Anda di halaman 1dari 18

Seminar Proposal Tugas Akhir (P1)

Analisa Tegangan dan Allowable Span pada


Riser Akibat Pengaruh Vortex Induced
Vibration di Laut Jawa
Oleh : Afiif Prima Yunanto 04311440000033
Calon Dosen Pembimbing :
Ir. Imam Rochani, M.Sc.
Ir. Handayanu, M.Sc., Ph.D.

Departemen Teknik Kelautan


Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Latar Belakang
Free span dapat mengakibatkan
pengaruh pada pipa seperti kelelahan
karena terjadi vortex induced vibration
(VIV). Free span yang terjadi pada fixed riser
memerlukan pengecekan untuk
menentukan apakah bentangan pipa
tersebut perlu untuk dilakukan evaluasi atau
tidak, sehingga kerusakan pipa dapat
dihindari. Untuk itu diperlukan analisis untuk
menentukan panjang allowable span
dengan memenuhi kriteria screening
fatigue. Selain itu dilakukan Peninjauan
tegangan ekuivalen atau von mises stress
dilakukan untuk mengecek apakah riser
mengalami kegagalan atau tidak.
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Rumusan Masalah
• Apakah schedule yang digunakan sudah
sesuai dengan kriteria perhitungan
wallthickness riser?
• Apakah span pada riser sudah memenuhi
kriteria allowable span ?
• Apakah hasil pemodelan riser sudah
memenuhi batas keamanan berdasarkan
pengecekan von-mises stress?
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Tujuan Penelitian
• Mengetahui apakah schedule pipa pada riser
sudah memenuhi kriteria minimum
wallthickness
• Mengetahui apakah span pada riser sudah
memenuhi kriteria allowable span
• Mengetahui apakah pemodelan riser sudah
memenuhi kriteria von mises stress
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Batasan Masalah
• Analisa pada kondisi Operasional

• Perhitungan yang dilakukan adalah ketebalan riser, panjang bentang bebas,


serta validasi tegangan pada pemodelan

• Rules yang digunakan untuk menghitung tebal riser adalah ASME B 31.8
(contain internal pressure) dan API RP 1111 (collapse pressure).

• Rules yang dipakai untuk perhitungan bentangan bebas pada riser adalah DNV
RP F-105.

• Perhitungan panjang bentang bebas riser hanya sampai tahapan screening


fatigue
• Perhitungan cathodic protection, marine growth, dan on bottom stability
diabaikan.
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan

Dasar Teori 1 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

1. Pipa bawah laut & Riser

2. Desain Tebal Pipa


 Tebal pipa berdasarkan contain internal pressure
 Tebal Pipa Berdasarkan Kegagalan Akibat Tekanan Eksternal
 Buckling akibat Kombinasi Bending dan Tekanan Eksternal
 Tebal Pipa Berdasarkan Propagation Buckling

3. Riser parameters
• Diameter dalam riser
• Corrosion coating diameter
• Massa contents
• Massa corrosion coating
• Span Length
• Massa Efektif Riser
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan

Dasar Teori 2 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

4. Gelombang

• Penentuan teori gelombang gelombang

• Kecepatan partikel gelombang

5. Vortex Induced Vibration (VIV)


 Parameter VIV :
- Reduced Velocity
- Keulegen Carpenter Number
- Rasio kecepatan aliran arus
- Parameter stabilitas
- Reynold Number
- Frekuensi Vortex Shedding
 Steady Current Velocity
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan

Dasar Teori 3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

6. Riser Natural Frequency

7. Parameter Stabilitas & Safety factor

8. Allowable Riser Span


 In-line allowable span
 Cross-flow allowable span

9. Screening Fatigue In-line & Cross-flow

10. Analisa Tegangan Ekuivalen

• Tegangan Tangensial (Hoop Stress)

• Tegangan Longitudinal (Longitudinal Stress)

