Anda di halaman 1dari 49

LENSA MATA DAN

KELAINANNYA
EMBRIOLOGI
Pembentukan Lensa Embrio 4 mm

9 mm  Lens vesikle lepas dari surface


ektoderm
Kapsul lensa terbentuk mulai embrio  15 mm ( 
5 mg )
Lensa terbentuk sempurna  28 mg
LENSA MATA
PEMBENTUKAN PERTAMA KALI DR
LENSA DPT DILIHAT PD EMBRIO 4 mm,
YAITU BERUPA SUATU PENEBALAN
DARI “SURFACE ECTODERM“ YG
DISEBUT “LENS PLATE”.
PADA EMBRIO 5 mm BAGIAN SENTRAL
DARI LENS PLATE MENGADAKAN
DEPRESI, DISEBUT “LENS PITS”.
SEMENTARA ITU “ OPTIC VESICLE”
JUGA MENGADAKAN INVAGINASI &
MEMBENTUK “OPTIC CUP “.
INVAGINASI LENS VESICLE MAKIN
LAMA MAKIN DALAM,SEHINGGA
TERBENTUK SUATU LENS VESICLE YG
DIHUBUNGKAN DGN SURFACE
ECTODERM O/ SUATU STALK.
STALK INI MENGADAKAN KONTRAKSI
SEHINGGA LUMENNYA MENGHILANG,
& PD EMBRIO 9 mm LENS VESICLE
LEPAS DARI SURFACE ECTODERM.
SETELAH LENS VESICLE LEPAS DARI
SURFACE ECTODERM, SEGERA
JARINGAN MESODERM MENGISI
RUANGAN DI ANTARANYA.
ANATOMI
LENSA BERBENTUK BIKONVEKS, MRPKN
STRUKTUR YG TRANSPARAN (JERNIH, TDK
BERWARNA) SERTA TDK MENGANDUNG
PEMBULUH DARAH.
PD ORANG DEWASA MEMPUNYAI TEBAL 4-5
mm & DIAMETER 9 mm.
LENSA MENGGANTUNG DI BAGIAN
ANTERIOR DARI BOLA MATA, SEBELAH
ANTERIOR DIBATASI O/ HUMOR AKUOS
(AQUEOS HUMOR) DAN BAGIAN POSTERIOR
DIBATASI BDN KACA (CORPUS VITREUS).
ANATOMI
Bentuk Biconvex
transparant
Pembuluh darah ( – )

