Anda di halaman 1dari 34

BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN MATA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA


RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN
BANDA ACEH
2018

Oleh :
Aulia Shavira
NIM 16071030002

Pembimbing : dr Rahmi Andrian M.Kes, Sp. M


• Endoftalmitis : peradangan pada rongga intraokular
(yaitu, aqueous humor dan / atau vitreous humor)
yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan
jamur

• Meskipun angka kejadiannya sangat kecil, akan tetapi


bisa menyebabkan kerusakan intraokular cukup
parah sehingga visus sulit dipulihkan.
• Endoftalmitis adalah peradangan berat yang terjadi pada
seluruh jaringan intraokular, yang mengenai dua dinding
bola mata, yaitu retina dan koroid tanpa melibatkan
sklera dan kapsula tenon, yang biasanya terjadi akibat
adanya infeksi.
Infeksi
– Bakteri : Staphylococcus, Streptococcus, Pneumococcus,
Pseudomonas, dan Basil sublitis.
– Jamur : Actinomyces, Aspergillus, dan Fitomikosis
sportrikum
– Parasit
Infektif endoftalmitis

• Endoftalmitis eksogen
• Endoftalmitis endogen:
• a. Endoftalmitis endogen bakterial
• b. Endoftalmitis endogen fungal

Non infektif (STERIL) endoftalmitis

• Endoftalmitis akut post operasi


• Endoftalmitis pasca trauma
Endoftalmitis ditandai:
 Mata merah dengan daya lihat menurun. Seperti pada
penyakit keratitis dan ulkus kornea.

Tanda-tanda lain yang dijumpai pada endoftalmitis


adalah
 Rasa sakit berat
 Bengkak dan sukar dibuka
 Terdapat pus
 Konjungtiva kemosis dan merah
 Kornea keruh
 Bilik mata depan keruh
 Kadang disertai hipopion
 Tidak ada refleks merah pada pupil
Endoftalmitis Staphylococcus epidermidis pada Fungal endoftalmitis
pasien post operasi katarak.

Endoftamitis endogen Endoftalmitis Akut Pasca Bedah Katarak


Pemeriksaan USG
• Untuk melihat sejauh mana kekeruhan vitreus.
dan mengetahui apakah infeksi telah mencapai
retina.
Laboratorium
• Untuk mengetahui penyakit sistemik yang
dapat menimbulkan endoftalmitis, melalui
penyebaran secara hematogen.
Kultur
• Untuk mengidentifikasi organisme
Farmakologi
• Antibiotik / antifungal
Non Farmakologi • Terapi steroid
• Terapi suportif

Operatif
• Pars plana vitrectomy
• Enukleasi
• Eviserasi
• Profilaksis
Tujuan: mengurangi jumlah koloni dari
organisme di permukaan mata, namun tidak
dapat mensterilkan permukaan
pemberian povidone-idonine
merawat infeksi yang sudah ada
pemberian antibiotik profilaksis sebelum operasi
Penggunaan dan dosis antibiotik empiris untuk endoftalmitis
 Terapi steroid
Tujuan : mencegah komplikasi yang merusak dari
proses inflamasi
– Steroid oral
Prednisolone  dosis 60mg/hari diikuti 50, 40, 30, 20, 10
mg untuk 2 hari.
– Steroid periokuler/subkonjungtival
Dexamethasone (12mg) atau triamcinolone (1mg) selama
5-7
– Steroid intravitreal

 Terapi suportif
– Cycloplegics: tetes mata atropine 1% atau
homatropine 2%
Pars plana vitrectomy
Enukleasi
Eviserasi
• Nama : Tn. M. Nasir
• Umur : 70 tahun
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Petani
• Alamat : Aceh Besar
• CM : 1-14-87-31
• Tanggal Masuk : 13 November 2017
• Tanggal Pemeriksaan : 25 November 2017
ANAMNESIS
ANAMNESIS
KU •Mata kiri kabur dan nyeri

• Mata kiri berair dan perih


KT
•Pasien datang dengan keluhan penglihatan mata kiri
kabur dan nyeri sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit.
Keluhan dirasakan tiba-tiba dan semakin lama semakin
RPS memberat. Nyeri juga dirasakan menjalar ke kepala. Pasien
juga merasakan mata berair dan susah membuka mata
karena perih. Riwayat trauma pada mata tidak diketahui.
•Riwayat penggunaan kacamata (-)
RPD •Riwayat Diabetes Mellitus (-)
•Riwayat hipertesi (-)

RPK •Tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat


penyakit mata

RKS
•Pasien merupakan perokok aktif
Temperatur
Tekanan Respiratory
Kesadaran: Heart Rate: :
Darah: Rate:
Compos 98x/i 36,7 C
130/90mm 20x/i
mentis
Hg
VOD : 5/60 VOS:1/300
OD Bagian Mata OS
Tenang Palpebra Superior Tenang
Tenang Palpebra Inferior Tenang
Tenang Conjungtiva Tarsal Hiperemis
Superior
Tenang Conjungtiva Tarsal Hiperemis
Inferior
Tenang Hiperemis,
Injeksi Siliar (+),
Conjungtiva Bulbi Injeksi
Konjungtiva(+)

