Anda di halaman 1dari 26

Kontraktur

Definisi
• Kontraktur adalah kelainan atau pemendekan
permanen dari otot, sendi, atau kulit yang
terjadi saat jaringan lunak di bawa kulit
berkurang kelenturannya dan tidak dapat
meregang akibat pembentukan jaringan parut
berlebih dalam proses penyembuhan luka.
• Kelainan ini dapat terjadi di seluruh bagian
tubuh dan dapat mengenai tendon dan
ligamen.
• Kontraktur seringkali menyebabkan nyeri dan
terbatasnya pergerakan bagian tubuh tersebut
Proses penyembuhan luka
• Fase inflamasi : fase ini bertujuan untuk
menghilangkan organisme/ benda asing/
jaringan mati.
• Fase proliferatif : terjadi keseimbangan antara
pembentukan jaringan parut dan regenerasi
jaringan
• Fase remodeling : untuk memaksimalkan
kekuatan dan integritas jaringan
Etiologi kontraktur

Gangguan neuromuskular

Genetik

Trauma/ luka bakar

Imobilisasi dalam jangka waktu yang lama


Jenis kontraktur
• Volkmann  kontraktur iskemik, umumnya pada
lengan tangan dan menyebabkan cacat pada jari
tangan, sehingga terlihat seperti cakar. Kondisi ini
menyebabkan pasien tidak dapat meluruskan jari
mereka
• Dupuytren  kondisi ini mengenai jaringan
penghubung pada telapak tangan yang bisa
menebal dan membentuk nodul atau benjolan
jinak. Benjolan disebabkan oleh ikatan jaringan
yang mengalami pemendekan.
Dupuytren contracture
Volkmann contracture
Klasifikasi berdasarkan lokasi
• Kontraktur dermatogen
• Kontraktur tendogen atau myogen
• Kontraktur arthrogen
• 1. Kontraktur Dermatogen atau Dermogen
Kontraktur yang disebabkan karena proses terjadinya di
kulit, hal tersebut dapat terjadi karena kehilangan
jaringan kulit yang luas misalnya pada luka bakar yang
dalam dan luas, loss of skin/tissue dalam kecelakaan
dan infeksi.
• 2. Kontraktur Tendogen atau Myogen
Kontraktur yang tejadi karena pemendekan otot dan
tendon-tendon. Dapat terjadi oleh keadaan iskemia
yang lama, terjadi jaringan ikat dan atropi, misalnya
pada penyakit neuromuskular, luka bakar yang luas,
trauma, penyakit degenerasi dan inflamasi.
• Kontraktur Arthrogen .
Kontraktur yang terjadi karena proses didalam
sendi-sendi. Kontraktur tersebut sebagai akibat
immobilisasi yang lama dan terus menerus,
sehingga terjadi gangguan pemendekan kapsul
dan ligamen sendi, misalnya pada bursitis,
tendinitis, penyakit kongenital dan nyeri.
Patofisiologi
• Jaringan ikan dan otot dipertahankan dalam
posisi memendek dalam jangka waktu lama 
serabut otot dan jaringan ikat akan menyesuaikan
memendek  kontraktur sendi
• Otot dipertahankan memendek dalam 5-7 hari 
terjadi kontraksi jaringan kolagen dan
pengurangan jaringan sarkomer otot jika
berlanjut sampai 3 minggu atau lebih  jaringan
ikat sekitar sendi dan otot akan menebal 
kontraktur
Gejala utama kontraktur
• Nyeri pada bagian tubuh yang mengalami
kontraktur
• Pergerakan yang terbatas
• Dapat disertai tanda peradangan lain.
Pencegahan kontraktur
• Mencegah infeksi  perawatan luka, debridement
jaringan mati perlu diperhatikan  keterlambatan
penyembuhan luka dan jaringan granulasi berlebih
akan menimbulkan kontraktur
• Skin graft  untuk luka yang luas dan kehilangan
jaringan luas agar tidak terjadi penarikan jaringan, otot
dan kulit sekitar
• Fisioterapi  menggerakan sendi sesuai fungsi,
stretching, splinting, mobilisasi
• Penyambungan otot-otot yang luka, syaraf, pembuluh
darah harus teliti dan adekuat oleh karena dapat
berakibat cacat seumur hidup.
Penanganan kontraktur
• Tujuan utama : pengembalian fungsi dengan
cara menganjurkan penggunaan anggota
tubuh untuk mobilisasi sesuai dengan fungsi
yang seharusnya untuk menjaga kekuatan dan
ketahanan
Penanganan kontraktur
• Dapat dilakukan dengan terapi konservatif dan
operatif.
a. Proper positioning
Program positioning antikontraktur adalah
penting dan dapat mengurangi edema,
pemeliharaan fungsi dan mencegah kontraktur
• Proper positioning pada penderita luka bakar
adalah sebagai berikut :
– Leher : ekstensi / hiperekstensi
– bahu : abduksi, rolasi eksterna
– Antebrakii : supinasi
– Trunkus : alignment yang lurus
– Lutut : lurus, jarak antara lutut kanan dan kiri 20”
