Anda di halaman 1dari 32

KOMUNIKASI EFEKTIF

Kus Puji Astuti


Tujuan :
“ Mampu
menerapkan
komunikasi
efektif “
Seorang kolonel kepada Perwira Pelaksana

Besok malam kira-kira pukul delapan


malam Komet Halley akan kelihatan di
daerah ini, suatu peristiwa yang hanya
terjadi satu kali dalam setiap 75 tahun.
Kumpulkan pasukan di distrik militer
setempat, lengkap dengan pakaian kerja,
dan fenomena yang jarang terjadi ini
akan saya jelaskan kepada mereka.
Namun seandainya hujan turun malam
itu, kita tidak akan dapat apa-apa ,
kumpulkan pasukan di gedung terater
dan akan saya jelaskan filmnya.
Perwira Pelaksana kepada Komandan Kompi

Atas perintah kolonel besok


pukul delapan malam Komet
Halley akan tampak di sekitar
distrik militer ini. Kalau hujan
turun kumpulkan pasukan
lengkap dengan pakaian kerja.
Kemudian bariskan merka
menuju teater dimana akan
terjasi sebuah fenomena langka
yang hanya akan nampak satu
kali dalam 75 tahun.
Komandan Kompi kepada Letnan

Atas perintah kolonel kira-kira


pukul delapan besok malam
Komet Halley yang fenomenal itu
dengan pakaian kerjan akan
muncul di dalam gedung teater.
Apabila hujan turun di daerah
distrik militer, kolonel akan
memberi perintah lain, yaitu
suatu perintah yang hanya
diberikan sekali dalam 75 tahun
Letnan kepada Sersan
Besok jam delapan malam
kolonel akan muncul di gedung
teater dengan Komet Halley
suatu peristiwa yang hanya
akan terjadi satu akali dalam
setiap tujuh Puluh lima tahun.
Kalau hujan turun, maka kolonel
akan memerintahkan sikomet
turun ke distrik militer
Sersan kepada Prajurit

Apabila besok hujan turun pada


pukul delapan malam jendral
Halley berusia 75 tahun yang
fenomenal itu yang diiringi oleh
pak kolonel, akan mengendarai
kometnya untuk meninjau distrik
militer ini dengan menggunakan
pakaian kerjanya
KOMUNIKASI
Komunikasi adalah bagian
penting dari mempengaruhi
orang lain untuk memperoleh
apa yang kita inginkan.
Kemampuan berkomunikasi
menunjukkan kemampuan
mengirimkan pesan dengan
jelas, manusiawi dan efisien,
dan menerima pesan-pesan
secara akurat
(D.B.Curtis,1992)
Dari semua pengetahuan dan
ketrampilan yang anda miliki,
pengetahuan dan ketrampilan
komunikasi termasuk di
antara yang paling penting
dan berguna (J.A Devito,1997)
Fungsi Komunikasi
 Mencapai pengertian satu sama lain
 Membina kepercayaan
 Mengkoordinir tindakan
 Merencanakan strategi
 Melakukan pembagian pekerjaan
 Berbagi rasa
Komunikasi Efektif
(Steward L. Tubbs & Sylvia Moss)
 Minimal menghasilkan 5 hal:
1. Pengertian
2. Kesenangan
3. Pengaruh pada sikap
4. Hubungan yang makin baik
5. Tindakan
4 TUJUAN KOMUNIKASI
 MENGINFORMASIK  MENYENTUH EMOSI
AN  Nada suara dan pilihan
 Berita kata
menarik/bermanfaat  Ungkapkan perasaan
 Data relevan dengan Anda
kebutuhan
 Tidak terlalu banyak  MENGGERAKAN
kata UNTUK BERTINDAK
 Apa yang Anda
 MENGHIBUR inginkan dari lawan
 Humor dapat bicara?
mengurangi  Tunjukkan tindakan
ketegangan yang diharapkan
dengan jelas
Unsur Komunikasi

KOMUNIKATOR
PESAN
MEDIA
KOMUNIKAN
EFEK
Hambatan Komunikasi
 Latar belakang
 Bahasa
 Sikap
 Waktu
 Lingkungan
KESALAHAN UMUM DALAM KOMUNIKASI
PENGIRIM PESAN PENERIMA PESAN
 Cepat-cepat berbicara  Tidak memperhatikan
tanpa menyusun ide
 Merumuskan jawaban
 Terlalu banyak gagasan,
tidak berhubungan sebelum mendengar
lengkap
 Pernyataan terlalu
pendek  Memperhatikan detail,
 Mengabaikan bukan pesan
pengetahuan pendengar keseluruhan
 Tidak merumuskan  Menilai benar salah
pesan sesuai sudut sebelum paham
pandang penerima
Waktu yang digunakan
untuk mendengarkan

Penelitian Rankin (1928) Penelitian Barker (1980)


45 % mendengarkan 53 % mendengarkan
30 % berbicara 17 % membaca
16 % membaca 16 % berbicara
9 % menulis 14 % menulis

