Anda di halaman 1dari 27

MASA DEPAN

ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN

Bahan Ceramah
PADA ACARA BIMBINGAN TEKNIS
ORIENTASI PEMERINTAHAN DAN PENINGKATAN KINERJA
PEMERINTAH KELURAHAN
DI IPDN KAMPUS JAKARTA
TANGGAL 28 JANUARI 2010

Oleh :
Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS
PENDAHULUAN
Fungsi utama Pemerintah Daerah yang semula sebagai
“Promotor Pembangunan” menurut UU 5 Tahun 1974,
berubah menjadi “Pelayan Masyarakat” ( baik menurut UU
Nomor 22 Tahun 1999 maupun UU Nomor 32 Tahun 2004)

 Perlu mendayagunakan secara optimal unit-unit pemerintahan


yang langsung berhubungan dengan masyarakat, seperti :
• Dinas Daerah
• Kecamatan & Kelurahan

Kecamatan bukan lagi merupakan wilayah administrasi


Pemerintahan, melainkan sebagai lingkungan kerja,
dengan konsekuensi Camat bukan lagi sebagai Kepala Wilayah
Administrasi, melainkan sebagai Perangkat Daerah. Bagaikan
pisau bermata ganda Kecamatan dan Kelurahan difungsikan
secara optimal atau dibiarkan.  Tergantung kemauan politik
dari Kepala Daerah.
Perubahan Paradigma Camat,Kecamatan
Serta Kelurahan

Unsur UU No. 5/1974 UU No. 22/1999


Perbandingan

Kedudukan Wilayah Administrasi Lingkungan Kerja


Kecamatan Pemerintahan Perangkat Daerah

Kedudukan Kepala Wilayah Perangkat Daerah


Camat

Kewenangan Bersifat Atributif Bersifat Delegatif


Camat (Psl 80 & 81) (Psl 66 (4))

Hubungan Lurah menerima Lurah menerima


dengan Lurah delegasi kewenangan delegasi
dari Walikota/Bupati kewenangan dari
Camat
a. Delegasinya dari pejabat (Bupati/Walikota)
kepada pejabat (Camat);
b. Delegasi dari pejabat kepada pejabat tidak
dapat didelegasikan lagi kepada pejabat
lainnya tanpa seijin pejabat pemberi
delegasi;
c. Delegasi dari institusi kepada institusi dapat
dilaksanakan oleh pejabat/unit yg ada di dalam
institusi ybs sesuai dengan tata laksana bagi
organisasi bersangkutan.
Perubahan Paradigma Camat,Kecamatan
Dan Kelurahan

Unsur UU No. 22/1999 UU 32/2004


Perbandingan

Kedudukan Lingkungan Kerja Lingkungan Kerja


Kecamatan Perangkat Daerah Perangkat Daerah

Kedudukan Perangkat Daerah


Camat Perangkat Daerah

Bersifat Atributif
Kewenangan Bersifat Delegatif
dan Delegatif (pasal
Camat (Psl 66 (4))
126 ayat 2 dan 3)
Hubungan Lurah menerima Lurah menerima
dengan Lurah delegasi kewenangan delegasi kewenangan
dari Camat. dari Walikota/Bupati
KEDUDUKAN ORGANISASIONAL KECAMATAN

 PP No. 8 Tahun 2003

 Unsur Pembantu Pimpinan


Perangkat Daerah (Setda)
Unsur Pelaksana (Dinas Daerah)
Unsur Auxiliary (Lemtekda)

 Kecamatan tidak disebutkan secara eksplisit


 Dilihat dari karakteristiknya, memberikan pelayanan
langsung di satu wilayah kerja tertentu
 Kecamatan merupakan unsur lini kewilayahan
 PP No. 8 Tahun 2003
(Pasal 12)

