Anda di halaman 1dari 57

PROGRES PEKERJAAN

DISKUSI :
27 Desember 2017
GAMBARAN UMUM

LATAR BELAKANG
• Kabupaten Tuban, Gresik, Dan Lamongan Telah Ada Studi/Desain Tambak
2012

• Hingga Saat Ini Belum Ada Tindak Lanjut

• Satker BBWS Bengawan Solo, 2017 Bermaksud Untuk Menyelengarakan


Review Desain Tambak Di Kabupaten Gresik, Lamongan, Dan Tuban.

• Pelaksana: PT Barunadri Engineering Consultant


GAMBARAN UMUM

MAKSUD DAN TUJUAN

• Maksud
• Mereview DED kawasan tambak Kab. Lamongan, Kab. Tuban, dan Kab. Gresik.
• Tujuan
a. Mengidentifikasi isu permasalahan dan potensi tambak di kab. Lamongan, kab. Tuban dan
kab. Gresik. Menyusun rencana tapak kawasan tambak pada lokasi terpilih (sistem
jaringan sarana dan prasarana maupun perencanaan layout.
b. Menyusun Kajian Kelayakan pengembangan kawasan tambak pada lokasi terpilih dari
aspek tenis dengan mempertimbangkan aspek-aspek: finansial, pasar, dan aspek sosial
lingkungan.
c. Menyusun DED sarana dan prasarana tambak yang meliputi jalan produksi, saluran irigasi
tambak, pintu dan bangunan air, gudang dan rumah pompa dalam bentuk: Nota Desain,
Gambar Konstruksi, RAB dan BOQ, RKS maupun manual Operasi dan Pemeiharaan.
GAMBARAN UMUM

SASARAN
a. Teridentifikasinya isu permasalahan dan potensi tambak di di Kab. Lamongan,
Kab. Tuban dan Kab. Gresik.
b. Tersusunnya rencana tapak kawasan tambak pada lokasi terpilih.
c. Tersusunnya kajian kelayakan pengembangan kawasan tambak pada lokasi
terpilih.
d. Tersusunnya DED sarana dan prasarana tambak
GAMBARAN UMUM

GAMBARAN UMUM WILAYAH


• Jawa Timur
• Wilayah Provinsi Jawa Timur
terdiri atas 29 kabupaten dan 9
kota.

• Dari luas area propinsi Jawa


Timur 47.220 km2 tersebut,
705,82 km2 (1,5%) merupakan
area budidaya tambak dan
kolam.
GAMBARAN UMUM

KABUPATEN GRESIK

• Potensi perikanan darat dengan luas


16.767,95 ha berupa tambak air
payau dan 8.538,96 ha berupa
tambak air tawar.

• Kabupaten Gresik memiliki potensi


pengolahan ikan dengan media
kolam seluas 20,07 ha, dan waduk
seluas 235,78 ha
GAMBARAN UMUM

KABUPATEN LAMONGAN
• Potensi luas lahan tambak 1.745,40 ha
• Potensi produksi 10.472 ton/tahun
• Potensi kolam 341,66 ha
GAMBARAN UMUM

KABUPATEN TUBAN
• Produksi ikan hasil penangkapan
ikan di laut jawa dan perairan
umum pada tahun 2010 sekitar
10.993,68 ton,
• Produksi ikan dari hasil budidaya
mencapai 8.956,28 ton
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

• KABUPATEN GRESIK:
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

• KABUPATEN GRESIK:

WILAYAH STUDI

KECAMATAN UJUNGPANGKAH

KECAMATAN SIDAYU
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

PETA KONDISI EKSISTING WILAYAH STUDI TAMBAK KABUPATEN GRESIK Inlet


Bengawan Solo

Inlet KECAMATAN SIDAYU

KECAMATAN UJUNGPANGKAH

U
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU
• KABUPATEN GRESIK:
1. Wilayah Studi Tambak berada di Kecamatan Sidayu dan Ujungpangkah
2. Sungai yang melintasi kawasan tambak yaitu Sungai Bengawan Solo,
Sungai Lenguk, Sungai Srowo, Sungai Kluwung, Sungai Ketode, Sungai
Tanjangawan, Sungai Ketapang Lor, dan Sungai Kalangkatir.
3. Budidaya tambak tradisional dengan suplai air pasang sungai.
4. Saluran yang ada berperan sebagai saluran suplesi dan drainase.
5. Sebagian besar saluran yang ada mengalami pendangkalan akibat
sedimentasi dan reruntuhan tanah material tanggul.
6. Sebagian besar tanggul jalan produksi, jembatan mengalami penurunan
kualitas dan kerusakan.
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

