Anda di halaman 1dari 25

PENGENALAN DUNIA KERJA TEKNIK SIPIL

PRAKARSA 2017
OUTLINE
DISIPLIN ILMU TEKNIK SIPIL

PEDOMAN TEKNIS PEMBANGUNAN BANGUNAN


GEDUNG NEGARA
PERMEN PU NOMOR 11/PRT/M/2013 TENTANG
PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN
BIDANG PEKERJAAN UMUM
TAHAPAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI
TENAGA AHLI KONSTRUKSI
TEKNIK SIPIL / CIVIL ENGINEERING

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak
hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk
kemaslahatan hidup manusia.
DISIPLIN ILMU TEKNIK SIPIL

MANAJEMEN GEOTEKNIK
KONSTRUKSI

STRUKTUR LINGKUNGAN
BANGUNAN
TEKNIK
SIPIL
TRANSPORTASI SURVEY

SUMBER DAYA INFORMATIKA


AIR
KEPUTUSAN MENTERI PERMUKIMAN DAN
PRASARANA WILAYAH

NOMOR: 332/KPTS/M/2002
TANGGAL 21 AGUSTUS 2002

TENTANG

Pedoman Teknis
PEMBANGUNAN
BANGUNAN GEDUNG
NEGARA
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11/PRT/M/2013
TENTANG
PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN
BIDANG PEKERJAAN UMUM

Pasal 4
(1) Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan terbagi dalam 4 (empat)
bagian, terdiri atas:
a. Bagian 1 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Umum
b. Bagian 2 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Sumber
Daya Air
c. Bagian 3 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Bina Marga
d. Bagian 4 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Cipta Karya
TAHAPAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI

• Tahap perencanaan (planning)


