Anda di halaman 1dari 64

Pembimbing :

dr. Daniel,Sp.THT – KL

Penyaji :
Inez Marsha Gabriella Singgih (2010.061.038)
Fransiskus Dicky Prasetyo Limnono (2010.061.039 )
Lesi yang berbeda secara radiologis dengan
parenkim di sekitarnya.
 nodul tiroid yang teraba:
5 % pada wanita
1 % pada pria

 USG: 19 – 67% pd individu secara acak

 Amerika serikat 23.500 kasus / tahun


 Lesi Benigna

 Lesi Maligna
Tiroiditis limfositik kronik

 kadar titer antibodi → tiroid peroksidase (90% kasus)


dan tiroglobulin(Tg) (20 – 50%) → ↑↑ → disfungsi
 Infiltrasi limfosit →kerusakan & pembesaran
 Ig TSH reseptor → hambat binding →hipotiroidisme
 goiter asimptomatik

 Hipotiroidisme (20%)

 tidak terdapat nyeri tekan

 sering teraba pada lobus piramidalis

 Terkadang teraba pembesaran getah bening regional


 >1 cm FNAB

 Terapi pengganti hormon tiroid

 Evaluasi kadar konsentrasi TSH

 Terapi supresi hormon tiroid ( jika serum TSH


<normal)
 jaringan fibrosis yang luas, bersifat progresif
 wanita usia 30 hingga 60
 Rasio wanita : pria = 3,5:1
Manifestasi klinis:
 Goiter tanpa rasa sakit
 Teraba keras sering invasi
 fiksasi terhadap struktur jaringan yang berdekatan
 Biopsi
 Terapi pembedahan
 Terapi pengganti hormon (kp)
 Obat 2 an seperti steroid, tamoxifen, methotrexate,
dan raloxifene.
 lesi yang berbatas tegas dilapisi kapsul

 berasal dari folikel

 berbeda dari jaringan parenkim

 tidak menginvasi kapsul & vaskuler


 berbatas tegas
 lesi berkapsul
 berukuran 1 hingga 4 cm.
Mikroskopis:
 pola trabekula: area selular dengan sedikit / tanpa
folikel
 Folikular : ukuran dari sel folikel mendekati kelenjar
non neoplastik
 Mikrofolikular:sel folikel kecil dengan jumlah koloid
yang sedikit

 Perubahan degeneratif ( Padat,Perdarahan, Kalsifikasi,


fibrosis)
Seperti adenoma folikular, berkapsul, jaringan tumor
homogen dan berwarna coklat.
 A: adenoma sel hurthle
 B :Ca sel hurthel
sel – sel tersusun dalam pola trabekula dengan
pembentukan folikel kecil.
 kelenjar membesar secara difus
 Pada permukaan potongan menunjukan warna nodul
merah kecoklatan.

Mikroskopis:
 Nodul dengan ukuran berbeda – beda
 Ada yang hiperplasi /membesar dengan jaringan
koloid yang padat.
perlu dilakukan CT Scan (dengan atau tanpa kontras
tergantung hasil tes fungsi tiroid pasien) → gambaran
anatomi tiroid
Karsinoma Papilari
 ukuran massa yang bervariasi
 batas yang kurang tegas
 konsistensi keras
 warna keputihan
 permukaan potongan bergranular
 Secara histologi: bentuk papilla – papilla
 A: grave dgn bentuk papilari
 B: Ca papilari
 Diagnosa : FNAB
 Penyebaran ekstratiroid sering
 Paling sering menyebar:
 bagian otot
 nervus rekuren laringeus
 Trakhea
 KGB (30%-70 % jika dialakukan diseksi pada KGB)
 1 – 25 % dari pasien selama perjalanan penyakitnya
 1 – 7% saat didiagnosa karsinoma papilari.
 paparan radiasi (4 – 10% ) pada regio kepala leher pada
masa anak – anak
 Sindrom Cowden (hamartoma multipel, tumor
payudara, dan tumor folikular serta papilari).
 Pada riwayat keluarga kanker tiroid (5 – 10 %)
 Karsinoma papilari pada wanita muda
 dengan massa leher yang teraba
 kelenjar tiroid + KGB servikal
 hampir sepertiga pasien memiliki limfadenopati
 13 % kasus dari karsinoma tiroid
 10 years survival rates karsinoma folikular 60%
sedangkan pada karsinoma pailari 96%

Makroskopis
 Berbentuk soliter & variasi ukuran
 Permukaan potongan berwarna coklat & jaringan
fibrosa tebal.
 FNAB tidak bisa menegakan Dx
 mikroskopis:
 karsinoma folikular lebih hiperselular dari pada
adenoma folikular
 Invasi kapsul /pembuluh darah.
 Karsinoma folikular metastase secara hematogen
 Faktor predisposisi: Paparan radiasi
 A : Ca folikular
 B: Invasi PD
 C: CD34 reactivity + gambaran densitas PD menonjol
 D: Tumor KI 67 proliferasi sel minimal
 Permukaan potongan karsinoma ini berwarna coklat (
sel hurthle kaya mitokondria)

