang lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala
ssecara spontan tanpa gangguan,menangis kuat,nafas secara
spontan dan teratur, berat badan antara 2500-4000gram.

Penilaian keadan umum bayi di tentukan pada 1 menit


pertama, 5 menit dan 10 menit dengan menggunakan
penilaian APGAR.
BAB III

LAPORAN KASUS

A. PENGKAJIAN

I. IDENTITAS PASIEN

Nama : bayi M

Umur : 1 menit

Jenis kelamin : laki-laki

Nama orang tua : ibu M

Tanggal MRS : 7 mei 2015

Tanggal pengkajian : 7 mei 2015

Alamat : tambaksari

II. RIWAYAT PERSALINAN

BB/ TB ibu : 72 kg/158 cm Persalinan di ruang VK teratai I

Keadaan umum ibu : baik

Jenis persalinan : normal spontan pervaginam

Persalinan ke 2 ( P2A0)

Kala I : 4 jam

Kala II 45 menit

Kondisi ketuban : jernih

III. KEADAAN BAYI SAAT LAHIR

Lahir tanggal : 7 mei 2015 jam 12.02 sex laki-laki

Kelahiran : tunggal
Nilai APGAR

Nilai Menit
Tanda Menit 1 ke-5
0 1 2
Denyut Tidak ada < 100 > 100 2 2
jantung

Usaha nafas Tidak ada Lambat Menangis kuat 2 2

Tonus otot Lumpuh Ekstremitas Gerakan aktif 1 1


Fleksi sedikit

Iritabilitas Tidak bereaksi Gerakan sedikit Reaksi 1 2


Reflex melawan

Warna kulit Biru/pucat Tubuh kemerahan, Kemerahan 1 2


tangan dan kaki biru

Jumlah 7 9
PENGKAJIAN FISIK

Antropometri:
• Berat badan : 2900 gram
• Panjang badan : 49 cm
• Lingkar kepala : 30 cm
• Lingkar dada : 30 cm
• Lingkar lengan : 10 cm
Tanda-tanda vital :
• HR : 140 x/menit
• TD : 85/15 mmhg
• R : 40 x/me
• S : 35,60C
Head to toe
A. ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1 DO : Perubahan pengembangan paru Resiko bersihan

- Frekuensi nafas terhadap extrauterin jalan nafas

40x/menit tidak efektif

- Terdapat mucus Pengembangan paru belum

pada saluran sempurna

pernafasan

Terjadinya penumpukan secret

dalam jalan nafas

Suplai O2 kejaringan menurun

Usaha bernafas meningkat

Resiko bersihan jalan nafas tidak

efektif
2 DO : Bayi baru lahir Resiko
- Suhu 35,6 ˚C hipotermia
- Akral tubuh terpajan dengan lingkungan
dingin ekstrauterin
- Kulit bayi
kemerahan tubuh beradaptasi dengan
- Lemak subkutan lingkungan
minimal/lemak
coklat terbatas proses perlepasan panas bertambah
- HR : 140x/menit
- RR : 40 x/menit suhu tubuh menurun

Resiko hipotermia
3 DO : Bayi baru lahir Resiko infeksi
- Pertahanan tubuh
bayi masih kurang Cadangan immunoglobulin
- Tali pusat masih maternal menurun
basah
- Ketidak tahuan ortu Sistem imun belum optimal
dalam merawat
talipusat Adanya port de’ entry
- Kebersihan ibu
(tidak mencuci Kuman mudah berkembang biak
tangan sebelum /
sesudah merawat Resiko infeksi
tali pusat)
Intervensi keperawatan
1. Dx : resiko bersihan jalan nafas tidak efektif b.d perubahan pengmbangan paru terhadap
extrauterin
• Kaji tanda – tanda vital
• Lakukan hisap mulut
• Tepuk – tepuk punggung bayi
• Posisikan bayi dengan posisi miring apabila sudah di berikan makan
2. Dx : resiko hipotermi b.d perubahan suhu lingkungan extrauterin
• Kaji suhu bayi setiap 2 jam
• Tempatkan bayi dalam lingkungan yang hangat
• Ganti alat tenun (popok &parnel) apabila basah
• Kaji tanda – tanda hipotermi
• Hindari bayi kontaks langsung dengan udara dingin
3. Dx : Resiko infeksi b.d sistem imun belum optimal
• Ganti balutan tali pusat setiap hari sehabis mandi
• Kaji tanda vital dan keadaan umum bayi
• Kaji tanda-tanda infeksi
• Cuci tangan setiap dan sebelum kontak dengan bayi
• Pertahankan kulit bayi tetap kering dan bersih
• Hindari bayi kontak langsung dengan yang mengalami infeksi
Evaluasi
Tanggal 8 Mei 2015 Jam 09.00 WIB
• Klien dibolehkan pulang
• Masalah keperawatan faktor resiko tidak menjadi masalah
yang aktual