Anda di halaman 1dari 37

BAB I

KONSEP DAN DEFINISI


TERMODINAMIKA ???
Termodinamika

 berasal dari bahasa Yunani:


therme : panas
dynamis :gaya
 Ilmu tentang energi dan perubahan sifat-sifat
zat akibat adanya perubahan energi dalam zat
tersebut
•Sistem : subyek yang dianalisis.

•Sekeliling (surrounding):
semua yang di luar sistem (lingkungan).
•Batas sistem (permukaan atur):
batas maya antara sistem dan sekeliling
(dapat diam atau berubah).
Jenis-jenis sistem:
Sistem Atur Energi Massa
Tertutup Massa Atur Dapat lewat batas Tidak dapat lewat
batas

Terbuka Volume Atur Dapat lewat batas Dapat lewat batas

Terisolasi - Tidak dapat Tidak dapat lewat


lewat batas batas

? ? Tidak dapat Dapat lewat batas


lewat batas
•Sistem tertutup : Sistem
yang dapat ditembus oleh
aliran energi tetapi tidak
dapat ditembus oleh aliran
massa
•Sistem terbuka : Sistem yang dapat ditembus oleh aliran
energi dan dapat ditembus oleh aliran massa
BEBERAPA DEFINISI
 Sifat (properties): karakteristik makroskopik
sistem: massa, volume, energi, tekanan,
temperatur, warna, dll.; tidak perlu mengetahui
sejarah dari nilainya.
 Bukan sifat: bergantung pada sejarahnya: laju
aliran massa, kerja, panas, dll.

Suatu besaran adalah sifat hanya bila perubahan


nilainya tidak bergantung pada sejarah nilainya
Jenis-jenis Sifat:
 Sifat Intensif: sifat yang tidak tergantung pada ukuran atau
massa sistem. Contoh: P (tekanan), T (temperatur), v (volume
jenis), dll. Sifat intensif bukan merupakan jumlah sifat bagian-
bagiannya. Mungkin tergantung pada lokasi dan waktu.
 Sifat Ekstensif: sifat yang tergantung pada ukuran atau massa
sistem. Contoh: m (massa), V (volume), E (energi), dll. Sifat
ekstensif merupakan jumlah sifat bagian-bagiannya. Tidak
bergantung pada lokasi, mungkin bergantung pada waktu.

Beberapa sifat ekstensif dapat diubah menjadi sifat intensif


dengan membaginya dengan massa. Contoh: V
v
m
 Tingkat Keadaan (state): Kondisi sistem yang dinyatakan oleh
beberapa sifatnya
 Keadaan stedi/tunak (steady): Keadaan bila sifat-sifat sistem
tidak berubah terhadap waktu
 Proses: perubahan dari suatu tingkat keadaan ke tingkat keadaan
lainnya.
 Siklus: tahapan proses yang mulai dan berakhir pada tingkat
keadaan yang sama dengan nilai sifat-sifat yang sama.
 Fasa (phase): sejumlah zat yang homogen dalam komposisi
kimia dan struktur fisiknya. Jenis fasa yang homogen struktur
fisiknya: padat, cair dan gas. Fasa dibatasi oleh batas fasa.
 Zat murni: zat yang komposisi kimianya seragam dan tidak
berubah. Dapat terdiri dari beberapa fasa, tetapi komposisi
kimianya harus tetap sama.
Contoh:

 Campuran air dan uap air : satu zat, dua fasa


 Campuran O2 dan N2 : dua zat, satu fasa gas
 Campuran air dan alkohol (larut): dua zat, satu fasa cair
 Campuran air dan oli (tidak larut): dua zat, dua fasa cair
KESETIMBANGAN
 Kesetimbangan Mekanika: kesetimbangan akibat gaya
dengan arah yang berbeda dengan besaran yang sama.
 Kesetimbangan Termodinamika: kesetimbangan sifat
termodinamika sistem pada dua lokasi.
 Kesetimbangan Kuasi: kesetimbangan semu dengan
perubahan sifat yang relatif kecil.

 Kesetimbangan termal: bila temperatur dua lokasi sama.


 Kesetimbangan mekanika: bila tekanan dua lokasi sama.
 Kesetimbangan fasa: bila massa setiap fasa tetap.
 Kesetimbangan kimia: bila komposisi kimia tetap
SATUAN
Satuan: jumlah tertentu dibandingkan dengan jumlah
lain dari jenis yang sama.
Satuan Utama/Primer:
 Untuk SI (Systeme International d’Unites): panjang (L),
waktu (T) dan massa (M), atau
 Untuk Satuan Rekayasa Inggris (I-P: inch-pound):
panjang (L), waktu (T), massa (M) dan gaya (F)
 Satuan Kedua/Sekunder: Kecepatan, Percepatan,
Daya, Luas, dll.
 Prefik: Digunakan untuk menyatakan jumlah yang sangat kecil atau
sangat besar dari satuan dasarnya.