KABUPATEN LAMONGAN
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU
KABUPATEN LAMONGAN
WILAYAH STUDI

KECAMATAN PACIRAN

KECAMATAN BRONDONG
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

KABUPATEN LAMONGAN
PETA LAY OUT DESAIN STUDI TERDAHULU TAMBAK KABUPATEN LAMONGAN
KABUPATEN LAMONGAN KECAMATAN BRONDONG
DESA LABUHAN
KABUPATEN TUBAN KECAMATAN BRONDONG DESA LABUHAN
DESA BRENGKOK
KABUPATEN LAMONGAN KECAMATAN BRONDONG
DESA SEDAYU LAWAS
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

KABUPATEN LAMONGAN
1. Wilayah Studi Tambak di Kabupaten Lamongan terletak di Kecamatan Paciran
dan Kecamatan Brondong
2. Vegetasi mangrove yang merupakan salah satu ekosistem pendukung utama
wilayah pesisir dan lautan.
3. Hutan mangrove tumbuh di Kabupaten Lamongan, terutama pada tebing kiri
dan kanan sungai di sepanjang pantai.
4. Terdapat sedimentasi pada beberapa bagian saluran
5. Belum terdapat saluran tersier yang tersendiri, sehingga petak bersifat seri
6. Belum terdapatnya saluran pembuang, sehingga mempengaruhi kualitas air
7. Di bagian berdekatan sungai Lohgung masih terjadi luapan air sehingga
berakibat gagal panen.
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

KABUPATEN TUBAN
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

KABUPATEN TUBAN

KECAMATAN TAMBAKBOYO

KECAMATAN JENU

KECAMATAN PALANG
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU
KECAMATAN JENU
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU
KABUPATEN TUBAN

KECAMATAN PALANG
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

KABUPATEN TUBAN

KECAMATAN TAMBAKBOYO
PEMAHAMAN STUDI TERDAHULU

KABUPATEN TUBAN
1. Budidaya tambak di Kabupaten Tuban terdapat di tiga kecamatan yaitu kecamatan
Tambakboyo, Jenu, dan Palang
2. Di Kecamatan Tambakboyo terdapat tambak seluas 78,90 Ha.
Di Kecamatan Tambakboyo seluruh pembudidaya memanfaatkan kali kecil sebagai
saluran pasokan dan juga saluran buang sehingga kualitas air yang dimanfaatkan
pembudidaya tambak sangat rendah
3. Di Kecamatan Jenu terdapat tambak seluas 190,73 Ha
Sumber air asin yang digunakan oleh pembudidaya tambak di Kecamatan Jenu,
seluruhnya bersumber dari sumur bor. dengan kedalaman > 60 m dan saluran
primer hanya digunakan sebagai saluran buang. Kondisi saluran buang tersebut
juga mengalami pendangkalan dan perlu normalisasi
4. Di Kecamatan Palang terdapat tambak seluas 363,30 Ha
Seluruh pembudidaya memanfaatkan kali kecil sebagai saluran pasokan dan juga
saluran buang sehingga kwalitas air yang dimanfaatkan pembudidaya tambak
kwalitasnya dan sebagai gambaran kwalitas air yang tercemar sampah rumah
tangga dan lain-lain
KERANGKA PIKIR – LANDASAN HUKUM – LANDASAN TEORI
KERANGKA PIKIR – LANDASAN HUKUM – LANDASAN TEORI

KONSEP
• Konsep review design ini pada dasarnya adalah memperbaiki
sistem saluran sesuai dengan kondisi lapangan

• Infrastruktur yang ada harus diperbaiki sesuai dengan


kebutuhan dan kondisi lapangan.

• Pasokan dan buangan air diupayakan lancar sehingga hasil


produksi dan luasan tambak meningkat
KERANGKA PIKIR – LANDASAN HUKUM – LANDASAN TEORI

LANDASAN TEORI
1. Hidrologi 4. Struktur
Curah Hujan Rancangan Jalan Produksi
Debit Banjir Rancangan Bangunan Pelengkap
Debit Andalan
2. Hidrolika
Perencanaan Saluran
Perencanaan Tambak
5. Operasi dan pemeliharaan
Prosedur
3. Pasang surut
Analisis Pasang Surut Organisasi
Pelaksanaan
KERANGKA PIKIR – LANDASAN HUKUM – LANDASAN TEORI
• Peraturan perundangan yang terkait pekerjaan
LANDASAN HUKUM iniu dapat disebutkan sebagai berikut:
• 1) UU No.11/1974 tentang Pengairan yang
mengamanatkan bahwa tanggung jawab
• Peraturan perundangan yang pengelolaan jaringan irigasi tersier sampai ke
tingkat usaha tani menjadi hak dan tanggung
berlaku, berkaitan dengan: jawab petani sesuai dengan kemampuannya.
• Pengairan tambak • 2) UU No.19/2013 tentang Perlindungan dan
• Perlindungan lahan pangan Pemberdayaan Petani.