Lensa stabil o.k . Ligamentum Suspensorium

ZONULA ZINN
LENSA 65% AIR
35 % Protein + garam mineral
Nutrisi berasal dari CAIRAN INTRA OKULER
LENSA TERDIRI DARI PERMUKAAN
ANTERIOR ( ANTERIOR POLE ) &
PERMUKAAN POSTERIOR (
POSTERIOR POLE ).
BAGIAN YG BULAT DISEBUT
EQUATOR.
POSISI LENSA STABIL O/K ADANYA
LIGMEN SUSPENSORIUM, YG
MENGHUBUNGKAN EQUATOR LENSA
DGN EPITEL BADAN SILIAR ( CORPUS
CILIARE ), DISEBUT ZONULA ZINN.
KOMPOSISI LENSA TERDIRI DARI 65%
AIR & 35% PROTEIN SERTA GARAM
MINERAL.
NUTRISINYA BERASAL DARI CAIRAN
INTRA OKULER.
LENSA TERUNGKUS O/ SUATU
KAPSUL TRASNPARAN YG BERISI
FAT SEMIPERMEABEL, SEHINGGA AIR
& ELEKTROLIT MUDAH
MENEMBUSNYA.
PADA JANIN BENTUK LENSA > CEMBUNG
& KONSISTENSI > LUNAK DIBANDINGKAN
DGN PERIODE BERIKUTNYA.
SEDANG PD ORG DEWASA PERMUKAAN
ANTERIOR KURANG KONVEKS BILA
DIBANDINGKAN DGN PERMUKAAN
POSTERIOR.
PD ORG TUA LENSA > BESAR,
PERMUKAANNYA DATAR, NAMPAK
KEKUNINGAN & < TRANSPARAN.LENSA
MJD KAKU KRN MENGALAMI SKLEROSE,
SHG DAYA AKOMODASI AKAN
BERKURANG.
FISIOLOGI
FUNGSI LENSA
MEMFOKUS SINAR PADA
RETINA.UNTUK MELENGKAPI INI
KEKUATAN REFRAKSI LENSA
HARUS DPT BERUBAH SESUAI DGN
JARAK OBYEK / SINAR YG MASUK.
PERUBAHAN KEKUATAN REFRAKSI
LENSA DISEBUT AKOMODASI.
ADA 2 FAKTOR YG BERPERAN DLM
GERAKAN AKOMODASI SEHINGGA BERHASIL
NAIK :
1. KEMAMPUAN LENSA MATA U/ MENGUBAH
BENTUKNYA.
2. KEKUATAN DARI MUSKULUS CILIARIS.
MISALNYA U/ MEMFOKUS SINAR YG
BERASAL DR BENDA YG JAUH : M. CILIARIS
DLM KEADAAN RELAX --- ZONULA ZINN
TEGANG, DIMETER ANTERO- POSTERIOR
LENSA > PENDEK --- KEKUATAN REFRAKSI
LENSA BER<.
SEDANGKAN U/ MEMFOKUS
SINAR YG BERASAL DR BENDA
DEKAT ADL : M. CILIARIS
MENGADAKAN KONTRAKSI ---
ZONULA ZINNII KETEGANGAN
BERKURANG --- BENTUK LENSA
MJD LEBIH CEMBUNG ---
KEKUATAN FEFRAKSI MJD LEBIH
BESAR.
PATOLOGI
KELAINAN PADA LENSA
1. KEKERUHAN LENSA ( BAIK YG MENGENAI
NUKLEUS MAUPUN KORTEKS ), DISEBUT
KATARAK.
2. PERUBAHAN LETAK LENSA, DISEBUT DISLOKASI
( SUBLUKSASI, LUKSASI ).
KATARAK :
- DEVELOPMENTAL : KATARAK KONGENITAL,
KATARAK JUVENIL.
- DEGENERATIP : KATARAK SENIL.
- KOMPLIKATA : KRN UVEITIS, DIABETES.
- TRAUMA : KATARAK TRAUMATIKA, BISA DISERTAI
DISLOKASI KE ANTERIOR / POSTERIOR.
KATARAK ?

KEKERUHAN/KEBURAMAN
LENSA MATA
JENIS YANG PALING SERING
DITEMUKAN ‘SENILE CATARACT’
YANG SEBAB UTAMANYA = USIA
TUA
PEMBAGIAN KATARAK MENURUT
LOKALISASI & BENTUK.

KATARAK POLARIS ANTERIOR.


