Anda di halaman 1dari 14

Nefrotik syndrome

Kelompok 5:
1.Ridho Alfisyahrin
2.Wenty Angraini
3.Rudy Hidayansyah
4.Wahyu Pratama
Neftotik syndrome

Definisi:
Sindrom nefrotik atau nefrotik syndrome adalah kelainan ginjal ketika ginjal
mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urin yang keluar dari dalam tubuh.
Setiap ginjal mengandung 1 juta saringan untuk membersihkan darah beracun
Umumnya nefrotik syndrome terjadi pada anak-anak kisaran umur 3-4 tahun
Akan tetapi orang dewasa juga bisa terkena nefrotik syndrome.
Menurut chesney tahun 1999

Nefrotik syndrome merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh


kelainan glomerular dengan gejala edema, proteinuria masif (lebih dari
50 mg/kgBB/24 jam)hipoalbuminemia (kurang dari 2,5 gram/100 ml),
dan hiperkolesterolemia melebihi 250mg/dl Tanda – tanda tersebut
dijumpai pada kondisi rusaknya membran kapiler glomerulus yang
signifikan dan menyebabkan peningkatan permeabilitas membran
glomerulus terhadap protein .
Nefrotik syndrome di klasifikasikan menjadi
2 yaitu :

Nefrotik syndrome Nefrotik syndrome


primer skunder
Nefrotik Syndrome disebabkan oleh hal-hal seperti
berikut:

Nefrotik syndrome bisa terjadi akibat berbagai glomerulopati atau


penyakit menahun yang luas,sejumlah obat-obatan yang merupakan
racun bagi ginjal juga bisa menyebabkan nefrotik syndrome,demikian
juga dengan pemakaian heroin intravena.Nefrotik syndrome bisa
berhubungan dengan kepekaan tertentu
Nefrotik Syndrome juga
Bisa di sebabkan oleh
beberapa faktor berikut

Obat-
Penyakit obatan Alergi
Selain itu ada juga sebab lokal yang secara primer
mempengaruhi ginjal di antaranya adalah:

• a.Glomerulopathi
• b.Membranoproliferative glomerulonephritis
• c.Glomerulosklerosis fokal segmental:,
• d.Glomerulunefritis membanosa
• e.IgM mesangial proliferative glomerulonephritis
• f.Glomerlonefritis progresif cepat
• g.Nefropati IgA
• h.Sindrom Goodpasture:
• i.Postinfeksi Glomerulonefritis
• j.Sindroma nefrotik congenital
Gejala Nefrotik
Syndrome terbagi
menjadi 2 yaitu :

Gejala Awal
Gejala utama: 1. pembengkakan kelopak mata
1. Hipoalbuminemia (tingkat 2. nyeri perut
rendah albumin dalam darah). 3. air kemih berbusa
2. Edema(pembengkakan) 4. pengkisutan otot pembengkakan
3. Hiperkolesterolemia(tingginya jaringan akibat penimbunan
tingkat kolesterol dalam darah) garam dan air
Gejala lainnya nefrotik
syndrome

1.Produksi air kemih bisa


berkurang
2.pembengkakan lutut dan
kantung zakar (pada pria)
3.tingginya angka kejadian
infeksi
4.Rambut dan kuku menjadi
rapuh dan bisa terjadi
kerontokan rambut
Pencegahan dan perawatan nefrotik syndrome
antaralain

• 1.Pengendalian hipertensi
• 2.Pengaturan minum
• 3.Pengendalian darah
• 4.Penanggulangan anemia
• 5.Penanggulangan Asidosis
• 6.Pengaturan diet dan 7makanan
Peobatan dan terapi nefrotik
syndrome
• Pengobatan spesifik:
1.Pengobatan spesifik dari sindrom nefrotik tergantung pada penyebab penyakit
itu
2. Bila diagnosis sindrom nefrotik telah ditegakkan, sebaiknya janganlah tergesa-
gesa memulai terapi kortikosteroid, karena remisi spontan dapat terjadi pada
5-10% kasus. Steroid dimulai apabila gejala menetap atau memburuk dalam
waktu 10-14 hari.
3.Bagi penderita nefrotik syndrome di anjurkan untuk memulai terapi awal
dengan pemberian prednison oral (induksi) sebesar 60 mg/m2/hari dengan
dosis maksimal 80 mg/hari selama 4 minggu, kemudian dilanjutkan dengan
dosis rumatan sebesar 40 mg/m2/hari secara selang sehari dengan dosis
tunggal pagi hari selama 4 minggu, lalu setelah itu pengobatan dihentikan
Selain pengobatan spesifik juga di berikan
terapi suportif di antaranya adalah

• Istirahat sampai edema berkurang (pembatasan aktivitas).


Pembatasan asupan cairan terutama pada penderita rawat
inap ± 900 sampai 1200 ml/ hari.

• Diet makanan dan minuman tinggi protein yang
mengandung protein 2-5 gram/kgbb/hari, rendah lemak
dan tinggi kalori.

• Pembatasan garam atau asupan natrium sampai 1 – 2
gram/hari jika anak hipertensi. Menggunakan garam
secukupnya dalam makanan dan menghindari makanan
yang diasinkan

• Terapi diuretik sesuai indikasi. Pemberian ACE-
inhibitors misalnya : enalpril, captopril atau lisinopril
untuk menurunkan pembuangan protein dalam air
kemih dan menurunkan konsentrasi lemak dalam
darah. Tetapi pada penderita yang memiliki kelainan
fungsi ginjal yang ringan sampai berat, obat tersebut
dapat meningkatkan kadar kalium darah sehingga tidak
dianjurkan bagi penderita dengan gangguan fungsi
ginjal.

• Terapi albumin jika intake anak dan output urin kurang

• Antibiotik hanya diberikan bila ada infeksi.