Anda di halaman 1dari 27

PENGELOLAAN ASET DESA

BERDASARKAN
PERMENDAGRI 1 TAHUN 2016

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA


2017
PENGERTIAN
 Pengelolaan Aset Desa merupakan rangkaian kegiatan mulai
dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan,
pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan,
penatausahaan, pelaporan, penilaian, pembinaan, pengawasan
dan pengendalian aset Desa.

 Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari


kekayaan asli milik Desa, dibeli atau diperoleh atas beban
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) atau
perolehan Hak lainnya yang sah.
ASAS PENGELOLAAN ASET DESA
 Asas fungsional, yaitu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dibidang
pengelolaan aset desa yang dilaksanakan oleh pemegang kekuasaan pengelolaan
aset desa, pembantu pengelola aset desa, dan petugas/pengurus aset desa sesuai
fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing;
 Asas kepastian hukum, yaitu pengelolaan aset desa harus dilaksanakan
berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan;
 Asas transparansi, yaitu penyelenggaraan pengelolaan aset desa harus transparan
terhadap hak masyarakat desa dalam memperoleh informasi yang benar;
 Asas efisiensi, yaitu pengelolaan aset desa diarahkan agar aset desa digunakan
sesuai batasan-batasan standar kebutuhan yang diperlukan dalam rangka
menunjang penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pemerintahan desa secara
optimal;
 Asas akuntabilitas, yaitu setiap kegiatan pengelolaan aset desa harus dapat
dipertanggungjawabkan kepada rakyat/masyarakat desa;
 Asas kepastian nilai, yaitu pengelolaan aset desa harus didukung oleh adanya
ketepatan jumlah dan nilai aset desa dalam rangka optimalisasi pemanfaatan dan
pemindahtanganan aset desa serta penyusunan neraca Pemerintah Desa.
JENIS ASET DESA
 Kekayaan asli desa;
 Kekayaan milik desa yang dibeli atau diperoleh
atas beban APBDesa;
 Kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan
sumbangan atau yang sejenis;
 Kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan
dari perjanjian/kontrak dan/atau diperoleh
berdasarkan ketentuan peraturan undang-undang;
 Hasil kerja sama desa; dan
 Kekayaan desa yang berasal dari perolehan lain
yang sah.
PENGELOLA
Kepala Desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan
aset desa berwenang dan bertanggungjawab atas
pengelolaan aset desa.

Kepala Desa dapat menguasakan sebagian


kekuasaannya kepada Perangkat Desa :
 Sekretaris Desa selaku pembantu pengelola aset
desa; dan
 Unsur Perangkat Desa sebagai petugas/pengurus
aset desa.
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB

KEPALA DESA
 Menetapkan kebijakan pengelolaan aset desa;
 Menetapkan pembantu pengelola dan petugas/pengurus aset
desa;
 Menetapkan penggunaan, pemanfaatan atau pemindahtanganan
aset desa;
 Menetapkan kebijakan pengamanan aset desa;
 Mengajukan usul pengadaan, pemindahtanganan dan atau
penghapusan aset desa yang bersifat strategis melalui
musyawarah desa;
 Menyetujui usul pemindahtanganan dan penghapusan aset desa
sesuai batas kewenangan; dan
 Menyetujui usul pemanfaatan aset desa selain tanah dan/atau
bangunan.
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB
SEKRETARIS DESA
 Meneliti rencana kebutuhan aset desa;
 Meneliti rencana kebutuhan pemeliharan aset desa ;
 Mengatur penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan
pemindahtanganan aset desa yang telah di setujui oleh Kepala
Desa;
 Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset
desa;dan
 Melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan aset
desa.
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB
PETUGAS/PENGURUS DESA
 Mengajukan rencana kebutuhan aset desa;
 Mengajukan permohonan penetapan penggunaan aset desa yang
diperoleh dari beban APBDesa dan perolehan lainnya yang sah
kepada Kepala Desa;
 Melakukan inventarisasi aset desa;
 Mengamankan dan memelihara aset desa yang dikelolanya; dan
 Menyusun dan menyampaikan laporan aset desa.
PENGELOLAAN
 Aset desa yang berupa tanah disertifikatkan atas nama
Pemerintah Desa.
 Aset desa berupa bangunan harus dilengkapi dengan bukti
status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib.
 Aset desa dapat diasuransikan sesuai kemampuan keuangan
desa dan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.
 Aset desa dilarang untuk diserahkan kepada pihak lain sebagai
pembayaran atas tagihan kepada pemerintah desa.
 Aset desa dilarang digadaikan atau dijadikan jaminan untuk
mendapatkan pinjaman.
 Hasil pemanfaatan Aset Desa merupakan pendapatan desa
dan wajib masuk ke rekening Kas Desa.
PERENCANAAN
Perencanaan aset desa
1. Kebutuhan 6 (enam) tahun harus dituangan
dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDesa)
2. Kebutuhan aset desa untuk kebutuhan 1
(satu) tahun dituangkan dalam Rencana
Kerja Pemerintahan Desa (RKPDesa) dan
ditetapkan dalam APBDesa setelah
memperhatikan ketersediaan aset desa
yang ada.
PENGADAAN
 Pengadaan aset desa, dilaksanakan berdasarkan prinsip-
prinsip efisien, efektif, transparan dan terbuka, bersaing,
adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.
 Pengadaan barang/jasa di desa diatur dengan Peraturan
Bupati/Walikota dengan berpedoman pada ketentuan
peraturan perundang-undangan.

