Anda di halaman 1dari 33

oleh

Ni Ketut Alit Armini


Prodi Ners Fakultas
Keperawatan
Universitas Airlangga
POST PARTUM
Perubahan Konsep
Dulu Sekarang
Orientasi
Istirahat
Sakit 
>>(10-14 hari)
Sehat
Cukup (2-3 hr)

total
Ketergantungan ↑↑↑ Self Care
Teaching & learning

- Kolaboratif
- Pemenuhan kebutuhan istrirahat
- Kenyamanan & pemulihan
- Hubungan ibu, bayi, dan keluarga
Tujuan Keperawatan

 Observasi perubahan fisiologis dan psikologis.

 Meningkatkan pemulihan fungsi tubuh.

 Meningkatkan istirahat dan kenyamanan ibu.

 Meningkatkan hubungan bayi & orang tua ( bonding attachment ).

 Memberi kesempatan ibu untuk perawatan bayinya.

 Pendidikan kesehatan : perawatan mandiri dan bayi secara efektif.


Pengertian Puerperium (post partum)


Masa dimana tubuh menyesuaikan, baik fisik maupun
psikososial terhadap proses melahirkan.
Dimulai segera setelah bersalin sampai tubuh
menyesuaikan secara sempurna dan kembali mendekati
keadaan sebelum hamil (  6 minggu ).
Masa Post Partum Dalam 3 Tahap :


 Immediate post partum ; dalam 24 jam
pertama.
 Early post partum period ; minggu
pertama.
 Late post partum period ; minggu kedua
sampai keenam.
Potensial bahaya pada immediate dan early post partum period
Perubahan bertahap kebanyakan terjadi pada late post partum period.
ADAPTASI FISIOLOGIS
POST PARTUM (Sistem Tubuh)

Tanda – Tanda Vital


Jika setelah hari I suhu > 38 C selama 2 hari dalam
10 hari post partum

ANTISIPASI :
Sepsis puerperalis, infeksi saluran kemih,
endometritis, mastitis
ADAPTASI SISTEM REPRODUKSI

1. UTERUS

Mengalami involusi Miometrium
Endometrium
Kontraksi Miometrium
After pain > Uterus <<<
Multi < Kuat primi
Laktasi > Kuat Non Laktasi

INVOLUSI UTERUS

WAKTU POSISI FUNDUS BERAT UTERUS


1-2 jam Tengah umbilikus 1000 gram
12 jam 1 cm dibawah umbilikus 750 gram
9 hari Tidak teraba di atas simp 500 gram
5-6 minggu Tidak teraba 50-70 gram

Kegagalan proses Involusi --- Sub Involusi


ENDOMETRIUM


Involusi Daerah Implantasi Plasenta

2-3 Hari PP – Nekrosis pembuluh darah


7 Hari PP – Terbentuk lapisan basal
16 Hari PP – Normal Kembali
26 Hari PP – Perkembangan sel- sel epitel endomerium
LOCHEA – Debris Vagina
Karakteristik Lochea
Nama Waktu Bentuk& Keadaan
Lochea Pengeluaran 
Warna Abnormal

Rubra hari 1-3 -Darah dgn bekuan -Bekuan banyak


-Bau agak anyir -Agak busuk
-↑bila bangun/meneteki -Ganti’PAD”terus
Serosa hari 4-9 -Merah muda/coklat - IDEM
-Agak anyir
Alba hari 10 - Kuning/putih - IDEM
- Lochea serosa
- Kembali merah
- Keluar>2-3 mgg
3. CERVIK
Os External – melebar&memanjang ( fish mouth)

4. VAGINA

Beberapa saat setelah melahirkan :
• Tonus otot (-)
• Edema, membiru
• Terdapat laserasi
• Saluran melebar
• Rugae (-)

Primipara 3 Mgg PP Rugae (+)


Lubrication vagina non laktasi > cepat laktasi
5. PERINEUM
Luka perineum – Tidak nyaman ( sakit) –
Kalo ada insisi perhatikan bentuk I insisi
“Repair”
Cek Tanda REEDA
7 PAYUDARA
Putting susu, areola, duktus & lobus

- Membesar 
- Vaskularisasi “Breast Engorgement”
Pengeluaran :
Kolostrum 1- 3 hari post partum
ASI > 3 hari PP

ADAPTASI SISTEM ENDOKRIN


Hormon- hormonlasenta ( estrogen, progesteron ↓)
Hormon- hormon pituitary – prolaktin ↑; FSH ↓; LH↓
Level FSH – Laktasi = non laktasi

Non Laktasi – Menstruasi >> Estrogen fase foluculer


Laktasi – Menstruasi << Anovulatory
ADAPTASI SISTEM PENCERNAAN

1-2 Hari PP – nafsu makan ↑



Konstipasi dapat terjadi akibat
- Ketakutan klien – jahitan rusak
- ↓ tonus otot abdomen
- Kurang intake/asupan menjelang partus
ADAPTASI SISTEM PERKEMIHAN

Mekanisme persalinan :
- Udema 
- Laserasi–hematuri Trauma uretra & blader
- Tindakan katerisasi

Tindaan SC - ↓sensitivitas bladder retensi


↓tonus blader urine
Kandungan Urine
- Hematuria – laserasi KK & uretra
- Proteinuria – involusi uterus ( katabolik )
- Acetonuria – partus lama mengakibatkan dehidrasi
ADAPTASI SISTEM KARDIOVASKULER

