Anda di halaman 1dari 33

Pembimbing : dr.Armiyanto,Sp.

THT-KL(K)

Penyaji : Windy Wiyono (2010-061-040)


Raphael Kosasih (2010-061-042)
 Cavum nasi
 Septum nasi : bagian tulang dan tulang rawan
 Septum nasi Postero inferior
= arteri sfenopalatina
cabang arteri maksilaris
• Septum nasi Antero inferior = arteri palatina
mayor, arteri labialis superior,
• Septum superior = arteri karotis interna melalui a.
Ethmoid anterior dan superior.
• Vena sfenopalatina – posterior
• Vena fasialis – anterior
• Vena ethmoidalis – superior
 4 pasang sinus paranasal
 Maksila – 3 dan 7-18 thn
 Ethmoid – air cell 12 thn
 Frontal
 Sphenoid
 Definisi : Tumor sinonasal adalah adanya
massa ditemukan dalam jaringan sinus
paranasal dan jaringan sekitar hidung baik
bersifat ganas maupun jinak
 Jarang
 3% dari keganasan leher, 0.5% dari seluruh
keganasan
 Biasanya pasien datang saat stadium lanjut
karena gejalanya sangat mirip dengan gejala
inflamasi pada rhinosinusitis kronik
 Riwayat exposure terhadap asap industri, debu
kayu, penyulingan nikel, dan penyamakan
kulit.
 Tembakau dan alkohol?
 HPV dan EBV?
 Paling utama : obstruksi, rhinorea, kongesti
sinus
 Tumor bertambah besar dapat timbul nyeri
dan epistaksis
 Gejala orbita : diplopia, proptosis, penurunan
visus, dan epiphora (mata berair).
 Gejala intrakranial : sakit kepala, neuropati
saraf kranial, dan frontal lobe symptom
 Pemeriksaan fisik kepala dan leher
 Rongga mulut
 Wajah dan mata
 Nervus kranial
 Lain-lain
 CT scan
 MRI
 Biopsi
 Inverted papiloma
 Juvenile angiofibroma
 = schneiderian papilloma  dari mukosa schenerderian
 Insiden 0.5 – 7% dari seluruh tumor nasal.

 Penyebabnya masih tidak jelas,  infeksi human


papilloma virus (HPV)
 bukan alergi atau nasal polip.
 meatus medius, dan min 1 sinus  most : sinus
maksilaris >ethmoid > sphenoid > frontal.
 Unilateral, namun 13% bilateral .

 5-15% resiko untuk berkembang menjadi karsinoma sel


skuamosa.
Manifestasi Klinis
 obstruksi nasal, rinorrhea, dan epistaksis unilateral.
Gejala lain : nyeri fasial, sakit kepala dan anosmia.
 lebih padat dan translusen dibandingkan polip.
Histopalotogi : proliferasi sel epitelial berbentuk jari
yang mengalami inversi pada epitel di bawahnya.

Tatalaksana
 eksisi total tumor  lateral rhinotomy atau midfacial degloving, lalu
medial maxillectomy  pengambilan tumor secara total.
 Eksplorasi osteoplastic sinus frontal  kadang  u/ melihat
persebaran tumor di sinus frontal.
Prognosis
 Tingkat rekurensi  8-10% sampai 49-75%
Most : Remaja pria
Manifestasi Klinis
 epistaksis & obstruksi hidung

Asal : rongga hidung posterior  akan timbul


gejala saat tumor telah tumbuh sampai
nasofaring, seringkali telah menyebar sampai
ke fossa pterygopalatina dan infratemporal.
(tumbuh lambat)
Tatalaksana
 operasi reseksi  rhinotomi lateral &
maksilektomi medial
 Terapi radiasi ? Pro vs Kontra

 Angiografi embolisasi & Anesthesia hipotensif

Prognosis : terapi adekuat


 sangat baik
 Karsinoma Sel Skuamosa
 Adenokarsinoma & Adeno Kistik Karsinoma
 Olfaktori Esthesioneuroblastoma
 Melanoma Maligna Mukosal
 Karsinoma Sinonasal Tak terdiferensiasi
tersering  60-70% dari
seluruh tumor sinus
paranasal.
Penyebab dan faktor
resiko = nikel ?
Asal : 80% sinus maksilla
Manifestasi Klinis
 Awalnya  tidak tampak & tidak bergejala