1. Kecamatan merupakan perangkat daerah Kab./Kota


yang mempunyai wilayah kerja tertentu, dipimpin &
bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui
Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota;
2. Camat diangkat oleh Bupati/Walikota atas usul Sekda
Kab./Kota dari PNS yang memenuhi syarat sesuai dgn
pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri;
3. Camat menerima pelimpahan sebagian pemerintahan dari
Bupati/Walikota;
4. Pembentukan Kecamatan ditetapkan dengan Perda;
5. Pedoman mengenai organisasi Kecamatan ditetapkan
oleh Menteri Dalam Negeri setelah mendapatkan
persetujuan Menteri yang bertanggung jawab di bidang
Pendayagunaan Aparatur Negara.
 Pasal 16 (6)
Kecamatan terdiri dari 1 Sekretariat
Sebanyak2nya 5 seksi dan kelompok jabatan fungsional

 Pasal 20 (3)
Kepala Kantor, Camat, Kepala Bagian dan Kepala Bidang
di Kabupaten/Kota adalah Eselon IIIa

 Juklak PP No. 8/2003


Bagi pejabat Camat yang pangkatnya masih di bawah
jenjang yg dipersyaratkan utk eselon IIIa, kpd mereka
tetap menjabat sbg Camat dgn eselon IIIb sampai dgn
ybs naik pangkat Penata Tk. I (III/d).
Perubahan eselon dari IIIb ke IIIa dilakukan bersama2
dgn perubahan organisasi perangkat daerah scr keselutuhan.
POLA PENDELEGASIAN WEWENANG

 Pola I : Seragam untuk semua Kecamatan

 Pola II :  Beraneka ragam


 Seragam utk kewenangan tertentu yg
bersifat umum (KEWENANGAN
GENERIK),dan yang bersifat ATRIBUTIF
ditambah kewenangan spesifik sesuai
karakteristik wilayah & penduduk
(KEWENANGAN KONDISIONAL) dan yang
bersifat DELEGATIF
 Menjadikan Kecamatan sbg PUSAT PELA-
YANAN MASYARAKAT UTK PELAYANAN
YG SEDERHANA, MURAH & CEPAT.

KECAMATAN  SEBAGAI PUSYANMAS


 Keunggulan Pola Seragam

1. Mudah dalam pembuatannya;


2. Mudah dalam pengaturan dan pengendaliannya;
3. Mudah dalam pembinaan personil, anggaran & logistik.

 Kelemahan Pola Seragam


1. Tidak responsif dgn kebutuhan masyarakat;
2. Penyediaan personil, anggaran & logistik tdk sesuai
dgn kebutuhan nyata shg sulit untuk mencapai efektivitas
dan efisiensi;
3. Sulit utk mengukur kinerja organisasi secara obyektif.
 Keunggulan Pola Beraneka Ragam

1. Lebih responsif thd kebutuhan pelayanan masyarakat;


2. Kebutuhan personil, anggaran & logistik dpt dihitung
scr obyektif & rasional;
3. Memudahkan dalam pengukuran kinerja

 Kelemahan Pola Beraneka Ragam


1. Memerlukan waktu & tenaga utk menyusunnya;
2. Agak sulit dlm pengendalian & pengawasannya;
3. Memerlukan personil yg memiliki kualifikasi sesuai
dgn kebutuhan pelayanan masyarakat
 Faktor – Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Pola
Pendelegasian Kewenangan
1. Karakteristik geografis
(Daratan atau kepulauan, dataran atau pegunungan, dsb)
2. Karakteristik penduduk dilihat dari jenis pendidikan,
mata pencaharian, dsb;
3. Karakteristik wilayah
(Perkotaan, pedesaan, perkebunan, kehutanan, perindus-
trian, perumahan, dsb)

 Macam kewenangan yang Dapat didelegasikan oleh


Walikota kepada Camat :
1. Kewenangan Perijinan,
2. Kewenangan Rekomendasi
3. Kewenangan Koordinasi
4. Kewenangan Pembinaan
5. Kewenangan Pengawasan
6. Kewenangan Fasilitasi
7. Kewenangan Penetapan
8. Kewenangan Pengumpulan & Penyampaian Informasi
9. Kewenangan penyelenggaraan
Matriks Identifikasi Kewenangan yg Mungkin
Dilimpahkan dari Walikota/Bupati kpd Camat
Bidang Pem. Pekerjaan -- - dst
Jenis Umum Pertanian Umum s/d 21 bid
Kewenangan
Perijinan
Rekomendasi
Koordinasi
Pembinaan
Pengawasan
Fasilitasi
Penetapan
Pengumpulan &
Penyampaian
Informasi
Penyelenggaraan
 Prasyarat Pendelegasian Kewenangan Walikota/Bupati
kepada Camat di Propinsi DKI Jakarta :

