Anda di halaman 1dari 14

Pemrograman

Perangkat
Bergerak
Mobile Application Development (IFK15041)

Harison
IKHTISAR ANDROID
 Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasiskan
Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang
untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri sehingga dapat digunakan
oleh bermacam peranti penggerak.
 Awalnya Google Inc. membeli Android Inc. pendatang baru yang
membuat software (perangkat lunak) untuk telepon genggam.
Kemudian untuk mengembangkan Android di bentuklah Open Handset
Alliance yang merupakan gabungan dari 34 perusahaan peranti keras,
peranti lunak dan telekomunikasi termasuk Google, HTC, Intel,
Motorola, Qualcomm, TMobile, dan NVidia.
Versi Android
 Android versi 1.1
 Android Versi 1.5 (Cupcake)
 Android Versi 1.6 (Donut
 Android Versi 2.0/2.1 (Eclair)
 Android Versi 2.2 (Froyo / Frozen Yoghurt)
 Android Versi 2.3 (Gingerbread)
 Android Versi 3.0 (Honeycomb)
 Android Versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)
 Android Versi 4.1 (Jely Bean)
 Android Versi 4.2 (Kitkat)
 Android Versi 5.0 (Lollypop)
 Android Versi 6.0 (Marshmalllow)
 Android 7.0 Nougat (2016)
IDE ANDROID STUDIO
Android studio merupakan sebuah Integrated Development Environment
(IDE) untuk platform Android. Android Studio ini diumumkan pada tanggal
16 Mei 2013 pada Konferensi Google I/O oleh Produk Manajer Google,
Ellie Powers.
Android studio bersifat free dibawah Apache License 2.0. Android Studio
awalnya dimulai dengan versi 0.1 pada bulan mei 2013, Kemudian dibuat
versi beta 0.8 yang dirilis pada bulan juni 2014. Yang paling stabil dirilis
pada bulan Desember 2014, dimulai dari versi 1.0. Berbasiskan
JetBrainns’ IntelliJ IDEA, Studio di desain khusus untuk Android
Development. Ini sudah bisa di download untuk Windows, Mac OS X, dan
Linux
Keunggulan Android Studio
 Live Layout : WYSIWYG Editor – Live Coding – Real time App Rendering
 Developer Console : optimization tips, assistance for translation, referral
tracking, campaigning and promotions – Usage Metrics.
 Provision for beta releases and staged rollout.
 Gradle-based build support.
 Android – specific refactoring and quick fixes.
 Lint tools to catch performance, usability, version compatibility and other
problems.
 ProGuard and app-signing capabilities.
 Template-based wizards to create common Android designs and components.
 A rich layout editor that allows user to drag-and-drop UI components, option
to preview layouts on multiple screen configurations.
 Support for building Android Wear apps.
 Built-in support for Google Cloud Platform, enabling integration with Google
Cloud Messaging and App Engine.
Persyaratan Sistem
 Microsoft Windows 8/7/Vista/2003 (32 atau 64 bit)
 RAM minimum 2 GB, Rekomendasi 4 GB RAM
 Disk kosong 500 MB
 Sedikitnya 16 GB untuk Android SDK, Emulator system images, and caches.
 Java Development Kit (JDK) 7 atau yang lebih tinggi
 Resolusi minimum 1280 x 800
Instalasi Android Studio
 Install Java Development Kit (JDK) versi 8 – 64/32 bit.
 Install Android Studio
Mengenal Android Studio
layout dari aplikasi yang sedang kita buat langsung muncul di bagian tengah. Sedangkan pada bagian kiri
adalah struktur project dari aplikasi Android yang sedang kita buat.
Elemen Struktur Aplikasi
Pada gambar di samping, bisa dilihat
struktur aplikasi Android tersebut
mempunyai root di folder app,

app itu sebenarnya adalah nama module


dari aplikasi HelloWorld yang kita buat.

Bisa dilihat juga aplikasi Android di Android


Studio mempunyai 3 folder utama,
yaitu manifest, java, dan res.
 Manifest : berisi file AndroidManifest.xml
 Java : berisi source code aplikasi Android yang kita buat dalam bentuk
file .java. Perlu diketahui ada dua folder androidTest dan main,
source code yang kita pakai berada pada folder main, bukan
di androidTest.
 Res : kemudian folder res berisi file-file resource, seperti layout,
drawable, dan sebagainya. Untuk file layout dan kebanyakan resource
lain, Android menggunakan file .xml. Untuk resource drawable bisa
berupa gambar (PNG/JPEG) bisa juga berupa file xml.
 Sebenarnya ada folder lainnya, seperti assets, libs dan sebagainya.
Namun karena folder tersebut tidak digunakan dalam project ini,
maka folder-folder itu tidak ditampilkan.
Mengenal Activity pada Aplikasi Android
 Activity merepresentasi satu layar dengan user interface.
contoh, Sebuah aplikasi email memiliki activity yang
menunjukkan daftar email baru, dan activity lainya
seperti menulis email dan membaca email.
 Jika kita sudah mempelajari bahasa pemrograman c, c++,
dan java pasti kita melihat program dimulai dengan
function main(). Hal ini sangat mirip, pada aplikasi
android, program dimulai dengan method callback
onCreate(). Urutan method callback dari mulai activiy
sampai berakhirnya activity dapat dilihat pada diagram
activity lifecycle
Urutan method callback dari mulai
activiy sampai berakhirnya activity
dapat dilihat pada diagram activity
lifecycle

Method callback mendefinisikan


suatu event, Kita tidak perlu
mengimplementasi semua method
callback.
Namun, Anda penting memahami
masing-masing method Callback,
sehingga aplikasi kita berprilaku
sesuai harapan pengguna
Penjelasan
Menjalankan Aplikasi
 Kita bisa menjalankan aplikasi yang telah kita
buat. Untuk menjalankan aplikasi cukup dengan
menekan Shift + F10, atau dengan mengklik
tombol panah hijau pada toolbar bagian atas
Android Studio, dengan terlebih dahulu memilih
nama module yang ingin dijalankan.
 Ketika kita klik tombol hijau tersebut, tunggu
beberapa saat maka akan muncul tampilan
aplikasi Android yang kita buat pada devices kita.