Anda di halaman 1dari 21

Difinisi

adalah :
Kejadian yang tidak dikehendaki
dan tidak diduga /tiba-tiba yang
dapat menimbulkan korban
manusia dan atau harta benda
PENGERTIAN KESELAMATAN KERJA SECARA
UMUM

ADALAH SUATU USAHA PENCEGAHAN


TERHADAP KECELAKAAN KERJA YANG
DAPAT MENIMBULKAN BERBAGAI
KERUGIAN, BAIK KERUGIAN HARTA BENDA
(RUSAKNYA PERALATAN), MAUPUN

 KERUGIAN JIWA MANUSIA (LUKA RINGAN,


LUKA BERAT, / CACAT BAHKAN TEWAS)
Difinisi

Adalah :
SUATU KEJADIAN TIDAK DIDUGA
(INSIDENT) YANG MENGAKIBATKAN
KACAUNYA PROSES PEKERJAAN /
PRODUKSI YANG DIRENCANAKAN
SEBELUMNYA
Catatan :
Kecelakaan kerja tidak selalu diukur adanya
korban manusia cidera atau mati.
KOMITMEN MANAJEMEN
TERHADAP K3

• DINYATAKAN SECARA TERTULIS


• MERUPAKAN BAGIAN DARI MISI PERUSAHAAN
• HASIL BERUPA KINERJA K3
• BAGIAN DARI KONTRAK KINERJA
FILOSOPI DASAR
1. Mengelola kegiatan K3 diibaratkan dengan orang
naik sepeda di jalan tanjakan, bila berhenti
mengayuh akan terjatuh.
Harus selalu ada aktivitas K3 agar tidak terjadi
kecelakaan kerja
2. K3 harus melibatkan seluruh unsur yang ada
diperusahaan tanpa kecuali (Safety by all)
PENYEBAB TERJADINYA KECELAKAAN MENURUT
“MW HEINRICH” (TEORI KARTU DOMINO)

PENYEBAB GEJALA KEJADIAN KERUGIAN


DASAR
-PERILAKU
BERBAHAYA -TENAGA KERJA
(UNSAFE ACT)
-PERUSAHAAN
KETIMPANGAN -KONDISI KECELAKAAN
KEPEMIMPINAN BERBAHAYA KERJA -MASYARAKAT
(UNSAFE
CONDITION)

JIKA KARTU PENYEBAB DASAR ATAU GEJALA DICABUT, MAKA


TIDAK AKAN MENIMBULKAN KECELAKAAN KERJA
PRESENTASE PERBANDINGAN
PRESENTASE PERBANDINGAN
KECELAKAAN YANG
KECELAKAAN YANG DIAKIBATKAN
DIAKIBATKAN OLEH
OLEH MANUSIA
MANUSIA
DAN KONDISI
DAN KONDISI ALAT
ALAT // LINGKUNGAN
LINGKUNGAN ::

MANUSIA 80
MANUSIA 80 %
%


KONDISI ALAT/LINGKUNGAN
KONDISI ALAT/LINGKUNGAN 18
18 %
%
PENYEBAB KECELAKAAN
PENYEBAB KECELAKAAN

- LALAI, CEROBOH
- BERGURAU DITEMPAT KERJA
- MENGGUNAKAN ALAT YANG RUSAK
- BEKERJA DENGAN CARA YANG SALAH
- BEKERJA TANPA WEWENANG
- TIDAK MEMAKAI ALAT KESELAMATAN KERJA
- DAN LAIN-LAIN

- TEMPAT KERJA LICIN, BAU, DAN PENGAP


- PERLATAN RUSAK / TIDAK LAIK PAKAI
- PERALATAN LISTRIK YANG MASIH BERTEGANGAN
- PERALATAN / MESIN TANPA PELINDUNG
- TERDAPATBAHAYA KEBAKARAN / LEDAKAN
- DAN LAIN-LAIN
Piramida Kecelakaan
Kematian/ Kec.Serius
Data dilaporkan
dan tercatat Kecelakaan Ringan
Kerusakan Properti

