Anda di halaman 1dari 54

ZOONOSIS

I Dewa Ayu Risna Jayanthi


1102005042

Bagian / SMF Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin


FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar
DEFINISI

Scabies

penyakit yang
ZOONOSIS
dapat ditularkan Pedikulosis
dari hewan ke
manusia.

Cutaneous Larva
Migran
SCABIES
• Penyakit kulit  Sarcoptes scabiei var hominis
Definisi: • Life cycle 30 hari
• Hidup pada epidermis kulit.

• Sosio ekonomi rendah


Epidemiologi:
• Hygiene yang buruk

• Kontak langsung
Transmisi : • Kontak tidak langsung
ETIOLOGI : Sarcoptes scabiei
Kelas Arachnida, subclass Acari, ordo
Astigmata, famili Sarcoptidae

Ukuran betina 0,3-0,4 mm


Ukuran jantan setengah dari ukuran
betina

Bentuk oval, punggung


cembung,perut rata

Translusen, berwarna putih kotor,


tidak berwarna

Tungau dewasa (4 pasang kaki)


Source: www.cdc.gov.com
1. Pruritus nokturna (memburuk di malam hari)
2. Menyerang manusia secara berkelompok
3. Terowongan  pada ujung terowongan ditemukan
papul/vesikel
4. Ditemukan tungau (S. scabiei)

 Diagnosis : 2 dari 4 tanda kardinal


Scabies berkrusta
(Norwegian Scabies)
1. Dermatosis berkrusta (tangan dan kaki, kuku
distrofik, skuama generalisata)
2. Lesi hiperkeratosis nonpruritus – dermatitis
papular yang gatal
3. Sangat menular
4. Tungau dalam jumlah banyak
5. Retardasi mental, kelemahan fisis, gangguan
immunologik, dan psikosis
Diagnosis Banding
 Prurigo
 Dermatitis
 Pedikulosis korporis
Terapi
1. Sulfur presipitatum 5-10%, tidak efektif terhadap
stadium telur, dapat dipakai pada anak usia dibawah
2 tahun
2. Bensil Benzoat emultion 20-25%, efektif terhadap
semua stadium
3. Gama benzena heksaklorida (gameksan) 1%, efektif
terhadap semua stadium, kontraindikasi pada anak
< 6 th dan wanita hamil, serta toksik pada SSP
4. Krotamiton 10 %
5. Permetrin 5 %, efektivitas sama dengan gameksan,
kontraindikasi pada bayi dibawah 2 bulan
6. Ada infeksi sekunder  antibiotika
Pencegahan
Seluruh keluarga harus diobati bersamaan
Pembersihan lingkungan harus dilakukan
secara simultan
Disarankan untuk mencuci dan menyetrika
semua material yang pernah berhubungan
dengan infestasi skabies.
Bersihkan sprei dan lantai
PEDICULOSIS
Infeksi pada
kulit/rambut yg
PEDIKULOSIS disebabkan oleh
pediculus
KLASIFIKASI

P. humanus var P. humanus var


kapitis Phthirus pubis
korporis

Pedikulosis
Pedikulosis kapitis Pedikulosis pubis
korporis
PEDIKULOSIS KAPITIS

Definisi:
• infeksi kulit & rambut kepala oleh
Pediculus humanus var. capitis
Epidemiologi:
• Sering pada anak-anak
• Anak perempuan > laki-laki
• Umur 3-12 th
• hunian padat, higiene buruk, musim panas
Penularan:
• kontak langsung kepala dengan kepala (head to head
contact) atau melalui perantara (bantal, topi, sisir)
Pediculus humanus var. capitis

• 1,2 mm – 3,2 mm(betina)


• Tidak bersayap
• Warna : abu-abu s/d kemerahan
• Telur  larva  nimfa  dewasa
• Telur diletakkan pd batang
rambut dekat scalp (1-2mm
Kutu menghisap
Sekresi liur gatal garukan
darah

Kepala berbau Plikapelonika Infeksi Erosi,


busuk (Pus dan Sekunder eksoriasi
krusta)

Pembesaran kelenjar getah bening regional


(retroauricular dan occiput)
Temukan telor dan kutu pada rambut
Tanda dan Gejala
 Pruritus
 Krusta hemoragik kecil pada kulit kepala
 Telur pada rambut.
DD :
T. kapitis
Dermatitis seboroika

