Anda di halaman 1dari 26

KONSEP PERENCANAAN

PROGRAM (PANGAN DAN)


GIZI
Sumarto

Program Studi Diploma III Gizi Tasikmalaya


Jurusan Gizi Poltekkes Tasikmalaya
Kementerian Kesehatan RI
Tahun 2017
Mestinya tak ada
lagi kejadian
seperti ini......

Apalagi di sekitar
kita
Konsep Permasalahan
Pangan dan Gizi

 Masalah gizi merupakan masalah yang multidisiplin


sehingga saling dukung dan kerjasama antar disiplin
kesehatan, gizi, ekonomi dan sosial sangat perlu
dalam membantu program pemerintah.
 Sehingga kebijakan gizi harus merupakan bagian dari
kebijakan pembangunan nasional, antara lain
pertanian, Kesehatan, Ekonomi dan perdagangan
sebagai usaha untuk menanggulangi dan memperbaiki
gizi masyarakat yang juga merupakan tujuan nasional
yang tepat guna.
SISTEM PANGAN & GIZI :
Mempunyai tujuan meningkatkan &
mempertahankan status gizi masyarakat dlm
keadaan optimal.
Ada 4 komponen :
1. Penyediaan pangan
2. Distribusi pangan
3. Konsumsi makanan
4. Utilisasi makanan
PERENCANAAN

• Perencanaan adalah kemampuan memilih satu


kemungkinan dari berbagai kemungkinan yg
tersedia & yg dipandang paling tepat untuk
mencapai tujuan (Goetz)
• Perencanaan adalah upaya menyusun
berbagai keputusan yg bersifat pokok, yg
dianggap penting & yg akan dilaksanakan
menurut urutannya guna mencapai tujuan yg
telah ditetapkan (Malcon & Deacon)
PERENCANAAN

• Perencanaan adalah suatu proses sistimatis


untuk menentukan tujuan dan menyusun
kegiatan2 sistematis yg perlu dilakukan dalam
mencapai tujuan
• Dalam teori manajemen, perencanaan adalah
salah satu fungsi manajemen
• Fungsi2 manajemen lengkap adalah P
(planning), O (organizing), A (actuating), C/E
(contoling/evaluation)
PERENCANAAN

• Perencanaan berguna dalam:


1. Mempertimbangkan situasi di masa depan yg ingin
dicapai
2. Memberikan petunjuk untuk menggerakan &
melaksanakan upaya yg efektif & efisien untuk
mencapai tujuan yg telah ditentukan
3. Memudahkan pengawasan pengendalian, penilaian
karena faktor2 atau indikator upaya sudah jelas
digariskan dlm rencana
4. Mendorong peningkatan upaya penelitian &
pengembangan yg relevan
Seorang ahli gizi (masyarakat), selain harus menguasai
kompetensi utamanya juga harus mempunyai
pengetahuan dan keahlian:
1. Kebijakan, perencanaan, administrasi, yaitu
mengetahui struktur politik masyarakat,
menggunakan keterampilan dalam perencanaan,
organisasi, manajemen dan evaluasi sistem
pelayanan gizi masyarakat
2. (Bio)statistik, keterampilan dlm mengumpulkan,
menyusun, menganalisis, dan membuat laporan
demografi, kesehatan, serta data konsumsi pangan
3. Epidemiologi (gizi), mengetahui tentang kesehatan
dan pola penyebaran penyakit dlm populasi
4. Ilmu lingkungan, mengetahui faktor biologi dan kimia
yg memengaruhi kualitas & keamanan udara, air,
dan ketersediaan pangan
Pendekatan PPG

Pendekatan yg perlu dipertimbangkan dlm menyusun perencanaan


program gizi (PPG):
1. Menggunakan intervensi yg mempromosikan kesehatan &
mencegah penyakit menular atau kronik dg mengelola dan
mengontrol kondisi lingkungan masyarakat
2. Mempromosikan gaya hidup sehat untuk semua orang
3. Menggunakan sumber daya (uang, tenaga) untuk mengatasi
masalah kesehatan yg memengaruhi kehidupan masyarakat luas
4. Mempunyai target masyarakat (berdasarkan pendapatan, umur,
etnik, gaya hidup) terutama kelompok masyarakat yg rentan thd
penyakit, kelaparan, atau kurang gizi
5. Membutuhkan kerjasama dg masyarakat luas, pemimpin
masyarakat, pembuat kebijakan, petugas kesehatan dg menilai
respons kebutuhan masyarakat
6. Secara berkelanjutan memonitor kesehatan masyarakat
Langkah Perencanaan

1. Diagnosis masalah
2. Formulasi tujuan spesifik
3. Seleksi model intervensi
4. Implementasi
5. Evaluasi
Langkah Perencanaan

1. Diagnosis masalah
 Siapa yg mengalami kurang gizi?
 Apa tipe kurang gizi itu?
 Berapa luas kasus kurang gizi itu?
 Dimana lokasi golongan sasaran?
 Apakah yg menyebabkan kasus gizi
kurang?
Diagnosis masalah:
1. Menentukan masalah dengan baik , lakukan analisis
situasi>>> akan ditemukan banyak masalah (masalah
adalah kesenjangan antara apa yg diharapkan dng apa
yg ada )
2. Lakukan prioritas masalah>>> rumuskan dng jelas,
perumusan masalah yg baik adalah:
 Ada kesenjangan (kualitatif/kuantiratif)
 Didukung oleh data
 Dinyatakan secara spesifik (siap yg terkena, dimana
lokasi, kapan waktunya)
Langkah Perencanaan

