Anda di halaman 1dari 13

Henri T.

Unggul Oktaprimantara Ps.


Sulbiah
Etika dan Pengambilan Keputusan

Keputusan yang diambil pemimpin


tentunya akan menghasilkan dampak
bagi orang lain. Idealnya, seorang
pemimpin mempunyai integritas yang
menjunjung tinggi nilai moral dan etika

keputusan yang diambilnya adalah


mengacu tidak hanya pada
kepentingannya sendiri, melainkan juga
kepentingan orang banyak termasuk
lingkungannya.
Tipe manajer dilihat dari sudut etikanya :

1. Manajemen Tidak Bermoral


2. Manajemen Amoral
3. Manajemen Bermoral
Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau
tindakan. Ada baiknya sebelum mengambil keputusan mengacu
pada prinsip-prinsip berikut ini :

• Autonomy
• Non-malfeasance
• Beneficence
• Justice
• Fidelity
Pengaruh Etika dalam
Pengambilan Keputusan

Utilitarian
Universalisme
Penekanan pada hak
Penekanan pada keadilan
Relativisme (self-interest)
Beberapa tahap yang menjadi factor
keberhasilan sebuah keputusan

 Tahap perkembangan moral


 Lingkungan Organisasi
 Tempat kedudukan kendali
Dasar Pengambilan Keputusan

 Berdasarkan intuisi atau perasaan


 Berdasarkan rasional atau masuk akal
 Berdasarkan fakta
 Berdasarkan pengalaman
 Berdasarkan wewenang
Langkah-langkah untuk mengambil keputusan
yang beretika yaitu:

 Mengidentifikasi fakta dan seluruh kelompok pemangku


kepentingan.

 Merangking pemangku kepentingan.

 Menilai dampak tindakan yang ditawarkan pada masing-


masing kepentingan kelompok pemangku.
Tahapan-tahapan dalam pengambilan
keputusan

1. Pemahaman dan Perumusan Masalah


2. Pengumpulan Analisa Data Yang Relevan
3. Pemilihan Alternatif Terbaik
4. Implementasi Keputusan
5. Evaluasi
Ketika Pengambilan Keputusan yang
Etis Tidak Berjalan dengan Baik

1. Seseorang hanya mempertimbangkan alternatif-alternatif


terbatas
2. Sikap ketidaktahuan yang disengaja atau tidak disengaja
3. Banyak pendapat yang mengungkapkan lebih nyaman dengan
aturan keputusan yang disederhanakan
4. Banyak kondisi dimana seseorang memilih alternatif yang
memenuhi kriteria keputusan yang minimal
5. Kurangnya pengawasan dalam keputusan yang diambil
keputusan eksekutif perusahaan
6. Banyak orang yang bersikap pasif dan hanya menyesuaikan
diri dengan ekspektasi sosial dan budaya.
Pengambilan Keputusan yang Etis dalam
Peran Manajerial
Dalam dunia bisnis, terkadang konteks organisasi mempersulit
seseorang untuk bertindak secara etis bahkan bagi orang yang berniat paling
baik sekalipun, mempersulit orang yang tidak jujur untuk bertindak etis.
Tanggung jawab atas keadaan yang dapat mendorong perilaku etis jatuh
kepada manajemen bisnis dan tim eksekutif. Lalu dalam situasi bisnis, para
individu harus mempertimbangkan implikasi etis dari pengambilan keputusan
pribadi dan profesional (personal and proffesional decision making).

Dalam konteks bisnis, para individu mengisi peran sebagai karyawan,


manajer, eksekutif senior, dan anggota dewan. Para manajer, eksekutif, dan
anggota dewan memiliki kemampuan untuk menciptakan dan membentuk
konteks organisasi dimana semua karyawan mengambil keputusan. Oleh
karena itu, mereka memiliki sebuah tanggung jawab untuk meningkatkan
pengaturan organisasi yang mendorong perilaku etis dan menekan perilaku
tidak etis.
Pelanggaran terhadap Etika
di Tempat Kerja

• Skrip
• Gangguan-gangguan
• Pengecualian Moral