Anda di halaman 1dari 29

ALERGI PADA KULIT

Oleh :
AA Istri Julia Tensadiani
1102005190

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK


UNUD/RSUP Sanglah
KONTEN PEMBAHASAN

1. URTIKARIA DAN ANGIOEDEMA


2. ERUPSI OBAT MAKULOPAPULA
3. FIX DRUG ERUPTION
4. STEVENS JOHNSON SYNDROME
5. TOXIC EPIDERMAL NECROLITIC
1. URTIKARIA & ANGIOEDEMA
(Hives, nettle rush, biduran, kaligata)
 Definisi
 Reaksi vaskular pada kulit yang ditandai dengan edema
intrakutan yang dikelilingi daerah kemerahan (eritema) yang
disertai rasa gatal yang bersifat hilang timbul <24 jam
 Angioedema : urtika yang mengenai lapisan yang lebih dalam
daripada dermis atau pada jaringan subkutan atau submukosa
 Etiologi
 Kebanyakan tidak diketahui (80%)
 Dapat berupa reaksi hipersensitif terhadap :
 Obat - Suhu, inhalan - Genetik
 Makanan - Infeksi - dsb

 Epidemiologi
 Sering dijumpai pada semua umur, terbanyak pada dewasa
 Pemeriksaan Penunjang
 Tidak diindikasikan
 Diagnosis Banding
 Dermatitis atopik, Dermatitis kontak, Erupsi
obat
 Penanganan
 Antihistamin, kortikosteroid
 Anamesis
◦ Gatal yang hilang timbul <24 jam. Bersifat akut
(≤6 minggu), kronik (>6 minggu) atau berulang.
Dapat juga berupa keluhan rasa terbakar,
tertusuk
◦ Kemerahan dan bengkak hampir diseluruh tubuh
◦ Demam, sesak
 Pemeriksaan Fisik
◦ Efloresensi :
 Edema : Papul, plak, pembengkakan jaringan pada
kelopak mata, mukosa bibir, wajah, tubuh, genitalia,
ekstremitas
 Lesi kemerahan yang mengelilingi edema (eritema)
ERUPSI OBAT

 Definisi
 Reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan
yang terjadi akibat reaksi hipersensitivitas
terhadap obat
• Jenis morfologi :
◦ Erupsi obat makulopapular
◦ Urtikaria dan angioedema
◦ Fixed Drug Eruption
◦ Pustular Eruption
◦ Bullous Eruption
2. ERUPSI OBAT MAKULOPAPULAR
(Morbiliform/Erupsi Exanthematous)

 Definisi
 Salah satu bentuk erupsi obat
 Ditandai dengan adanya erupsi generalisata
dan simetris yang teridiri atas eritema, disertai
gejala pruritus
 Etiologi
 Reaksi hipersensitivitas terhadap obat
 Penisilin, sulfonamide, NNRTI (Nevirapine),
antiepileptik drug
 Epidemiologi
 Jarang pada anak
 Anamesis
 Riwayat penggunaan obat-obatan
 Gatal, panas, lemas, dan kemerahan yang
dirasakan diseluruh tubuh setelah
mengkonsumsi obat
 Erupsi muncul pertama kali pada tubuh,
lalu menyebar ke ekstremitas
 Pemeriksaan Fisik
 Efloresensi :
 Lesi eritema yang simetris disertai adanya
makula dan papula yang terbagi pada
beberapa area tubuh
 Pemeriksaan Penunjang :
◦ Pada kasus ringan-sedang : hasil anamesis dan temuan
pemeriksaan sudah cukup
◦ Pada kasus berat :
 CBC
 Biopsi
 Skin prick test

 Diagnosis Banding
◦ Dermatitis kontak alergi
◦ Dermatitis kontak iritan
◦ Urtikaria
 Management
◦ Antihistamin, Steroid
◦ Stop dan penggantian obat
3. FIX DRUG ERUPTION