Bradikardia -Toleransi : kompensasi ↓ vaskuler


Resistensi vaskuler 
Takikardia – partus lama
>> perdarahan
Diaporesis & mengigil
Instaability vasomotor
Malam hari normal bila tanpa demam
Komponen darah : Hb, Ht, Ery- normal
Leuko – 15. 000-30.000
Trombo - ↑trombo emboli
ADAPTASI SISTEM MUSKULOSKELETAL

↑Usia kehamilan : BB↑


Bergesernya pusat gravitasi
Relax sendi- sendi

↑Ukuran uterus – diastasis rektus abdominis


Sensasi ekstremitas bawah – anastesi
Tromboplebitis – ↓aktifitas
↑protrombin

Edema ,, pada periode post partum dini


Tonus & kekuatan otot kembali pada periode post partum lambat
↑Pemulihan --- exercise post partum
PENGKAJIAN
1. Frekwensi pemeriksaan PP sesuai protap :
 Satu jam pertama : tiap 15 menit
 Dua jam selanjutnya : tiap 30 menit
 24 jam pertama : tiap 4 jam
 Setelah 24 jam : tiap 8 jam

2. Pemeriksaan tanda- tanda vital


3.PAYUDARA
 Bentuk payudara
 Lembek, keras, bengkak, kemerahan atau nyeri
 Keadaan putting payudara
4. UTERUS
 Konsistensi dan tonus
 Posisi- tinggi
 Ukuran

5. Luka insisi Secsio saecaria, jika memungkinkan


 Keadaan balutan
 Drainase
 Edema, perubahan warna – kemerahan, ekimosis
6. Kandung Kemih dan Urin Output
a. Kebiasaan menahan kencing
b. Distensi 
c. Nyeri

7. Pencernaan
a. Peristaltik usus
b. Hemoroid
c. Auskultasi pada 4 kwadran, khususnya setelah sectio
caesaria
Lochea
a. Jenis dan jumlah lochea
b. Adanya bekuan dan bau lochea

9. Perineum
a. Episiotomi, laserasi, hemoroids
b. Hematoma, udema, perubahan jahitan
c. Area yang kemerahan indikasi infeksi

10. Ekstremitas untuk tromboplebitis
a. Homan Sign (nyeri- dorsofleksi kaki)
b. Kaji adanya kemerahan, lemah, dan panas

11. Pemeriksaan penunjang yang dianjurkan;


a. Pemeriksaan darah lengkap
b. Analisis urin
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Gangguan integritas jaringan b/d episiotomi atau
laserasi
2. Perubahan eliminasi ueri; risiko tinggi retensi b/d
udema perineal
3. Perubahan eliminasi fekal; risiko tinggi konstipasi
b/d ketidaknyamanan perineal dan penurunan
peristaltik
4. Perubahan kenyamanan: Nyeri b/d episiotomi,
hemoroid, atau insisi caesaria
PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Peran Ibu

a. Riwayat & faktor yang mempengaruhi transisi :
- Kondisi ibu (Jenis persalinan, komplikasi)
- Kondisi bayi (Usia gestasi, kelainan fisik)
- Faktor sosial ekonomi (sumber ekonomi)
- Faktor keluarga (kualitas hubungan ibu, ayah, sibling)
- Usia ibu atau paritas
♣ Usia muda~kurang informasi ttg perawatan bayi
♣ Paritas>> konflik pemenuhan kebutuhan keluarga
- Konflik peran b/d kebutuhan karier
Baby Blues
a. Observasi gejala :
- Iritabel/gelisah

- Gangguan istrirahat- tidur
- Marah pada anggota keluarga
- Gangguan mood- menangis
- Cemas
b. Respon psikososial berkaitan dengan depresi post
partum dan psikosis
- Gelisah yang memanjang
- Perilaku yang labil
- Menarik diri
- respon yang tidak sesuai pada bayi dan keluarga
3. Attachment
a. Faktor ibu

- Pengalaman dgn ibu kandung/sendiri
- Latar belakang budaya & etnik
- Status sosial ekonomi
- Bayi yg diinginkan VS tidak diinginkan
- Kualitas hubungan dgn ayah bayi
- Dukungan pasangan
- Usia dan tingkat kematangan
- Kesehatan fisik
- Pengetahuan
- Kesesuaian harapan terhadap bayi yg dilahirkan
Faktor Infant ( Bayi)
- Jenis kelamin
- Penampilan
- Ada atau tidak adanya kelainan
- Tempramen bayi

c. Faktor ayah
- Usia dan tingkat kematangan
- Pengalaman sebelumnya dgn bayi
- Kesesuaian harapan dengan bayi
- Kualitas hubungan dengan ibu~bayi
- Keterlibatan ayah saat prenatal, dan
intranatal
Diagnosis – Intervensi Keperawatan
1. Risiko ggn proses parenting b/d gangguan
peran ibu

 Beri kesempatan ibu mengekspresikan
perasaannya sbg ibu.
 Tempatkan ibu dan bayi dalam satu ruangan
jika memungkinkan
 Beri kesempatan ibu berpartisipasi dalam
perawatan bayi.
 Berikan perawatan pada bayi jika ibu kelelahan
 Ajarkan ibu teknik perawatan bayi yg
diperlukan:
menyusui, memandikan, menggnti popok, ritme bayi
Risiko koping tidak efektif b/d ggn mood


 Observasi dan catat adanya gangguan mood
dan emosi negatif pada ibu
 Berikan dukungan pada ibu
 Berikan kesempatan pada ibu untuk istirahat
dan tidur
 Beritahukan pasangan atau keluarga ttg
perilaku yg mungkin timbul.
 Kolaborasi dgn psikiatris jika gejala berkembang
ke arah depresia atau psikosis