KATARAK POLARIS POSTERIOR.
KATARAK SENTRALIS.
KATARAK ZONULARIS.
KATARAK PUNCTATA.
KATARAK KORTIKAL
KATARAK NUKLEAR
PEMERIKSAAN SUBYEKTIF
1. KEMUNDURAN VISUS :
- TERGANTUNG DR TEBAL TIPISNYA
KEKERUHAN SERTA LOKALISASI
KEKERUHAN.
- BILA KEKERUHAN > TEBAL, KEMUNDURAN
VISUS > NYATA.
- BILA LOKALISASI KEKERUHAN DI BAGIAN
SENTRAL, VISUS > MUNDUR
DIBANDINGKAN KEKERUHAN PERIFER.
2. PADA STADIUM INSIPIEN :
- TAMPAK ADANYA BERCAK PUTIH PD
LAPANGAN PANDANGAN YG TAK IKUT
DGN PERGERAKAN MATA ( STATIONAIR ),
YG HARUS DIBEDAKAN DGN KEKERUHAN
DI KORPUS VITREUM ( BERCAK )
BERGERAK2  MUSCAE VOLIANTES.
- TJD “ ARTIFICIAL MYOPE “ KRN LENSA
MENJADI > CEMBUNG ( KONVEKSITAS
LENSA MENINGKAT ), PENDERITA
MELIHAT JAUH KABUR & MGKN
PENDERITA > ENAK TANPA KACAMATA
BACA U/ MELIHAT DEKAT.
3. DIPLOPIA / POLIOPIA
KELUHAN INI DISEBABKAN ADANYA
REFRAKSI IRREGULER DARI LENSA,
YAITU SATU OBYEK MEMBERIKAN
DUA BAYANGAN / LEBIH. SEHINGGA
KRN KELAINAN INI PENDERITA
MENGELUH SILAU & PUSING.
PEMERIKSAAN OBYEKTIF
1. TAK ADA TANDA2 INFLAMASI, KECUALI
PADA KATARAK KOMPLIKATA KRN
PENYAKIT2 INTRAOKULI.
2. PD PEMERIKSAAN ILLUMINASI OBLIQUE,
TAMPAK KEKERUHAN YG KEABU – ABUAN
/ PUTIH DGN BACKGROUND HITAM  INI
DISEBUT IRIS SHADOW.
3. PD PEMERIKSAAN FUNDUSKOPI ( DGN
OPTHALMOSCOPE ), TAMPAK WRN HITAM
DI ATAS DASAR ( DGN BACKGROUND )
ORANGE  INI DISEBUT FUNDUS REFLEX.
BILA KATARAK STADIUM MATUR,
KEKERUHAN BER+ LUAS & TEBAL,
SHG SELURUH PUPIL BERWARNA
KEABU-ABUAN, MENGAKIBATKAN ;
- IRIS SHADOW NEGATIF.
- FUNDUS REFLEX NEGATIF.
PD STADIUM INTUMESEN, LENSA
MEMBENGKAK  KAMERA OKULI
ANTERIOR TAMPAK DANGKAL 
PREDISPOSISI TJDNYA GLAUKOMA.
MENURUT TEBAL TIPISNYA, KATARAK
SENIL DI BAGI MJD 4 STADIUM.
1. STADIUM INSIPIEN.
- KEKERUHAN BIASANYA DIMULAI SBG GARIS2,
DIAWALI DARI BAGIAN PERIFER KORTEKS YG
MELEBAR & MAKIN KE TENGAH, MENYERUPAI
RUJI SEBUAH RODA.
- PD STADIUM INI BISA MENJADI STASIONER.
2. STADIUM INTUMESEN.
- LENSA MENYERAP CAIRAN  MJD BENGKAK 
MENDORONG IRIS KE DPN  KAMERA OKULI
ANTERIOR MJD DANGKAL.
- IRIS SHADOW MSH POSITIF KRN BAGIAN
SUPERFICIAL LENSA MSH TRANSPARAN.
STADIUM INSIPIEN
Kekeruhan dimulai sebagai garis-garis dari
perifer korteks ke tengah seperti jeruji sepeda
3. STADIUM MATUR.
- LENSA KEHILANGAN CAIRAN 
MENGKERUT  KAMERA OKULI ANTERIOR
MJD NORMAL KEMBALI.
- KEKERUHAN LENSA SDH MENYELURUH 
WARNA KESELURUHAN KEABU-ABUAN
SHG PD PEMRIKSAAN :
* IRIS SHADOW MJD NEGATIF.
* FUNDUS REFLEX MJD NEGATIF.
- STADIUM INI ADL SAAT YG BAIK U/
MELAKUKAN OPERASI KRN LENSA DGN
MUDAH DPT DILEPAS.
KATARAK SENIL
PALING SERING DIJUMPAI.
BIASANYA DIDPTKAN SETELAH UMUR 50 THN,
TETAPI KADANG2 DIJUMPAI MULAI UMUR 40 THN.
HAMPIR SELALU MENGENAI KEDUA MATA,
BIASANYA STADIUM MATA YG SATU > LANJUT
DARIPADA SATUNYA.
KEKERUHAN DPT DIMULAI DR BAGIAN PERIFER
KORTEKS / SEKITAR NUKLEUS, SHG GEJALA
UTAMA IALAH PENGLIHATAN MKN LAMA MKN
KABUR. SEJAK MULAI TJDNYA KEKERUHAN
SAMPAI KATARAK MJD MATUR MEMBUTUHKAN
WKT BEBERAPA BULAN / BERTAHUN2.
REAKSI PUPIL TERHADAP CAHAYA ADL NORMAL.
KATARAK MATUR
STADIUM HIPERMATUR.
- KATARAK BISA TETAP PD STADIUM
MATUR.
- BILA PERUBAHAN TERUS TJD, DPT TJD 2
KEMUNGKINAN :
1. KEHILANGAN CAIRAN TERUS
BERLANGSUNG  LENSA MJD
MENGKERUT & MENIPIS : SHRUNKEN
KATARAK.
2. KORTEKS MELUNAK & MENCAIR,
SEDANGKAN NUKLEUS TAK MENGALAMI
PERUBAHAN  NUKLEUS TENGGELAM
 MORGAGNIAN KATARAK.
KATARAK HIPERMATUR
PENGOBATAN