 Definisi
◦ Salah satu bentuk erupsi obat
◦ Ditandai dengan lesi soliter, eritema, makula yang
berwarna kemerahan terang atau kehitaman, yang dapat
berkembang menjadi plak edema; lesi tipe bulosa dapat
ditemukan
◦ Kelainan akan muncul berulang kali ditempat yang sama

 Etiologi
◦ Reaksi hipersensitivitas pada obat
◦ Sulfonamide, ibuprofen, naproxen, tetrasiklin

 Epidemiologi
◦ Jarang pada anak
 Anamesis
◦ Riwayat penggunaan obat-obatan
◦ Demam, mual, lemas,
◦ Kemerahan, benjolan berisi cairan yang kemudian
meninggalkan bercak kehitaman yang muncul berulang pada
satu tempat (di sekitar mulut, didaerah bibir, area genital)
 Pemeriksaan Fisik
◦ Efloresensi :
 Lesi soliter
 Eritema
 Makula yang berwarna merah terang atau kehitaman yang dapat
berkembang menjadi plak edema
 Vesikel atau bulosa dapat ditemukan
 Diagnosis Banding
 Dermatitis kontak alergi
 Dermatitis kontak iritan
 Management
 Antihistamin, Kortikosteroid
 Stop dan penggantian obat
EPIDERMAL NECROLYSIS

 Reaksi mukokutaneus akut yang


mengancam nyawa yang ditandai
dengan nekrosis dan pelepasan
epidermis yang luas

 STEVENS-JOHNSON SYNDROME
 TOXIC EPIDERMAL NECROLYTIC
4. STEVENS-JOHNSON SYNDROME

 Definisi
◦ Sindrom yang mengenai kulit, selaput mukosa, dan mata
dengan kelainan berupa eritema, vesikel/bula, dapat disertai
purpura dengan keadaan umum bervariasi dari ringan sampai
berat. Penyakit kulit akut dan fatal.
 Etiologi
◦ Reaksi Hipersensitivitas terhadap obat (paling sering)
 Antibiotik : Sulfonamid, klorampenikol, makrolid, penisilin,
quinolone (ciprofloxacin)
 Anticonvulsant : phenobarbital, phenytoin, carbamazepine, asam
valproat
 NSAID : phenylbutazone, oxybutazone, ibuprofen, indomethasin,
◦ Infeksi, malignansi, idiopatik
 Epidemiologi
◦ Jarang terjadi
◦ 2-3% perjuta populasi
 Anamesis
 Riwayat penggunaan obat
 Gejala infeksi saluran pernafasan atas : demam, nyeri
tenggorokan, sakit kepala, mual, batuk
 Pemeriksaan Fisik
 Trias Kelainan
 Kelainan kulit  Eritema, Vesikul, bula (Nikolsky sign +),
purpura, erosi yang luas akibat pecahan vesikel/bula
 Kelainan selaput lendir di orifisium/mukosa
 Pada mukosa mulut, lubang alat genital, serta lubang anus
dan hidung (jarang)
 Lesi berupa vesikel/bula yang cepat pecah  erosi,
eksoriasi, dan krusta kehitaman
 Kelainan mata  konjuntingvitis kataralis
 Gejala prodormal
 Pemeriksaan penunjang :
• DL
• Kimia darah (SGOT, SGPT, BUN, SC, BS, Elektrolit)
• UL
• AGD
• Pemeriksaan gram, kultur, tes sensitivitas
 Diagnosis Banding
◦ TEN  Kerusakan jaringan pada SJS (<10%),
sedangkan pada TEN (>30%)
◦ Dermatitis kontak alergi
◦ Fixed Drug Eruption bulosa generalisata
◦ Staphylococcal scalded skin syndrom (SSSS)
 Management
◦ Stop obat, penggantian dengan obat lain
◦ Rawat inap (ruangan)
◦ Sistemik :
PAGI SIANG

