Anda di halaman 1dari 20

BED SIDE TEACHING

NEONATAL HYPERBILIRUBINEMIA

PRESENTAN:
DANTI J CHANDRA
12100116028
PRESEPTOR :
Wiwiek Setyowulan, dr., SpA
Identitas Pasien
• NAMA : BY. F
• JENIS KELAMIN : PEREMPUAN
• TEMPAT, TGL LAHIR : BANDUNG, 2 JANUARI 2018
• UMUR : 9 HARI
• ALAMAT : KARASAK UTARA
• AGAMA : ISLAM
• SUKU : SUNDA
• TGL MASUK : 9 JANUARI 2018
• TGL PEMERIKSAAN : 11 JANUARI 2018
• ANAK KE : 2 DARI 2 BERSAUDARA
Identitas Orang tua Pasien
• NAMA AYAH : TN. A
• UMUR : 33 TAHUN
• PENDIDIKAN : S1
• PEKERJAAN : WIRASWASTA

• NAMA IBU : NY. H


• UMUR : 30 TAHUN
• PENDIDIKAN : S1
• PEKERJAAN : IBU RUMAH TANGGA
Anamnesis
KELUHAN UTAMA:
KULIT KUNING
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik RS. Muhammadiyah Bandung untuk
melalukan kontrol post lahir dengan keluhan kulit tampak kuning.
Keluhan kuning ini telah dirasakan sejak usia bayi memasuki 3 hari,
namun kuning semakin terlihat jelas sejak 1 hari yang lalu. kuning
berawal dari leher kemudian meluas ke perut lalu ke paha.
Orang tua pasien juga mengatakan mata pasien juga tampak
sedikit kuning. Ibu pasien mengatakan pasien minum ASI dengan baik
dan tidak diberikan susu formula, di rumah pasien bergerak aktif dan
menangis dengan kuat.
Orang tua pasien menyangkal pasien demam, menyangkal
adanya bak berwarna kuning gelap seperti teh, menyangkal adanya
muntah. BAK dan BAB pasien dikatakan lancar dan tidak ada keluhan.
Orang tua pasien menyangkal pasien lebih pucat. Menyangkal adanya
kejang. Menyangkal pasien menjadi lebih lemas dan tidak bergerak
aktif. Menyangkal adanya memar pada kulit pasien. Orang tua pasien
mengatakan saat menyusui, pasien dapat menghisap dengan baik.
Orang tua pasien mengatakan bayinya pernah di fototerapi
sebelumnya, pada saat umur bayi 3 hari, bayi belum boleh pulang
karena harus dilakukan fototerapi terlebih dahulu selama 1 hari.
Riwayat kehamilan dan persalinan
• Selama kehamilan, ibu pasien rajin kontrol teratur ke dokter. mengecek
kehamilan sebanyak 9 kali selama kehamilan. Ibu pasien mengatakan rajin
minum vitamin yang diberikan dokter. ibu pasien menyangkal adanya sakit
selama masa kehamilan. ibu pasien juga menyngkal mengonsumsi obat-obatan
dan jamu selama kehamilan.
• Pasien adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara. Lahir SC ai CPD + Plasenta letak
rendah di rs di bantu oleh dokter, usia kehamilan 37-38 minggu, berat badan
lahir: 2.940 gram, panjang badan : 48 cm.
• Anak pertama laki-laki, lahir normal di RS dibantu oleh bidan, berat lahir 3.000
gram, langsung menangis, usia kehamilan cukup bulan, saat ini berusia 3 tahun.
• riwayat penyakit dahulu
Usia 3 hari pernah mengalami keluhan yang sama
• riwayat penyakit keluarga
Kakak pasien tidak memiliki riwayat kuning pada saat lahir
• Riwayat nutrisi
pasien diberikan ASI sejak lahir sampai sekarang
• riwayat tumbuh kembang
orang tua pasien merasa anaknya bertambah berat badan. akan tetapi
kurang memahami perkembangan anaknya.
Pemeriksaan Fisik
• PRECTALE STATE : 5
• KEADAAN UMUM: TAMPAK SAKIT SEDANG
• TANDA VITAL :
- TEKANAN DARAH : SULIT DINILAI
- HEART RATE : 116 KALI / MENIT
- RESPIRASI : 39 KALI / MENIT, REGULER
- SUHU : 36.7O C
• ANTROPOMETRI :
BERAT BADAN : 2900 GRAM
LINGKAR KEPALA : 34 CM
PANJANG BADAN : 48 CM
KEPALA

• BENTUK : NORMOSEFAL

• WAJAH : SIMETRIS, EDEMA (-), DEFORMITAS (-)

• RAMBUT : HITAM HALUS, TIDAK MUDAH RONTOK

• MATA : ANEMIS (-/-), ICTERIC (-/-), SEKRET (-/-)

• TELINGA: LOKASI NORMAL, SIMETRIS, SEKRET (-), BENTUK PINA BAIK, KEMBALI CEPAT,

• HIDUNG: LOKASI NORMAL, DEVIASI SEPTUM (-), SEKRET (-/-), PCH (-).