Faktor Prefik Simbol Faktor Prefik Simbol


1024 Yotta Y 10-1 deci D
1021 Zetta Z 10-2 senti c
1018 Exa E 10-3 mili m
1015 Peta P 10-6 mikro 
1012 Tera T 10-9 nano n
109 Giga G 10-12 piko p
106 Mega M 10-15 femto f
103 kilo k 10-18 atto a
102 hekto h 10-21 zepto z
10 deka da 10-24 yocto y
 Alias: Pengganti kumpulan satuan agar tidak panjang dan sulit
menuliskannya. Contoh:
 Gaya : F = m.a = [kg.m/s2] = [N] = [newton]
 Kerja : W = F.x = [kg.m2/s2] = [N.m] = [J] = [joule]
 Daya : = W/t = [kg.m2/s3] = [J/s] = [W] = [watt]
 Tekanan : p = F/A = [kg/m.s2] = [N/m2] = [Pa] = [pascal]

 Massa: perhatikan bahwa satuan dasar massa adalah kg, bukan g. Gram
disingkat g, bukan gr, dimana gr dapat berarti grain (butir).
 Berat: diukur berdasarkan gravitasi lokal, sedangkan massa tetap di
setiap lokasi. Untuk benda dengan massa 1000 kg, maka beratnya
adalah:
F = m.g = 1000 kg x 9,80665 m/s2 = 9806,65 kg.m/s2 = 9806,65 N.
 Dalam Satuan Rekayasa Inggris:
Dalam Mekanika, satuan dasar: M, L, T, F.
 [M] = lbm (pound mass), 1 lbm = 0,45359237 kg.
 [L] = ft (foot atau feet), 1 ft = 0,3048 m, 1 ft = 12 in., 1 in. = 2,54 cm.
 [T] = s (second)
 [F] = lbf (pound force), 1 lbf = gaya dari massa 1 lbm benda yang ditarik
oleh gravitasi bumi dengan g = 9,80665 m/s2 = 32,1740 ft/s2. Lb =
libra (satuan berat di Roma jaman dahulu), sekarang dibaca pon (pound).
 Persamaan Newton : F = m.a
 Satuan : [lbf] = (1/gc) [lbm].[ft/s2]
 Dimana gc = 32,1740 (lbm.ft)/(lbf.s2) = konstanta fisik yang
menyatakan hubungan antara gaya dan perkalian massa dengan
percepatan. Bukan merupakan faktor konversi.
 Contoh:
Berat 1000 lbm pada g = 32,0 ft/s2 adalah:
F = m.a/gc
= (1000 lbm) (32,0 ft/s2)/(32,1740 lbm.ft/lbf.s2) = 994,59 lbf.
 Satuan energi: Btu (British thermal unit) dimana 1 Btu = energi yang
diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 lbm air sebesar 1oF pada
68oF.
 Satuan energi lainnya: kalori (calorie), dimana 1 kalori adalah energi
yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air sebesar
1oC pada 15oC.
 1 Btu = 778,16 ft.lbf = 252 cal = 1055,0 J.
BEBERAPA SIFAT TERMODINAMIKA YANG DAPAT DIUKUR
A. DENSITAS dan VOLUME JENIS
Densitas untuk suatu zat kontinyu pada suatu titik adalah [kg/m3] atau
[lbm/ft3]:
m
  lim  
 
V V '
V
dimana V’ adalah volume terkecil yang mungkin diperoleh
Massa:
m    .dV

v = 1/ [m3/kg] [ft3/lbm] yang merupakan sifat


V

Volume jenis:
intensif, dan dapat bervariasi dari satu titik ke titik lainnya
Jumlah mol: n = m/M [kmol] [lbmol] dimana M = berat
molekul zat (lihat Tabel A-1 atau A-1E)
Volume jenis molal: [m3/kmol] [ft3/lbmol]
v  M .v
 Gravitasi Jenis (specific gravity): s.g = /H20, dimana H20 =1000
kg/m3 pada 4oC.
B. TEKANAN
F 
p  lim  normal 
Tekanan adalah gaya per satuan luas. A A '
 A 
Tekanan fluida pada suatu titik:
dimana A’ adalah luas terkecil yang mungkin terjadi.
Fluida diam: tekanan pada suatu titik adalah sama pada orientasi
apapun.
Fluida bergerak: tekanan adalah gaya normal (tegak lurus) dibagi
dengan luas.
Satuan Tekanan:
 SI: p = F/A  (kg.m/s2)/m2 = N/m2 = P = pascal
 IP:1 lbf/in2 = 1 psi (pound force per square inch)
 psia = pound force per square inch absolute
 psig =pound force per square inch gage
 Tekanan atmosfir: berat atau gaya molekul udara di
atas lokasi per satuan luas, bergantung pada
temperatur dan tekanan.
 1 atm = 1,01325 x 105 N/m2 = 14,696 lbf/in2 =
10,34 m H2O = 760 mm Hg = 29,92 in. Hg.
 1 bar = 105 Pa = 0,1 MPa.

