Anda di halaman 1dari 29

Asuhan Keperawatan

Pada Bayi Baru Lahir Normal


dan Bermasalah

Ns.Asiah, S.Kep
Asuhan Keperawatan
Pada Bayi Baru Lahir Normal
dan Bermasalah
Bayi Baru Lahir Normal adalah bayi dari
lahir sampai usia 4 minggu, biasanya
dengan usia gestasi 32-42 mg
Bayi Baru Lahir RisikoTinggi adalah
neonatus tanpa memperlihatakan gestasi
atau BB lahir yang mempunyai
kemungkinan morbiditas atau mortalitas
Perinatologi dan Neonatologi
Definisi :
Perinatologi merupakan IImu Kesehatan
Anak yang memberikan pelayanan
kesehatan bagi semua bayi baru lahir
(usia 0-28 hari) terutama dengan risiko
tinggi
Unit Neonatologi merupakan fokus
utama strategi asuhan perinatal atau
neonatal (PROTOKOL ASUHAN NEONATAL 2008)
Bounding Attechment
Definisi :
Bounding Attechment merupakan interaksi antara
orang tua dan bayi (Hemilton 2002)
Bounding Attechment merupakan permulaan saling
mengikat antara orang-orang seperti antara orang
tua dan anak pada pertemuan pertama (Bobak
2005)
Manajemen laktasi
Definisi :
IMD (Inisiasi Menyusu Dini) adalah proses
membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri
dapat menyusu segera dalam satu jam
pertama setelah lahir, bersamaan dengan
kontak kulit antara bayi dengan ibu. Bayi
dibiarkan setidaknya satu jam di dada ibu
sampai dia menyusu sendiri, insiatif untuk
menyusu diserahkan pada bayi.
Manajemen laktasi
Indikator Posisi Menyusui Yang Benar :
• Tubuh bayi dekat dengan tubuh ibu
• Dagu bayi bagian pertama yang melekat ke payudara ibu
• Hidung menghadap puting ibu
• Dada bayi melekat pada dada ibu
• Seluruh tubuh bayi di sanggah
PIJAT OKSITOSIN
Isapan bayi saat menyusu menyebabkan sinyal-sinyal
dikirimkan ke kelenjar hipotalamus di otak untuk
menghasilkan hormon prolaktin yang kemudian beredar di
dalam darah. Alveoli adalah sel-sel yang memproduksi ASI.
Di dalamnya terdapat lactocytes yang merupakan area
penerima hormon prolaktin serta menstimulasi
pembentukan ASI
Hormon yang keduaa dalah Hormon Oksitosin.
Saat bayi mengisap, rangsangan tersebut dikirimkan ke
otak sehingga hormon oksitosin dikeluarkan dan mengalir
ke dalam darah, kemudian masuk ke payudara Mama
menyebabkan otot-otot di sekitar alveoli berkontraksi dan
membuat ASI mengalir di saluran ASI (milk ducts).
Metode Kanguru
Metode Kanguru dirancang untuk neonatus
dengan berat badan lahir rendah atau
kurang bulan--------- kurang dari 37 mg,
dengan BB kurang dari 2500gram.
Posisi yang di lakukan bayi diletakkan
telanjang di dada ibu dengan hanya
memakai popok, kaus kaki dan topi
Metode Kanguru
Persiapan :
• Baju khusus kangguru mother / kain panjang
untuk gendongan
Pelaksanaan :
• Letakan bayi ( telanjang, kecuali popok ) ke
dada ibu diantara dua payudara dengan posisi
vertical dan menghadap ibu
• Ikatkan gendongan sedemikian rupa sehingga
bayi dan ibu merasa nyaman.
• Ibu dapat tetap melakukan aktivitas sehari – hari
sambil menggendong bayinya.
• Susui bayi setiap kali mau
Rooming-in
Rawat gabung adalah membiarkan ibu dan bayinya
bersama terus menerus. Pada rawat gabung /
rooming-in bayi diletakkan di box bayi yang berada
di dekat ranjang ibu sehingga mudah terjangkau.
Ada satu istilah lain yaitu bayi dan ibu berada
bersama-sama di ranjang ibu.
Prinsip Dasar Penanganan
Bayi Baru Lahir :
Bersihkan jalan napas dengan spuit balon
yang terbuat dari karet untuk mebersihkan hidung
dan mulut serta cairan amnion sehingga jalan napas
terbuka
Perawatan tali pusat.....klem dan gunting
Pengkajian APGAR SKORE dan pemeriksaan
Fisik oleh dokter struktur dan fungsi tubuh bayi
Timbang dan Ukur Tinggi Badan ada istilah
antropometri merupakan ilmu yang mempelajari
ukuran tubuh manusia.
Mandikan bayi dengan air hangat ...catatan suhu
bayi diatas 36.5ᵒc-37ᵒc
Prinsip Dasar Penanganan
Bayi Baru Lahir
Memberikan kehangatan dan kenyamanan dengan di
bungkus dengan selimut
Berikan kepada orang tua ibu----IMD, kontak
dengan ayah
Dokumentasikan tindakan yang telah di lakukan
Adaptasi BBL intrauterin ke
ekstrauterin
Bayi baru lahir yang sehat harus mampu
menjalani fungsi adaptasi fisiologis dan
adaptasi prilaku supaya dapat tumbuh normal
dan mampu membentuk dasar kemampuan
sosial bayi baru lahir
Adaptasi BBL Intrauterin Ke Ekstrauterin