 Mikroskopis:
 bentuk poligonal besar
 sel folikular mengandung sitoplasma eosinofilik
 Nukleus pleomorfis
 Sama seperti karsinoma folikular (massa atau nodul)
 35% metastase
 KGB (6% -9%)
 <5% dari kanker tiroid
 sangat agresif
 Rata – rata lama hidup setelah Dx 3 -6 bulan
 Terutama pada orang tua (dekade ke 7)
 Metastasis :
 Paru-paru ( paling sering)
 Tulang
 Otak
 Usus
 Mikroskopis:
 Berupa sel spindel
 Sel raksasa
 Pleomorfik
 sel fibrosa ganas
 Histiokistik
 Sel skuamoid

 Nekrosis sering terjadi dan cukup luas.


 Massa yang tumbuh cepat
 Disfagia
 Serak
 Dipsnea
 Batuk
 Nyeri
 Sindroma Horner
 <5% dari kanker tiroid
 Usia 60 - 65 tahun, pada wanita
 Paling sering limfoma non hodgkin (sel B)
 Makroskopis:
 Bentuk multi nodular
 Warna coklat pucat hingga putih
 Sering ditemukan area perdarahan dan nekrosis fokal
Mikroskopis:
 lesi limfoepitelial (dibentuk oleh sel – sel limfoid)
 Parenkim tiroid.
 massa tiroid yang cepat meluas
 menekan struktur leher
 Nyeri tekan
 Suara serak
 Disfagia
 Tekanan pada leher
 Paralisis pita suara
 Sindroma Horner
Riwayat radiasi kepala dan leher

Usia <20 tahun atau >45 tahun

Penyakit bilateral

Peningkatan ukuran nodul (>4 cm)

Massa baru pada leher atau pembesaran massa

Jenis kelamin laki-laki

Riwayat keluarga kanker tiroid atau MEN 2

Paralisis pita suara, suara serak

Nodul terfiksir pada struktur sekitar

Perluasan ke ekstratiroid

Keterlibatan KGB (Kelenjar Getah Bening)

Defisiensi iodin (Ca folikular)

Ket: MEN:Multiple Endocrine Neoplasia


 Asimptomatik  tidak sengaja ditemukan 
terbanyak!
 Nyeri : leher, rahang, telinga
 Besar  Sulit mengunyah
 Gatal tenggorokan
 Menekan batang tenggorok  Napas pendek
 Iritasi saraf  Serak
 Nodul aktif  Gejala Hipertiroid
 Gejala Hipotiroid
ANAMNESA
- Penemuan secara tidak sengaja
- Asimptomatik / Simptomatik karena penekanan
- Riwayat keganasan di keluarga
- Riwayat paparan radiasi KL
- Nodul  jumlah?, pertumbuhan?, nodul baru?
- Gejala hipertiroid?Gejala hipotiroid?
PEMERIKSAAN FISIK
 Inspeksi

 Palpasi :
NODUL
- Jumlah nodul?  bila multipel : nodul
dominan?
- Asal nodul  saat pasien menelan
- Ukuran, konsistensi, perluasan, mobilitas
nodul tiroid
PITA SUARA
Laringoskopi  pergerakan pita suara?
• LAB
Tes Fungsi Tiroid : TSH < C >, serum Tg < E >, serum
kalsitonin < I >

• USG
 Ukuran, lokasi nodul, panduan FNAB (akurasi
95%)
 Ganas : mikrokalsifikasi, ↑ jml p.d,
hipoekogenik
 Keuntungan : mudah didapat, ≠mahal, ≠invasif,
≠radiasi, keganasan, kistik/padat
 2/> nodul, > 1-1,5cm  <B>
 Persiapan operasi <B>
 Radiologi: CT scan ± kontras
* Radiaktif iodin
* Hub sekitar tiroid, pre op
* uptake : sel kanker < sel tiroid normal
* Kerugian: kontras TFT, hasil CT, terapi 6-8
mg, picu hipertiroidisme
* u: limfadenopati (PF,USG), Ca Papilari (FNAB)
* Hasil: “Hot” / “Cold” / “Fungsional” Nodul
* Hot  ≠ FNAB; Cold  FNAB; Fungsional 
≠FNAB / susp gns:FNAB