 Tekanan Absolut = Tekanan Atmosfir + Tekanan Gage


 pabs = patm + pgage
 pgage = pabs – patm
 pvakum = patm – pabs
Alat Pengukur Tekanan:

 Barometer: alat pengukur tekanan absolut udara


 Manometer: alat pengukur perbedaan tekanan
 Bourdon tube gage: alat pengukur tekanan secara
mekanik, dapat mengukur tekanan gage maupun
absolut (umumnya gage)
 Piezoelektrik: alat pengukur tekanan dinamis
berdasarkan arus listrik (untuk mengukur tekanan
ruang bakar, dsb.)
 Dll.
Barometer Manometer Bourdon Tube Gage
C. TEMPERATUR
Berasal dari perasaan panas dan dingin akibat sentuhan dengan
tangan, tidak dapat diskalakan.
 Kesetimbangan Termal: Dua blok tembaga disatukan. Ada sifat
yang berubah. Terjadi kesetimbangan termal: sifat
temperaturnya sama.
 Perpindahan panas dapat diperlambat dengan dinding isolator.
 Dinding Adiabatik: merupakan dinding dengan sifat isolasi
termal yang sempurna sehingga tidak terjadi perpindahan panas
melewatinya.
 Proses Adiabatik: proses dimana Q = 0.
 Proses Isotermal: proses dimana temperaturnya konstan
Adiabatik vs. Isotermal:
o Sistem adiabatik dan isotermal:
o Sistem adiabatik, tetapi tidak isotermal:
o Sistem tidak adiabatik, tetapi isotermal:
o Sistem tidak adiabatik dan tidak isotermal:
 Hukum Termodinamika keNol (R. H. Fowler, 1931, sekitar
50 tahun setelah Hukum Termo 1 dan 2): Bila dua benda
disatukan dalam kesetimbangan termal dengan benda ketiga,
maka ketiga benda tersebut akan berada dalam kesetimbangan
termal (temperaturnya sama).

 Hukum ini menjustifikasi fungsi alat pengukur temperatur yaitu


termometer sebagai benda ketiga yang dapat digunakan untuk
mengukur temperatur dua benda dan menyatakan bahwa kedua
benda tersebut dalam keadaan setimbang secara termal.

 Sifat termometrik zat (sifat yang berubah berdasarkan


temperatur) dapat dijadikan ukuran temperatur.
Hukum Termodinamika ke Nol

- Hukum ini meletakkkan konsep suhu pada dasar yang kokoh,


yaitu bila dua sistem ada dalam kesetimbangan termal, maka
keduanya mempunyai suhu yang sama, bila tak ada dalam
kesetimbangan termal maka keduanya mempunyai suhu yang
berbeda.

- Tinjau 3 sistem A, B dan C, Fakta eksperimental : bila sistem A


ada dalam kesetimbangan termal dengan sistem B, dan sistem B
juga ada dalam kesetimbangan termal dengan C maka A ada
dalam kesetimbangan dengan C:

A B C - TA = TB
TA = TC
- TB = TC
STOP !

 Bagaimana termometer air raksa bekerja untuk mengukur suhu


badan?

Aplikasi Hukum ke Nol


Alat Pengukur Temperatur:
1. Termometer bola (cairan dalam gelas): air raksa,
alkohol, air, dsb. Sifat: pemuaian zat.
2. Termometer gas volume konstan. Sifat: tekanan
gas.
3. Termokopel. Sifat ggl (emf) dari dua metal yang
berbeda
4. RTD. Sifat: tahanan metal.
5. Termistor. Sifat: tahanan bahan.
6. Pirometer (radiasi dan optikal)
7. Dll.
 Skala Temperatur:
 Angka yang diberikan sebagai titik tetap standar yang mudah untuk
dibuat: titik triple air, dimana air, es dan uap air berada dalam
kesetimbangan: 273,16 K (agar temperatur antara titik beku dan
titik uap tetap 100 K, sehingga sama dengan skala Celsius).
 Skala Temperatur Gas:
 Misal temperatur gas sebanding dengan tekanannya: T =  p.
 Bila tingkat keadaan diambil pada titik triple, maka  = 273,16/ptp
 Sehingga: T = 273,16 (p/ptp)
 Gunakan massa dan jenis gas yang berbeda, ukur ptp dan p, lalu
plot:

Ternyata bila ptp  0, maka akan diperoleh p/ptp yang sama, sehingga
dapat diperoleh Skala Temperatur Gas: T = 273,16 p/ptp
Satuan Temperatur:
 Derajat Fahrenheit: oF = 9/5 oC +32
 Derajat Celsius: oC = 5/9 (oF – 32) (dahulu: Centigrade)
 Kelvin K = oC + 273,15 (tanpa derajat)
 Derajat Rankine: oR = oF + 459,67 (bukan Reamur!!!)

 T (K) = T (oC)
 T (oR) = T (oF)= 1,8 T (K) = 1,8 T (oC)
 Triple point air: 273,16 K = 0,01oC = 491,69oR = 32,02oF.
 Absolut nol: 0 K = 0oR = - 273,15oC = - 459,67oF. Belum
pernah dicapai (pernah mencapat 2 x 10-9 K di tahun 1989
TUGAS 1