PENGGUNAAN
 Penggunaan aset Desa, ditetapkan dalam rangka
mendukung penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
 Status penggunaan aset Desa ditetapkan setiap tahun
dengan Keputusan Kepala Desa.
PEMANFAATAN
Pemanfaatan aset Desa, berupa:
 Sewa, paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat
diperpanjang;
 Pinjam pakai, paling lama 7 (tujuh) hari dan
dapat diperpanjang;
 Kerjasama pemanfaatan, dalam rangka :
1. Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna
aset desa; dan
2. Meningkatkan pendapatan desa.
 Bangun guna serah atau bangun serah guna,
paling lama 20 tahun (dua puluh tahun) dan
dapat diperpanjang.
PENGAMANAN
Pengamanan aset desa, wajib dilakukan oleh Kepala Desa dan Perangkat
Desa.
Pengamanan aset desa, meliputi :
 Administrasi antara lain pembukuan, inventarisasi, pelaporan dan
penyimpanan dokumen kepemilikan;
 Fisik untuk mencegah terjadinya penurunan fungsi barang, penurunan
jumlah barang dan hilangnya barang;
 Pengamanan fisik untuk tanah dan bangunan dilakukan dengan cara
pemagaran dan pemasangan tanda batas;
 Selain tanah dan bangunan dilakukan dengan cara penyimpanan dan
pemeliharaan; dan
 Pengamanan hukum antara lain dengan melengkapi bukti status
kepemilikan.
Biaya Pengamanan aset Desa dibebankan pada APBDesa.
PEMELIHARAAN
 Pemeliharaan aset Desa, wajib dilakukan oleh Kepala Desa
dan Perangkat Desa.
 Biaya pemeliharaan aset desa dibebankan pada APBDesa.

PEMELIHARAAN
Penghapusan aset desa , karena terjadinya:
• Beralih kepemilikan;
• Pemusnahan; atau
• Sebab lain.
Penghapusan aset desa karena terjadinya sebab lain, antara lain:
• Hilang;
• Kecurian; dan
• Terbakar;
Penghapusan aset desa yang bersifat strategis terlebih dahulu dibuatkan
Berita Acara dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa setelah
mendapat persetujuan Bupati/Walikota.
PEMINDAH TANGANAN
Bentuk pemindahtanganan aset desa, meliputi:
 Tukar menukar;
 Penjualan;
 Penyertaan modal Pemerintah Desa.

Pemindahtanganan aset desa berupa Tanah dan/atau bangunan milik


desa hanya dilakukan dengan tukar menukar dan penyertaan modal.