• Perlindungan pemberdayaan • 3) UU No.41/2009 tentang Perlindungan Lahan


Pertanian Pangan Berkelanjutan.
petani
• 4) PP No.4/2015 tentang Perubahan Keempat
• Exploitasi jaringan irigasi atas Peraturan Presiden no. 54 tahun 2010
tambak tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
• Pedoman teknis irigasi • 5) PP No.137/2015 tentang Rincian Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2017
• Rencana Tata Ruang.
• 6) Permen Pertanian
• Dan lain lain. No.43/Permentan/OT.010/8/2016 tentang
Pedoman Nomenklatur, Tugas dan Fungsi Dinas
Urusan Pertanian.
KERANGKA PIKIR – LANDASAN HUKUM – LANDASAN TEORI
LANDASAN HUKUM • 14) Permen Lingkungan Hidup No./2012,
Tentang Jenis Rencana Usaha dan Atau
• 7) Permen PUPR No.12/2015 tentang Kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai
Ekspoloitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Dampak Lingkungan.
• 8) Perda Kabupaten Tuban No.07/2012 tentang • 15) Permen Pertanian No.62/2015 tentang
Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pedoman Pengelolaan dan Penyaluran Bantuan
• 9) Perda Provinsi jawa Timur No.6/2012 tentang Pemerintah Lingkup Kementerian
Zonasi Wilayah Pesisir • 16) Permen Pertanian
• 10) Perda Kabupaten Gresik No.8/2011 tentang No.62/Permentan/RC.130/12/2015 Tentang
Rencana Tataruang Wilayah Kabupaten Gresik. Pedoman Pengelolaan dan Penyaluran Bantuan
Pemerintah Lingkup Kementerian Pertanian
• 11) Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tahun Anggaran 2017.
TA. 2017
• 17) Permen Pertanian
• 12) Perda Kabupaten Lamongan No.15/2011 No.64/Permentan/RC.130/12/2015 Tentang
tentang Rencana Tataruang Wilayah Kabupaten Penugasan Kepada Gubernur Dalam
Lamongan Tahun 2011-2031. Pelaksanaan Kegiatan Dan Tanggung Jawab
• 13) Permen Keuangan No.190/2012 tentang Tata Pengelolaan Dana Tugas Pembantuan Provinsi
Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Tahun Anggaran 2017.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. • 18) Permen PUPR NO.21/PRT/M/2015, Tentang
Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
Tambak.
METODE PELAKSANAAN

• Data Sekunder yang diperlukan :


• Hujan
• Pasang surut
• Topografi
• Geoteknik
• Pola operasi dan Pemeliharaan

• Data Primer yang diperlukan :


• Topografi
• Geoteknik
• Sosial Ekonomi
• Penggunaan dan status lahan
ANALISIS
• Hujan
Analisis Hujan-Larian dan Modus
Analisis Modulus Drainase
• Debit Air dan Pasang Surut
Analisis Pasang Surut
Debit Banjir dan Drainase Rancangan berbagai Kala Ulang
• Hidrolika
Analisis dan Perencanaan Saluran
• Struktur
Analisis dan Perencanaan Bangunan Utama dan Bangunan Pelengkap
• BOQ
• Analisis Harga Satuan Setempat
• Analisis Rencana Anggaran Biaya
KEGIATAN LAPANGAN
• KUNJUNGAN AWAL TIM KONSULTAN KE ISTANSI TERKAIT

Dinas Pekerjaan Umum SDA – BAPPEDA dan Dinas Perikanan Kabupaten


KEGIATAN LAPANGAN
• KUNJUNGAN KE PETANI TAMBAK DAN LOKASI TERPILIH
KEGIATAN LAPANGAN
• KUNJUNGAN KE PETANI TAMBAK DAN LOKASI TERPILIH
KEGIATAN LAPANGAN
• KUNJUNGAN TIM DIREKSI DAN KONSULTAN KE LOKASI TERPILIH
KEGIATAN LAPANGAN
• KUNJUNGAN KE PETANI TAMBAK DAN LOKASI TERPILIH
KEGIATAN LAPANGAN
• KUNJUNGAN KE PETANI TAMBAK DAN LOKASI TERPILIH
KEGIATAN LAPANGAN
SURVEI AWAL Di setiap percabangan dan terdapat bangunan diambil koordinat dengan GPS
kemudian dicatat kondisi dan dimensinya. Koordinat-koordinat yang diambil
Ditabulasikan dan diberi catatan sesuai dengan informasi yang diperoleh di
lapangan

