Anda di halaman 1dari 20

 Ibu hamil sangat peka terhadap

terjadinya infeksi dari berbagai


mikroorganisme

 Secarafisiologik sistem imun pada ibu


hamil menurun → toleransi terhadap
bayi yang merupakan jaringan semi-
alogenik
INFEKSI HEPATITIS B
MALARIA

TORCH
 Berbahaya pada ibu dan bayi jika terjadi
hepatitis fulminan
 Pada ibu → gangguan fungsi hati →
dapat terjadi abortus, dan perdarahan
pasca persalinan
 Pada bayi → umumnya masalah serius
pada masa dewasa → kanker hati/sirosis
hati (setelah 40 tahun)
 HBV lebih berpotensi menimbulkan
infeksi nosokomial dibanding HIV
Pencegahan
 Kewaspadaan universal, dengan
menghindari hubungan seksual dan
pemakaian alat atau bahan dari pengidap.
Vaksinasi tenaga kesehatan terutama yang
sering terpapar dengan darah
 Skrining HBsAg pada ibu hamil, terutama di
daerah dengan prevalensi tinggi
 Imunisasi, penularan dari ibu ke bayi
sebagian besar dapat dicegah dengan
imunisasi
Penanganan
 Pada infeksi akut VHB dan adanya
hepatitis fulminan persalinan
pervaginam diusahakan dengan trauma
sekecil mungkin
 Ibu hamil dengan viral load tinggi →
diberikan HBIG atau lamivudin
 Persalinan jangan dibiarkan berlangsung
lama, terutama ibu dengan HBsAg (+)
• Mudah terjadi pada kehamilan,
disebabkan oleh : sistem imun dan
imunitas dapatan terhadap malaria
menurun.
• Terdapat tendensi atipik pada trimester
II.
• Infeksi berat  P. Falcifarum
Gejala klinis Diagnosis

Demam tinggi (menggigil)


Anamnesis

Anemia

Pemeriksaan fisik
pembesaran lien

Pemeriksaan
Infeksi berat : ikterus, penunjang : sediaan
kejang, kesadaran menurun,
muntah dan diare darah tebal atau tipis.
Penatalaksanaan
Obat Anti Malaria
• Klorokuin,
• Kuinin,
• Artesunat/Artemeter/Arteeter

Kontraindikasi
• Primakuin,
• Tetrasiklin,
• Doksisiklin, Halofantrin
• Hipoglikemi
• Edem paru
• Anemia berat
 Menyebabkan pembengkakan sel yang
karakteristik sehingga terlihat sel
membesar (sitomegali) dan tampak
sebagai gambaran mata burung hantu.
 Transmisi CMV dari ibu ke janin terjadi
selama kehamilan.
Diagnosis

• Serologi : adanya IgM dan


IgG anti-CMV
• Virologi : uji imuno fluoresen

Penatalaksanaan

• Anti CMV saat ini :


Gancicovir, foscarner,
cidofivir dan falaciclovir
(pranatal kurang dari 20
Transmisi terjadi bila infeksi toksoplasma
akut selama kehamilan.
Keadaan parasitemia oleh infeksi
maternal  parasit mencapai plasenta 
berkembang biak dan sebagian ke
sirkulasi janin
Usia kehamilan 14-27 minggu :
• Kordensentesis (pengambilan darah sampel
melalui tali pusat) atau amnion sintesis
(aspirasi cairan ketuban) dengan USG.
• Pembiakan darah janin atau cairan ketuban
dalam kultur sel fibroblast. Pemeriksaan
dengan PCR untuk mendeteksi DNA
T.Gondii. Pemeriksaan dengan teknik ELISA
pada darah janin untuk deteksi antigen IgM
janin spesifik.
• Kehamilan dengan infeksi akut : Spiramisin,
Piremitamin
• Toksoplasma kongenital : Sulfadiazin 50 –
100 mg/kg/hari dan Piremitamin 0,5 – 1
mg/kg diberikan setiap 2 – 4 hari selama 20
hari. IM asam folinik 5 mg setiap 2 – 4 hari.
Pengobatan di hentikan ketika anak
berumur 1 tahun.
• Penderita imunodefisiensi pengobatannya
sama dengan toksoplasmosis kongenital
• Infeksi rubela pada trimester I memberikan
dampak buruk, kemungkinan besar
terjadinya kelainan bawaan (sindrom rubela
kongenital).
• Infeksi pada trimester I memberikan pilihan
untuk aborsi.
• Kepastian infeksi dinyatakan pada konversi
IgM (-) menjadi (+) dan meningkatnya IgG.
Keadaan IgM dapat dibuktikan pada darah
tali pusat.
• Penatalaksanaan  vaksinasi pada remaja.
 Infeksi pada bayi relatif jarang tetapi
berupa infeksi paru, mata dan kulit.
 Jika ibu sudah terinfeksi (vesikel nyeri
pada vulva secara kronis), kemungkinan
infeksi pada bayi hampir tidak terbukti,
jadi diperbolehkan persalinan
pervaginam
 Jika infeksi yang baru terjadi pada
kehamilan akan berisiko sehingga
dianjurkan persalinan dengan seksio