Anda di halaman 1dari 95

PRAKTIKUM TROPIS

DEPARTEMEN MIKROBIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS
2017
YANG AKAN DIPRAKTIKUMKAN

1. Melihat gambaran sifat biokimia, dan


medium transpor dan medium isolasi dari
Salmonella thypi
2. Melihat gambaran mikroskopis
Mycobacterium leprae
3. Melihat Gambaran mikroskopis dari
Corynebacterium diphtheriae
4. Melihat gambaran mikrokopis dan koloni
dari Microsporum, Epidermophyton, dan
Trichophyton
5. Melihat gambaran mikroskopis dan
gambaran koloni dari Malassezia furfur,
Piedraia hortae, dan Trichosporum beigelii
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
TROPIS

BAKTERI JAMUR

C.
S. thypii M. Leprae
diphteriae

NON-
DERMATOFI Aspergillu Penicilliu
DERMATOFI
TA s m
TA

Trichophyton Microsporum Epidermophyton


sp sp sp

Malassezia Piedraia Trichospor


furfur hortae on beigelii
BAKTERI

Salmonella thypii

Mycobacterium
Leprae

Corynebacterium
diphteriae
SALMONELLA

Kingdom Bacteria
Phylum Proteobacteria

Class Gamma
proteobacteria

Ordo Enterobacteriales
Family enterobacteriaciae
Genus Salmonella
Salmonella thypii

Basil
0,7-1,5 dan 2-5 Plemorfik Non spora
µm

Fakultatif
Motile Gram Negatif
anaerob
 Bisa diisolasi dari darah pada minggu
pertama penyakit atau dari tinja pada
stadium lanjut penyakit.
MEDIUM TRANSPORT

Specimen darah
• medium kaldu empedu (Ox
Bile)
Specimen tinja
• medium Rappaport atau
medium selenite.
SELENITE MEDIUM RA P PA P O RT M E D I U M
Salmonella
on SS agar:
Colorless
with black
centre
MYCOBACTERIUM LEPRAE

Kingdom: Bacteria

Phylum: Actinobacteria

Order: Actinomycetales

Suborder: Corynebacterin
eae

Family: Mycobacteriace
ae MB leprosy

Genus: Mycobacterium

Species: M. leprae

Lepromatous Tuberculoid leprosy


MYCOBACTERIUM LEPRAE

Basil
2-7 dan 0,3-0,4 Psikrofilik Pleomorfik
µm

3-5 Lapisan
Obligate Tahan asam dan
membran luar
intaseluler Gram positif
atau envelope

Penyebab
penyakit lepra
Mycobacterium leprae

Spesimen
Sifat
Cairan kulit / Skin
Smear Tahan asam

Cara bekelompok

Globi
CORYNEBACTERIUM DIPHTHERIAE

Kerajaa Bacteria
n:

Filum: Actinobacteria

Ordo: Actinomycetales

Famili: Corynebacteriace
ae

Genus: Corynebacterium

Spesies: C. diphtheriae
CORYNEBACTERIUM DIPHTHERIAE

Fakultatif anaerob Gram positif Non kapsul

Bentuk batang
Non spora Terdapat tiga
1-8 µm dan lebar 0,3
subspesies
– 0,8 µm

C. Diphtheriae C. Diphtheriae
C. Diphtheriae mitis
intermedius gravis
BAHAN PEMERIKSAAN

Apusan tenggorok dan


atau pseudomembaran
pada difteri tenggorok
MEDIUM
Medium Löffler's  Pertumbuhan Corynebacterium diphtheria
pada medium ini cepat dan dilanjutkan dengan pewarnaan
metyhlen blue.
Medium tellurite
 Tipe Gravis: koloni besar, datar, berwarna abu-abu sampai
hitam dengan permukaan yang keruh,
 Tipe Mitis: koloni berukuran sedang, berwarna lebih hitam,
mengkilap, dan lebih konveks,
 Tipe Intermedius: sangat kecil yang bisa kasar atau licin
Corynebacterium diphtheriae adalah basil positif
Gram yang tidak berspora, tidak bergerak.
Biasanya tersusun dalam bedua atau bertiga
membentuk huruf V, T, Y, L ( Chinese letter ).
Pewarnaan yang biasa dipakai untuk melihat
Butir volutin Corynebacterium diphtheriae
adalah cara pewarnaan Neisser, pewarnaan
Albert, dan pewarnaan Loeffler’s Methylen blue.
PEWARNAAN NEISSER
PEWARNAAN ALBERT
LOEFFLER’S METHYLEN BLUE
T
F AN
O T
N R
I O PO
T
A IM
I C Y
IF L
T AL
N
E IC
ID ED GI
M UN
F
PERBEDAAN ANTARA JAMUR DAN BAKTERI
Sifat-sifat Jamur Bakteri
Nukleus Eukariotik; mempunyai membran Prokariotick tak mempunyai
nuklear; terdapat >1 khromosom; ada membran; nukleoid; hanya
mitosis mempunyai 1 “khromosom”

Sitoplasma Mengandung mitkhondria; retikulum Tak mempunyai mitokhondria &


endoplasmik; 80S ribosomes retikulum endoplasmik; 70S
ribosomes

Membran Sitoplasmik Mengandung sterols (ergosterol) Tak mengandung sterol


Dinding sel Terdiri dari glucans, mannans, chitin, Terdiri dari murein, teichoic acid
chitosan (Gram-positive), proteins

Metabolisme Heterotrofik; kebanyakan aerobe; tak Heterotrofik ; aerob obligat


bisa fotosintesis dan anaerobe, fakultatif anaerob

Ukuran (Diameter) Sel ragi: 3–5–10 μm. 1–5 μm.


Dimorfisme Ada pada beberap species Tak ada dimorfisme
FUNGI FORMS

Four groups of pathogenic


fungi form:
a.Yeast fungi
b.Yeast-like fungi
c.Mold or filamentous fungi
d.Dimorphic fungi
YEAST FUNGI
• Round and Oval bodies
• Reproduce by the formation of buds
known as “ blastospores”
• In medium  Yeast colonies resemble
bactrerial colonies in appearance and in
consistency.
• Example Cryptococcus neoformans
(Basidiomycota)
YEAST-LIKE FUNGI
• Budding yeast like cells
• Pseudomycellium  Candida spp.

A Concise Manual of Pathogenic


Microbiology, 2013.
MOLDS OR FILAMENTOUS FUNGI
• Thallus includes mycelium, sporangiophore
or conidiophore, spore and spore-bearing
structure
• Mycelium  hyphae growth
• Hyphae  septate or aseptate
• In medium  The surface of these colonies
may be velvety, powdery, or may show a
cottony aerial mycelium. Pigmentation of
the colony itself and of the underlying
medium is frequently present

A Concise Manual of Pathogenic


Microbiology, 2013.
DIMORPHIC FUNGI

• Exhibit properties of both


yeast (host tissue) and molds
(natural habitat).
• Majority pathogenic
• Example  Histoplasma
capsulatum
FUNGAL REPRODUCTION

Asexual Spora Sexual

Sporangiospor
Conidia Zygospora
a

Artroconidia/
Basidiospora
Artrospora

Blastoconidia/
Ascospora
Blastospora

Clamidoconidia/
clamidospora

Phyaloconidia
ASEXUAL SPORE FORMATION
DISEASES OF FUNGI INFECTION

Intermedia
te
virulence

True
pathogens

Opportunis
tic
pathogens
DERMATOFITOSIS
Dermatofitosis: infeksi oleh jamur
dermatofita pada jaringan yg
mengandung keratin (kulit, rambut,
kuku)

Spesies dan lokasi infeksi:


 Rambut: Microsporum, Trichophyton
 Kulit: Trichophyton, Microsporum,
Epidermophyton
 Kuku: Trichophyton, Epidermophyton,
Microsporum
Berdasarkan ekologi
DERMATOPHYTES.
EpidermophytonSmooth thin-walled
Macroconidia only present, no microconidia,
colonies a green-brown to khaki colour.
MicrosporumMacroconidia with rough walls
present, microconidia may also be present.
TrichophytonMicroconidia present, smooth-
walled macroconidia may or may not be
present.
EPIDERMOPHYTON FLOCCOSUM