Mendengarkan proses aktif menerima rangsangan


(stimulus) telinga. Mendengarkan adalah
ketrampilan yang sangat penting, tetapi umumnya
kita memiliki ketrampilan yang buruk.
Hambatan-hambatan
mendengar
 Sibuk dengan diri sendiri
 Sibuk dengan masalah-
masalah eksternal
 Asimilasi (kecenderungan
merekonstruksi pesan
sedemikian hingga sesuai
dengan sikap, prasangka,
kebutuhan, nilai diri)
 Faktor kawan atau lawan
 Mendengar yang diharapkan
(hanyut dalam pesan
pembicara, tidak mendengar
apa yang dikatakan
melainkan mendengarkan
apa yang kita harapkan).
KETERAMPILAN VERBAL
 Nada suara
 Volume suara
 Kecepatan suara
 Kejelasan pengucapan kata-kata
 Pemilihan kata
 Bahasa dan logat
MENANGKAP FEEDBACK:
(KOMUNIKASI NONVERBAL)
 Kontak mata
 Anggukan dan gelengan kepala
 Eskpresi wajah
 Menghadap pada pembicara
 Isyarat antusias, tidak bosan, dan tidak
cemas
 Tidak melakukan hal lain
 Menggurangi gangguan dari luar
Cara Menambah Daya Tarik KOMUNIKASI
 Senyum  bukankah senyum juga ibadah?
 Pusatkan perhatian pada kekhawatiran, kebutuhan,
masalah dan hasrat pendengar
 Antar dengan pokok-pokok yang akan dibahas
 Ajukan pertanyaan
 Baca umpan balik pendengar (tatapan)
 Jangan pernah meremehkan kepekaan pendengar
Etika Berkomunikasi
 Diam dan Menyimak
 Tidak Memotong
Pembicaraan
 Tidak meninggalkan
lawan bicara
 Tidak menepis
pembicaraan lawan
 Tidak berusaha
menunjukkan bahwa
kita lebih pandai
LANGKAH –LANGKAH UNTUK
MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF

 Memahami maksud dan tujuan berkomunikasi


 Mengenali komunikan
 Menyampaikan pesan dengan jelas
 Menggunakan alat bantu yang baik
 Memusatkan perhatian
 Menghindari gangguan komunikasi
 Membuat suasana yang nyaman
 Menggunakan bahasa tubuh yang benar (body
language) yang benar
KIAT MENYAMPAIKAN INFORMASI

 Tanyakan, apakah ada yang dikhawatirkannya.


 Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, sesuai
tingkat pemahamannya (usia, latar belakang
pendidikan, sosial budaya)
 Tidak dianjurkan memakai bahasa atau
menggunakan istilah kedokteran. Kalaupun
harus menggunakannya, beri penjelasan
dan padanan katanya (kalau memang ada).
 Tidak perlu tergesa-gesa dan sekaligus,
pemberian informasi bisa dilakukan secara
bertahap.
 Jika menyampaikan berita buruk, gunakan kata
atau kalimat persiapan atau pendahuluan,
misalnya, “Boleh saya minta waktu untuk
menyampaikan sesuatu?” untuk melihat apakah
dia (yang diajak berkomunikasi) siap mendengar
berita tersebut.
 Hindari memakai kata-kata yang bersifat
mengancam, seperti “Kalau tidak melakukan
anjuran saya, kalau ada apa-apa jangan datang ke
saya”.
 Gunakan kata atau kalimat yang menimbulkan
semangat atau meyakinkannya.
 Ulangi pesan yang penting.
 Pastikan pasien/keluarga mengerti apa yang
disampaikan.
 Menanggapi reaksi psikologis yang ada, terlihat
dari ucapan atau sikap dan dengan empati. ”Saya
dapat mengerti jika ibu khawatir”.
 Menyimpulkan apa yang telah disampaikan.
 Beri kesempatan pasien/keluarga untuk
bertanya, jangan memonopoli pembicaraan.
Komunikasi SBAR
( Situation,Background,Assessment
,Recommendation ),

 Metode komunilasi ini digunakan pada saat perawat


melakukan serah terima pasien , saat menghubungi
dr / menelepon
SITUATION

 Bagaiman situasi yang akan dibicarakan /


dilaporkan ;
 Mengidentifikasikan nama dari petugas dan pasien
 Apa yang terjadi dengan pasien
Background

 Apa latar belakang informasi klinis yang


berhubungan dengan situasi
 Obat saat ini dan alergi.
 hasil laboratorium : tanggal dan waktu tes
dilakukan dan hasil tes sebelumnya untuk
perbandingan.
 Riwayat medis.
 Temuan klinis terbaru
Assessment :
 Kesimpulan dari situasi dan background atau
berbagai klinis dari perawat
 Apa temuan klinis.
 Apa analisis dan pertimbangan perawat.
 Diagnosa medis
Recommendation
 Teraphi atau rekomendasi yang didapat
 apa tindakan /rekomendasi yang diperlukan
untuk memperbaiki masalah.
 Apa solusi yang bisa perawat tawarkan kepada
dokter?
 Apa yang perawat butuhkan dari dokter untuk
memperbaiki kondisi pasien.
 Kapan waktu yang perawat harapkan tindakan
ini terjadi.