Anda di halaman 1dari 39

PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN

PENGARUHNYA PADA
MASYARAKAT

Ana Medawati, drg, M.Kes


Jumlah Air dalam Tubuh Manusia

Bayi dengan low birth Sekitar 80%


weight dari berat badan

Neonatus Sekitar 70-75 %


dari berat badan
Anak Sekitar 65 %
dari berat badan

Orang Dewasa Sekitar 55-60 %


dari berat badan
Kapan terjadi dehidrasi ?

• Jika tubuh tidak cukup mendapatkan air


atau kehilangan air hanya sekitar 5% dari
berat badan (pada anak besar dan orang
dewasa)
Hydrologi
Suatu ilmu yang mempelajari fenomena air
pada semua tahap yang dilaluinya yakni
yang mengangkut penyebaran adanya air
pada :
• Atmosfir bumi
• Permukaan bumi
• Di dalam tanah
• Lapisan batu-batuan, serta hubungan semua
phenomena ini dengan hidup dan kehidupan
manusia
Silklus Hydrologi
• Penguapan (evaporasi) air yang terdapat
di dalam dan atau keadaan berkeringat
(transpirasi) yang dialami oleh makhluk
hidup
• Pembentukan awan (kondensasi)
• Peristiwa jatuhnya air ke bumi (prespitasi)
• Aliran air pada permukaan bumi didalam
tanah
Siklus Kontak Air
Siklus pergerakan air yang lebih kecil
lingkarannya dibandingkan dg siklus hydrologi,
karena hanya menyangkut pergerakan air
yang ada hubungannya dg manusia, yakni :
• Pemakaiannya
• Penyediaannya
• Pembuangan air bekas, dan
• Aliran alur air alam
Siklus Kontak Air yang Terjadi dalam
Kehidupan Sehari-hari

Sumber Air untuk dipakai

(Pengelolaan dan Distribusi Air)

•Persediaan Air Minum umum


•Pemakaian primer dan
•Alur perairan alam
sekunder:
untuk air minum, •Pemakaian tertier :
Penyiapan makanan dan Berenang,
Minuman, mandi dan cuci , Pembiakan kerang
Angkutan basah dari sampah Perikanan
Dan sisa air suatu proses Rekreasi
Serta perlindungan Pelayaran dan tenaga
Terhadap bahaya kebakaran

Sumber Air Bekas Pakai


(Air bekas, pelarut sisa serta pengolahan air bekas)
Macam Air yang dikaitkan sumber atau asalnya

Air dapat dibedakan atas:


• Air hujan, embun atau salju
• Air permukaan tanah
Tetap saja ada kemungkinan terkontaminasi dengan
zat-zat mineral atau kimia yang mungkin
membahayakan kesehatan
Kemungkinan Air tercemari
• Mengandung gas-gas tertentu yang
membahayakan kesehatan : gas methane,
hydrogen sulfida dsb
• Mengandung mineral tertentu yang
mendapatkan kelainan : sulfate, nitrat dsb
• Mengandung benda-benda bersifat koloid :
jamur, bakteri, kuman
• Mengandung zat radioaktif, terutama jika
sumber air tsb kontak dg zat-zat ataupun
peralatan yang mempergunakan tenaga atom
Perbandingan Macam Air
Embun, Air Hujan, Air Permukaan Air di Dalam
Salju Tanah Tanah
Jika belum Umumnya telah Umumnya jika
terkontaminasi terkontaminasi, jadi mengal;ami
bersifat bersih, steril, bersifat kotor penyaringan sempurna
murni bersifat bersih
Mudah merusak Mengandung bakteri Kemungkinan
logam-logam berat dan zat kimia, kaya mengandung zat
(menimbulkan karat) akan O2, CO2 serta zat- mineral cukup besar
zat lainnya yang
bersifat merusak
Sering berwarna,
berbau dan
mempunyai rasa yg tak
nyaman
Syarat Air Minum
Syarat Fisik Syarat bakteriologis
• Tidak berwana • Terhindar
• Tidak berasa kontaminasi bakteri
• Tidak berbau pathogen (E.Coli)
• Jernih dg suhu • E coli ditemui pada
dibawah suhu udara kotoran manusia,
secara relatif lebih
• Menimbulkan rasa sukar dimatikan dg
nyaman pemanasan air
Syarat Air Minum
Syarat kimia
• Tidak tercemar
secara berlebihan
oleh zat-zat ataupun
mineral yang
berbahaya bagi
kesehatan
Bahan-bahan ataupun zat kimia yang
terdapat dalam air ideal
NO JENIS BAHAN KADAR yang dibenarkan
(mg/liter)
1 CO2 Tidak ada
2 H2S Tidak ada
3 NH4 Tidak ada
4 NO3 45
5 Fluor (F) 1 – 1,5
6 Chlor (Cl) 250
7 Arsen (As) 0,05
8 Tembaga (Cu) 1,0
9 Seng (Zn) 5,0
Bahan-bahan ataupun zat kimia yang
terdapat dalam air ideal
NO JENIS BAHAN KADAR yang dibenarkan
(mg/liter)
10 Sulfat (SO4) 250
11 Mangan (Mn) 0,05
12 Besi (Fe) 0,3
13 Pb 0,05
14 Cu 3,0
15 Mg 125
16 Cn 0,01
17 Zat Organik 10
18 Zat yang larut 1000
19 Ph (keasaman) 6,5 – 9,0
20 Kesadahan 5 – 10 derajat jerman
Pemeriksaan Air
TUJUAN:
• Pengukuran bakteri
(pemeriksaan bakteriologis)
• Pengukuran zat kimia
(untuk melihat apakah kadar yang dibenarkan
terlampaui atau tidak)

