Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA NY.

E USIA 23 TAHUN
DENGAN KASUS INTRANATAL SPONTAN TANGGAL 12 MEI 2015
DI RUANG TERATAI I BLUD RSU KOTA BANJAR.

Di Susun Oleh :

KELOMPOK I

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA PUTERA BANJAR


JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS X
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dasar asuhan persalinan normal adalah asuhan yang bersih dan aman
selama persalinan dan setelah bayi lahir, serta upaya pencegahan komplikasi
terutama perdarahan pasca persalinan.
Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia tahun 2006 = 390/100.000
Kelahiran hidup, tahun 2007 menurun = 373/100.000 Kelahiran hidup
Di Jawa Barat tahun 2006 AKI 0,26% dari 267 per 100.000 Kelahiran hidup,
Penyebab AKI di Jawa barat tahun 2006 yaitu perdarahan 61,7%, infeksi 23,4%,
eklamsia 14,9%, dan lain-lain 10%, sedangkan jumlah kematian ibu yang disebabkan
infeksi karena KPSW tercatat 11 orang dari jumlah 47 AKI (23,4%). (Dinkes Jawa
Barat 2006)
B.Tujuan

Tujuan Umum
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui Proses Asuhan
Keperawatan Maternitas Pada Ny. E Usia 23 Tahan Dengan Kasus Intranatal
Spontan Pada Tanggal 12 Mei 2015 di Ruang Teratai I BLUD RSU Kota
Banjar

Tujuan Khusus

•Untuk mengetahui pengkajian pada intranatal spontan


•Untuk mengetahui diagnosa pada intranatal spontan
•Untuk mengetahui perencanaan pada intranatal spontan
•Untuk mengetahui implementasi pada intranatal spontan
•Untuk mengetahui evaluasi pada intranatal spontan
D. Manfaat

1. Bagi Rumah Sakit


Asuhan keperawatan ini dapat dijadikan sebagai sumbangan
pemikiran dan masukan bagi peningkatan pelayanan
keperawatan khususnya tentang perawatan pasien intranatal
spontan

2. Bagi STIKes Bina Putera Banjar


Hasil asuhan keperawatan ini dapat digunakan bagi pendidikan
sebagai rujukan pengembangan ilmu pengetahuan mahasiswa.

3. Bagi Mahasiswa
Dapat dijadikan sebagai salah satu masukan ilmu dalam
melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan
intranatal spontan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Persalinan adalah pengeluaran buah kehamilan dari uterus yang


terjadi karena kontraksi uterus, sehingga mengakibatkan pendataran dan
pembukaan serviks sehingga bayi dan plasenta terdorong keluar melewati
jalan lahir (Doengoes : 2005)

Fisiologi Persalinan
Persalinan dikatakan normal apabila :
a Terjadi pada kehamilan aterm (bukan premature atau postmatur)
b Mempunyai anset yang spontan (tidak diinduksi)
c Selesai setelah 3 jam dan sebelum 24 jam sejak saat awitannya
d Mempunyai janin (tunggal) dengan persentasi korteks dan oksiput pada
bagian anterior pelus
e Terlaksana tanpa bantuan antifisial (seperti forceps)
f Tak mengcakup komplikasi (seperti pendarahan hebat)
g Mencakup pelahiran plasenta yang norm
KALA DALAM PERSALINAN

1. KALA I
Terjadinya pada saat timbul kontraksi teratur,
pengeluaran lender (hoody show) dan adanya
pembukaan serviks
2. KALA II
terjadi saat pembukaan lengkap serviks sampai bayi
dilahirkan
3. KALA III
suatu fase dimana sejak bayi lahir sampai keluarnya
plasenta, pada primipara biasanya ½ jam dan
multipara ¼ jam
4. KALA IV
Mengobservasi perdarahan setelah 1 jam plasenta
lahir
BAB III
TINJAUAN KASUS
I. PENGKAJIAN

A. DATA UMUM

Identitas klien

- Nama Klien : Ny. E

- Umur : 23 thn.

- Alamat : Sindangjaya, Pangandaran

- Agama : Islam.

- Status Perkawinan : Menikah.

- Pendidikan Terakhir : SMA

- Pekerjaan : IRT

- Diagnosa Medis : G1P0A0 hamil aterm infartu fase Laten

- No medrek : 295701

- Tanggal Pengkajian : 12 Mei 2015

Identitas Penanggung Jawab

- Nama Suami : Tn. A

- Umur : 23 thn.