– Sendi panggul tidak ada fleksi dan rolasi eksterna
– Pergelangan kaki : dorsofleksi
• Stretching
Kontraktur ringan dilakukan strectching 20-30 menit, sedangkan
kontraktur berat dilakukan stretching selama 30 menit atau lebih
dikombinasi dengan proper positioning. Berdiri adalah stretching
yang paling baik, berdiri tegak efektif untuk stretching panggul
depan dan lutut bagian belakang. (2,10)
• Splinting / bracing
Mengingat lingkup gerak sendi exercise dan positioning
merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada luka bakar,
untuk mempertahankan posisi yang baik selama penderita tidur
atau melawan kontraksi jaringan terutama penderita yang
mengalami kesakitan dan kebingungan.
Splinting
• Pemanasan
Pada kontraktur otot dan sendi akibat scar yang
disebabkan oleh luka bakar, ultrasound adalah
pemanasan yang paling baik, pemberiannya
selama 10 menit per lapangan. Ultrasound
merupakan modalitas pilihan untuk semua sendi
yang tertutup jaringan lunak, baik sendi kecil
maupun sendi besar.
Operatif
• Z – plasty atau S – plasty
Indikasi operasi ini apabila kontraktur bersama dengan
adanya sayap dan dengan kulit sekitar yang lunak.
Kadang sayap sangat panjang sehingga memerlukan
beberapa Z-plasty.
• Skin graft
Indikasi skin graft apabila didapat jaringan parut yang
sangat lebar. Kontraktur dilepaskan dengan insisi
transversal pada seluruh lapisan parut, selanjutnya
dilakukan eksisi jaringan parut secukupnya. Sebaiknya
dipilih split thickness graft untuk l potongan, karena full
thickness graft sulit. Jahitan harus berhati-hati pada ujung
luka dan akhirnya graft dijahitkan ke ujung-ujung luka
yang lain, kemudian dilakukan balut tekan. Balut diganti
pada hari ke 10 dan dilanjutkan dengan latihan aktif pada
minggu ketiga post operasi.
• Flap
Pada kasus kasus dengan kontraktur yang luas dimana
jaringan parutnya terdiri dari jaringan fibrous yang luas,
diperlukan eksisi parsial dari parut dan
mengeluarkan / mengekspos pembuluh darah dan saraf
tanpa ditutupi dengan jaringan lemak, kemudian
dilakukan transplantasi flap untuk menutupi defek tadi.
Indikasi lain pemakaian flap adalah apabila gagal dengan
pemakaian cara graft bebas untuk koreksi kontraktur
sebelumnya. Flap dapat dirotasikan dari jaringan yang
dekat ke defek dalam 1 kali kerja.
Prognosis
• Prognosis kontraktur tergantung dari
penyebabnya. Secara umum, semakin awal
kontraktur ditangani, semakin baik
prognosisnya.
DAFTAR PUSTAKA
• 1.Saleem S, Valbona C. Immobilization. In : Garrison S,I. Handbook oh physical medicine and
rehabilitation basics. Philadelphia. JB. Lippincott Co. 1995; 188-189.
• 2. Halar EM, Bell KR. Contracture and other deletrious. In : DeLisa JA. Rehabilitation medicine,
principles and practices. Second ed. Philadelphia, Lippincott Co. 1993-, 681-689.
• 3. Irain K. Burns. In : Garrison SJ. Handbook of’ physical medicine and rehabilitation basics.
Philadelphia. JB. Lippincott Co. 1995; 95-97, 102-103.
• 4. Fisher SV. Rehabililation management of burns. In : Medical rehabilitation. Baltimore; Williams
and Wilkins 1984; 306-307.
• 5. Bowser BL, Solis IS. Pediatrics rehabilitation. In : Garrison SJ. Handbook of’ physical medicine and
rehabilitation basics. Philadelphia. .113. Lippincott Co. 1995; 261-262, 267-270.
• 6. Sjamsuhidajat R, de Jong W. Buku ajar bedah, 1997, 72-73, 1131, 1219-1221.
• 7. Dorland’s. Illustrated medical dictionary. 25th ed. WB Saunders 1980; 355-815.
• 8. Kottke FJ. Therapeutic exercise to maintain mobility. In : Krusen’s Handbook of physical medicine
and rehabilitation. Thieth ed. Philadelphia. WB Saunders Co. 1982; 398-401.
• 9. Powell M, Kershaw R. Principles of treatment of orthopaedic patients. In Orthopaedic nursing
and rehabilitation. 9th ed. Churcill Livingstone : English Language Book Society. 1986; 34-42.
• 10. Joynt RL, Findley TW. Therapeutic and exercise. In : DeLisa JA. Rehabilitation medicine;
principles and practices. Seconded. Philadelphia, Lippincott Co. 1993; 535.
• 11. Converse JM. Reconstructive plastic surgery. Second ed. WB Saunders, 1977; 1596-1635.