Koloni
• Seperti bulu datar,
berwarna hijau
khaki hingga
kuning kecoklatan
dengan lipatan
bagian central
• Jika kultur lama
mycelium bersifat
pleomorfik
• Makrokonidia:
EPIDERMOPHYTON berukuran besar,
berdinding rata,
bersekat-sekat
seperti sarung tinju
• Terdiri dari 2-4 sel
• Mikrokonidia: Tidak
ada
Microsporum canis
• Tekstur atau
permukaannya berbulu
seperti wol atau halus
dan datar kadang sedikit
melipat.
• Warna koloninya
bervariasi, dari berwarna
putih sampai kekuningan.
• Bentuk koloninya adalah
menyebar atau spreading
dengan celah radial yang
rapat, dan bagian tepi
seperti bulu burung.
MICROSPORUM CANIS

• Makrokonidia: dinding tebal,


septa 6-15, ujung runcing
dan sebagian bengkok.
• Mikrokonidia:jarang ada
MICROSPORUM GYPSEUM

Koloni
• Datar dan
granuler
• Pigmen cinnamon
kecoklatan
dengan bagian
central pucat
( white downy
umbo)
MICROSPORUM GYPSEUM

• Makrokonidia: dinding tipis,


septa 4-6, ujung membulat
• Mikrokonidia:jarang ada
TRICOPHYTON RUBRUM
Ada 4 tipe
1. Downy typePutih,
Halus, Central Umbo
2. Granular
typeseperti bedak
3. Melanoid
Typebertumpuk2
4. African Typehalus
tepi rata.
TRICHOPHYTON RUBRUM
T. rubrum downy type

T. rubrum granular type

Mikrokonidia:
seperti tetesan air
mata di sekitar hifa

T. rubrum downy type Makrokonidia:


biasa tidak ada,
kalau ada
berdinding tipis
dan bentuk batang
pinsil
TRICHOPHYTON MENTAGROPHYTES

• Koloni
Putih hingga krem
dengan permukaan
seperti tumpukan
kapas dan datar
( granular surface)
TRICHOPHYTON MENTAGROPHYTES

• Mikrokonidia:
seperti anggur
banyak di
sekitar hifa
• Makrokonidia
berdinding rata,
tipis, berbentuk
gada, dan
bersekat-sekat
• Spiral hyphae
COIL (SPIRAL HYFA)
TRICHOPHYTON TONSURAN
• Gambaran Koloni:
• Bervariasi dalam bentuk dan
warna
• Tampak seperti gambaran kulit
yang lunak, bahkan dapat
seperti kulit sepatu terbalik
dengan bulu di bagian tepi,
tampak halus dengan
peninggian bagian tengahnya
atau tampak bertumpuk-tumpuk
( suede-like surface )
• Warnanya bervariasi mulai dari
putih, kuning pucat, kuning
sulfur, coklat atau ungu.
TRICHOPHYTON TONSURAN
Sejumlah konidia beraneka
bentuk dan kadang makrokonidia
berbentuk cerutu
NON-DERMATOFITA

Non-Dermatofita
• Malassezia furfur) kulit  Tinea
vesikolor
• Piedraia hortae rambut  Piedra hitam
• Trichosporum beigelii  rambut 
Piedra putih ( jarang ditemukan di
Indonesia)
PITYRIASIS VERSICOLOR

Pityriasis versicolor showing hyper /


hyphopigmented lesions
MALAZZESIA FURFUR
PIEDRA
Piedra hitam:
Etiologi : Piedraia hortae
Rambut kepala, nodul hitam-coklat ( benjolan tengguli
dan hitam), dan dapat pecah untuk menyebar disekitar
rambut (shaft)