SAMPAI SAAT INI BLM ADA OBAT2AN


BAIK SCR LOKAL MAUPUN SISTEMIK
YG EFEKTIF U/ MENGOBATI
KATARAK, ATAU MENCEGAH TJDNYA
KATARAK.
PENGOBATAN YG PALING BAIK &
TEPAT SAAT INI IALAH KATARK
EKSTRAKSI.
BILA KATARAK MASIH DLM STADIUM
INSIPIEN / INTUMESEN, MATA
SEBAIKNYA DIPERIKSA SCR BAIK, 7
BILA ADA KELAINAN REFRAKSI YG
MSH DPT DIKOREKSI  BERIKAN
KACAMATA YG TERBAIK.
KITA MENUNGGU SAMPAI TIBA
SAATNYA U/ OPERASI ( STADIUM
MATUR ), U/ INILAH SEBAIKNYA
PENDERITA DIPERIKSA SCR PERIODIK.
SELAMA MENUNGGU PERIKSALAH DGN TELITI
APAKAH FUNDUS OKULI MSH BAIK, KRN HAL INI
PENTING U/ PERTIMBANGAN OPERASI &
PROGNOSE NANTINYA.
JADI DLM OBSERVASI PERIODIK BISA TJD HAL2
SBB :
A. KATARAK DLM KEADAAN STASIONER.
B. KATARAK MENUNJUKKAN PERBAIKAN –
( JARANG SEKALI ).
C. KATARAK KEKERUHAN MAKIN TEBAL –
(TERBANYAK ).
SEHINGGA INDIKASI U/ OPERASI ADL :
- VISUS YG MENURUN YG TAK DPT DIKOREKSI DGN
KACAMATA & MENUNGGU AKTIVITAS SEHARI2
PENDERITA.
- PADA UMUMNYA VISUS 1/300 – 1/~.
PERSIAPAN OPERASI
STATUS LOKALIS.
- MATA HRS DIBEBASKAN DARI
KERADANGAN DAHULU.
- DIPERIKSA APAKAH SALURAN AIR MATA
BUNTU / TDK. BILA BUNTU, HAL INI DPT
MERUPAKAN SUMBER INFEKSI  MAKA
PD WKT OPERASI SUMBER INFEKSI INI
HRS DIBANTU DGN JLN MENUTUP
PUNCTUM LACRIMALIS ( KAUTERISASI ).
- DIPERIKSA APAKAH PROYEKSI ILLUMINIS
PD KE-4 QUADRANT BAIK. BILA JELEK,
OPERASI TDK ADA GUNANYA.
STATUS GENERALIS.
KEADAAN UMUM PENDERITA HRS BAIK.
- COR-PULMO : BILA PENDERITA BATUK
DPT MENIMBULKAN PENYULIT DURANTE
& POST OPERASI.
- DIABETES MELLITUS : PENYAKIT INI DPT
MENIMBULKAN IRITIS POST-OPERASI /
PENYEMBUHAN LUKA MJD LAMA.
- HIPERTENSI : PENYULIT PERDARAHAN
DURANTE OPERASI.
- LUES : BILA WR/KAHN POSITIF, DPT
MENIMBULKAN UVEITIS POST-OPERASI.
KATARAK TRAUMATIKA
1. PADA NON PERFORATING TRAUMA.
- BIASANYA DISEBABKAN BENDA TUMPUL,
DIMANA DPT DISERTAI ROBEKNYA
KAPSUL LENSA / TANPA ROBEKAN
KAPSUL LENSA.
- SERING DIDPTKAN PIGMEN PD BAGIAN
ANTERIOR LENSA YG BENTUKNYA BULAT
( DISEBUT VOSSIUS RING ), YG DIDUGA
BERASAL DARI EPITEL PIGMEN IRIS YG
SECARA TIBA2 TERTEKAN PD BAGIAN
ANTERIOR LENSA.
KATARAK TRAUMATIKA
2. PADA PERFORATING TRAUMA.
KEKERUHAN LENSA KADANG2 HANYA
LOKAL, DI SEKITAR PORT D’ENTRE.
KATARAK YG TIMBUL BEBERAPA WKT
SETELAH TRAUMA & DIIKUTI
PEMBENGKAKAN LENSA DPT