Dibutuhkan contoh (sample) air:


(Air sumur, air pompa, atau air ledeng)
Pemeriksaan Bakteriologis
• Berdasarkan pada ditemui atau tidak
ditemuinya E. Coli dalam air tersebut
• E. Coli dipilih sbg indikator
• E. Coli Sukar dibunuh dg pemanasan
• Jika air mengandung E coli, harus
dipertimbangkan penolakan pemakaiannya
untuk air minum

• Teknik pemeriksaan E Coli :


1. The multiple tube fermentation technique
(18-24 jam)
2. The membran-fiter technique (2 – 4 hari)
Pemeriksaan Kimiawi

• Kadar Chlor dalam Air


• Keasaman Air (pH)
Pemeriksaan Kadar Chlor
• Dg alat (comprerator dg zat ortholuinine)
• Air yg akan diperiksa diambil 100 cc
ditempatkan dlm 2 tabung terpisah
• Salah satu tabung diberi zat ortholuinine : 3-4
tetes kemudian diamkan
• Lihat perubahan warna yg terjadi pada tabung
yg diberi zat indikator
• kemudian sesuaikan warna ini dg warna
standard yg terdapat pada comperator
• Bila sama berarti menunjukkan angka 0,2 ppm,
maka ini berarti kadar chlor dalam air
sebanyak 0,2 ppm
Pemeriksaan Keasaman Air
• Caranya sama dg pemeriksaan chlor,
hanya zat indikatornya : zat methyl
merah atau zat methyl biru
• Sesuaikan warna yg terbentuk dg warna
standard yg ada
• Angka yg tertera pada warna yg sama
adalah derajat keasaman dari air tersebut
Pengelolaan untuk Air Minum
• Untuk memenuhi syarat untuk bisa
langsung diminum perlu diolah terlebih
dahulu, sedemikian rupa sehingga
memenuhi syarat kesehatan
• “Treatment of water”
Pengelolaan Air
• Secara Alamiah
• Dengan Menyaring
• Dengan menambahkan zat kimia
(biasanya chlor disebut chlornation)
• Dengan mengalirkan udara
• Dengan memanaskannya hingga
mendidih
Pengaruh Air terhadap Kesehatan

• Pengaruh tidak langsung adalah pengaruh


yg timbul sebagai akibat pendayagunaan
air yg dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat
Contoh : Air utk pembangkit tenaga listrik,
industri, irigasi, perikanan, pertanian dan
rekreasi
• menurunkan kesejahteraan masyarakat
Contoh: pengotoran air dg zat-zat kimia
yg dpt menurunkan kadar oxigen terlarut
• Pengaruh zat-zat pengikat oxzigen thd
kesehatan terjadi secara tidak langsung
karena kematian mata rantai makanan
(ikan) dan untuk alasan estetika

• Sehingga dayaguna air untuk keperluan


kesehatan akan menurun
Zat Radioaktif

• Besar kecilnya masalah ini sgt tergantung


• kadar magnifikasi
• Peran organisme tsb dalam rantai
makanan
• Lamanya waktu paruh zat radioaktif
Penyebab Penyakit di dalam Air

• Penyebab hidup,
yg menyebabkan penyakit menular
• Penyebab tidak hidup,
yg menyebabkan penyakit tidak menular
Peran Air dalam terjadinya
penyakit menular
• Air sebagai penyebar mikroba patogen
• Air sebagai sarang insekta penyebar
penyakit, atau
• Jumlah air bersih yang tersedia tidak
mencukupi, shg orang tidak dapat
membersihkan dirinya dg baik
• Air sevagai sarang hospes sementara
penyakit
Penyakit bawaan Air (water-borne)
dan Agentnya
Agent Penyakit
Virus : Rotavirus Diare
V. Hepatitis A Hepatitis A
V.Poliomyelitis Polio (myelitis anterior acuta)
Bakteri : Vibrio cholerae Cholera
E.Coli enteropatogenik Diare/Dysentrerie
Salmonella typhi Typhus abdominalis
Protozoa : Entamoeba histolytica Dysentrie amoeba
Balantidia coli Balantidiasis
Giardia lamblia Giardiasis
Metazoa: Ascaris lumbricoides Ascariasis
Clonorchis sinensi, dll Clonorchiasis
Kandungan Mineral