1. Khusus untuk Propinsi DKI Jakarta, mengingat otonominya


ada pada Propinsi, maka pendelegasian kewenangan dari
Walikota/Bupati kepada Camat harus didasarkan pada
kebijakan umum yang digariskan oleh Gubernur.Sumber
kewenangan yang dijalankan oleh Walikota di DKI berasal
dari pendelegasian kewenangan dari Gubernur.
2. Adanya kemauan politik dari Pemerintahan Daerah
(Gubernur & DPRD) utk menjadikan kecamatan
sbg Pusat Pelayanan Masyarakat;
3. Adanya kelegawaan dari Dinas, Suku Dinas dan/atau
Lemtekda untuk melimpahkan sebagian kewenangan teknis yg
dapat dijalankan oleh kecamatan, melalui Keputusan
Walikota/ Bupati.
4. Adanya dukungan anggaran dan personil untuk menjalankan
kewenangan yang telah didelegasikan.
 Langkah2 Teknis Yang Perlu Dilakukan Untuk
Mengimplementasikan Pendelegasian Kewenangan
1. Melakukan inventarisasi bagian2 kewenangan dari Dinas/Suku Dinas
dan/Lemtekda yang dapat didelegasikan kpd Camat melalui pengisian
daftar isian;
2. Mengadakan rapat teknis antara dinas/suku dinas daerah dan Lemtekda
beserta para Camat untuk mencocokan bagian-bagian kewenangan yg
dpt didelegasikan dan yg mampu dilaksanakan oleh Camat;
3. Menyiapkan rancangan keputusan Walikota/Bupati untuk dijadikan
keputusan;
4. Menata ulang organisasi kecamatan sesuai dgn besaran dan luasnya
kewenangan yg didelegasikan utk masing-masing kecamatan;
5. Mengisi organisasi dgn orang2 yg sesuai dgn kebutuhan,apabila perlu
dilakukan persiapan melalui pendidikan teknis fungsional sesuai
kebutuhan lapangan;
6. Menghitung perkiraan kebutuhan anggaran dan logistik utk masing2
kecamatan sesuai dgn beban tugasnya dgn mempertimbangkan
kemampuan keuangan Pemerintah Daerah bersangkutan;
7. Menyiapkan tolok ukur kinerja kecamatan;
 Alur Pikir Penataan
Kelembagaan Kecamatan

Bupati/
Walikota Dukungan politik

Delegasi Susunan Pemberian


Kewenangan Organisasi Yg Pelayanan Kepuasan
Kpd Camat
 Sesuai dgn  Prima kepada  Masyarakat
Kewenangan Masyarakat

Dukungan dengan :
Anggaran
Personil yang memadai
Logistik

Model : Sadu Wasistiono


 Pola Pelimpahan Sebagian Kewenangan dari Walikota/Bupati
kepada Camat & Lurah menurut UU 22/1999

Bupati/Walikota

Camat

Lurah
Pola Pelimpahan Kewenangan & Tanggung jawab Dari
Walikota/Bupati Kepada Camat dan Lurah
Menurut UU Nomor 32/2004

Bupati/Walikota

Camat

Lurah

: Arus pendelegasian kewenangan


: Arus pemberian pertanggungjawaban
ORGANISASI KECAMATAN
(Sumber : Lampiran II Kep. Mendagri Nomor 158 Tahun 2004)

CAMAT

KELOMPOK SEKRETARIS
JAB.FUNG KECAMATAN

SEKSI SEKSI TRAM SEKSI SEKSI SEKSI


PEM. TIB

DESA KELURAHAN
ORGANISASI KELURAHAN
(Sumber : Lampiran III Kep. Mendagri Nomor 159 Tahun 2004)