- Pekerjaan : Buruh

- Pendidikan Terakhir : SMA

- Hubungan Dengan Klien: Suami

- Alamat : Sindangjaya, Pangandaran


• RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
Klien datang ke IGD BLUD RSU Kota Banjar tanggal 12
mei 2015 jam 07.00 WIB kiriman bidan dengan G1P0A0
persentasi bokong, mules-mules, kontraksi positif his
positif, pembukaan 3-4 cm. Pada saat dikaji di Ruang
Teratai I BLUD RSU Kota Banjar tanggal 12 mei 2015
jam 07.35 WIB, klien mengatkaan nyeri perutnya, nyeri
dirasakan saat lagi mules yang kuat. Klien juga
mengatakan takut dan cemas menghadaapi proses
persalinan, karena ini pertama kali (anak pertama)
KALA PERSALINAN
KALA I
• Mulai persalinan tanggal : 12 Mei 2015, Jam : 09.00 WIB
• Kontraksi uterus : 5-10 x tiap 10 menit dengan durasi 40 detik
• Pembukaan serviks : 4-5 cm
• DJJ : 148 x/menit
• Presentasi dan posisi : presentasi bokong
KALA II
• Mulai tanggal : 12 Mei 2015. jam 10.50 WIB
• Kontraksi uterus : teratur dan sering 3-4 x/10 menit durasi 55
detik
• Pembukaan : lengkap 9-10 jam 11.00 WIB
• Bayi lahir : jam 11.35 WIB
• Jenis kelamin : perempuan
KALA III
• Plasenta keluar dengan lengkap
• Jalan lahir robek ( episiotomi )
• Jumlah perdarahan : ± 500 cc

KALA IV
• Monitor tanda vital, keadaan umum, kontraksi uterus, dan
respon klien ( 1 jam pp dan 30 menit pp )
DIAGNOSA YANG MUNCUL
KALA I
1. Nyeri akut b.d kontraksi uterus dan dlatasi serviks, ditandai dengan:
DS :
• Klien mengatakan perutnya mules dan sakit
DO :
• HIS kuat
• DJJ : 148 x/menit
• Presentasi bokong
• Klien tampak meringis menahan nyeri
• Pembukaan 4-5 cm
• Skala nyeri 5 ( 0-10 )
2. Cemas/ansietas b.d koping ibu tidak adekuat dan kurangnya sumber informasi ditandai
dengan :
DS : klien mengatakan cemas menghadapi proses persalinan (persalinan anak pertama)
DO :
• klien tampak gelisah, skala nyeri 5 (5-10), presentasi bokong.
• TD : 110/70 mmhg
N: 78 x/menit
R : 22 x/menit
S : 37 C
KALA II
1. Nyeri akut b.d penekanan bokong bayi pada perineum,
ditndai dengan :
• DS : Klien mengatakan nyeri saat kontraksi dan rasa ingin
mngedan
• DO :
• Klien tampak meringis kesakitan
• Perineum menonjol
• Anus membuka
• Skala nyeri 7 (0-10)
2. Trauma jalan lahir b.d penekanan bokong dan badan bayi
besar pada perineum, ditandai dengan:
• DS : -
• DO :
• Bokong bayi sudah kelihatan pembukaan lengkap, bayi besar
terdapat robekan pada perineum
KALA III
1.Nyeri akut b.d adanya trauma jalan lahir, ditandai dengan :
DS : klien mengatakan nyeri pada jalan lahir
DO :
luka pada perineum, jahitan dalam jelujur, jahitan luar : 5 jahitan
2.Resiko perdarahan b.d terjadinya pengeluaran darah yang banyak 500 cc ditandai
dengan :
DS : Klien mengatakan sedikit lemas dan pusing
DO :
• Klien banyak mengeluarkan keringat
• Perdarahan ±500 cc
• Pucat
• Ekstermitas dingin
• TD: 110/70 mmhg
N: 78 x/menit
R: 22 x/menit
S : 36 C
KALA IV
Resiko tinggi infeksi b.d trauma jaringan perineum ditandai dengan:
DS : Klien mengatakan nyeri pada luka episiotomi
DO :
luka episiotomi, terdapat jahitan 5 cm, Luka masih basah
Edema pada daerah perineum