Mineral –mineral Mineral organik


anorganik dalam air
minum Jauh lebih mudah
diserap usus
Sistim penyaringa
tersumbat
Lebih aktif dalam
Ginjal tidak bekerja tubuh daripada
mineral anorganik
Air minum bersih tidak berarti sehat

Air yang tercemar, dpt menimbulkan


masalah kesehatan yang bersifat

• Akut : dlm hitungan jam/hari/langsung pada


saat kita konsumsi air, yg tercemar
mikroorganisme, perut kmd merasa sakit

• Kronik : dampak akan terasa beberapa bulan


/tahun, disebabkan bahan-bahan kimia,
kanker, gangguan ginjal, hati, kesulitan
mendapat keturunan, bergantung jenis
cemarannya
Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum
(kepmenkes No 907)

• Syarat air minum sesungguhya bebas dari


bahan-bahan anorganik dan organik
(arsenik, bromate, fluorida, kromium,
selenium).
• Bebas bakteri (E.Coli),
• zat kimia (detergen)
• racun, limbah berbahaya (pestisida)
Zat kimia penyebab masalah khusus

phenol dapat bereaksi dg khlor


(desinfektan dalam pengolahan air)

Klorphenol

Bau dan rasa tidak enak


Kimia anorganik

• Air Raksa atau hydrargyrum (Hg)


• Merupakan racun sistemik dan diakumulasi
dihati, ginjal, limpa an tulang
• Hg diekskresikan lewat urine, feces, keringat,
saliva dan air susu
• Keracunan Hg : gejala susunan saraf pusat
(SSP), kelainan kepribadian, tremor, insomnia,
• Gejala gastrointestinal : stomatitis,
hipersalivasi, colitis, sakit pada saat
mengunyah, gingivitis, garis hitam pada gusi,
gigi mudah lepas
• Alumunium (Al) luka pada usus, iritasi kulit,
selaput lendir, selaput pernafasan
• Arsen (As) anorexia, kolik, mual, diare
atau konstipasi, iterus, perdarahan pada ginjal,
kanker kulit, iritasi, alergi, dan cacat bawaan
• Barium (Ba) dapat menghentikan otot-otot
jantung dlm waktu satu jam kelumpuhan
urat syaraf
• Besi atau ferrum (Fe) merusak didinding
usus. Debu Fe dpt diakumulasi didalam alveoli,
dan menyebabkan berkurangnya fungsi paru-
paru
• Flourida (F) kurus, pertumbuhan
tubuh terganggu, fluorosis pada gigi serta
kerangka dan gangguan pencernaan yg
disertai dehidrasi
• Cadmium (Cd) gejala
gastrointestinal dan penyakit ginjal,
ditemukan pelunakan dan fraktur tulang-
tulang punggung yg multipel
• Di Jepang dikenal dg “Itai-Itai Byo” dg
gejalanya : sakit pinggang, patah tulang,
tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal,
gejala spt influenza dan sterilitas pada
laki-laki
• Cadmium mempengaruhi otot polos
pembuluh darah secara langsung / tidak
langsung lewat ginjal diikuti
osteomalacia
• Cobalt gondok, myxedema, gagal
jantung pada anak, olycthemia,naiknya
tekanan darah
• Khlorida (Cl), toksisitas tergantung gugus
senyawanya. (NaCl tidak beracun, tetapi
karbonil khlorida sangat beracun).
• Di Indonesia digunakan sebagai
desinfektan dalam penyediaan air minum.
(residu Khlor sengaja dipelihara, tetapi
Khlor ini dapat terikat pada senyawa
organik dan membentuk halogen-
hidrokarbon (Cl-HC) yg dikenal dg
senyawa karsinogenik
• Cl dalam jumlah banyak rasa asin,
korosi
Kimia Organik

• Aldrin (C12H8Cl6) dan dieldrin (C12H10Cl6)


• Benzene atau benzol ( C6H6)
• Benzo(a)pyrene (B(a)P)
• Chlordane / insektisida (C10H6Cl8)
• Chloroform
• Detergen
• Dst
• Khromium (Cr)
• Mangan (Mn)
• Natrium (Na)
• Nitrat, Nitrit
• Perak
• Selenium (Se)
• Seng (Zn)
• Sianida (Cn)
• Sulfat
• Sulfida
• Tembaga (Cu
• Timbal atau plumbum (Pb)