A. Adaptasi Fisiologis
1. Adaptasi Kardiovaskuler
2. Adaptasi Respirasi
3. Adaptasi Endokrin dan Metabolik
4. Adaptasi Hepatik
5. Adaptasi Renal
6. Adaptasi Gastrointestinal
7. Adaptasi Neurologik
8. Adaptasi Immunologik
9. Adaptasi Termogenik
10. Adaptasi Reproduksi dan Seksual
Adaptasi BBL intrauterin ke ekstrauterin
B.Adaptasi Perilaku

1. Periode reaktivitas I (15-30 mnt


stlh lahir);
 terjaga, menangis kuat,
aktif, membuka mata, RR
& HR irregular, suching
reflex kuat (IMD)

2. Periode inaktivitas (2-4 jam);


 Diam/tenang, tidur, RR &
HR normal, BU (+), suhu
turun.
Adaptasi BBL intrauterin ke
ekstrauterin
3. Periode reaktivitas II (4-6 jam peratama)
 Diam/tenang, terjaga, aktif, menangis, mulai tertarik
untuk makan (ASI).
ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah
• Aspiksia
ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah
• Caput Succedaneum
– Edema yang tidak berbatas tegas dibagian
kulit kepala yang paling dahulu keluar dalam
persalinan vertek (Protokol Asuhan Neonatal
(2008)
– Ansietas berhubungan dengan anak yang
mengalami cedera kepala (Caput
Succedaneum)
– jelaskan pada orang tua bahwa anak tidak
memerlukan perawatan khusus, karena
kondisi ini dapat hilang dalam beberapa hari
ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah
ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah
• Perdarahan Intrakranial
• Perdarahan intrakranial banyak terjadi pada bayi dengan BB
< 1500gram
• Bisa terjadi karena (Trauma kelahiran, Pemutaran/penarikan
kepala yang berlebihan, Disproporsi antara kepala anak dan
jalan lahir, Partus buatan (ekstraksi vakum, cunam).
• Perfusi jaringan tidak efektif (spesifik serebral) berhubungan
dengan aliran arteri dan atau vena terputus.
• Peningkatan TIK dengan proses desak ruang akibat
penumpukan cairan/ darah di dalam otak.
• Monitor Tekanan Intra Kranial
• Catat perubahan respon klien terhadap stimu-lus /
rangsangan
• Monitor suhu dan angka leukosit.
• Kaji perubahan tanda-tanda vital.
ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah

– Fraktur
• Fraktur klavikula yang paling sering
• Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan
dengan diskontinuitas jaringan
• Kaji tingkat nyeri (skala 0 – 10)
• Observasi TTV
– Paralisis
• Kelumpuhan
• Paralisis saraf : akan mengakibatkan paralisis
diafragma ( gawat napas)
• Risiko tinggi aspiksia b.d obstruksi jalan napas
ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah
Kelainan Kongenital
Suatu penyakit yang ada waktu lahir dan dapat
di sebabkan oleh faktor genetik atau oleh faktor
lingkungan atau keduanya (Bobak 2005)

SURVAI
Setiap tahun 250.000 bayi di lahirkan dengan
gangguan struktur dan fungsional yang
signifikan
Klasifikasi kelainan kongenital
 Labioskiziz/labiopalatoskizis

 Atresia oesophagus

 Atresia rekti dan atresia anus

 Hischprung

 Obstruksi billiaris

 Omfalokel

 Gagal jantung kronik


ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah
1. Gangguan perfusi jaringan b.d penurunan
cardiac output
2. Inefektif pola nafas b.d akumulasi secret
3. Resiko gangguan nutrisi kurang dari
kebutuhan b.d intake yang tidak adekuat
4. Kecemasan ortu b.d kurangnya pengetahuan
tentang kondisi bayinya
ASKEP
Bayi Baru Lahir Bermasalah
1. Observasi frekwensi dan bunyi jantung, bunyi nafas
2. Observasi adanya sianosis.
3. Beri oksigen sesuai kebutuhan
4. Tempatkan kepala pada posisi hiperekstensi
5. Observasi intake dan output
6. Observasi reflek menghisap dan menelan bayi
Daftar Pustaka
Bobak, Lowdermilk, Jensen, (2005). Buku ajar
keperawatan maternitas, (Edisi 5), Jakarta, EGC
Farrer H. (2001) Keperawatan Maternitas, (Edisi
2), Jakarta, EGC
Wong (2004) Clincal Manual Of Pediatrik Nursing
Mosby
Protokol Asuhan Neonatal (2008) KEMENKES
Jakarta
Semoga Bermanfaat
Hatur Nuhun