Anda di halaman 1dari 18

SISTEM INTERLOCK

Function Block Diagram

© Heriyanto, 2007-2016
FUNGSI & PRINSIP
Fungsi
 Sebagai sistem pengaman.

Prinsip
 jika terjadi kesalahan atau kegagalan operasi, sistem akan
berhenti (shutdown) untuk menjaga keselamatan manusia,
pabrik , dan proses.

 Sistem interlok tidak dapat meniadakan sepenuhnya


malapetaka di pabrik, tetapi hanya memperkecil risiko
PRINSIP PERANCANGAN
 Setiap sistem yang mengalami kegagalan harus berada pada
tingkat energi terendah atau berada pada kondisi yang jauh
dari batas operasi kritik.
 Interlok dan sistem pengaman harus merupakan sistem
tersendiri.
 Semua sinyal kendali harus mengemudikan elemen kendali
akhir pada arah yang aman.
 Semua rangkaian interlok harus mendapat catu daya listrik
dari sumber yang sama.
PRINSIP PERANCANGAN
 Rangkaian interlok harus dirancang agar memberikan arah
pengemudian paling aman jika catu listrik terputus.
 Semua indikator, peringatan, alarm, instrumen listrik, harus
dicatu dari sumber tersendiri berbeda dari catu untuk
interlock.
 Sistem interlok untuk setiap sistem yang berhubungan dengan
peralatan, harus tidak saling mempengaruhi jika salah satu
peralatan mengalami kegagalan.
ANALISIS
Kegagalan Proses.
 Tergantung pada penyebab (misalnya, variabel proses
melampaui batas) dan
 Tindakan apa yang diperlukan untuk mengatasi kegagalan
(misalnya, aliran umpan dihentikan, energi masuk diperkecil,
dan peralatan mekanik dimatikan).
ANALISIS
Kegagalan Proses.
Langkah-langkah jika penyebab kegagalan telah diketahui
 Melindungi peralatan mekanik, biasanya dengan cara
dihentikan (shutdown).
 Mencegah peralatan bekerja kembali (restart) sampai kondisi
tidak aman benar-benar sudah diatasi.
 Pengendali direset ke posisi startup setpoint untuk mencegah
pengemudian katup kendali di luar batas aman.
 Mencegah personil dari kemungkinan merasa lebih penting
dari sistem interlok agar tidak membuat kondisi berbahaya
saat startup dan shutdown.
ANALISIS
Kegagalan utilitas.
 Dapat diatasi dengan menyediakan sumber energi lokal,
seperti tabung gas/udara tekan, pompa cadangan, air
pendingin darurat, dan UPS (uninterruptible power supply).

Kegagalan komponen interlok.


 Hendaknya pada saat perancangan, seluruh komponen
interlok dianggap tidak bekerja. Selanjutnya pada keadaan ini
ditentukan kondisi yang yang paling aman.
FUNGSI LOGIKA DASAR
FUNGSI LOGIKA TURUNAN
FUNGSI LOGIKA TURUNAN
TABEL BENARAN (TRUTH TABLE)
TABEL BENARAN (TRUTH TABLE)
HUKUM ALJABAR BOOLEAN
PERSAMAAN LOGIKA
 Persamaan logika menyatakan hubungan aljabar antara
variabel masukan dan keluaran.

 Contoh-1:
Persamaan logika antara keluaran Q dan masukan A,B,C
dinyatakan sebagai berikut. Buat rangkaian logika sebelum
dan setelah diserderhanakan

Q  ABC  ABC  ABC


PERSAMAAN LOGIKA
PERSAMAAN LOGIKA DARI TABEL BENARAN
Kaidah
1. Buat tabel seluruh kemungkinan kondisi input
2. Perhatikan keluaran (Q) yang bernilai 1
3. Buat logika AND antar kolom di setiap baris. Bila variabel
bernilai 0, buat negasinya (kompmennya)
4. Buat logika OR antar baris.
PERSAMAAN LOGIKA
 Contoh-2
Buat persamaan logika, sederhanakan, dan buat rangkaian
logika dari tabel berikut
A B C Q
0 0 0 0
0 0 1 0
0 1 0 0
0 1 1 1
1 0 0 0
1 0 1 1
1 1 0 1
1 1 1 1
TUGAS
(Diambil dari: UAS 2016)
1) Diketahui persamaan logika berikut.
Q  ABC D  ABCD  ABCD  ABC D  ABC D  ABCD
a) Sederhanakan persamaan tersebut
b) Buat rangkaian logika dari persamaan yang sudah
disederhanakan

2) Dari tabel benaran berikut (A, B, C, D sebagai masukan,


dan Q sebagai keluaran)
2) Buat persamaan logika sebelum disederhanakan
3) Sederhanakan persamaan logika yang dihasilkan
4) Buat diagram tangga (ladder diagram) dari hasil
penyederhanaan
A B C D Q
0 0 0 0 1
0 0 0 1 1
0 0 1 0 1
0 0 1 1 1
0 1 0 0 1
0 1 0 1 1
0 1 1 0 0
0 1 1 1 0
1 0 0 0 0
1 0 0 1 0
1 0 1 0 0
1 0 1 1 0
1 1 0 0 0
1 1 0 1 0
1 1 1 0 0
1 1 1 1 0