Anda di halaman 1dari 14

Pendahuluan

 Sistem pakar berbasis aturan merupakan sistem


yang paling banyak dipilih oleh ‘knowledge
engineers’ untuk membangun Sistem Pakar
 Dasar dari Sistem Pakar Berbasis Aturan adalah
Sistem Produksi
 Rule : Struktur pengetahuan yang merelasikan
beberapa informasi yang diketahui dengan
informasi lain yang disimpulkan (dengan
inferensi)
Sistem Produksi

Produksi : istilah yang biasa digunakan


dalam psikologi kognitif untuk menggam-
barkan relasi antara situasi dan aksi
Konsep Dasar (Post, 1943):
antecedent consequent
situasi aksi
Characteristics of Rule Representation

First Part Second Part

Names Premise  Conclusion


Antecedent  Consequence
Situation  Action
IF  THEN

Nature Conditions, similar to declarative Resolutions, similar


knowledge to procedural
knowledge

Size Can have many IFs Usually one


conclusion

AND statements All conditions must


be true for a
conclusion to be true
Statements
OR statements If any of the OR
statement is true, the
conclusion is true
Sistem Produksi [Newell, Simon]
 Suatu model pemecahan masalah (oleh manusia) yang
mana situasi (fakta) yang ada disimpan dalam ‘short
term memory’ yang dikombinasikan dengan produksi
yang disimpan dalam ‘long term memory’ untuk
memperoleh informasi (fakta/aturan) yang ditambahkan
pada ‘short term memory’

Long term memory Short term memory


(Production) (Situasi / Fakta)

aksi

Reasoning Situasi/fakta
Sistem Pakar Berbasis Aturan
 Suatu program komputer yang memproses informasi
masalah khusus yang ada dalam ‘working memory’ dan
himpunan aturan dalam ‘knowledge base’ dengan
menggunakan mesin inferensi untuk memperoleh
informasi baru

Knowledge base Working Memory


(Rules) (Fakta)

konklusi

Reasoning Fakta
Komponen SPBA
 Knowledge base : memodelkan ‘long term
memory’ manusia sebagai himpunan aturan
 Working memory : memodelkan ‘short term
memory’ manusia (fakta) yang akan dinferensi
dengan pengaplikasian aturan
 Inference engine : memodelkan proses
penalaran dengan penggabungan aturan yang
ada dalam knowledge base dan working
memory
Inferensi

Menggunakan aturan modus ponen + teknik


searching dan matching

Modus ponen :
Jika fakta A benar dan
aturan A B benar
Maka fakta B disimpulkan benar
Proses Inferensi (Reasoning)

Forward Reasoning
dimulai dari semua data yang diketahui
menuju konklusi (data driven)

Backward Reasoning
memilih suatu konklusi yang mungkin (hipotesa)
dan membuktikan validitasnya (goal driven)
Forward Reasoning
 Ambil satu fakta dalam working memori
 Lakukan matching untuk mencari aturan yang
memenuhi
 Lakukan resolusi konflik untuk memilih aturan
yang akan dieksekusi
 Eksekusi aturan dan simpan hasilnya dalam
working memori
 Ulangi langkah diatas sampai semua fakta dan
aturan yang memenuhi telah dieksekusi
Backward Reasoning
1. Create suatu stack yang digunakan untuk menyimpan semua goal (goal +
subgoal) yang didefinisikan
2. Ambil satu goal pada top stack
3. Untuk setiap aturan, uji premis-premisnya :
a. jika semua premis memenuhi, maka eksekusi aturan ini untuk
menghasilkan konklusi
b. jika suatu premis tidak memenuhi (satu dari nilai parameter premis
tidak ada dalam database) maka carilah aturan yang menghasilkan
nilai tertentu untuk parameter yang digunakan dalam premis. Jika
ditemukan, maka pilih parameter ini sebagai subgoal dan tambahkan
pada stack, kemudian kembali ke step 2
c. Jika (b) tidak bisa menemukan aturan, maka mintalah fakta (nilai
parameter ini) kepada user dan tambahkan pada database
jika nilai ini memenuhi premis, maka lanjutkan ke premis dari aturan
berikutnya
4. Jika semua aturan yang dapat memenuhi goal telah diuji dan semua gagal
menghasilkan suatu nilai maka sisa goal tidak ditentukan. Hapus dari stack
dan kembali ke step 2. Jika stack kosong, hentikan proses.
Contoh : Identifikasi nama buah
Keuntungan SPBA
 Mudah untuk dimengerti (karena bentuk alami dari
pengetahuan)
 Mudah untuk menurunkan inferensi dan penjelasan
 Mudah dimodifikasi
 Mudah dikembangkan
 Mudah untuk digabungkan dengan ketidakpastian
 Pertumbuhan kecerdasan yang proporsional
 Penggunaan pengetahuan yang relevan
 Pengecekan yang konsisten
 Modularitas aturan (pengetahuan)
 ….
Permasalahan dalam SPBA

Memerlukan matching yang eksak


Proses inferensi bisa lambat jika aturan
jika terjadi ‘pembengkakan’ aturan
(peningkatan jumlah aturan yang sangat
besar)