Jernih Kornea Keruh (+) infiltrat


(+)
Dalam COA Pus (+)
RCL (+) RCTL (+) Iris/Pupil Sdn

Jernih Lensa Sdn


Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
15 November 2017

Jenis pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Nilai Rujukan

Hemoglobin 14,4gr/dl 12 – 15 gr/dl


Eritrosit 5 .106/mm3 4,2-5,4. 106/mm3
Leukosit 11,8.103/mm3 4,5-10,5.103/ mm3
Trombosit 302.103 / mm3 150-450.103/ mm3
Hematokrit 44 % 37-47%
Na 138 135 – 145 mmol/dL
K 3,8 3,5-4,5 mmol/dL
Cl 102 90-110 mmo;/dL
Ureum 48 13-43 mg/dL
Kreatinin 0,60 0,51-0,95 mg/dL
Diagnosa Kerja
• Endoftalmitis OS

Tatalaksana
Medikamentosa
•Inj. Ceftriaxone 1 amp/12 jam
•Inj. Ketorolac 1 amp/12 jam
•Inj. Novalgin 1 amp/12 jam
•Vigamox ED 1 tetes/2 jam OS
•Cendo tropin ED 2x1 tetes OS

Pembedahan : Eviserasi + Dermatograf OS


• Quo ad vitam : dubia ad bonam
• Quo ad fungsionam : dubia ad malam
• Quo ad Sanactionam : dubia ad malam
Follow up

18/ 11/ S/ mata bernanah dan terdapat darah Th/


2017 O/ VOD : 1/300 Inj. Ceftriaxone 1 amp/12 jam
Inj. Ketorolac 1 amp/12 jam
CT : hiperemis Inj. Novalgin 1 amp/12 jam
CB : hiperemis, injeksi siliar (+) injeksi konjungtiva (+) Vigamox ED 1 tetes/2 jam OS
Cendo tropin ED 2x1 tetes OS
C : Keruh (+) Infiltrat (+)
COA : Pus
A/ OS suspect endoftalmitis
S/ Mata kiri nyeri Th/
20 Nov O/ CT : hiperemis Inj. Ceftriaxone 1 amp/12 jam
Inj. Ketorolac 1 amp/12 jam
2017 CB : hiperemis, injeksi siliar (+) injeksi konjungtiva (+) Inj. Novalgin 1 amp/12 jam
C : Keruh (+) Infiltrat (+) , perforas Transamin 1 amp/12 jam
Vigamox ED 1 tetes/2 jam OS
COA : Pus Cendo tropin ED 2x1 tetes OS
A/ OS suspect endoftalmitis
P/ Eviserasi OS
22 Nov S/ post op Th/
2017 O/ OS terpasang verban -Chloramfenicol zalf 3x1
- Ambacyn 1 vial/12 jam iv
A/OS Post Eviserasi
- Ketorolac 3% 1 amp/a2 jam iv
PEMBAHASAN
Dari teori yang didapatkan hal ini
sesuai dengan gejala subjektif
dari endoftalmitis adalah nyeri
Pasien laki-laki, 70 tahun datang pada bola mata, penurunan tajam
dengan keluhan penglihatan mata kiri penglihatan, nyeri kepala, mata
kabur dan nyeri sejak 2 bulan sebelum
terasa bengkak, kelopak mata
masuk rumah sakit. Keluhan dirasakan
bengkak, merah, kadang sulit
tiba-tiba dan semakin lama semakin
memberat. Nyeri juga dirasakan untuk dibuka, fotofobia, Adanya
menjalar ke kepala. Pasien juga riwayat tindakan bedah mata,
merasakan mata berair dan susah trauma tembus bola mata disertai
membuka mata karena perih. dengan atau tanpa disertai
penetrasi benda asing perlu
diperhatikan karena adanya
kemungkinan penyebab eksogen
PEMBAHASAN

Pemeriksaan fisik pada pasien ini


sesuai dengan teori, bahwa
Pada mata kiri didapati visus menurun kelainan fisik yang ditemukan
(1/300), tampak hiperemis pada berhubungan dengan struktur bola
konjungtiva tarsal superior dan mata yang terkena dan derajat
inferior, pada konjungtiva bulbi infeksi/peradangan. Kelainan fisik
tampak hiperemis, injeksi konjungtiva, yang dapat ditemukan dapat
dan injeksi siliar, kornea keruh dan berupa edema palpebra superior,
tampak infiltrate, COA terdapat pus.
injeksi konjungtiva, hipopion,
udem kornea, vitritis, discharge
purulen, kemosis.
PEMBAHASAN

Hal ini sesuai dengan teori yang


Terapi antibiotik yang menyatakan bahwa terapi yang tepat
diberikan pada pasien ini adalah antimikroba empiris harus
komprehensif dan h. Agen bakteri
adalah Ceftriaxone 1 yang biasanya menyebabkan
amp/12 jam iv dan endoftalmitis endogen adalah
Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Vigamox ED 1 tetes/2 dan spesies Streptococcus. arus
mencakup semua kemungkinan
jam OS. patogen
PEMBAHASAN

Eviserasi bulbi merupakan


tindakan mengeluarkan seluruh
isi bola mata seperti kornea,
Pasien juga dilakukan lensa, badan kaca, retina dan
tindakan pembedahan koroid. Setelah isi dikeluarkan,
eviserasi + Dermatograf maka limbus kornea dieratkan
dan dijahit. Eviserasi bulbi
OS
dilakukan pada mata dengan
panoftalmitis dan endoftalmitis
berat.
PEMBAHASAN

Prognosis penderita
endoftalmitis tergantung
dari kondisi imunitas
Pada kasus ini, prognosis
penderita, durasi dari
pasien dubia ad malam endoftalmitis, virulensi
bakteri, jangka waktu infeksi
sampai penatalaksanaan.