• MULUT :
• BIBIR : BASAH, PERIORAL SIANOSIS (-)
• PALATUM: TIDAK ADA KELAINAN
• GUSI : SULIT DINILAI
• MUKOSA: TIDAK ADA KELAINAN, BASAH, TIDAK ANEMIS DAN TIDAK SIANOSIS
LEHER
• RETRAKSI SUPRASTERNAL (-), HIGROMA COLI (-), TORTIKOLIS (-)
• KGB: TIDAK TERABA PEMBESARAN KGB
• TIDAK DITEMUKAN MASSA

THORAKS
• INSPEKSI : BENTUK NORMAL, PERGERAKAN SIMETRIS, RETRAKSI INTERCOSTAL (-),
• PALPASI : SULIT DINILAI
• PERKUSI : TIDAK DILAKUKAN
• AUSKULTASI:
• BUNYI PARU ANTERIOR : BRONCHO VESIKULAR KANAN=KIRI, RONKHI (-/-), WHEEZING (-/-), SLAM (-/-)
• BUNYI JANTUNG S1, S2 MURNI REGULAR, MURMUR (-) GALLOP (-)
ABDOMEN
• AUSKULTASI: BISING USUS (+)
• INSPEKSI : DATAR
• PALPASI : LEMBUT, LIVER DAN LIEN TIDAK TERABA, TURGOR NORMAL
• PERKUSI : SULIT DINILAI

ANOGENITAL : TIDAK ADA KELAINAN PADA GENITAL


EKSTREMITAS
• BENTUK NORMAL, DEFORMITAS (-)
• SIANOSIS PERIFER (-), PETECHIAE(-), ICTERIC (-)
• AKRAL HANGAT
• CRT < 3 DETIK

KULIT: ICTERIC (-), KREMER SULIT DINILAI, PURPURA (-), PETECHIAE (-)
NEUROLOGIS:
REFLEKS PRIMITIF:
• BABINSKI : +/+
• MORO REFLEX :+
• PALMAR REFLEX : +/+
• PLANTAR REFLEX : +/+
• ROOTING REFLEX :+
• SUCKING REFLEX :+
Resume
By. f datang dengan keluhan kuning sejak usia bayi 3 hari yang semakin terlihat jelas sejak 1
hari sms. selain badan, mata pasien juga terlihat kuning. Pasien minum asi dengan baik, bergerak aktif
dan menangis kuat. Menyangkal demam, muntah, lemas, kejang, memar pada kulit. bak dan bab tidak
ada keluhan. Orang tua pasien mengatakan bayinya pernah di fototerapi sebelumnya, pada saat umur
bayi 3 hari, bayi belum boleh pulang karena harus dilakukan fototerapi terlebih dahulu selama 1 hari.
Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum pasien tampak sakit sedang, terlihat tenang, tanda-
tanda vital ditemukan normal. Pemeriksaan pada kulit sulit dinilai karena telah dilakukan fototerapi.
Diagnosis Banding

1. NEONATUS HIPERBILIRUBINEMIA FISIOLOGIS


• -NEONATAL BREAST MILK JAUNDICE
• -NEONATAL BREAST FEEDING JAUNDICE
2. NEONATUS HIPERBILIRUNEMIA PATOLOGIS
• NEONATAL HYPERBILIRUBINEMIA EC. INKOMPABILITAS ABO/RH
• NEONATAL HYPERBILIRUBINEMIA EC. DEFISIENSI ENZIM G6PD
• ANEMIA HEMOLITIK
• HEMATOMA
• SEPSIS
• OBSTRUKSI ALIRAN EMPEDU
Usulan Pemeriksaan

• HEMATOLOGI RUTIN (HEMOGLOBIN, HEMATOKRIT, TROMBOSIT, LEUKOSIT, HITUNG JENIS)


• PEMERIKSAAN BILIRUBIN DIREK DAN TOTAL
• PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DAN RHESUS
• PEMERIKSAAN ENZIM G6PD
• COOMB TEST
DIAGNOSIS KERJA
NEONATAL HYPERBILIRUBINEMIA FISIOLOGIS
Penatalaksanaan

• RAWAT INAP
• HANGATKAN PASIEN. PERTAHANKAN SUHU 36,5-37,4 0C (INKUBATOR)
• CAIRAN (ASI)
• EVALUASI TANDA VITAL
• TERAPI SINAR (FOTOTERAPI)
Prognosis

• QUO AD VITAM : AD BONAM


• QUO AD FUNCTIONAM : AD BONAM
• QUO AD SANATIONAM : AD BONAM
TERIMA KASIH