Piedra putih:
Etiologi: Trichosporum beigelii
Menyerang janggut dan kumis, Nodul putih-kecoklatan
lunak dan tidak begitu melekat pada rambut
PIEDRAIA HORTAE
PIEDRA PUTIH
ASPERGILLUS
Penyakit jamur (Aspergillosis) yang muncul
dengan berbagai sindroma klinis yang
disebabkan oleh spesies Aspergillus. Penderita
dengan penyakit paru kronis (terutama
asthma, juga penyakit gangguan paru kronis
atau “cystic fibrosis”) dan penderita yang
alergi terhadap jamur ini dapat menyebabkan
kerusakan bronchus dan penyumbatan
bronchus intermiten. Keadaan ini disebut
sebagai allergic bronchopulmonary
aspergillosis (ABPA).
Aspergillosis yang invasif dapat terjadi,
terutama pada pasien yang menerima
terapi imunosupresif atau sitotoksik;
ia dapat menyebar ke otak, ginjal dan
organ lain dan seringkali fatal. Invasi
kedalam pembuluh darah berupa
trombosis dan menyebabkan infark
adalah ciri dari infeksi jamur ini pada
pasien dengan kekebalan rendah.
A= sel kaki/ mycelium
B = Konidiafor
C = Vesikel/Metulla
D =
Sterigmata/Phialid
E = Konidia
Aspergillus Penicillium
ASPERGILLUS
ASPERGILLUS
ASPERGILLUS FLAVUS.
ASPERGILLUS FUMIGATUS
PENICILLIUM

Jamur penghasil penisilin


Penisilin adalah sebuah kelompok
antibiotika β-laktam yang
digunakan dalam penyembuhan
penyakit infeksi karena bakteri,
biasanya berjenis Gram positif. [
PENICILLIUM
Penicillium
REFERENCE
Brooks G. F., et al. (2010). Jawetz, Melnick & Adelberg’s Medical
Microbiology (25th ed.). New York: McGraw-Hill.
Talaro K.P., Chess B. (2012). Foundation in Microbiology (8th ed.). New
York: McGraw-Hill.
Harvey R. A., Cornelissen C. N., & Fisher B.D. (2012). Lippincott’s
Illustrated Reviews: Microbiology (3rd ed.). Philadelphia: Two
Commerce Square.
Mishra S. K., & Agrawal D. (2013). A Concise Manual of Pathogenic
Microbiology. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Goldman E. & Green L. H. (2015). Practical Handbook of Microbiology.
(3rd ed.). New York: CRC Press.
Greenwood D., et al. (2012). Medical Microbiology, A Guide to
Microbial Infections. (18th ed.). Toronto: Churchill Licvingstone.
Weitzman I., & Summerbell R. C. The Dermatophytes. Clin Microbiol
Rev, 1995;8(2):240-59.
Criado P. R., et al. (2011). Superficial Mycosis and The Immune
Response Elements. An Bras Dermatol, 2011;86(4):726-31.
TERIMA KASIH
RESPON
TIM A
1

Sebutkan minimal 3 perbedaan antara


jamur dan bakteri yang Saudara
ketahui ?
2.

Jelaskan yang anda


ketahui tentang
dermatofitosis dan non
dermatofitosis ?
3.

Sebutkan minimal 3 Sifat atau


karakteristik yang Saudara ketahui
tentang Mycobacterium leprae ?
4.

Sebutkan 3 jenis pewarnaan


yang dapat dilakukan untuk
mengidentifikasi
Corynebacterium diphtheriae?
5.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
6.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
7.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
8.

Berdasarkan mikroskopik tersebut,


identifikasi jamur tersebut ?
9.

Berdasarkan makroskopik dan


mikroskopik tersebut,
identifikasi jamur tersebut ?
10.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
KUMPUL
LEMBAR
JAWABAN
RESPON
TIM B
1

Sebutkan minimal 3 perbedaan antara


jamur dan bakteri yang Saudara
ketahui ?
2.

Jelaskan yang anda ketahui


tentang dermatofitosis dan non
dermatofitosis ?
3.

Sebutkan minimal 3 Sifat atau


karakteristik yang Saudara ketahui
tentang Mycobacterium leprae ?
4.

Sebutkan 3 jenis pewarnaan


yang dapat dilakukan untuk
mengidentifikasi
Corynebacterium diphtheriae?
5.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
6.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
7.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
8.

Berdasarkan mikroskopik tersebut,


identifikasi jamur tersebut ?
9.

Berdasarkan makroskopik dan


mikroskopik tersebut,
identifikasi jamur tersebut ?
10.

Berdasarkan mikroskopik
tersebut, identifikasi jamur
tersebut ?
KUMPUL
LEMBAR
JAWABAN
TERIMA KASIH