* ≠ Fungsional  Lobektomi / total


tiroidektomi <B>

* Sitologi: Ca Papilari, Neoplasma sel Hurthle


 ≠ Scan radionuklir
√ Lobektomi/total tiroidektomi <A>
 Sitologi (PA): FNAB
- Gold Standard <A>  akurat, cost effective
- Harus! Nodul isofungsional/nonfungsional,
suspek keganasan <B>
- ≠ Ca Folikular  ≠sitologi khas
- Sensitivitas 65-90%, Spesifisitas 72-100%
- Hasil: Jinak/Ganas/Suspek/Nondiagnostik
Jinak : - ≠pem.lebih lanjut/terapi <A>
- ↑ukuran nodul USG, FNAB ulang

Nondiagnostik : pem.ulang,pemantauan,
nodul padatbedah <A>

Ganas(4%) : * Indikasi pembedahan <A>


* Paling sering  Ca Papilari
ciri:nukleus↑besar, iregular, lekukan
membran, dalamnya berlubang
Suspek / Intermediet(15-30%) :
- Lesi folikular / Neoplasma Folikular
- Sitologi≠bisa memastikan keganasan
- Keganasan  10-50%
- Klinis, jenis kelamin, ukuran nodul,
sitologi  atipik
Nodul tunggal/tersangka
Ablasi/rese
TSH normal TSH rendah CT scan tiroid “Hot Nodul”
ksi/medika
FNAB ,panduan USG mentosa
“Cold Nodul”
SITOPATOLOGI

Nondiagnostik Jinak Suspek / Ca Ganas


(17%) (69%) folikular (10%) (4%)

Pemeriksaan
ulang

FNAB Dipandu CT scan Operasi


“Cold Nodul”
oleh USG tiroid

membesar / suspek
“Hot Nodul”
Operasi
Terapi Awal Nodul Tiroid :
 ≠ Tumor primer, perluasan kapsul tiroid, keterlibatan
KGB leher
 minimal terapi, ↓morbiditas
 Derajat penyakit  prognosis,penanganan,
pemantauan
 Post op  terapi iodin radioaktif
 Pemantauan rekurensi  CT scan, serum Tg
 minimal rekurensi, metastasis
 Terapi Supresi TSH
- Hormon tiroid ↓TSH ↓ukuran nodul
- Nodul jinak
- Tidak rutin disarankan <F>
- Dosis 0,1mU/L  resiko ↑ Ca tiroid <B>

 External Beam Irradiation


* Terapi Paliatif  Ca lokal, parah
* ↓relaps, ↑survival rate, ↓rekurensi
* Usia>45th,perluasan ekstratiroid, sisa
tumor stl bedah & th radioiodin <B>
 Pembedahan
• Total tiroidektomi 
• Lobektomi, near-
ukuran besar >4cm;
total tiroidektomi , biopsi:atipik,susp.Ca
total tiroidektomi papilari; riw.keluarga
; riw.paparan radiasi;
• Subtotal nodul bilateral; tuj:
cegah pembedahan
tiroidektomi 
sisi kontralateral <A>
Ca tiroid
• Total&Near Ca
• Indikasi: primer>1-1,5cm;
Gejalapenekanan, Nodul kontralateral;
Jinak  ↑ukuran Metastasis;
riw.radiasi KL, riw
keluarga, usia>45th
 Diseksi KGB
- 20-90% Ca Papilari meta KGB regional
- ↓rekurensi, ↑survival rate
- Ca Papilari, susp Ca sel Hurthle,
Metastase limfadenopati leher <B>

 Tiroidektomi Penyempurnaan
* Lobektomi  keganasan
* Reseksi lengkap, th radioiodin
* Ca Papilarikontralateral
* 2 operasi: lobektomi  tiroidektomi (total
/ near-total)
• Komplikasi Nodul Tiroid
 Rekuren & Menetap
th Pembedahan/ I131 / External Beam
Irradiation

 Metastasis KGB Leher

 Metastasis Jauh ( Paru, tulang, dll)


usia<16th, tua, tumor besar, perluasan
ekstratiroid, KGB luas
• Komplikasi Pembedahan Nodul Tiroid
- Perdarahan dan hematoma
- Seroma
- Infeksi
- Trauma N.Laringeal rekuren
- Trauma N.Laringeal superior
- Hipokalsemia
- Obstruksi jalan napas
- Lain-lain: pneumomediastinum,pneumothoraks,
hemothoraks, dll
Terapi Radioiodin

Sisa Jaringan
- ↓rekurens
- ↓morbiditas dan mortalitas
4-6 minggu post op
ES: minmulut kering, sialadenitis, nausea,
nyeri lambung
KI: kehamilan ( mau hamil tunda 1 th post
th)
• > Buruk pada:
- Nodul soliter - Bilateral
- Usia > tua (p>40th ; - Riw. Radiasi KL,
w>50th) keluarga
- Pria - Perluasan ekstratiroid,
- Terfiksasi metastasis KGB, luas
- Ukuran >4cm - Paralisis pita suara
- Keras  2-3x serak

•Survival rate: Ca Papilari(96%) > Ca Folikular (60%)


Terima kasih