• Tahap perancangan (design)
• Tahap pengadaan/pelelangan
• Tahap pelaksanaan (construction)
1. Tahap Perencanaan (Planning)
Merupakan penetapan garis-
garis besar rencana
proyek, meliputi Rekruitment
konsultan (MK, perencana)
untuk menterjemahkan • Laporan survey
kebutuhan pemilik, membuat
TOR, survey, feasibility study • Studi kelayakan
kelayakan proyek, pemilihan • Program dan bugdet
desain, schematic design, • TOR (Term Of Reference)
program dan budget, financing.
Disini merupakan tahap • Master plan
pengelolaan (briefing), studi,
evaluasi dan program yang
mencakup hal-hal teknis
ekonomis, lingkungan, dll
2. Tahap Desain
/Perancangan
(Design)
Yang mencakup kriteria desain, skematik desain, proses
diagram blok plan, rencana tapak, potongan, denah,
gambar situasi/site plan tata ruang, estimasi cost.
Merupakan tahap pengembangan dari pra rancangan
DESIGN DEVELOPMENT yang sudah dibuat dan perhitungan-perhitungan yang
(PENGEMBANGAN lebih detail, dan juga sebagai tahap akhir dari
perencanaan dan persiapan untuk tahap pelelangan,
RANCANGAN) mencakup :
DESAIN AKHIR DAN Perhitungan-perhitungan detail (struktural maupun non
PENYIAPAN DOKUMEN struktural) secara terperinci
Gambar-gambar detail (gambar arsitektur, elektrikal,
PELAKSANAAN (FINAL struktur, mekanikal, dsb)
DESIGN & CONSTRUCTION Outline specification (garis besar)
DOCUMEN) Detail spesifikasi
Bill of quantity (daftar volume)
Estimasi biaya konstruksi (secara terperinci)
Syarat-syarat umum administrasi dan peraturan umum
(dokumen lelang)
3. Tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement/Tender)
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menunjuk Kontraktor sebagai pelaksanan atau
sejumlah kontraktor sebagai sub-kontraktor yang melaksanakan konstruksi di
lapangan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah :
• DOKUMEN LELANG ATAU DOKUMEN TENDER.
Dokumen yang berisikan informasi tentang aturan, tata cara dan syarat-syarat pelelangan
• PRAKUALIFIKASI / PASCAKUALIFIKASI
Prosedur ini dikenal sebagai babak prakualifikasi yang meliputi pemeriksaan sumber daya
keuangan, manajerial dan fisik Rekanan yang potensial, dan pengalamannya pada proyek
serupa, serta integritras perusahaan.
• DOKUMEN PENAWARAN
Dokumen yang berisikan penawaran Harga meliputi, harga material, upah kerja,
peralatan, waktu dan metode pelaksanaan pekerjaan
• DOKUMEN KONTRAK
Dokumen kontrak sendiri didefinisikan sebagai dokumen legal yang menguraikan tugas
dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Dokumen kontrak akan ada
setelah terjadi ikatan kerjasama antara dua pihak atau lebih.
4. Tahap Pelaksanaan (Construction)
Tujuan dari tahap pelaksanaan adalah untuk mewujudkan bangunan
yang dibutuhkan oleh pemilik proyek dan sudah dirancang oleh
Konsultan Perencana dalam batasan biaya dan waktu yang telah
disepakati, serta dengan kualitas yang telah disyaratkan. Kegiatan yang
dilakukan pada tahap ini adalah merencanakan, mengkoordinasikan,
dan mengendalikan semua operasional di lapangan.
Perencanaan dan pengendalian proyek secara umum meliputi :
• Perencanaan dan pengendalian jadwal waktu pelaksanaan
• Perencanaan dan pengendalian organisasai lapangan
• Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja
• Perencanaan dan pengendalian peralatan dan material
Koordinasi seluruh operasi di lapangan meliputi :
• Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan, baik untuk
bangunan sementara maupun bangunan permanen, serta semua fasilitas
dan perlengkapan yang terpasanag.
• Mengkoordinasikan para Sub-Kontraktor
• Penyediaan umum.
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi untuk gedung berbeda dengan pekerjaan
konstruksi jalan atau konstruksi bendungan, pelabuhan dsb. Pada pekerjaan
konstruksi, 4 target yang harus dicapai kontraktor :
• Selesai dengan mutu/kualitas paling tidak sama dengan yang ditentukan dalam
spec/perencanaan
• Selesai dengan waktu lebih kecil atau sama dengan waktu perencanaan
• Selesai dengan biaya paling tidak sama dengan biaya yang direncanakan
• Selesai dengan tidak menimbulkan dampak lingkungan (sosial, fisik, dan
administratif)
• Pemeriksaan lab/testing
• Penyerahan pertama
• Masa pemeliharaan
• Penyerahan kedua.
TENAGA AHLI KONSTRUKSI
Menurut Ir. Ilham Poernomo MT sebagai Ketua Lembaga Pengembangan
Jasa Konstruksi (LPJK), bahwa dalam menyongsong MEA seorang tenaga
kerja konstruksi harus memiliki sertifikat keahlian untuk mempersiapkan
diri dalam pesaingan tenaga kerja dari luar Indonesia. Selain itu juga
tenaga kerja konstruksi (Tenaga Ahli dan Tenaga Terampil) Indonesia yang
akan bekerja di Negara negara ASEAN dan bekerja di Indonesia pada
proyek-proyek yang dibiaya investor asing harus memenuhi persyaratan,
yaitu memiliki sertifikat Asean Chartered Professionsl Enginering (ACPE)
yang sesuai dengan Asean Mutual Recognition Arrangement On
Engineering Services. Seorang tenaga kerja konstruksi (Tenaga Ahli)
Indonesia yang ingin memperoleh sertifikat ACPE harus terlebih dahulu
memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang diterbitkan oleh Lembaga
Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
TEKNIK S I P I L
NO SUB BIDANG KODE KETERANGAN

Ahli Teknik Bangunan Gedung adalah ahli yang memiliki


kompetensi merancang, melaksanakan dan mengawasi
1 Ahli teknik bangunan gedung 201
pekerjaan struktur bangunan gedung yang menguasai
bangunan gedung.

