Anda di halaman 1dari 11

Farmakoepidemiologi

KEJADIAN MUNTAH PADA PENDERITA KANKER


YANG MENJALANI PENGOBATAN KEMOTERAPI DI
RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO

Oleh :
Kelompok V
Delawati (1401078)
Novia Nabila (1301058)
Resa Enelia (1401044)
Riki Saut Marito G Silaban
Wulandari Yulia Putri (1401133)

Dosen : ERNIZA PRATIWI, MFarm, Apt


LATAR
BELAKANG

Mual dan muntah akibat


kemoterapi
(CINV)merupakan efek
samping yang sering terjadi
dan memberikan banyak
kesulitan pada pasien kanker.
MASALAH

Menurunnya tingkat kepatuhan pasien kanker


terhadap kemoterapi akibat efek samping yang
ditimbulkan (CINV)
Pendekatan

metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang, Yang akan


diteliti ialah penderita kanker ALL yang menjalani kemoterapi di
Bagian Pediatri BLU RSUP Dr. R. D. Kandou Manado periode 2011-
2012. Berdasarkan usia dan jenis kelamin
Data studi potong lintang meliputi 51 pasien yang menjalani
kemoterapi ALL.

• Langkah pertama adalah mengumpulkan data pasien


• langkah selanjutnya dengan data pasien berdasarkan karakteristik
pasien berdasarkan usia, berdasarkan jenis kelamin
Hasil

Efek samping ( muntah )


cenderung meningkat pada usia
6-10 tahun (58,8%)

Efek samping (muntah) lebih


sering terjadi pada pasien
berjenis kelamin perempun
sebesar 51,6%
Efek samping (muntah)
cenderung terjadi pada pasien
perempuan dan pada fase
konsolidasi sebesar 17,6%

Efek samping (muntah)


cenderung meningkat pada
usia 6-10 tahun pada fase
konsolidasi
Kekuatan
Cross sectional ini
menggunakan sumber
populasi yang sudah
ditentukan dengan baik

Cross sectional cocok untuk


mendeskripsikan penyakit
dihubungkan dengan paparan
faktor-faktor penelitian
Kekurangan

Metode cross
sectional ini
membutuhkan data
dalam jumlah besar

Kurang dapat
menggambarkan
proses perkembangan
penyakit secara tepat.
Kesimpulan
• Penulis menuimpulkan bahwa pasien yang
kanker yang melakukan kemoterapi cenderung
meningkat efek samping (muntah) pada usia
6-10 tahun 58,8 %, dengan pasien wanita
(51,6%) yang lebih banyak dibandingkan
pasien pria (40%). Dan ditinjau dari gambaran
distribusi muntah meningkat pada fase
konsolidasi.