Hari pertama Deksametason IV 10 mg @12 jam

Hari kedua Deksametason IV 10 mg 5 mg

Hari ketiga- Deksametason IV 5 mg 5 mg


kelima (3hari)
Hari ke enam – Deksametason IV 5 mg -
delapan (3hari)
Hari ke sembilan Metilprednisolon Dosis?
Selanjutnya… oral

◦ Antibiotik : Levofloksasin 1 x 500mg per drip IV


bila ada infeksi
◦ Topikal :
◦ Triamsinolon asetonid GEL pada lesi mukosa
◦ Kompres NaCl 0,9% pada lesi basah
◦ Hidrokortison 2,5% + kloramfenikol 2% cream
pada lesi kering
◦ Suporrtif :
◦ Infus NaCl 0,9% dan glukosa 5% (1:1) 20 tpm
◦ Supportif : cairan intravena, oksigen, nutrisi
parenteral
◦ Kausal : semua obat yang pernah diminum
sebelumnya dihentikan
5. TOXIC EPIDERMAL NECROLYTIC

 Definisi
◦ Kelainan dermatologi yang mengancam nyawa yang
ditandai dengan eritema luas, necrosis, pelepasan
epidermis dan membran mukosa
◦ Bentuk berat dari SJS
 Etiologi
◦ Antibiotik : Sulfonamid, klorampenikol, makrolid,
penisilin, quinolone (ciprofloxacin)
◦ Anticonvulsant : phenobarbital, phenytoin,
carbamazepine, asam valproat
◦ NSAID : phenylbutazone, oxybutazone, ibuprofen,
indomethasin,
 Anamesis
◦ Lemas - Artralgia
◦ Kemerahan - myalgia
◦ Demam - rhinitis
◦ Batuk - sakit kepala
◦ Neusea dan vomiting
◦ Kesadaran menurun
 Pemeriksaan Fisik
◦ Efloresensi : eritema generalisata, vesikel/bula yang
banyak, purpura, lesi pada mukosa bibir, selaput
lendir mulut berupa erosi, eksoriasi, pendarahan,
hingga krusta
◦ Epidermolisis  Nikolsky positif (biasa pada
punggung, bokong)
 Pemeriksaan penunjang :
• DL
• Kimia darah (SGOT, SGPT, BUN, SC, BS, Elektrolit)
• UL
• AGD
• Pemeriksaan gram, kultur, tes sensitivitas
 Diagnosis Banding
◦ Stevens-Johnson Syndrom
◦ Staphilococus Scaled Skin Syndrome (Bukan karena obat
 Kontraindikasi kortikosteroid, pengobatan antibiotik,
lesi tidak melibatkan mukosa, sering terjadi pada anak-
anak, lesi sebatas epidermis)
◦ Dermatitis kontak alergi
◦ FDE bulosa generalisata
 Management
◦ Stop obat, penggantian dengan obat lain
◦ Rawat inap (BURN UNIT)
◦ Sistemik :
PAGI SIANG

Hari pertama Deksametason IV 10 mg @8 jam

Hari kedua Deksametason IV 10 mg @12 jam

Hari ketiga Deksametason IV 10 mg 5 mg

Hari ke empat- Deksametason IV 5 mg 5 mg


enam (3hari)
Hari ke tujuh- Deksametason IV 5 mg -
sembilan
Hari ke sembilan Metilprednisolon Dosis?
Selanjutnya… oral

◦ Antibiotik : Levofloksasin 1 x 500mg per drip IV bila ada


infeksi
◦ Topikal :
◦ Triamsinolon asetonid pada lesi mukosa
◦ Kompres NaCl 0,9% pada lesi basah
◦ Hidrokortison 2,5% + kloramfenikol 2% cream
pada lesi kering
◦ Suporrtif :
◦ Infus NaCl 0,9% dan glukosa 5% (1:1) 20 tpm
◦ Supportif : cairan intravena, oksigen, nutrisi
parenteral
◦ Kausal : semua obat yang pernah diminum
sebelumnya dihentikan