KABUPATEN LAMONGAN
KEGIATAN LAPANGAN
SURVEI AWAL
KABUPATEN TUBAN
KEGIATAN LAPANGAN
SURVEI AWAL
KABUPATEN GRESIK
KEGIATAN LAPANGAN
SURVEI TOPOGRAFI

Luas Lahan sasaran :


Gresik : 2204 ha
Lamongan : 1343 ha
Tuban : 846 ha (Palang 549;
Jenu 219; Tambakboyo 78)

TTG 1019 / N1.0320


Kantor Kec Deket, Kab.Lamongan
KEGIATAN LAPANGAN
SURVEI GEOTEKNIK
KEGIATAN LAPANGAN SURVEI GEOTEKNIK
KEGIATAN LAPANGAN PENGAMATAN PASANG SURUT

Lokasi stasiun pengamatan


pasut Lohgung
KEGIATAN LAPANGAN ANALISIS PASANG SURUT
KEGIATAN LAPANGAN PASANG SURUT VS TINGGI EKSISTING TAMBAK

TUBAN 2.6 m

LAMONGAN 2.2 m

GRESIK 1.4 m
1.07m

0.19 m

-0.58 m

Gresik, Ekisting Tambak Tertinggi Tuban, Eksisting Tambak Tertinggi Lamongan, Eksisting Tambak Tertinggi

Gresik, Ekisting Tambak Terendah Tuban, Eksisting Tambak Terendah Lamongan, Eksisting Tambak Terendah
KEGIATAN LAPANGAN
ANALISIS PASANG SURUT

Analisis pasang surut dilakukan dengan metode least square.


Analisa pasang surut untuk mendapatkan konstanta pasang surut,
yang selanjutnya digunakan untuk parameter desain saluran/
bangunan air yang direncanakan.
KEGIATAN LAPANGAN
ANALISIS PASANG SURUT AK 1  AO1
F 
AM 2  AS 2

F 0,25 : pasang harian ganda


F 3,00 : pasang harian tunggal
0,25 < F < 1,50 : pasang campuran condong
ke harian ganda
1,50 < F < 3,00 : pasang campuran condong
ke harian tunggal

F = (0.4903 + 0.2292) / (0.0705 + 0.1843)


F = 2.82

Karena nilai F berkisar 1.50 < F < 3.00, maka pasang surut di
Perairan ujung pangkah dikategorikan sebagai pasang campuran
condong ke harian tunggal.
KEGIATAN LAPANGAN
DOKUMENTASI DRONE

Pengambilan Video dengan


drone Seri DJI Phantom III
Professional
Video dalam format *.mp4

Video drone lokasi Gresik

Video drone lokasi Tuban


KEGIATAN LAPANGAN
DOKUMENTASI LAPANGAN
Kondisi jalan produksi dan pendangkalan saluran

Kec. Sidayu

Kec. Jenu Kec. Tambakboyo

Kec. Ujung
Kec. Brondong Kec. Ujung Pangkah Pangkah
KEGIATAN LAPANGAN
DOKUMENTASI LAPANGAN
PKM
PKM 1
Tanggal 27 dan 28 September 2017
Diselenggarakan Di Gresik dan Lamongan dengan
maksud mendegarkan informasi dari masyarakat
tentang rencana rehabilitasi dan pengembangan
tambak pada masing-masing wilayah studi.

Hasil PKM berupa pendapat masyarakat yang


dipakai sebagai pertimbangan urutan skala
prioritas desain
PKM
PKM 2
Tanggal 28 dan 28 Nopember 2017
Diselenggarakan di Gresik dan Lamongan
dengan maksud memberikan presentasi
tentang Draft Detail Design yang telah
dibuat oleh konsultan dan dengar pendapat
dari masyarakat dimana pendapat tersebut
menjadi acuan lebih lanjut dalam
penyusunan DED.
Karakteristik dan Permasalahan Lokasi Pekerjaan
Matrik hasil inventarisasi dan PKM 1
KEGIATAN PERENCANAAN (Interaktif)

• Analisis Perencanaan Saluran


• Analisis Perencanaan Struktur
• BOQ
• Analisis Harga Satuan Setempat
• Analisis Rencana Anggaran Biaya
• Gambar Perencanaan

***
KESIMPULAN :
1. Ketiga wilayah mempunyai fokus kegiatan desain pada saluran
berupa normalisasi saluran dan perbaikan saluran, serta sarana
penunjang produksi berupa jalan dan jembatan.
2. Tata kelola tambak diarahkan ke Semi-teknis dengan pemasangan
pintu pasang-surut di intake dan pertemuan sal.primer - sal.sekunder.
Pintu air didesain otomatis (model klep).
3. Total luasan lahan sasaran desain 4393 ha
4.Panjang Saluran yang dinormalisasi sebanyak:
Tuban: 143.634 m; Lamongan: 53.499 m; Gresik: 127.665 m