Anda di halaman 1dari 50

PENGOBATAN TRIGLISERIDA DAN KOLESTEROL

MONOTERAPI DAN KOMBINASI RASIONAL

Yulistiani
Departemen Farmasi Klinik
Fak. Farmasi Universitas Airlangga

FORUM APOTEKER INDONESIA


Surabaya, 18-19 April 2013
Dislipidemia
Gangguan/kelainan/abnormalitas
metabolisme lipoprotein

↑ Kolesterol total (TC)


↑ TG
↑ LDL
 HDL
NCEP ATP-III
Pendahuluan :
• Dislipidemia ↑ resiko aterosklerosis
↑ insiden & prevalensi CHD & cerebrovascular
disease
• Faktor genetik & faktor lingkungan
abnormalitas lipid
• LDL merupakan target utama terapi !
 LDL -  50-60% resiko CHD
• Dislipidemia + faktor resiko tinggi agresif
terapi –  morbiditas & mortalitas
• Terapi obat lipid lowering agent – seumur hidup?
• Respon individual - terapi tunggal/kombinasi
Proses Pembentukan Atherosklerosis
Atherosclerosis*

*Rader DJ & Daugherty A. Nature. Vol. 451, February 2008


ETIOLOGI

• Dislipidemia Primer
Mutasi genetik
• Dislipidemia Sekunder
Pola hidup : merokok
konsumsi kolesterol >>
Penyakit (DM, SN, Hipotiroid,
penyakit liver kolestatik, dll)
Induksi obat
Induksi obat - dislipidemia
Lipida utama dalam tubuh:
• Kolesterol
• Trigliserida
• Fosfolipida

ditransport oleh protein berupa


kompleks lipoprotein
Struktur Lipoprotein
Sistem Lipoprotein untuk mengangkut lipid pada manusia
Faktor Resiko Utama (Eksklusi LDL-C) yang Memodifikasi Target LDL*
Perokok
HT (TD > 140/90 mm Hg) atau mendapat Tx obat antihipertensi
HDL-C rendah (<40 mg/dL)
Riwayat keluarga – CHD prematur (laki-laki < 55 tahun, wanita < 65 tahun)
Usia (laki-laki > 45 tahun, wanita > 55 tahun)

* DM dianggap sebagai suatu resiko CHD


HDL-C > 60 mg/dL dianggap sebagai “faktor resiko negatif”,
jika ada akan menghilangkan satu faktor resiko dari hitungan total

Tiga Katagori Resiko yang Memodifikasi Target LDL


Katagori Resiko Target LDL (mg/dL)

CHD dan resiko ekivalen-CHD < 100

Faktor resiko ganda (2+) < 130

Faktor resiko 0-1 < 160

16
TERAPI DISLIPIDEMIA

TANPA OBAT – modifikasi LIFESTYLE


 intake lemak jenuh dan kolesterol
↑ aktivitas fisik
Kontrol berat badan
Hentikan merokok, alkohol

OBAT
Golongan statin
(simvastatin, pravastatin, lovastatin, atorvastatin, rosuvastatin)
Golongan fibrat (fenofibrat, klofibrat, gembibrozil)
Niacin
BAR (kolestiramin, kolestipol, colesevelam)
Ezetimib

Pilihan obat , target terapi  Jenis hiperlipoprotein


Faktor resiko
GOLONGAN STATIN
Menghambat kompetitif : 3-hidroksi-3-metil-glutaril-koenzim A (HMG-CoA) reduktase
GOLONGAN STATIN

20
EFEK PLEIOTROPIK STATIN
EFEK PLEIOTROPIK STATIN

• Antiinflamasi
•Immunomodulator
•Perbaikan disfungsi endotel
•Stabilisasi plak atherosklerosis
•Perbaiki proses koagulasi
•Normalisasi outflow simpatetik
•Efek pada peripheral arterial disease (PAD)
22
STATIN

 Dosis 1 dd1
 Penggunaan : lebih baik pada malam hari
atorvastatin, rosuvastatin dapat pagi hari
 Waktu penggunaan : tidak berkait dengan waktu makan
kecuali lovastatin – segera setelah/bersama makan
 Hindari paparan matahari yg lama - fotosensitif
 Hentikan penggunaan – kehamilan
ESO Statin
• Kram abdomen, diare/konstipasi, upset stomach
• Mialgia, Miositis, miopati, rhabdomiolisis,
polineuropati
• Gangguan ginjal, gangguan hepar
• Px ggn renal  miopati meningkat
• Peningkatan SGPT > 3 x -- hentikan penggunaan
• Kombinasi dengan –fibrat, gemfibrozil, as.
nikotinat  meningkatkan efek miopati
DERIVAT ASAM FIBRAT
(gemfibrozil, fenofibrat, clofibrat)

Aksi-Peroxisomal proliferator activating receptor alfa (PPAR –α)