Ahli Teknik Jalan adalah ahli yang memiliki


2 Ahli teknik jalan 202 kompetensimerancang geometri dan struktur jalan,
melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi jalan.

Ahli Teknik Jembatan adalah ahli yang memiliki


3 Ahli teknik jembatan 203 kompetensimerancang bentuk dan struktur jembatan,
melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi jembatan.

Ahli Keselamatan Jalan adalah ahli yang memiliki kompetensi


4 Ahli keselamatan jalan 204
merancang, dan menilai seluruh aspek keselamatan jalan.

Ahli Teknik Terowongan adalah ahli yang memiliki


kompetensimerancang bentuk dan struktur terowongan,
5 Ahli teknik terowongan 205
melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi
terowongan.
Ahli Teknik Landasan Terbang adalah ahli yang
Ahli teknik landasan memiliki kompetensimerancang bentuk geometri
6 terbang 206 dan struktur landasan terbang, melaksanakan
dan mengawasi pekerjaan konstruksi landasan
terbang.

Ahli Teknik Jalan Rel adalah ahli yang memiliki


7 Ahli teknik jalan rel 207 kompetensimerancang geometri dan struktur
jalan rel, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan
konstruksi jalan rel.

Ahli Teknik Dermaga adalah ahli yang memiliki


kompetensi merancang bentuk dan struktur dermaga,
8 Ahli teknik dermaga 208 melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi
dermaga dan melakukan pengawasan pekerjaan
dermaga.

Ahli Teknik Bangunan Lepas Pantai adalah ahli yang


9 Ahli teknik bangunan 209 memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur
lepas pantai bangunan lepas pantai, melaksanakan konstruksi
bangunan lepas pantai.

Ahli Teknik Bendungan Besar adalah ahli yang memiliki


10 Ahli teknik bendungan 210 kompetensi merancang bentuk dan struktur bendungan
besar besar, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan
konstruksi bendungan besar.
Ahli Teknik Sungai dan Drainase adalah ahli yang memiliki kompetensi
Ahli teknik sungai dan
11 211 merancang bentuk dan struktur sungai dan drainase, melaksanakan
drainase
dan mengawasi pekerjaan konstruksi sungai dan drainase.

Ahli Teknik Irigasi adalah ahli yang memiliki kompetensi merancang


12 Ahli teknik irigasi 212 bentuk dan struktur irigasi termasuk bendung, melaksanakan dan
mengawasi pekerjaan konstruksi irigasi.

Ahli Teknik Rawa dan Pantai adalah ahli yang memiliki kompetensi
13 Ahli teknik rawa dan pantai 213 merancang bentuk dan struktur rawa dan pantai, melaksanakan dan
mengawasi pekerjaan konstruksi rawa dan pantai.

Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan adalah ahli yang memiliki


Ahli teknik pembongkaran kompetensi merancang pembongkaran bangunan gedung sesuai kondisi
14 214
bangunan lingkungan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan pembongkaran
bangunan.

Ahli Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan adalah ahli yang memiliki


Ahli teknik pemeliharaan
15 215 kompetensi melaksanakan dan mengawasi pekerjaan pemeliharaan dan
dan perawatan bangunan
perawatan bangunan.

Ahli Geoteknik adalah ahli yang memiliki kompetensi melaksanakan


16 Ahli geoteknik 216 pengukuran dan uji kekuatan daya dukung tanah dan menilai jenis-jenis
tanah pada lokasi yang akan didirikan bangunan.

Ahli Teknik Geodesi adalah ahli yang memiliki kompetensi melaksanakan


pemetaan tanah dan atau laut dengan metoda teristis, fotogrameris,
17 Ahli geodesi 217
remote sensing maupun GPS yang diperlukan sebagai dasar merancang
bangunan dan atau wilayah tertentu
SYARAT DAN
KLASIFIKASI TENAGA
DAN UPAH KERJA
SERTIFIKAT KEAHLIAN ( SKA)
Indeks Sulawesi Selatan * 0.969