Anda di halaman 1dari 21

Reaksi non Elementer dan

kompleks
Reaksi non elementer
Reaksi terjadi dalam beberapa langkah dan pada analisa
mekanisme reaksi setiap langkah reaksi dianggap reaksi
elementer. Akan dibahas reaksi dekomposisi azometan
menjadi etana dan nitrogen

Dari hasil eksperimen pada tekanan lebih dari 1 atm


(dianggap konsentrasi cukup tinggi) laju reaksi orde
satu terhadap N2
Pada tekanan rendah < 50 mmHg

Menurut teori Lindemann, pada saat terjadi


tumbukan walau energi tumbukan tidak cukup
untuk menjalankan reaksi tapi akan tersimpan
dalam molekul ( dlm bentuk getaran) dan akan
membentuk zat intermediate aktif.
Laju reaksi pembentukan AZO*

Ada dua kemungkinan dari AZO*, pertama


bertumbukan dengan AZO yang lain tapi energinya
tak cukup untuk bereaksideaktivasi
Kemungkinan kedua AZO* yang energinya mencukupi
akan terdekomposisi dengan sendirinya. Etana dan
nitrogen hanya terbentuk pada langkah ini

Laju reaksi pembentukan nitrogen


Laju reaksi pembentukan AZO* keseluruhan adalah :

Hipotesa pseudo steady state. AZO* yang terbentuk


hanya bertahan dalam waktu sangat singkat. Begitu
terbentuk langsung terdekomposisi maupun
terdeaktivasi sehingga secara over all laju reaksi
pembentukan AZO* = 0
Pada konsentrasi rendah (tekanan rendah) CAZO<
k3 >> k2 CAZO dan persamaan laju reaksinya menjadi

Pada konsentrasi tinggi (tekanan tinggi) CAZO >


k3 << k2 CAZO dan persamaan laju reaksinya menjadi
Laju reaksi dekomposisi Azometan  etana
dan N2
Reaksi

H 2  Br2  2HBr
Laju reaksi masing-masing spesies :
1
 rH 2   rBr2  rHBr
2
Hasil experimen
1. Orde satu terhadap [H2]
2. Pada awal reaksi laju reaksi tidak dipengaruhi
CHBr dan berbanding lurus denganCBr2(1/2)
3. Pada konsentrasi HBr yang tinggi laju reaksi
berkurang dengan naiknya konsentrasi HBr dan
berbanding lurus dengan CBr2(3/2)
Dicoba bentuk laju reaksi berikut :
2
k1C A
 rA 
1  k 2C A
Disesuaikan dengan hasil eksperimen
3
k1C H 2 CBr2 2
 rHBr 
( s1 )  k 2CBr2

Pada awal reaksi konsentrasi Br2 tinggi maka


k 2C Br2  ( s1 )
3
k1C Br2 2
k1 1
rHBr   C Br2 2
k 2C Br2 k2
• Pada akhir reaksi konsentrasi Br2 rendah :
( s1 )  k 2C Br2
3
k 2C Br2 2
rHBr 
( s1 )

• Pengaruh HBr
Pada konsentrasi rendah rHBr≠ f(CHBr)
Pada konsentrasi tinggi laju reaksi menurun
dengan naiknya konsentrasi HBr.
Kemungkinan s1=CHBr
Persamaan laju reaksi :

3
k1CH 2 CBr2 2
 rHBr 
CHBr  k 2CBr2
• Mekanisme reaksi

H *  HBr  H 2  Br *
H *  Br2  HBr  Br *
Br *  HBr  H *  Br2
Br *  Br2  Br2  Br *
Br *  H 2  H *  HBr
Br2  2 Br *
2 Br *  Br2
• Inisiasi

Br2 
k1
2 Br * 1
Br *  H 2  H *  HBr
k2
2

• Propagasi
H *  Br2 
k3
HBr  Br * 3

H *  HBr 
k4
H 2  Br * 4

• Terminasi

2Br *  Br2k5 5


• Untuk setiap langkah reaksi  dapat dianggap reaksi
elementer. Sehingga laju reaksi pembentukan HBr dapat
dituliskan sbb. (hanya reaksi 2,3,4 yang melibatkan HBr)

rHBr  k 2CBr*CH 2  k3CH *CBr2  k 4CHBrCH * 6


• Radikal bebas H* dan Br* sangat reaktif sehingga dalam
waktu singkat akan habis bereaksi. Sehingga pendekatan
hipotesa pseudo steady state dapat diterapkan

rH *  k2CH 2 CBr*  k3CBr2 CH *  k4CHBrCH *  0 7

rBr*  2k1CBr2  k2CH 2 CBr*  k3CBr2 CH *  k4CHBrCH *  2k5CBr 2  0


2

8
Substitusi 7) ke 8) akan diperoleh
2k1C Br2  2k5C Br*  0
2

1
 k1  2
   C Br2 2
1
C Br* 9
 k5 
Persamaan 6 – persamaan 7


rHBr  k 2CBr*CH 2  k3C H *CBr2  k 4CHBrCH *  k 2CH 2 CBr*  k3CBr2 CH *  k 4CHBrCH * 

rHBr  2k3CH *CBr2


• Karena konsentrasi H* tidak bisa diukur maka perlu
dieliminasi dari persamaan tersebut. Maka persamaan
7) dapat diubah menjadi sbb:
rH *  k2CH 2 CBr*  k3CBr2 CH *  k4CHBrCH *  0
k2CH 2 CBr*  k3CBr2 CH *  k4CHBrCH *

k2CH 2 CBr*
CH *  10
k3CBr2  k4CHBr

• Untuk mengeliminasi CBr* maka persamaan


9) di subtitusikan ke persamaan 10
1
 k1  2 1
k 2C H 2   C Br2 2
CH *   k5 
k3C Br2  k 4C HBr

1
 k1  2 1
k 2   C H 2 C Br2 2
CH *   k5 
11
k3C Br2  k 4C HBr
Maka laju reaksi pembentukan HBr dapat
dinyatakan sbb:
1
 k1  2 1
k 2   C H 2 C Br2 2
rHBr  2k3  k5 
C Br2
k3C Br2  k 4C HBr

1
 k1  2 3
2k3 k 2   C H 2 C Br2 2
rHBr   k5 
k3C Br2  k 4C HBr
3
k1 ' CH 2 CBr2 2
rHBr 
CHBr  k 2 ' CBr2

Mekanisme reaksi yang diajukan sesuai dengan


hasil eksperimen

Anda mungkin juga menyukai