Yang meregulasi ekspresi
↑apolipoprotein A1 dan A2 (komponen HDL)
↓ apolipoprotein C-3, B( terkait partikel remnant kaya TG)
fibrinogen, CRP, PAI-1
lipoprotein lipase
 menurunkan TG
 sedikit meningkatkan HDL

26
DERIVAT ASAM FIBRAT

 Penggunaan : dosis terbagi (DD), digunakan


bersama makan
 Gemfibrozil, fibrat diabsorpsi baik dari GIT
 T1/2 fibrat 15 jam, gemfibrozil 1,5 jam

ESO :
o Gangguan GIT, rash, dizziness, peningkatan ALT, Miopati
o Px ggn renal  miopati meningkat
turunkan dosis, lakukan pemantauan
o Peningkatan resiko batu empedu
o Meningkatkan efek anti koagulan
27
NIACIN

28
NIACIN
ESO
Flushing pada muka dan tubuh bag.atas
 gunakan dengan aspirin 30 menit sebelum obat
 jangan minum minuman panas sehabis menggunakan obat
 sediaan extended release menurunkan flushing
Meningkatkan efek penurunan TD – Anti HT vasodilator
Hati-2 Px DM – dosis tinggi (>2g/hari) memperburuk hiperglikemia
Hepatotoksik – sring pada sediaan sustained release
Hiperuricemia
PENGGUNAAN
Dosis 2-3g/hari
Gunakan bersama makan
Obat cepat diabsorpsi dari saluran cerna
Tmaks 30 menit
Kontraindikasi: px hipotensi berat
29
BILE ACID SEQUESTERING RESIN (BAR)
(Colestiramin, Colestipol, Colesevelam)

30
BILE ACID SEQUESTERING RESIN (BAR)

• Digunakan 1-2 kali/hari


• Bentuk bulk – tidak nyaman penggunaan  campur air/juice
• Tidak mengalami absorpsi
• Colesevelam – lebih poten dibanding colestiramin
• ESO GIT: konstipasi, abd.pain,bloating, fuulness,
nausea, flatulence
• Menurunkan absorpsi diuretik thiazid, propanolol
• Berikan obat lain 1 jam sebelum atau 4 jam sesudah BAR
Colesevelam tidak menganggu absorpsi
• Kontraindikasi untuk pasien -TG sangat tinggi (> 400 mg/dL)
31
EZETIMIB

Hambat absorpsi di usus halus  terlokalisasi pada brush border


(kerja berbeda dengan BAR)
EZETIMIB
EZETIMIB
Dosis 1 dd 10 mg
Digunakan secara tunggal/kombinasi dg HMGCoA redukt.inh.
Farmakokinetika:
peroral, tmaks 4 – 12 jam,
metab-reaksi fase II – glukuronida siklus entero hepatik
Eliminasi bilier dan renal, t1/2 22 jam
Waktu penggunaan : tidak berkait dengan waktu makan,
Komb. dg HMGCoA -kontraindikasi ggg. liver-ALT persisten,
Tunggal atau komb. dg HMGCoA
kontraindikasi pada kehamilan, menyusui

ESO: studi keamanan pada > 4700 pasien - lihat Tabel


EZETIMIB

BUMC proceed.2003;16: 354-358


34
Karakteristik Obat Penurun Lipid
Penurunan LDL vs Dosis
PHARMACEUTICAL CARE
Farmasis harus berkolaborasi dalam health care team :
 Manfaat dan tujuan terapi
 Edukasi lifestyle (pola hidup benar) dan terapi obat
 Tekankan perlunya adherence (kepatuhan)
 Identifikasi dan selesaikan hambatan untuk adherence
 Pemantauan respon dan umpan balik (saran) ke pasien
saat kunjungan

• Pasien patuh terhadap obat yang diresepkan


• Mampu mempertahankan target NCEP – LDL
 jangka waktu 2 tahun

40
Lipid lowering agent therapy
• Bersifat individual – profil lipid
• Statin – obat lini pertama utk pencegahan CVD
tanpa melihat HDL atau TG
• Statin diawali dosis menengah (utk mencapai 
25 % LDL atau lbh rendah) dg memperhatikan
efek samping miopati
• Px intoleran statin – diberikan niacin atau resin –
atau ezetimib
• Dosis statin disesuaikan setiap 6-12 minggu
sampai target terapi tercapai
Perhatian khusus – klas obat
• Statin
KI : pada penyakit liver, ↑ SGPT-SGOT,
kehamilan
• Niasin :
KI : penyakit liver, gout, tukak peptik.
Khusus : DM – pengaruh pada pengendalian
glukosa darah
Perhatian khusus
• Resin :
↑ TG,  absorpsi obat lain (obat lain diminum
1 jam sebelum atau 4-6 jam sesudah
pemberian resin)
• Fibrat :
KI : penyakit ginjal berat & hepar (sirosis,
empedu), kehamilan, laktasi

• Ezetimib :
Efek  LDL max. seharusnya tampak setelah 2
minggu pemakaian