- Tegangan Termal

- Poisson’s Effect
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Riser Parameters
• Diameter dalam riser : • Massa contents :
𝜋
𝐼𝐷𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 = 𝑂𝐷𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 − 2. 𝑡𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟𝑐 𝑚𝑐𝑜𝑛𝑡 = (𝐼𝐷𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 − 2𝑡𝐶𝐴 )2 𝜌𝑐𝑜𝑛𝑡
4

• Corrosion Coating diameter : • Span Length :


𝑂𝐷𝑐𝑜𝑎𝑡 (𝑥) = 𝑂𝐷𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 + 2. 𝑡𝑐𝑜𝑎𝑡 (𝑥) 8.062
𝐿𝑗 = 𝑊𝐷𝑗𝑎𝑘𝑗+1 − 𝑊𝐷𝑗𝑎𝑘𝑗 .
8
• Massa riser :
𝜋
𝑚𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 = (𝑂𝐷𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 2 − 𝐼𝐷𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 2 ) 𝜌𝑠𝑡
4

• Massa corrosion coating :


2 𝜋
𝑚𝑐𝑜𝑎𝑡 (𝑥) = 𝑂𝐷𝑐𝑜𝑎𝑡 𝑥 − 𝑂𝐷𝑟𝑖𝑠𝑒𝑟 2 (𝜌 𝑥 )
4 𝑐𝑜𝑎𝑡
• Massa efektif riser :
𝑚𝑒 = 𝑚𝑠𝑡𝑟 + 𝑚𝑐𝑜𝑛𝑡 + 𝑚𝑎𝑑𝑑
Departemen Teknik Kelautan

Kecepatan Partikel Gelombang &


Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Arus
• Kecepatan Partikel Gelombang (Horizontal) :
𝜋𝐻 cosh 𝑘𝑠 3 𝜋𝐻 𝜋𝐻 cosh 2𝑘𝑠
 𝑢= cos 𝜃 + cos 2𝜃 (Stoke Orde 2)
𝑇 sinh 𝑘𝑑 4 𝐿 𝑇 𝑠𝑖𝑛ℎ4 𝑘𝑑

 Kecepatan Steady Currents :

1
𝑢 𝑧 7
 = (One Seventh Power Law)
𝑢𝑟 𝑧𝑟
Riser Natural Frequency
• Frekuensi Natural Riser :

𝐶1 𝐸𝐼
𝑓𝑛 ≈
2𝜋 𝑚𝑒 𝐿4𝑠

 Frekuensi Natural In-line :

𝑈𝑐 + 𝑈𝑤
 𝑓𝑛 𝑖𝑙 =
𝑉𝑟 𝑖𝑙 . 𝐷

 Frekuensi Natural cross-flow :

𝑈𝑐 + 𝑈𝑤
 𝑓𝑛 𝐶𝐹 =
𝑉𝑟 𝑐𝑟 . 𝐷
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Reduced Velocity
A. Untuk arah in-line : B. Untuk arah cross-flow :
1.0
𝐼𝐿
𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 = untuk Ksd < 0.4 3. 𝜓𝑝𝑟𝑜𝑥𝑖,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡.𝜓𝑡𝑟𝑒𝑛𝑐ℎ,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡
𝛾𝑜𝑛,𝐼𝐿 𝐶𝐹
𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 =
𝛾𝑜𝑛,𝐶𝐹
0.6+ 𝐾𝑠𝑑
𝐼𝐿
𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 = untuk 0.4 < Ksd < 1.6
𝛾𝑜𝑛,𝐼𝐿
Pada struktur riser yang berada di atas permukaan dapat
2.2 diasumsukan
𝐼𝐿
𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 = untuk Ksd > 1.6
𝛾𝑜𝑛,𝐼𝐿

𝛾𝑜𝑛,𝐶𝐹 = safety factor untuk cross-flow (DNV RP F105)


𝛾𝑜𝑛,𝐼𝐿 = safety factor untuk in-line
faktor koreksi seabed (𝜓𝑝𝑟𝑜𝑥𝑖,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 ) = 1

trench reduction factor (𝜓𝑡𝑟𝑒𝑛𝑐ℎ,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 ) = 1.


Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Screening Fatigue Criteria


• Screening fatigue (in-line) Dengan :
• fn,IL = frekuensi natural in-line (Hz)
𝑓𝑛,𝐼𝐿 𝑈𝑐,100 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝐿/𝐷𝑡 1 • gIL = safety factor (in-line)
> 𝐼𝐿 . 1− .
𝛾𝐼𝐿 𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 . 𝐷𝑡 250 𝛼 • Uc,100 tahun= periode ulang 100 tahun untuk arus laut (m/s)
• 𝐼𝐿
𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 = in-line onset value
• L = panjang actual span
• Screening fatigue (cross-flow) • α = current flow ratio
• fn,CF = frekuensi natural cross-flow (Hz)
𝑓𝑛,𝐶𝐹 𝑈𝑐,100 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛+ 𝑈𝑤,1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
> 𝐶𝐹
• gCF = safety factor (cross-flow)
𝛾𝐶𝐹 𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 .𝐷𝑡
• Uw,1 tahun= periode ulang signifikan 1 tahun wave induced velocity
(m/s)
• 𝐶𝐹
𝑉𝑅,𝑜𝑛𝑠𝑒𝑡 = cross-flow onset value
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Von Mises Stress Criteria


• Tegangan Ekuivalen : Dengan :

• 𝝈𝒆 = tegangan ekuivalen (MPa)


𝜎𝑒 = 𝜎ℎ 2 + 𝜎𝑙 2 + 𝜎ℎ . 𝜎𝑙 + 3𝜏𝑙ℎ 2
• 𝝈𝒍 = tegangan longitudinal (MPa)
• Maximum Stress Criteria
• 𝝈𝒉 = tegangan hoop (MPa)
𝜎𝑒 ≤ 0.9 (SMYS untuk riser)
• 𝝉𝒍𝒉 = tegangan geser tangensial (MPa)
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Metodologi
Penelitian
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Metodologi
Perhitungan
Tebal Pipa
Departemen Teknik Kelautan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Metodologi
Allowable Span
Riser
Daftar Pustaka
• Bai, Yong dan Bai, Qiang. 2014. Subsea Pipeline Design, Analysis, and Installation . Oxford, UK: Gulf Professional Publishing
Elsevier.

• Chakrabarti, Subrata K. 2005. Handbook of Offshore Engineering. Vol 2. Oxford, UK : Elsevier.

• Choi, H. S. 2000. “Free spanning analysis of Offshore Pipelines ”. Pergamon Journal of Ocean Engineering 28 : 1325-1338.

• Djatmiko, Eko B. 2012. Perilaku dan Operabilitas Bangunan Laut di Atas Gelombang Acak. Surabaya : itspress.

• Guo, Boyun dkk. 2014. Offshore Pipelines. Edisi ke-2. Oxford, UK: Gulf Professional Publishing Elsevier.

• Lee, Jaeyoung. 2008. Introduction to Offshore Pipelines and Risers . Houston, Texas.

• Lesmana, Hidayat W. 2014. Perancangan Riser dan Expansion Spool Pipa Bawah Laut : Studi Kasus Kilo Field PT. Pertamina
Hulu Energi Offshore North West Java . Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

• Mathelin, L dan de Langre, E. 2005. “ Vortex-induced vibrations and waves under shear flow with a wake oscillator model ”.
European Journal of Mechanics B/Fluids 24 (4) : 478–490.
• Mouselli, A. H. 1981. Offshore Pipeline Design, Analysis and Methods. PenWell Books : Oklahoma

• Soegiono. 2007. Pipa Laut. Surabaya : Airlangga University Press.

• Susetyo, Hikmah. 2016. Analisa Local Buckling Pada Free Span Pipa Bawah Laut 20” Di Sangatta, Kalimantan Timur . Surabaya
: Institut Teknologi Sepuluh Nopember

• Vandiver, J.K. The Relationship Between In-Line And Cross-Flow Vortex-Induced Vibration of Cylinders. U.S.A : Massachusetts
Institute of Technology