Terapi :
Malathion 0,5%-1% topikal
Gamabenzen heksaklorida (gameksan) 1%
Emulsi bensil benzoat 25%
Infeksi sekunder  cukur rambut + antibiotik (sistemik & topikal)
PEDIKULOSIS KORPORIS

Definisi:
• Infeksi kulit disebabkan oleh pedikulus humanus var. corporis

Epidemiologi
• Orang dewasa  higiene buruk, pengembara / gelandangan
(penyakit Vagabond)
• Penyebaran lebih sering pada daerah iklim dingin
Penularan:
• Melalui pakaian
• Melalui kontak langsung (bulu dada)
Pediculus humanus var. corporis

•Betina 1,2-4,2 x 0,6-2,1 mm , jantan lebih kecil


•Warna & siklus hidup = Pediculus humanus var. capitis
•Hidup pd pakaian tanpa isap darah maks. selama 3 hari
Gejala klinis:

Makula eritema, papul, krusta, eksoriasi

Lesi biasanya terdapat pada tungkai, neckline, aksila, punggung,

pinggang
Lichenifikasi, hyperpigmentasi (vagabond ds)

Kadang-kadang dapat terjadi infeksi sekunder dengan pembesaran KGB

regional
Pembantu Diagnosis :
• Ditemukan kutu dan telur pada serat pakaian

DD :
• neurotic excoriation

Terapi :
• Krim gameksan 1% tipis seluruh badan
• Emulsi bensil benzoat 25%
• Bubuk malathion 2%
• Rebus & setrika pakaian
• Infeksi sekunder  antibiotik sistemik & topikal
PEDIKULOSIS PUBIS

Definisi:
• Infeksi rambut di daerah pubis disebabkan oleh Phthirus pubis

Epidemiologi
• Sering terjadi pada usia Dewasa muda
• Anak: alis & bulu mata, batas rambut atas
Penularan:
• Melalui kontak fisik yang dekat
• Sexual exposure
Phthirus pubis

Ukuran : lebih pipih dan kecil

daripada Pediculus.

Betina lebih besar daripada yang

jantan, panjang sama dengan lebar

ialah 1-2mm.

Sepasang kaki pertama vestigial;

2 pasang lainnya seperti capit.

Kutu dapat dilihat, susah dilepas

karena kepala masuk ke muara

folikel rambut
Gejala:
 Papul eritema kecil
 Gatal pada pubis  paha, bokong,
abdomen, dan dada
 Bercak abu-abu/kebiruan – 0,5 cm
(makula caeruleae)
 Bercak hitam pada celana dalam
putih (black dot)
 Pembesaran KGB regional (infeksi
sekunder)
Penunjang  telur dan kutu
pada rambut pubis
Terapi :
• Krim gameksan 1% atau emulsi benzil
benzoat 25%
• Sebaiknya cukur rambut pubis
• Rebus/setrika pakaian dalam
• Periksa & obati mitra seksual (bila perlu)
CUTANEOUS LARVA MIGRAN
Creeping Eruption

Definisi:
• peradangan kulit bentuk linear/berkelok, progresif, invasi larva cacing
tambang

Etiologi :
• Invasi larva cacing (Ancylostoma braziliense, Ancylostoma caninum)  paling
sering
• Echinococcus, strongyloides stercoralis
• Dermatobia maxiales
• Lucillia caesar
• Horse bot fly, cattle fly
Biasanya pada anak-anak (jalan tanpa alas kaki,
kontak dengan tanah/pasir)
Penularan  kontak langsung dengan larva yg
infektif
Larva masuk  fol. rambut  orifisium kel
keringat  kemerahan & gatal  migrasi larva (2 –
5 cm/hr)
Gatal  garukan  inf. sekunder
Gejala klinis :
• gatal dan panas
• gatal lebih hebat pd malam hari
Efloresensi :
• Awal : papul  lesi linier/kelok-kelok (khas), diameter
2-3 mm, kemerahan.
• Lesi papul eritematosa  larva di kulit telah bbrp
jam/hari.
• Lanjut : papul menjalar spt benang berkelok-
kelok,serpiginosa (snake like), polisiklik, burrow, mencapai
panjang beberapa cm.
Typical "creeping eruption" associated with
cutaneous larva migrans
Predileksi : tungkai, plantar, tangan, anus, bokong dan
paha (daerah yg kontak dgn larva)
Khas  benang lurus/berkelok-kelok, menimbul &
terdapat papul/vesikel diatasnya