Nyaris Celaka

• Perbuatan &
Kondisi tidak
aman
(Berbahaya)

PERBANDINGAN TERSEBUT MENGUNGKAPKAN BAHWA PERHATIAN YANG


HANYA DI TUJUKAN KEPADA KECELAKAAN FATAL TIDAK SEBANDING
DENGAN KERUGIAN – KERUGIAN YANG MENGAWALINYA..
PENCEGAHAN KECELAKAAN
KECELAKAAN :
ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DI INGINKAN YANG
DAPAT MENIMBULKAN BERBAGAI KERUGIAN, BAIK
KERUGIAN HARTA BENDA (RUSAKNYA PERALATAN /
INSTALASI ) MAUPUN KERUGIAN JIWA (LUKA, CACAT,
PENYAKIT, TEWAS) DAN ATAU KERUGIAN PROSES

KECELAKAAN YANG TERJADI PADA PERUSAHAAN DAPAT


BERUPA :
1. NEAR MISS (KEJADIAN HAMPIR CELAKA)
2. KECELAKAAN KERJA (RINGAN, BERAT)
3. KERUSAKAN HARTA DAN KERUGIAN PROSES
4. MUSIBAH (BENCANA ALAM) DAN KEHILANGAN
5. PENYAKIT AKIBAT KERJA
PENCEGAHAN KECELAKAAN

PENEREPAN“ SAFETY ENGINEERING “ PADA SAAT


PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN
PENERAPANSAFETY ENGINEERING PADA WAKTU
BERLANGSUNGNYA PROSES PRODUKSI

DIARAHKAN TERHADAP :

 LINGKUNGAN KERJA
INSTALASI, MESIN, PERALATAN KERJA DAN MATERIAL
TERHADAP TENAGA KERJA

TERHADAP CARA KERJA


DOKTRIN K3

PENCEGAHAN KECELAKAAN ATAU PEMELIHARAAN


KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERTITIK TOLAK
DARI KONSEP PENGENDALIAN KERUGIAN MENYELURUH

CARA MENANGGULANGI KECELAKAAN KERJA :


MENIADAKAN UNSUR PENYEBAB KECELAKAAN DAN ATAU
MENGADAKAN PENGAWASAN YANG KETAT
PENCEGAHAN KECELAKAAN
BEBERAPA HAL YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA
KECELAKAAN DI TEMPAT KERJA :

1. Menghilangkan/ Mengurangi “Unsafe Act”dari semua personil yang terlibat.

2. Menghilangkan / Mengurangi “Unsafe Condition” di semua tempat kerja.

3. Membuat / Menetapkan Standing Operation Procedure (SOP) bagi semua jenis pekerjaan yang
mengandung potensi bahaya.

4. Hanya menugaskan personil yang “Kompeten” terhadap suatu pekerjaan.

5. Menunjuk / Menetapkan “Pengawas” dalam setiap pekerjaan yang mengandung potensi bahaya.

6. Menyediakan Peralatan Kerja, Alat-alat Pelindung Diri (APD) dan material sesuai Standar yang berlaku

7. Menerapkan / Mentaati “Safety Procedure” yang telah ditetapkan.

8. Memberi contoh cara bekerja yang baik, benar dan aman.

9. Memberikan “Sanksi” yang tegas terhadap setiap pelanggaran “Safety Procedure” / SOP yang telah
ditetapkan.
10. DLL
(Menurut ILO)

 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
• Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkemb ilmu
pengetahuan, tehnik & teknologi
• Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap
rekayasa
• Penyel pengawasan & pemantauan pelak K3
 STANDARISASI
• Standar K3 maju akan menentukan tkt kemajuan
pelak K3
 INSPEKSI / PEMERIKSAAN
• Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi
tempat kerja masih memenuhi ketentuan &
persyaratan K3
(Menurut ILO)