Pemindahtanganan aset Desa berupa tanah melalui tukar menukar


terdiri dari:
 Untuk kepentingan umum;
 Bukan untuk kepentingan umum; dan
 Tanah kas desa selain untuk kepentingan umum dan bukan untuk
kepentingan umum.
PEMINDAH TANGANAN
Tukar menukar tanah milik desa dilakukan
dengan tahapan:
 Kepala Desa menyampaikan surat kepada
Bupati/Walikota terkait hasil Musyawarah Desa
tentang tukar menukar tanah milik Desa dengan
calon lokasi tanah pengganti berada pada desa
setempat;
 Kepala Desa menyampaikan permohonan ijin
kepada Bupati/Walikota, untuk selanjutnya
Bupati/Walikota meneruskan permohonan ijin
kepada Gubernur;
PENATAUSAHAAN
 Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya harus
diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan diberi
kodefikasi.
 Pasal 116 ayat (4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Desa, menyebutkan paling lama 2 (dua) tahun
sejak Undang-Undang ini berlaku, Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan
inventarisasi aset desa.
 Ditegaskan kembali dalam pasal 29 Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa,
disebutkan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama
Pemerintah Desa melakukan inventarisasi dan penilaian aset
desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
 Kodefikasi diatur dalam pedoman umum mengenai kodefikasi
aset desa.
IMPLEMENTASI
 Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah
membentuk Tim Inventarisasi Aset Desa pada Tahun
2016
 Tugas dari tim inventarisasi aset desa ini di tahun
2016 belum optimal dikarenakan keterbatasan
waktu dan kemampuan Sumber Daya Manusia
sehingga di tahun 2017 ini tim inventarisasi akan
melaksanakan kegiatan lanjutan
 Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam hal ini
DPMD bekerjasama dengan BPKP untuk menyusun
Pedoman Inventarisasi Aset Desa yang nantinya bisa
digunakan oleh Tim Inventarisasi bersama
Pemerintah Desa dalam menyusun Daftar
Inventarisasi Aset Desa
BEBERAPA
PERMASALAHAN UMUM
DALAM PENGELOLAAN
ASSET DESA

19
Permasalahan :
tidak sinkron antara permendagri 113
th 2014 dg ttg pengeloaan keuangan
desa permendagri 1 thn 2016
 Dalam lampiran PERMENDAGRI 113 THN 2013 ttg
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA, disyarakatan Desa
membuat Peraturan desa tentang laporan kekayaan Milik
Desa memuat Aset Lancar (uang kas, piutang, persediaan) dan
asset Tidak Lancar : tanah, peralatan, mesin, gedung, bangunan,
jalan, jaringan, intalasi, dl yang DINILAI dengan UANG.
Sementara itu
LAMPIRAN PERMENDARI 1 TAHUN 2016 ttg BUKU INVENTARIS
ASET DESA : TIDAK MENSYARATAKAN PENILAIAN ASET DESA.

20
Permasalahan :
bagaimana menilai asset pada masa
lalu : kantor, tanah, jalan, dll.
PASAL 116 – ATURAN PERALIHAN
(UU NOMOR 6 TAHUN 2014 TTG DESA)
Paling lama 2 (dua) tahun sejak Undang-
Undang ini berlaku, Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota bersama Pemerintah
Desa melakukan inventarisasi Aset Desa.

TERNYATA …………….

21
Inventarisasi sbg dimaksud psl 116 UU Nomor 6
thn 2014 berdasarkan permendagri 1 tahun 2016
terbatas dalam kegiatan pemanfaatan dan
pemindahtanganan bukan dlm rangka kegiatan
pelaporan aset sbg mana di perlukan dlm
permendagri 113 tahun 2014
Desa belum mampu melakukan perhitungan Aset secara Mandiri
Pasal 29
 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan
inventarisasi dan penilaian aset Desa sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 30
 Penilaian aset desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dalam rangka
pemanfaatan dan pemindahtanganan berupa tanah dan/atau bangunan
dilakukan oleh Penilai Pemerintah atau Penilai Publik.
22
PERMASALAHAN :
Pemerintah belum mengatur kodefikasi
Penatausahaan
Pasal 28
1) Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya
sebagaimana diatur pada Pasal 10 harus
diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan
diberi kodefikasi.
2) Kodefikasi sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur
dalam pedoman umum mengenai kodefikasi aset
desa.

23
Permasalahan :
TREND THD OPTIMALISASI TKD untuk
tambahan Tunjangan terkait TKD yg
dipergunakan pihak lain
 MERUJUK KEPADA : PASAL 100 (PP 47
TAHUN 2015 (PERUBAHAN PP 43
THN 2014)
 Hasil pengelolaan tanah bengkok atau
sebutan lain dapat digunakan untuk
tambahan tunjangan Kepala Desa dan
Perangkat Desa selain penghasilan tetap
dan tunjangan Kepala Desa
24
LAMPIRAN PERMENDAGRI NOMOR 1 TAHUN 2016

25
LAMPIRAN PERMENDAGRI NOMOR 113 TAHUN 2014

26
TERIMA KASIH