MENIMBULKAN GLAUKOMA PD PENDERITA
DGN PREDISPOSISI GLUKOMA.
KRN KAPSUL LENSA ROBEK, MAKA
PROTEIN LENSA AKAN MASUK KE KAMERA
OKULI ANTERIOR & DPT MENIMBULKAN
PHACO ANAPHILACTIC UVEITIS.
PENGOBATAN
ISTIRAHAT
DIBERI MIDRIATIKUM
BILA TJD KOMPLIKASI GLAUKOMA
SEKUNDER SEGERA DILAKUKAN
EKSTRAKSI KATARAK.
BILA TIDAK TERJADI KOMPLIKASI,
OPERASI DPT DITUNGGU SAMPAI
MATA TENANG.
KATARAK KONGENITAL
PADA UMUMNYA BILATERAL.
TERBANYAK O/K INFEKSI VIRUS RUBELLA
PADA TRISEMESTER 1 KEHAMILAN.
BILA KEKERUHAN BILATERAL, LAKUKAN
OPERASI PD USIA 6 BLN U/ MEMBENTUK
VISUS NORMAL & MENGHINDARKAN TJDNYA
NISTAGMUS, SEDANG OPERASI KATARAK PD
MATA KONTRA LATERAL DPT DITUNGGU
SAMPAI UMUR 2 THN
CARA OPERASINYA DPT DILAKUKAN DGN :
1. DISISI. 2. ASPIRASI. 3. LINEAREKSTRAKSI
KATARAK KRN RADIASI
KATARAK TJD KEMUNGKINAN AKIBAT
PENYERAPAN SINAR O/ IRIS PIGMEN EPITEL
DGN AKIBAT PEMANASAN PD BAGIAN
LENSA DI BAGIAN BWH.
AKIBAT RADIASI ELEKTROMAGNETIK, SINAR
X, GAMMA, NEUTRON DPT MENYEBABKAN
KEKERUHAN PD KORTEKS POSTERIOR.
AKIBAT RADIASI INFRA RED DPT
MENYEBABKAN KEKERUHAN KORTEK
ANTERIOR & EXFOLIATION PD KAPSUL
LENSA ANTERIOR.
KATARAK KOMPLIKATA
KATARAK KOMPLIKATA MENYERTAI /
SETELAH INFEKSI INTRAOKULER.
MISALNYA : UVEITIS, GLUKOMA, RETINITIS
PIGMENTOSA, ABLATIO RETINAE.
KESELURUHAN DIMULAI DI BAGIAN
POSTERIOR KMD MENYEBAR KE SELURUH
KORTEKS / KEKERUHAN DIMULAI SBG
KEKERUHAN YG MENYEBAR KMD
MENGGABUNGKAN DIRI SHG SELURUH
LENSA MJD KERUH.
THERAPI BIASANYA < MEMUASKAN &
PROGNOSE TDK BGT BAIK.
KATARAK YG MENYERTAI
PENYAKIT SISTEMIK
BIASANYA TERDAPAT PD JUVENILE
DIABETES YG TDK DIKONTROL, SIFATNYA
BILATERAL, KEKERUHANNYA DIMULAI DARI
KORTEKS & PERTUMBUHANNYA CEPAT.
PENYAKIT LAINNYA :
- PARATHYROID TETANY.
- MIOTONIK DISTROFI.
- ATOPIK DERMATITIS.
- GALAKTOSEMIA.
KATARAK AKIBAT KERACUNAN
OBAT-OBATAN

DINITROPHENOL  OBAT KURUS.


ECHOTHIPHATE  OBAT ANTI
GLUKOMA.
KORTIKOSTEROID : DPT TJD KATARAK
SUBKAPSULARIS POSTERIOR PD
PEMBERIAN JANGKA LAMA.
DISLOKASI LENSA
ZONULA ZINN PUTUS :
- SEBAGIAN  SUBLUKSASI
- SELURUH  LUKSASI KE DEPAN
LUKSASI KE BLKG
SEBAB : 1. TRAUMA.
2. KONGENITAL ( SINDROM-
MARFAN ).
TINDAKAN :
- SUBLUKSASI : KOREKSI TERBAIK  SEHINGGA
DIPLOPIA (-).
- LUKSASI : KE DEPAN (COA = BILIK MATA DEPAN)
 AKUT TERJADI GLUKOMA SEKUNDER 
EKSTRAKSI KATARAK.