 RISET TEKNIS, MEDIS, PSIKOLOGIS &


STATISTIK
• Riset/penelitian untuk menunjang tkt kemajuan
bid K3 sesuai perkemb ilmu pengetahuan, tehnik &
teknologi
 PENDIDIKAN & LATIHAN
• Peningkatan kesadaran, kualitas pengetahuan &
ketrampilan K3 bagi TK
 PERSUASI
• Cara penyuluhan & pendekatan di bid K3, bukan
melalui penerapan & pemaksaan melalui sanksi-
sanksi
(Menurut ILO)
 ASURANSI
• Insentif finansial utk meningkatkan
pencegahan kec dgn pembayaran premi yg
lebih rendah terhdp peusahaan yang
memenuhi syarat K3

 PENERAPAN K3 DI TEMPAT KERJA


• Langkah-langkah pengaplikasikan di tempat
kerja dlm upaya memenuhi syarat-syarat K3
di tempat kerja
PENYAKIT AKIBAT KERJA
ADALAH : PENYAKIT YANG DISEBABKAKN OLEH PEKERJAAN
ATAU OLEH LINGKUNGAN TEMPAT KERJA

PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA

• KARENA PEKERJAAN - GOLONGAN FAAL / FISIOLOGI


- GOLONGAN MENTAL / PSIKOLOGI

• KARENA LINGKUNGAN - GOLONGAN FISIK


KERJA - GOLONGAN KIMIA
- GOLONGAN HAYATI
UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970
TENTANG : KESELAMATAN KERJA

DI UNDANGKAN TANGGAL : 12 JANUARI 1970


TUJUAN / SASARAN :
1. AGAR TENAGA KERJA DAN SETIAP ORANG LAIN YANG
BERADA DITEMPAT KERJA SELALU DALAM KEADAAN
SELAMAT DAN SEHAT.
2. AGAR SUMBER – SUMBER PRODUKSI DAPAT DIPAKAI
DAN DIGUNAKAN SECARA AMAN DAN EFISIEN
3. AGAR PROSES PRODUKSI DAPAT BEJALAN SECARA
AMAN DAN EFISIEN
HAK DAN KEWAJIBAN SETIAP TENAGA KERJA DALAM K3
(BAB VIII,PASAL 12 UU NO : 1 TAHUN 1970)

1. MEMBERIKAN KETERANGAN YANG BENER TENTANG


K3, BILA DIMINTA OLEH PENGAWAS / AHLI K3
2. MEMAKAI ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI YANG
DIWAJIBKAN
3. MEMATUHI DAN MENTAATI SEMUA SYARAT K3
4. MINTA KEPADA PENGURUS AGAR DILAKSANAKAN
SEMUA SYARAT K3 YANG DI WAJIBKAN
5. MENYATAKAN KEBERATAN KERJA PADA PEKERJAAN
DIMANA SYARAT K3 DAN ALAT PELINDUNG DIRI
YANG DIWAJIBKAN DIRAGUKAN OLEHNYA, KECUALI
DALAM HAL-HAL KHUSUS DITENTUKAN LAIN OLEH
PENGAWAS DALAM BATAS-BATAS YANG MASIH
DAPAT DI PERTANGGUNG JAWABKAN
UNDANG-UNDANG NO : 1 TAHUN 1970

BERLAKU UNTUK SETIAP TEMPAT KERJA YANG DI


DALAMNYA TERDAPAT TIGA UNSUR , YAITU :

1.ADANYA SUATU USAHA, BAIK USAHA YANG BERSIFAT


EKONOMI MAUPUN SOSIAL
2.ADANYA TENAGA KERJA YANG BEKERJA DI DALAMNYA,
BAIK SECARA TERUS MENERUS ATAU HANYA SEWAKTU-
WAKTU
3.ADANYA SUMBER BAHAYA