 Saat diagnosis  sudah besar, invasi jaringan


sekitar (nyeri pada gigi geraham atas yang
berhubungan dengan sinus maksila, erosi
palatum, diplopia, proptosis dan paresthesia
pipi)  prognosis buruk
Tatalaksana & Prognosis
 operasi reseksi dengan terapi radiasi

 Operasi  maksilektomi, bisa dengan


eksenterasi orbita, diseksi fossa infratemporal
dan reseksi kraniofasial
 Radiasi  hingga 65Gy

 Intensity-modulated radiation therapy (IMRT)


 nervus optikus, kiasma, kelenjar pituitari
dan otak
 5-year survival rate

Kombinasi vs radiasi : 46 – 68% vs 9 – 19%.


# Adenokarsinoma : asal  epitel mukosa sinonasal,
sering : ethmoid

Adenoid Kistik Ca : asal kel. Saliva minor, muncul


dari antrum maksilaris, infiltrasi jaringan sekitar
 metastasis jauh
Keganasan kelenjar tersering di sinus paranasal
Faktor resiko
 pekerja kayu

 pabrik kulit

 Bukan rokok

Tata laksana
 terapi multimodalitas  staging

 Pada sinus maksilaris  maxillectomy + terapi


radiasi
 Pada etmoid stadium lanjut reseksi
kraniofasial anterior.
Asal : epitelium olfaktori
superior sampai ke konka
media.
Insidens : 1-5% dari seluruh
keganasan sinus
paranasal.
Unilateral, namun dapat
sampai ke sinus lain &
kavum nasal
kontralateral, orbita dan
ke otak.
Staging Kadish : secara klinis
 Kadish A : tumor yang terbatas pada kavum
nasal
 Kadish B : tumor yang terlokalisasi di kavum
nasal dan sinus paranasal
 Kadish C : adalah pasien dengan tumor yang
meluas melewati kavum nasal dan sinus
paranasal.
 Metastasis ke leher  10-20%
Diagnosis
 Histologis  Khas : gambaran rosette dan
prosesus neurofibrilaris.
 Pewarnaan imunositokimia  penting  tidak
terlihat mengambil warna pada pewarnaan untuk
keratin dan antigen membran epitel. Reaksi imun
(+)  neuron-spesific enolase, s-100, microtubule-
associated protein, Class III R-Tubulin isotype,
neurofilament, dan synaptophysin.
Tatalaksana & Prognosis
 Kombinasi terapi modalitas ( operasi reseksi +
radiasi )  untuk semua staging
 Operasi  reseksi lokal atau kraniofasial

 Radiasi  60-65 Gy post op

 Presentase kontrol tumor =

Kombinasi vs radiasi vs op = 87% vs 51% vs 0%


 5 year disease free survival rate dengan terapi
modalitas tunggal  Kadish A dan B = 55%
Kadish C = 61%
 Insidens : 0.5 – 1.5 % dari semua melanoma yang
timbul pada rongga sinonasal.
 Asal : melanosit jaringan submukosa & mukosa
sinus paranasal (maksilari). Lokasi : septum
anterior, tengah, & konka inferior.

Manifestasi Klinis
 Epistaksis & obstruksi hidung

 PF : massa seperti daging atau polipoid

 Metastasis ke KGB  10-20% kasus


Staging
 Stage I : tumor masih bersifat lokal

 Stage II : terdapat metastasis ke kelenjar regional

 Stage III : terdapat metastasis jauh

Faktor : stadium klinis, diameter tumor > 5mm,


invasi ke pembuluh darah, & metastasis jauh.

Tatalaksana dan Prognosis


 operasi eksisi + terapi radiasi

 Hasil : 5-year disease spesific survival rate 47%


= sangat agresif
Secara histologis  mirip olfaktori
esthesioneuroblastoma, tp dapat
terwarna dengan antigen keratin dan membran epitel
 tidak berhub. EBV
Asal : mukosa schneiderian.
Manifestasi Klinis :
tumbuh dengan cepat & invasi yang luas ke sinus,
orbita dan otak
Tatalaksana  operasi reseksi + terapi radiasi 
Prognosis tetap buruk.