LURAH

KELOMPOK SEKRETARIS
JAB.FUNG KELURAHAN

SEKSI SEKSI SEKSI SEKSI


MATERI UU 32 TAHUN 2004 YG BERKAITAN DENGAN
KECAMATAN, KELURAHAN
DAN DESA
1. Kecamatan dibentuk di wilayah kabupaten/kota.
2. Kecamatan dipimpin oleh camat yang dalam
pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan
sebagian wewenang bupati atau walikota untuk
menangani sebagian urusan otonomi daerah. 
Kewenangan DELEGATIF.
3. Camat menyelenggarakan tugas umum
pemerintahan meliputi:
1) mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan
masyarakat;
2) mengoordinasikan upaya penyelenggaraan
ketentraman dan ketertiban umum;
3) mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan
fasilitas pelayanan umum;
4) mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan
pemerintahan di tingkat kecamatan;
5) membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau
kelurahan;
6) melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang
lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat
dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan;
KEWENANGAN ATRIBUTIF

(Pasal 126 UU Nomor 32/2004)


• Camat diangkat oleh Bupati/Walikota atas usul
sekretaris daerah kabupaten/kota dari pegawai
negeri sipil yang menguasai pengetahuan teknis
pemerintahan

• Camat dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu


oleh perangkat kecamatan dan bertanggung jawab
kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah
kabupaten/kota.

• Perangkat kecamatan bertanggung jawab kepada


camat.
KELURAHAN

• Kelurahan dibentuk di wilayah kecamatan


• Kelurahan dipimpin oleh lurah yang dalam pelaksanaan
tugasnya memperoleh pelimpahan dari Bupati/Walikota.
KEWENANGAN DELEGATIF
• Lurah mempunyai tugas:
1. pelaksanakan kegiatan pemerintahan kelurahan.
2. pemberdayaan masyarakat.
3. pelayanan masyarakat;
4. penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum; dan
5. pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan
umum;KEWENANGAN ATRIBUTIF
• Lurah diangkat oleh Bupati/Walikota atas usul Camat dari PNS
yang menguasai pengetahuan teknis pemerintahan dan
memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

• Dalam melaksanakan tugasnya, Lurah bertanggung jawab


kepada Bupati/Walikota melalui Camat.

• Lurah dalam melaksanakan tugasnyadibantu Perangkat


Kelurahan.

• Perangkat Kelurahan bertanggung jawab kepada Lurah.


PENGUATAN FUNGSI PELAYANAN
PADA KECAMATAN DAN KELURAHAN

1. UU Nomor 32 Tahun 2004 memberi tekanan pada pemberian


pelayanan untuk masyarakat.

2. Untuk Kota dengan penduduk sangat padat maupun Kabupaten


dengan wilayah luas serta prasarana transportasi dan komunikasi
terbatas, maka jumlah unit-unit yang melayani masyarakat secara
langsung perlu diperbanyak serta diperkuat.

3. Pemberian pelayanan umum bersifat padat karya, tidak dapat


dilakukan secara masal. Kualitas pelayanan sangat ditentukan oleh
kualitas orang-orang yang berhadapan langsung dengan
konsumen.

4. Jabatan fungsional pada tingkat kecamatan maupun tingkat


kelurahan perlu segera diisi dengan menggunakan standar yang
ditetapkan oleh Pemerintah.
5. Jabatan fungsional yang dapat dikembangkan di Kecamatan
dan Kelurahan antara lain penyelia masalah sosial, penyelia
kesehatan masyarakat, penyelia ketentraman dan ketertiban
masyarakat, penyelia kebersihan dlsb.

6. Penguatan fungsi pelayanan oleh Kecamatan dan Kelurahan


perlu didukung dengan dana, personil dan logistik yang
memadai.

7. Untuk mendorong kompetisi antarkecamatan dan


antarkelurahan, perlu dilakukan lomba pemberian pelayanan
pada masyarakat dengan unsur penilai dari masyarakat yang
dilayani.

==sekian dan terima kasih ==