Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN


ANEMIA

Oleh :
Roma Uli
Wina Viqa Sari
Yohanna Siregar
ANEMIA
Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar
Hb dan/atau hitung eritrosit lebih rendah dari
harga normal. Dikatakan sebagai anemia bila
Hb <14 g/dl dan Ht < 41 % pada pria atau Hb <
12 g/dl dan Ht <37 % pada wanita (Arif
Mansjoer,dkk. 2001)
Anemia adalah berkurangnya jumlah
eritrosit serta jumlah hemoglobin dalam 1mm3
darah atau berkurangnya volume sel yang
dipadatkan (packed red cells volume) dalam
100 ml darah (Ngastiyah, 1997)
Susunan darah
 Serum darah atau plasma terdiri atas:
 Air : 91 %
 Protein : 8 % (albumin, globulin, protrombin dan
fbrinogen)
 Mineral : 0.9 % (Natrium klorida, natrium
bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium
dan besi, dan lain-lain)
 Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organik yaitu:
glukosa, lemak, urea, asam urat, kreatinin,
kholesterol dan asam amino.
 Plasma juga berisi: gas – oksigen dan karbon dioksida,
hormon-hormon, enzim, dan antigen.
Susunan darah
 Sel darah terdiri atas 3 (tiga) jenis:
 Eritrosit atau sel darah merah
 Lekosit atau sel darah putih
 Trombosit atau butir pembeku
Fungsi darah
 Bekerja sebagai sistem transpor dari tubuh,
menghantarkan semua bahan kimia, oksigen dan
zat makanan yang diperlukan untuk tubuh
supaya fungsi normalnya dapat dijalankan, dan
menyingkirkan korban dioksida dan hasil
buangan lain
 Sel darah merah menghantarkan oksigen
kejaringan dan menyingkirkan sebagian dari
karbon dioksida
 Sel darah putih menyediakan banyak bahan
pelindung tubuh terhadap serangan bakteri
Fungsi darah
 Plasma membagi protein yang diperlukan untuk
pembentukan jaringan: menyegarkan cairan
jaringan karena melalui cairan ini semua sel
tubuh menerima makanannya. Dan merupakan
kenderaan untuk mengangkut bahan buangan
keberbagai organ ekskresi untuk dibuang.
 Mengantarkan hormon, dan enzim dari organ
ke organ.
PATOFISIOLOGI
Penyakit/ulkus Hemofilia Kebiasaan
peptikum(penyakit /kelainan makan tak
kronik) herediter seimbang

Terluka/perda Tidak ada


Perdarahan
rahan sedikit demi mekanisme Kekurangan
pembekuan zat besi,
sedikit dan
darah bila ada Kekurangan
terus
luka B12
menerus
Malnutrisi

Hb Penurunan produksi
Penurunan menurun eritrosit,Pembuatan sel
absorbsi darah merah tidak
sempurna,Sel darah
Anemia merah tidak matang
PATOFISIOLOGI (sambungan)
Anemia

Lemah, Kulit pucat, Mual, Nyeri Resti


malaise membran muntah, BB abdomen, infeksi
umum mukosa kering menurun peristaltic
meningkat