2. Formulasi tujuan spesifik


• Apakah tujuan usaha perbaikan gizi
nasional dan yg mana tujuan spesifik yg
mengarah langsung ke intervensi gizi
• Apakah tujuan2nya dpt terukur secara
kuantitatif?
• Berapa lamakah dampak program gizi
akan timbul
 Tujuan: gambaran suatu keadaan di masa yg akan datang, yg
akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan yg direncanakan
 Tentukan tujuan yg akan dicapai, yaitu apakah masalah akan
dikurangi atau dihilangkan
 Jenjang hierarki tujuan: tujuan umum (jangka panjang), tujuan
khusus (dinyatakan secara spesifik, kuantitatif, jelas waktunya,
lokasinya, dan sasarannya), tujuan pelaksanaan
 Syarat tujuan: S(pecific), M(easureable), A(ttainable),
R(ealistic), T(imely)
 Langkah penetapan tujuan:
1. Keadaan sekarang
2. Kebijaksanaan & tujuan jenjang administrasi yg lebih tinggi
3. Kecenderungan masa lalu
4. Proyeksi potensi sumber daya
5. Proyeksi hambatan
Langkah Perencanaan

3. Seleksi model intervensi


• Tipe intervensi manakah yg paling efektif dpt memecahkan
masalah?
• Bagaimana rencan intervensi disusun untuk kondisi suatu
daerah?
• Berapa biaya intervensi gizi?
• Bagaimana intervensi dpt saling menunjang dg intervensi
lain?
• Dapatkah intervensi gizi yg spesifik menjadi bagian dari
kegiatan pembangunan?
• Dapatkah kebijakan program pembangunan berorientasi thd
perbaikan konsumsi pangan golongan sasaran yg
membutuhkan
 Memilih intervensi atau kegiatan yg akn dilakukan untuk
mencapai tujuan, perlu dilakukan analisis determinan
masalah(analisis faktor risiko)
 Dalam memilih seleksi model intervensi perlu diperhatikan
berbagai syarat yg menentukan dlm pemilihan intervensi yg
akan dilakukan
 Syarat tersebut:
1. Relevan
2. Kelayakan
3. Terintegrasi dg program yg telah ada
4. Efektif
5. Mudah dlm pencapaian target
6. Keefektifan biaya yg dikeluarkan
7. Mudah dimonitor dan dievaluasi
8. Berkalanjutan
Kasus

• Contoh : th 2010, kasus gizi kurang di kecamatan x


25% (jelas masalah, besaran masalah dan lokasi serta
waktu), untuk mengatasi masalah tsb akan diturunkan
jadi 15% tahun 2011
• >>> apa alternatif intervensi yg akan dilakukan
• Perlu dilakukan analisis determinan spt:
– Pendapatan penddk rendah
– Pola distribusi makan dlm klg tidak memprioritaskan
anak dan cakupan penimbangan rendah
 Dari hal di atas makan alternatif intervensi adalah,
meningkatkan pendapatan penduduk, melakukan
penyuluhan gizi dan meningkatkan cakupan
penimbangan >> perlu lintas sektor
 Untuk sektor kesehatan adalah penyuluhan dan
cakupan penimbangan >>> susun rencana
operasional (POA)  dibahas pada materi
pertemuan selanjutnya
Langkah Perencanaan

4. Implementasi
• Siapa lembaga, organisasi, atau individu yg
bertanggung jawab thd intervensi?
• Bagaimana hubungan antar dan
interorganisasi atau lembaga?
• Dalam bentuk dan mekanisme apa alokasi
pembiayaan?
• Kapan waktu yg terbaik untuk pelaksanaan
intervensi?
Langkah Perencanaan

5. Evaluasi
• Apakah keuntungan dari evaluasi?
• Untuk siapa?
Apa kebutuhan spesifik dari pemakai?
Sistem canggih apa untuk pengumpulan,
pengolahan, dan analisis data?
• Sampai sejauh mana intervensi dapat berhasil?
• Apa pengaruhnya secara fisik dan tingkah laku
golongan sasaran?
• Apa penyebab kegagalan?
 Evaluasi: suatu proses untuk menentukan besarnya nilai atau jumlah
hasil yg diperoleh dlm mencapai suatu objek yg telah ditetapkan
terlebih dahulu
 Evaluasi harus bersifat sbg pengukur keberhasilan dari program
apakah mencapai tujuan atau tdk
 Jenis evaluasi:
a. Evaluasi secara terus-menerus/kontinyu untuk kepentingan
administratif
b. Evaluasi secara periodik yg lebih terarah khususnya untuk
perbaikan perencanaan
 Evaluasi meliputi:
a. Input (man, money, material, methode)
b. Output (kombinasi dari input, mewakili produk akhir, merupakan
indikator antara/intermediate)
c. Outcome (dampak intervensi pada perilaku, status gizi, dan
kesehatan kelompok sasaran, keefektifan indikator dilihat dr
perubahan tingkah laku dan fisiologi, co. Antropometri, kematian)
d. Benefit (pengaruh sosial ekonomi yg dihasilkan dari peningkatan
status gizi & kesehatan)
Alur pertimbangan kegiatan PSG dalam skala besar
(Sumber: Jellife DB & Jellife EFP. 1989. Community Nutritional Assessment.
Oxford University Press, hal. 386)
Pustaka

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas


Kesehatan Masyarakat UI. 2008. Gizi dan
Kesehatan Masyarakat. Jakarta, Rajawali Pers
Mclaren, DS. 1983. Nutrition in the Community: A
Critical Look at Nutrition Policy, Planning, and
Programmes. Cichester, New York, Brisbane,
Toronto, Singapore, John Wiley & Sons
TERIMA KASIH