 DD :
Scabies
Dermatofitosis
Terapi
1. Antihelmintes spektrum luas (tiabendazol/mintezol
50 mg/kg BB/hari : 2x sehari, selama 2 hari;
albendazol 400mg dosis tunggal, selama 3 hari
berturut-turut)
2. Cryo terapi  CO2 snow
3. N2 liquid
GIGITAN SERANGGA
 Sering terdapat di daerah tropis

 Yang termasuk insekta:


-anoplura (kutu penghisap)
- coleoptera (kumbang)
- diptera (lalat, nyamuk)
- hemiptera (kepik)
- hymenoptera (lebah)
- upidoptera/lepidoptera (ngengat, kupu-kupu)
- siphonaptera (kutu)
 Riwayat: beberapa detik/menit setelah gigitan insekta
muncul reaksi kutaneous

 Durasi lesi : beberapa hari, minggu atau bulan

 Gejala pada kulit : pruritus yang intense, nyeri pada


lokasi gigitan, simptom sistemik

 DD :
-pada lokasi gigitan (erythematous papules, blisters) 
allergic contact dermatitis
-funnicular myiasis  scabies, folliculitis
-nekrosis cutaneous  adverse drug reaction
Hymenoptera
Sengatan tawon atau lebah
 Memiliki alat penyengat (ovirpasitor) yang berasal dari abdomen
betina; mengandung fosfolipase A, histamin, hialuronidase,
narepinefrin, mellitin, mast cell degranulation peptide-> radang
akut

 Gejala lokal : rasa terbakar dan sakit setelah gigitan, edema


setempat, urtikaria, eritematus yang jelas, pruritus
 Gejala sistemik : angiodema dan urtikaria menyeluruh,
edema laring dan bronkial, syok anafilatik

 Penatalaksanaan
-Kompres dengan kantong es
-Antihistamin
Gigitan Semut

 Gigitan semut biasanya menyebabkan rasa sakit, tepi gigitan


semut merah (fire ant) dari genus solenopsis akan menyebabkan
rasa terbakar dan sakit beberapa detik setelah gigitan.

 Adanya reaksi inflamasi lokal, urtikaria, vesikula, pustula steril

 Pengobatan: simptomatis-> kortikosteroid, antihistamin


FILARIASIS
 Penyebab dari infeksi ini adalah cacing jenis filaria yaitu
Wucheria bancrofti atau Brugia malayi
 Hospes perantara : Nyamuk sebagai vektor
 Hospes definitif : manusia, kera , dan anjing
Periode microfiliria
 Periodic form : mf
jumlah kecil ditemukan
darah setiap hari,
namun puncaknya
adalah malam hari (jam
10 malam sampai 2
hingga 4 malam hari)

 Subperiodic form :
puncak Mf dari sore
hingga jam 8 malam
Manifestasi Klinis
 Manifestasi klinis yang bervariasi

 Asymptomatic microfilaraemics menunjukan adanya


microscopic hematuria dan/atau proteinuria

 Gejala awal: demam , lymphangitis (limbs, breasts,


scrotum), lymphadenitis (femoral, inguinal, axillary and
epitrochlear nodes)

 Orchitis, Lymphocoel, Hydrocoel

 Elephantiasis
Diagnosis
 Diagnosis pasti melalui pemeriksaan parasit, ini sulit karena
cacing dewasa tumbuh di KGB atau pembuluh getah bening
yang sulit dijangkau
 Pada daerah endemi diagnosis dapat ditegakan berdasarkan
klinis namun ditemukannya mikrofilaria dalam darah dapat
menjadi kunci penegakan diagnosis
 Mikrofilaria ditemukan pada pengambilan darah tebal/tipis
dengan pengecatan giemsa atau wright
 Pengambilan spesimen dilakukan pada puncak sirkulasi
mikrofilaria di darah
Terapi
 Pengobatan umum
- Bed rest , pindah ke daerah yang dingin akan mengurangi
derajat serangan akut
- Antibiotik dapat diberikan bila ada infeksi sekunder
- Pengikatan di daerah pembendungan akan mengurangi edema

 Pengobatan Khusus
WHO : Dietilcarbamazine ( DEC)
6 mg/kgBB/Hari selama 12 hari .
Pengobatan ini dapat diulang 1 hingga 6 bulan kemudia bila perlu
atau DEC 2 hari/bulan (6-8 mg/kgBB/Hari)
Terima Kasih