Gangguan Gangguan Perubahan Diare


aktivitas perfusi nutrisi
jaringan
Manifestasi Klinis
Gejala-gejala umum yang sering dijumpai
pada pasien anemia antara lain : pucat, lemah,
cepat lelah, keringat dingin, takikardi (jumlah
denyut jantung lebih dari normal), hypotensi
(tekanan darah rendah), palpitasi (debaran
jantung yang keras). (Barbara C. Long, 1996).
Takipnea (saat latihan fisik), perubahan kulit
dan mukosa (pada anemia defisiensi Fe).
Anorexia, diare, ikterik sering dijumpai pada
pasien anemia pernisiosa (Arif Mansjoer, 2001)
Pemeriksaan Penunjang
Pada pemeriksaan laboratorium ditemui :
 Jumlah Hb lebih rendah dari normal ( 12 – 14 g/dl )
 Kadar Ht menurun ( normal 37% - 41% )
 Peningkatan bilirubin total ( pada anemia hemolitik )
 Terlihat retikulositosis (eritrosit pada taraf antara
yang berinti dan yang dewasa tak berinti dan berjala
halus) dan sferositosis eritrosit yang bentuknya
membundar) pada apusan darah tepi
 Terdapat pansitopenia (penurunan jumlah semua sel
darah), sumsum tulang kosong diganti lemak ( pada
anemia aplastik )
PENGKAJIAN
IDENTITAS PASIEN
Nama : Julifer Tampubolon
Umur : 25 tahun
Agama : Kristen
Kebangsaan : Indonesia
Alamat : Jl. Kartini No, 699 Perdagangan
Ruangan : Nuri/E/p
Tanggal masuk : 18 – 05 – 2011, pukul 12.30 wib
Dr. Pengobatan : Dr Rosminta
Diagnosa masuk : Anemia
Aktifitas / Istirahat
Data Subjektif:
 Tidak bisa tidur
 Lemah

 Gelisah

Data Objektif:
 Keletihan,
 kelemahan,

 malaise umum
Sirkulasi
Data subjektif:
 tangan dingin
 mulut kering
 Rambut rapuh

Data objektif:
 Hb. 8.8 gr/dl
 Ht, 26.8 %
 Pucat
 Membrane mukosa kering
 Rambut rontok dan rapuh
 Tonus otot kendor
 Nyeri abdomen
Integritas ego
Keyakinan agama atau budaya
mempengaruhi pemilihan pengobatan.
Pasien yakin bahwa penyakitnya sembuh.
Pasien menerima pemberian transfusi 2
bag WB. Diberikan dengan cara pemberian
infus dengan tetesan 20 x per menit. Dan
dilanjutkan dengan infus NaCl 15 tetes
per menit 1 fls.
Eliminasi

Data objektif:
 Diare : BAB 5 x perhari, komposisi

encer berserat.
Makanan / cairan
Data subjektif:
 Nafsu makan menurun

 Mual/ muntah

Data objektif:
 Makanan yang disajikan tidak habis
(1/4 porsi)
Pernapasan
Napas normal
Pemeriksaan Umum
 TD : 120/70 mmHg
 Nadi : 80 x/menit
 Pernapasan : 20 x/menit
 Suhu : 37.2 Co
 TB : 165 cm
 BB : 54 kg
 Kesadaran : compos mentis
ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH

1 Ds:Pasien mengatakan : badan Anemia (Hb rendah) Intoleransi


lemah, letih, tidak semangat, lebih Aktivitas
suka tidur Penurunan suplai O2
Do: Malaise umum, istirahat dan
tidur banyak, tidak bersemangat,
Hb. 8.8 gr/ dl Intoleransi Aktivitas

2 Ds:Pasien mengatakan rambutnya Anemia Gangguan perfusi


rapuh, tangan dan kaki dingin, jaringan
tidak suka beraktivitas Penurunan suplai
Do:Kulit pucat, membrane mukosa O2/Nutrisi
kering, ekstremitas dingin,
pengisian kapiler lambat
Gangguan perfusi
jaringan
ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
3 Ds: Perubahan Diare
Pasien mengatakan mual, muntah, tak mau proses
makan, sakit perut pencernaan
Do: (peningkatan
peristaltik)
Frekuensi BAB 5 x per hari, karakteristik
encer, mual, muntah, peristaltik meningkat,
Diare
nyeri abdomen
4 DS : Kegagalan Perubahan
Pasien mengatakan dirinya tambah kurus, mencerna, nutrisi
tidak nafsu makan, mual. kegagalan
kurang
Do: absorpsi
BB menurun dari 60 kg menjadi 54 kg,
kehilangan tonus otot, nafsu makan menurun, Nutrisi kurang
penurunan turgor kulit
ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


5 Ds: - Pertahanan tidak Risiko
Do: - adekuat infeksi

Risiko infeksi
Thank you